Perilaku Seks Remaja: Makin Bebas!
Maret 21, 2007 oleh osolihin
STUDIA Edisi 037/Tahun 2/2001
Produsen kondom Durex, London International Group Plc., pada tahun 1999 pernah mengadakan survei perspektif remaja terhadap seks. Dalam kata pengantarnya dikatakan, remaja memegang peran penting karena remaja adalah indikator paling jernih, untuk mengetahui bagaimana dampak pendidikan seks dan kebudayaan terhadap keluarga dan orangtua masa depan di era Milenium baru.
Survei yang diberi nama 1999 Global Sex Survey, A Youth Perspective ini, mengambil 4.200 responden berusia 16-21 tahun dari 14 negara, yakni Amerika, Inggris, Kanada, Perancis, Jerman, Taiwan, Italia, Yunani, Meksiko, Polandia, Singapura, Republik Czech, Spanyol, dan Thailand (Kompas, 16 Oktober 1999).
Sayangnya, survei tersebut tidak menyertakan remaja Indonesia sebagai responden. Meski demikian, setidaknya bisa ‘sedikit’ diambil kesimpulan. Kenapa? Karena hasil survei tersebut menyangkut urusan seks remaja yang akhir-akhir ini makin bebas, bahkan mendekati liar. Di antara hasil survei tersebut adalah: Secara keseluruhan, 50 persen remaja mengatakan mereka melakukan seks pertama kali karena mereka dan pasangannya merasa siap. Hanya 12 persen mengatakan karena dibujuk atau dipaksa, dan 12 persen lagi mengaku melakukan seks dalam keadaan mabuk.
Meski hasil survei ini menunjukkan remaja terlihat amat bebas, tetapi masih ada yang mereka takuti. Takut sama Allah dan Rasul-Nya? Wow, kayaknya ketakutan seperti itu nggak ada dalam daftar mereka tuh! Tapi ketakutan mereka itu seputar masalah-masalah virus HIV/AIDs, Penyakit Menular Seksual (PMS), dan kehamilan. Itu saja. Bahkan hampir semua remaja (99 persen) sadar akan bahaya PMS dan HIV/ AIDs. Lebih dari 45 persen remaja putra dan putri mengaku takut pada HIV/AIDs dan PMS dibanding apa pun. Kehamilan merupakan kekhawatiran kedua setelah HIV/AIDs dan PMS bagi remaja. Sebanyak 32 remaja putri mengatakan takut hamil, dan 18 persen remaja putra takut menjadi ayah pada usia muda. Waduh, kalo gitu gaswat bener. Soalnya meski survei itu nggak menyertakan remaja di negeri ini, tapi ternyata perilakunya sama. Di sini seks bukan lagi sebagai sesuatu yang tabu dan suci lagi, tapi sudah lumrah dan liar. Mengerikan Brur!
Survei tersebut juga mengungkap tentang umur berapa remaja-remaja di negara yang disurvei itu pertama kali melakukan hubungan seks. Hasilnya? Remaja di Kanada dan Amerika menduduki peringkat paling muda dalam melakukan hubungan seks, yakni 15 tahun, diikuti Inggris umur 15,3, Jerman umur 15,6, dan Perancis pada umur 15,8 tahun. Remaja di Asia Tenggara cenderung melakukan seks lebih telat. Remaja Thailand mulai melakukan seks pada umur 16,5 tahun, dan Taiwan umur 17 tahun. Ini mungkin memperlihatkan pengaruh dari kondisi sosial dan tradisi budaya yang berbeda.
Melihat fakta seputar perilaku seks remaja yang makin bebas dan liar ini tentu saja kita semua prihatin. Kamu juga mungkin bisa geleng-geleng kepala atau mengurut dada. Namun, sikap peduli kamu bukan sekadar diwujudkan dengan geleng-geleng kepala atawa mengelus dada doang. Itu nggak cukup. Soalnya ini adalah masalah gede yang perlu—bahkan wajib—diselesaikan dengan benar dan baik. Bila tidak? Kehancuran sebuah masyarakat tinggal menunggu waktu saja, Brur!
Makin Berani
Brur, bagi kamu yang nggak biasa dengan kehidupan para remaja di kota-kota besar pasti bakalan ‘shock’. Suer, mereka ternyata beberapa langkah lebih maju dalam urusan seks. Tapi sayangnya maju dalam kerusakan. Waduh, bayangkan saja, anak SMP dan SMU—ya, seusia kamu-kamulah—mereka udah terbiasa dengan urusan seks yang—maaf—bukan sekadar pegangan tangan atau ciuman saja, tapi sudah lebih ke arah yang ‘suerrem’ banget tuh. Kamu pasti tahu dong. Ya, begitulah. Memilukan dan memprihatinkan sekali.
Non, dalam suatu investigasi yang dilakukan oleh majalah remaja pria ternama di ibukota—terhadap para remaja yang doyan kelayaban malam-malam—ternyata datanya cukup mencengangkan. Misalnya saja, ditemukan ada beberapa anak cewek yang melengkapi dirinya dengan barang bawaan yang nggak lazim, yakni bawa kondom dan alat tes kehamilan. Lho, kok anak cewek bawa-bawa kondom sih? Menurut pengakuannya kepada tim investigasi majalah tersebut, si gadis ini punya alasan: kondom adalah senjata utama yang bakal dia berikan kepada teman kencannya bila teman kencannya udah keburu nafsu tapi doi nggak bawa kondom. Jadi untuk jaga-jaga katanya. Kenapa? Soalnya takut hamil! “Kalo dia (cowoknya) nggak bawa kondom gimana, yang tekdung (hamil, Red) kan gue. So, mending gue yang sedia,” kata cewek 17 tahun itu. Waduh, kacau Rek!
Malah disebutkan pula dalam hasil investigasinya, bahwa bukan cuma cewek yang kena ‘todong’ itu saja yang suka bawa kondom dan alat tes kehamilan. Tapi menurut gadis itu, hampir semua teman-temannya melakukan hal yang sama seperti dirinya. Bahkan ada yang kemudian menjadikan barang-barang tersebut sebagai daftar belanja rutinnya. Wow, wow, wow, makin parah aje nih.
Dan, fakta yang satu ini bakal bikin kita nggak habis pikir. Kenapa? Sebab, banyak juga remaja ibukota yang making love di sembarang tempat. Tepatnya nggak peduli kapan dan di mana dia berada. Termasuk ada yang nekat ML alias berhubungan seks dalam mobil di jalan tol. Berikut pengakuan Irvan (bukan nama sebenarnya) seperti yang ditulis majalah HAI: “Entah kenapa, begitu masuk tol Ciawi tiba-tiba aja pengen. Karena nggak kuat gue pinggirin mobil dan gue ngelakuinnya di dalam,” kata cowok 17 tahun itu. Nggak heran emang. Irvan mulai ngelakuin seks bebas sejak setahun lalu. Sejak itu pula dia bisa berbuat di mana aja. Di rumah sering, di jalan pernah, dan di sekolah pun udah (HAI No. 41/XXIV) Edan memang!
Melihat gelagatnya, tentu saja teman-teman kamu yang tadi nggak jalan sendirian. Di belakang mereka masih banyak remaja yang melakukan perbuatan sejenis. Cuma nggak terdata aja. Ibarat fenomena gunung es. Kecil di permukaan, tapi besar di bawah. Wow, padahal itu baru kelakuan buruk remaja Jakarta, belum yang di Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Medan, Palembang, dan kota-kota besar lainnya. Bisa dibayangkan tentunya.
Seperti yang sering dibahas banyak orang, kelakuan mereka yang menjijikkan itu memiliki risiko yang nggak kecil. Penyakit AIDs sudah siap mengintai, belum lagi ancaman PMS lainnya, dan kehamilan yang nggak dikehendaki juga bisa membengkak datanya. Dan yang pasti pelakunya bakal disentuh api neraka.
Cermin Retak
Bicara tentang upaya penyelesaian perilaku seks remaja yang kian menggila ini tak cukup cuma di seminar, tulisan-tulisan, pesan-pesan moral, dan nasihat belaka yang sifatnya normatif. Bukan hanya itu, dan memang tidak cukup hanya dengan itu. Kenapa? Karena kondisi masyarakat yang amburadul ini lebih disebabkan karena kegagalan sistem kehidupan yang mengaturnya. Khusus masalah perilaku seks remaja ini, ternyata bila kita telusuri penyebabnya adalah karena dalam sistem kehidupan Kapitalisme diberlakukan kebebasan bertingkah laku alias hurriyatusy syakhshiyah.
Setiap individu dijamin haknya oleh negara untuk berbuat apa saja sesuai dengan keinginannya, asal tidak menganggu individu lain. Misalnya, mau teler atau giting berat, nggak boleh ada yang usil dan ngerecokin selama perbuatan tersebut tidak menyebabkan orang lain terganggu. Kalau pun ada pengusutan, tapi sayangnya itu dilakukan dengan setengah hati dan nggak karuan. Menangani kasus narkoba saja pemerintah kebingungan. Terutama mengungkap siapa The Big One-nya. Udah gitu, hukuman bagi pengedar dan pengguna ringan. Bahkan bisa diajak ‘salam tempel’. Nah, dalam kehidupan yang diatur oleh sistem Kapitalisme, hal itu tidak dilarang. Kenapa? Sekali lagi, karena kebebasan individu ini dijamin sepenuhnya oleh negara. Coba kamu lihat dalam aturan yang diberlakukan dalam KUHP di negeri ini—yang sebetulnya ‘nyontek’ dari undang-undang negerinya Edwin Van Der Saar—nggak bakalan ditemukan larangan berzina atau bergaul bebas antara laki-laki dengan perempuan. Yang bakal kamu temukan adalah; bila suka sama suka, maka itu tidak termasuk dalam kasus perzinahan atau perkosaan. Buktinya? Kamu juga pasti sering dengar soal lokalisasi pelacuran. Benar kan? Ya, soalnya keberadaan tempat itu nggak dilarang. Malah sengaja dibangun dan dilindungi dengan hukum. Padahal justru tempat tersebut adalah sarang kemaksiatan—khususnya pelacuran. Dan, itu sama dengan seks bebas. Berarti dosa besar. Nah, itu dia. Dengan demikian, remaja ternyata juga sudah diajarkan nggak benar oleh lingkungannya. Ditambah lagi dengan ‘mental’ remaja pada umumnya yang masih belum stabil. Yakni, sifat meniru dan coba-cobanya masih besar ketimbang sikap waspada dan takut dosa. Tambah parah Bo! Ah, gokil juga memang.
Berarti dengan demikian, selama ini remaja—sejak bisa melek—udah ‘bercermin’ di cermin yang retak. ‘Cermin’ kehidupan yang parah. Bisa dipahami dong, sejak kamu bisa ngomong, kamu bercerita tentang apa yang kamu lihat dalam kehidupan sehari-hari, lengkap dengan ‘aturan’ yang ada dalam lingkungan kamu. Televisi sudah mengajarkan hal yang nggak benar. Kehidupan masyarakat dimana kamu berada pun sudah terbiasa memberikan persoalan dan penyelesaian problem yang tidak sesuai dengan ajaran Islam. Terus ketika kamu sekolah, di lembaga pendidikan ini ternyata memberikan pendidikan yang tidak jelas kemana arahnya. Walhasil, kamu dan kita semua bercermin di cermin yang retak. Nah, cermin yang retak itulah sistem kehidupan yang mengatur kita selama ini. Maka, bila ingin selamat di dunia dan akhirat, ‘cermin’ kita nggak boleh retak. Memangnya ada yang nggak retak? Ada dong sayang. Mana lagi selain Islam. Ya, cuma Islam yang bisa dijadikan cermin dalam kehidupan kita. Tentu Islam yang diterapkan sebagai akidah dan syariat.
Dikenakan Sanksi Berat
Ah, ketar-ketir juga kan? Nah, karena penyelesaiannya tak cukup dengan seruan atau himbauan saja, maka pelaksanaan sanksi oleh negara perlu ada. Dalam Islam, orang-orang yang melakukan seks bebas bakal dikenakan sanksi dera (cambuk) atau rajam.
Rasulullah s.a.w lalu bersabda: “….Demi Zat yang jiwaku berada dalam kekuasaan-Nya, sesungguhnya aku akan memutuskan hukuman ke atas kamu berpandukan kitab Allah (al-Quran). Seratus ekor kambing dan hamba perempuan tadi harus dikembalikan dan anakmu mesti dihukum rotan sebanyak 100 kali cambukan serta diasingkan selama setahun. Sekarang pergilah kepada isteri orang ini, wahai Unais! Jika dia mengaku, maka jatuhkanlah hukuman rajam ke atasnya.” Maka Unais pun datang menemui wanita tersebut dan ternyata dia mengakui atas perbuatannya itu. Maka sesuai dengan perintah dari Rasulullah s.a.w maka wanita itupun dijatuhkan hukuman rajam. (HR. Bukhari, Muslim, dan Abu Dawud)
Jadi bagi yang masih lajang akan dicambuk, dan bagi yang sudah berkeluarga akan dirajam sampai mati. Bagaimana kalo kejadiannya kayak sekarang, yakni nggak diterapkan aturan Islam. Berarti bakal lolos dari hukuman di dunia, dong? Bisa jadi, tapi ingat saudara-saudara, di akhirat pelakunya nggak bakalan bisa lolos. Pasti akan ‘menikmati’ adzab Allah yang sangat pedih. Dalam sebagian jalan (riwayat) hadits Samurah bin Jundab yang disebutkan di dalam Shahih Bukhari, bahwa Nabi Saw. bersabda: “Semalam aku bermimpi didatangi dua orang. Lalu keduanya membawaku keluar, maka aku pun pergi bersama mereka, hingga tiba di sebuah bangunan yang menyerupai tungku api, bagian atas semoit dan bagian bawahnya luas. DI bawahnya dinyalakan api. Di dalam tungku itu ada orang-orang (yang terdiri dari) laki-laki dan wanita yang telanjang. Jika api dinyalakan, maka mereka naik ke atas hingga hampir mereka keluar. Jika api dipadamkan, mereka kembali masuk ke dalam tungku. Aku bertanya: ‘Siapakah mereka itu?’ Keduanya menjawab: ‘Mereka adalah orang-orang yang berzina.” Ih, naudzubillahi min dzalik.
Nah, itulah hukuman di akhirat nanti yang bakal dijalani oleh para pezina. Jadi, kalo sekarang ada teman-teman kamu yang merasa aman-aman saja karena nggak dapat hukuman di dunia—karena nggak diterapkan aturan Islam—siap-siaplah karena Allah akan memberi adzab yang pedi dan berat. Firman Allah Swt.:
كُلَّمَا أَرَادُوا أَنْ يَخْرُجُوا مِنْهَا مِنْ غَمٍّ أُعِيدُوا فِيهَا وَذُوقُوا عَذَابَ الْحَرِيقِ
“Setiap kali mereka hendak keluar dari neraka lantaran kesengsaraan mereka, niscaya mereka dikembalikan ke dalamnya. (Kepada mereka dikatakan): “Rasakanlah azab yang membakar ini”. (QS. al-Hajj [22]: 22)
Baik, inilah hukuman di dunia dan adzab di akhirat bagi para pelaku zina—seks bebas. Lalu, bagi yang menjaga diri dari perbuatan tersebut? Allah akan memberikan pahal dan tempat yang baik di surga.
Abu Hurairah dan Ibnu Abbas r.a. berkata: “Rasulullah Saw. berkhutbah sebelum wafatnya, yang di antaranya beliau bersabda: “Barangsiapa mampu bersetubuh dengan wanita atau gadis secara haram, lalu dia meninggalkannya karena takut kepada Allah, maka Allah menjaganya pada hari yang penuh ketakutan yang besar (kiamat), diharamkannya masuk neraka dan memasukkannya ke dalam surga.” (Ibnu Qayyim al-Jauziyyah, Raudhah al-Muhibbin wa Nuzhah al-Musytaqin).
Nah, jadi kendalikan nafsumu teman![]











menrut akU sebagiiian besar remaja sepertii ini
dikarenakan kurangnya perhatian darii pihak orang tua !!!!!!!!!
Mungkin itu bisa dikatakan benar. Tapi juga ada faktor lain, yakni bacaan, tontonan, pergaulan dan pendidikan di luar rumah.
menurut saya perilaku seks bebas ini dipengqaruhi oleh beberapa hal:
1. kurang perhatian dan kasih sayang orang tua yang saat ini sangat banyak kesibukan karena hidup semakin sulit.
2. terpaan informasi media massa yang sangat besar menyajikan informasi dan tak mampu disaring lagi. dari media cetak maupun penyiaran.
menurutku:
1. Pantauan orangtua di rumah yang tidak maksimal.
2. Anaknya sendiri yang bergaul terlalu bebas dengan teman2nya.
3. Tidak belajar Islam dengan baik.
4. Masyarakat yang cuek (di pasar, di sekolah, di lingkungan sekitar, termasuk pemilik media massa)
5. Negara yang tak melindungi rakyatnya. Lebih suka urusan pribadi daripada mengurus rakyat. Buktinya, media massa yang melanggar etika pun dibiarkan saja.
assalamu’alakum Wr.Wb
klo menurut AQ memang remaja yang berumur 16-17 merupakan saat untuk mencari jati diri dia mungkin perlu adanya suatu pengakuan bahwa dia merasa butuh kasih sayang padahal ornag tua juga kurang protektif pada anak,thank for your attention!!!
wassalamu’alaikum Wr.Wb
Inilah fenomena akhir zaman.
Wahai Tuhan, datangkanlah segera pemimpin yang akan menyelamatkan manusia dan kemanusian di bumiMu ini.
PEmimpin yang mewarisi akhlak NabiMu
Pemimpin yang mampu mendidik masyarakat yang telah rusak ini.
Bila Nabi-MU datang membawa mukjizat, dan tiada Nabi lagi selepasnya, maka datangkanlah pemimpin yang membawa karomah untuk memperbaiki masyarakat yang rusak ini.
KAmi takut azabMu wahai Tuhan
Ampunilah kami
kasihanilah kami
seorang sosiolog dari Amerika pernah mengutarakan tentang pornografi di AS bahwa serangan pornografi itu bagaikan gelombang tsunami setinggi 30 meter yang ditahan dengan kedua telapak tangannya, bayangkan betapa sulitnya mengatasi serangan pornografi tsb yang berakibat pada perilaku seks bebas terutama di Indonesia.
ada beberapa hal yang harus dihadapi dlm mengatasinya, diantaranya :
1. Peran orangtua dalam membina komunikasi dgn anak, jadikan orangtua menjadi sumber segala informasi, tempat bertanya bagi anak
2. Jadikan agama sebagai suatu pondasi yang kuat
3. Lingkungan sekolah yang islami dan memiliki daya kompetisi antar siswa yang kompetitif.
4. Tunjukan bahwa orangtua mampu berperilaku positif dan menjadi panutan yang baik bagi anak
mudah2an dapat membantu anak dalam mengatasi serangan perilaku amoral tersebut Amin
euh… menurut kabayan sih… inih dikarenakan sang ibu terlalu banyak ngurus sang ayah… atau terlalu sibuk kerja… kurang fokus gituh…
itu krn anaknya aja gak bisa ngerti.kebanyakn remaja sekarang sudah tau tp malah main api..orang tua dgn media masa mah ga salah remajanya aja yg gak paham
Gw pikir kite harus obyektif lah…
Ga bisa juga menyalahkan salah satu dari kedua belah pihak. Kedua-duanya, menurut gw, punye tanggung jawab yang sama-sama penting. Dari sisi media, mereka harus ikut andil dalam menyeleksi acara-acara yang akan mereka tayangkan. Begitupun dari sisi para remaja yang sedang dalam proses pencarian jati diri. Tunjukin dong klo loe2 pade bisa jadi remaja yang punya peran positif di masyarakat. Emang ngga gampang ngerubah gambaran negatif masyarakat yang udeh melekat atau tepatnya dilekatkan kepada para remaja. Tapi menurut gw, selama loe2 semua pade mau, hal2 kayak gitu bisa ilang dngn sendirinya. Yang pasti, kerja nyata dari para remajalah yang paling menentukan tingkat keberhasilan itu sendiri.
“So… Choose Your Future… Even The Small Thing in This World Can Change The World…”
kl diliat dari tanggal ditulis artikel jelas udah kadaluarsa, tapi jujur aja gw pikir faktanya emang ada sampe sekarang. artikel yang bagus. kl gw sih lbh milih benahi dulu deh diri sendiri, trus jalin hubungan ama ortu. di sekolah juga diadain pelajaran ttg bahayanya seks bebas. agame juga hrs dipelajari. pemerintah wajib bikin aturan yang ketat spy gak ada yang berani2 main seks bebas..
Ini masalah kita semua. Penyelesaiannya pun harus melibatkan kita semua: orangtua, remaja, masyarakat, dan pemerintah. Supaya bisa terselesaikan segera.
sudah ada tanda2 akan kembali ke jaman jahiliyah……atokah ini tanda2 akhir jaman??
yang pasti kita semua harus saling mengingatkan, menegur, bantu demi hal kebaikan……!!
madia, orangtua, pemerintah dan juga anak2 muda…harus bersinergi buat hal yang positiffff!!
Seks bebas!!!!!!! wao…..gak bgt,,but qlo qt liat skrg seks bebas ud jadi penyakit yang menyerang banyak kaum adam dan hawa,,,khusnya bagi remaja2 yang sedang dimabuk cinta,,,di kota2,mungkin seks bebas ud jadi makanan sehari2 tuh,,but gak muanya sech…..So jng tersinggung yah guYz…..,,mending sekarang lbh baik qt berbuat yang positif,yah sekedar mengisi waktu Lah,,,,,iya gak???????>>>>.
Apalagi jika kegiatan positifnya sesuai tuntunan syariat Islam…. pasti lebih ok!!
Masyarakat bisa disalahkan, tapi kita adalah bagian dari masyarakat juga. Jika ingin Indonesia (khususnya Jakarta) berubah kearah yang lebih baik yang paling tepat adalah menunjuk diri sendiri dahulu. Perubahan dimulai dari diri sendiri, keluarga dan lingkungan. Jadilah seorang muslim sejati, tunjukkan kita adalah umat terbaik yang menunjukkan kepada yang baik dan mencegah dari yang mungkar dan beriman kepada Allah.
Betul, perubahan mendasar pastinya harus berawal dari unit terkecil masyarakat yaitu keluarga, tanamkan pemahaman ajaran Islam secara keseluruhan kepada semua naggota keluarga kita, namun pemerintah dengan jajaran pejabatnya selaku pemelihara urusan umat juga wajib memberikan perlindungan dengan membuat kebijakan2 sesuai tuntunan syariat Islam yang rahmatan lil alamiin, selain kita umat Islam penduduk mayoritas juga adalah pendiri dan pemilik syah negara ini. Sedih banget kalo kita yang ratusan juta tetap harus mengadopsi hukum yang kita gak tau asal rimbanya!!!
duhhh…
zaman skrang tu mang bener2 zaman yg gila bgt lahh
iagh!!!! seks bebas makin ari, makin menjamur….! gmn rakyat indonesia bisa lepas dari bencana, kalo kita sendiri juga hobi mancing bencana.
halloooo….. para makhluk2 tengil yang gak bisa tahan napsu, kudu sabar dong! kalian tuh masih muda, punya kehidupan yang cerah…
apakabar sih sama mereka yang ngakunya orangtua?
menurutku………….
hal ini terjadi dikarenakan pargaulan yang terlalu bebas tanpa kontrolan dari pihak-pihak terdekat terutama kedua orang tua. hal ini juga biasa terjadi dikarenakan fakto-faktor sekitar seperti temen-temen sebaya yang mungkin kepribadiannya kurang baik dan pernah menonton film porno sehingga ada hasrat ingin melakukan hal itu.dampak dari perbuatan itu adalah putus sekolah dan rasa malu yang tak terbayangkan.karena tak sanggup menanggung malu tadi tidak jarang seseorang menggugurkan kandungannya bahkan mati bunuh diri.
jika kita melakukan hal ini berarti kita telah melakukan dosa yang beruntun.karena telah melakukan dosa yang pertama lalu muncul lagi dosa yang kedua begitu seterusnya…………..
agama, pengawasan, keimanan, menurut saya tidak akan bisa menghentikan hasrat birahi bila sudah bergelora. Nafsu akan menutup semua akal sehat yang ada.
jadi…….. legalkan mereka dengan merubah peraturan pernikahan yang ada sekarang….
bolehkan pernikahan usia dini……
mereka aman, ortu akan tenang…..
Subhanallah, ngeri betul… masih ABG masak bawaannya kondom dan tes kehamilan di tasnya bukan buku pelajaran atau buku buku kepribadian yang dapat meningkatkan motivasi belajar/semangat untuk membangun, atau paling tidak cerita-cerita seputar remaja.. emangnya loo udah mau jadi penghuni rumah bordil (dolly) maaf… jadi senewen gini..
Tapi denger-denger pusat prostitusi terbesar di ASEAN (dolly) mau di gusur kerna udah di beli oleh investor.
Mudah mudahan republik ini bertambah baik, dan bencana2, segera diangkat dari negeri ini, karena kelakuan kita-kita juga yang menantang datangnya azab,
semoga Tuhan tidak merasa bosan dengan segala tingkah laku kita ini dan tetap menurunkan Rahmat dan hidayahnya terhadap kita semua. Amin…
menurut daku..
anak abg sekarang tu rada’ gila coz mereka mo mikir dulu sebelum b’buat kayak gitu!!!!!!!!!!!
kalo terjadi sesuatu ama dia kan dia sendiri nyang rugi
sbnrnya kalo ortu mau lebih terbuka thdp anaknya mgkn akan sedikit mencegah adanya seks bebas…Jujur aja ni, saya aja tau artinya seks, gmana bahayanya n semua seluk beluknya dari guru biologi n tmen saya…jd mgkn kalo ortu bisa jelasin,n anaknya sendiri juga g main2 akan bahaya seks, iman kuat,.insya allah semua bisa teratasi, oia satu lagi, pergaulan juga mesti yang bner,,jgn sampe salah pilih pacar ataupun temen…
emang dah waktunya kiamat kale….
yah kita tinggal nunggu waktunya dateng aj, n bawa bekal yang cukup bwat diakhirat ntar,,,,,,,,
sekarang banyak orang pinter yang gak beriman dan banyak orang beriman tp gak pinter.
suatu yang tak berujung ketika kita bahas tentang perilaku seksualnya…entah karena remajanya yang kurang diajar atau orang tuanya yang g sempat ngajari??????
tapi ini bukan saatnya cari siapa kambing hitamnya, dan bukan saatnya kita cuci tangan atau malah obral opini, tapi lebih dari itu bagaimana kita menata barisan untuk bertindak melawan gelombang perilaku seksual remaja yang semakin berani ini. karena, bagaimanapun remaja itulah satu-satunya harapan semua untuk menerima dan melanjutkan tongkat estafet kelangsungan hidup umat manusia….!
Sedih
hati ini rasanya melihat keadaan manusia sekarang,karena korbannya udah banyak yang tidak lain tidak bukan adalah orang-orang yang dekat di dalam kehidupanku saat ini.
Udah saatnya bertindak, gak ada abisnya saling nyalahin mulu.Mending mulai mengajak kebaikan dengan kata yg baik.
Tp menurut ku sebab merajalela nya seks bebas adalah :
1.Lemahnya iman Islam dalam kalbu & ditinggalkannya ilmu, entah krn faktor eksternal dan internal
2.Bablasnya informasi yg dipermudah modernisasi media
3.Amar ma’ruf nahi munkar yg makin ditinggalkan
4.Emang udah deket kiamat…hehehe
Syukur masih ada mas Solihin yg mau capek2 bikin situs ini…moga selalu dalam penjagaan Rabb il alamiin
Menurut Gw semua faktor berpengaruh sama besar nya, tapi bener banget artikel diatas bahwa HANYA ISLAM yang bisa jadi senjata terkuat menghindari seks bebas…
Tapi jangan slh ga semua remaja ky gitu loh…
Gw pny bbrp tmn yg ga melakukan hal hina itu, walaupun mereka anak yg ga baik di mata masyarakat, tapi benar di jalan ALLAH SWT and gw pcy krna gw kongkow ma mrka sjk gw msh orok….
Artikel di blog ini sangat menarik & bagus. Untuk lebih mempopulerkan artikel (berita/video/ foto) ini, Anda bisa mempromosikan di infoGue.com yang akan berguna bagi semua pembaca di tanah air. Nantikan segera plugin / widget kirim artikel & vote yang ter-integrasi untuk Blogspot dan WordPress dengan instalasi mudah & singkat. Salam Blogger!
http://www.infogue.com
http://www.infogue.com/masalah_sosial_budaya/perilaku_seks_remaja_makin_bebas_/
mudah-mudahan generasi muda tidak terjebak dengan tipuan daya setan manusia….karena tipuan itu ada dekat dengan anda…..jangan tiru teman yang terjebak budaya pacaran…..
salam.
boleh ikutan dong. menarik juga mengikuti tulisan berikut komentarnya yang pada semangat dan warna warni.
bagi saya sih, persoalan seks bebas dikalangan remaja disebabkan banyak faktor. dan, pihak perempuan dalam pandangan saya, adalah pihak yang seringkali jadi korban, apalagi kalau si laki-laki tak bertanggung jawab. akhirnya jika hamil, maka anaknya tak berayah. atau terpaksa melakukan aborsi. karena hal itu akan menjadi aib dimata masyarakat.
yang lebhi parah adalah pemerkosaan. dalam kasus pemerkosaan, disana ada kekerasan dan paksaan. dan itu adalah kejahatan (crime).
namun jika melihat hubungan seksual yang dilandasi mutual consent atau suka sama suka, maka disana tidak ada kejahatan, namun jika pihak laki-laki tak bertanggung jawab, maka ada pihak yang dirugikan yakni perempuan.
bisa diduga, jika perempuan itu tak lagi perawan, maka ia akan melihat dirinya secara negatif karena ia berfikir tidak ada laki-laki yang mau menikahinya karena kegadisannya sudah pudar. masih untung kalau pacarnya kemudian mau menikahinya dengan penuh tanggung jawab, namun jika tidak, komplek juga masalahnya.
disinilah saya kira perlu adanya kesadaran dan pendidikan tentang seks. seperti misalnya anak yang laki-laki harus tidur terpisah dengan saudarinya yang perempuan. orang tua pun harus terbuka dan arif ketika menghadapi persoalan anak dalam hal seks. seks bukan ditabukan tapi perlu dikomunikasikan dengan proporsional. jika seks ditabukan, maka orang pun akan semakin penasaran dan akhirnya melakukan penyimpangan-penyimpangan.
saya pikir itu saja….
berbicara tentang kapitalisme, itu kan sebuah ideologi dan cara berfikir. dalam kapitalisme, kekayaan materi dipertuhankan. nilai-nilai kemanusiaan dicibirkan. itulah akidah kapitalisme, mirip dengan semangat hedonisme. yang penting enak, masa bodoh orang miskin atau tidak, orang lapar atau tidak, itukan bukan urusan gue. kira-kira kaya gitulah semangat hedonisme dan kapitalisme. bahaya juga….
selamat berdiskusi…cukup bagus postingannya.
ahmad
Tanggung jawab untuk membereskan masalah ini harus dipikul bersama oleh keluarga, masyarakat dan juga oleh negara.
Banyak kejadiannya…. justru dilakukan oleh org2 Islam….
Umat Islam harus bangkit dan sadar utk kaji Islam!!
saya sangat setuju dengan pendapat anda tentang seks bebas. perilaku seks bebas memang harus segera di berantas sampai tuntas.
varfin.wordpress.com
Banyak budaya Barat yg menjadi pemicu, terutama bacaan / majalah & tontonan yg makin jauh dari Islam. Wahai orangtua, tolong jaga kami para remaja yg masih labil…
kalo menurut ku, dunia seks mah udah sangat meraja lela, bukan seharusnya remaja yang selalu disalahin. but, tuh liat para penyanyi sekarang, udah sangat tak bermoral. baki dari segi berpakaian yang tampak memeknya, sampe gaya menyanyi yang super seronok. tolonglah para aparat negara, jangan hanya penyanyi inul yang dapat digugat, but many artis yang bisa dituding dengan kelakuan mereka yang sangat tidak mermoral tuh. n film sekarang kayaknya kalo ndak nampilkan tentang sisi dari dunia seks, jadi nggak rame. padahal seks bukan hanya dapat ditinjau dari segi seronok’an kan. n bagi orang tua jangan sibuk sendiri sampe luapain anak, atau sikap kekerasan yang selalu ditampilkan orang tua, ato malah sikap terlalu memanjakan anak, so anaknya jadi kebablasan. thank’s.