[nasyrah] Pengkhianatan terhadap Palestina
Mei 7, 2008 oleh osolihin
Pengkhianatan Para Penguasa Arab dan Penguasa Kaum Muslim Terhadap Masalah Palestina dan Penduduknya
Sudah berlangsung hampir delapan bulan orang-orang Yahudi secara terus-menerus melancarkan serangannya setiap hari terhadap kaum Muslim Palestina. Meskipun permintaan bantuan telah disampaikan oleh penduduk Palestina dan reportase harian mereka telah banyak diterima oleh saudara-saudara mereka di luar negeri, namun tetap tidak seorang penguasa Arab maupun seorang penguasa kaum Muslim yang tergerak untuk membantu mereka. Para penguasa itu seakan-akan berada di alam kematian!
Betapa banyak (keluhan), “Aduh di mana kau Mu’tashim,” telah terucap
Memenuhi mulut anak-anak yang telah menjadi yatim
Keluhan-keluhan itu telah menyentuh pendengaran-pendengaran mereka (penguasa dan kaum Muslim)
Namun tidak dirasakan akan muncul keberanian seperti halnya Mu’tashim
Pada hari-hari terakhir, orang-orang Yahudi menggunakan senjata pembunuh massal dan penghancur dalam jumlah besar. Di sisi lain, para penguasa Arab dan penguasa kaum Muslim semakin menampakkan kehinaan dan kepengecutan mereka. Padahal, pada saat yang sama, musuh Allah, Ariel Sharon sendiri-yang sangat buruk perangainya itu-sedang berpesta di Gaza, Nablus, dan Ramalah dengan menghancurkan rumah-rumah beserta penghuninya. Sementara itu, para penguasa itu justru melakukan konspirasi terhadap berbagai masalah utama umat. Hal itu mereka lakukan sebagai bentuk pengabdian terhadap tuan mereka dari negara-negara kafir, di samping karena sifat rakusnya terhadap keridhaan orang Yahudi.
Pada hari Sabtu (18/5/2001), mereka bertemu di Kairo. Pertemuan tersebut mereka sebut sebagai Komite Investigasi Dunia Arab. Akan tetapi, berbagai keputusan yang dihasilkan dari pertemuan tersebut justru hanya semakin menambah kehinaan mereka. Bahkan, berbagai keputusan (rekomendasi) yang dihasilkan tidak lebih merupakan upaya yang terencana untuk menipu dan menyesatkan rakyat. Pertemuan tersebut malah membuat citra mereka semakin buruk dibandingkan jika mereka tidak mengadakan pertemuan tersebut. Di antara sebagaian keputusan yang dihasilkan adalah membekukan semua hubungan politik Dunia Arab dengan institusi Yahudi, kecuali (keberadaan) kedutaan, selama Yahudi terus-menerus melakukan permusuhan dan pengepungan terhadap bangsa Palestina. Demikian pula dengan keputusan komite yang menyebutkan: menuntut semua negara untuk tidak mengekspor produk-produk domestik mereka. Komite investigasi tersebut telah memutuskan untuk melawan pesawat-pesawat tempur pembom (F-16), helikopter-helikopter apache, dan senjata-senjata canggih Amerika lainnya. Mereka memutuskan untuk membekukan “hubungan politik“. Itu pun tidak semua. Tidak mengekpor produk-produk domestik mereka ke Yahudi, dan bukan mengembargo produk-produk Yahudi. Semua itu mereka lakukan sebagai pengganti rekomendasi untuk memaklumkan jihad dan mobilisasi pasukan dalam rangka menghancurkan kekuatan Yahudi, sekaligus mencabut kekuatan mereka dari akarnya.
Hal semacam ini merupakan lelucon yang tidak lucu yang biasa dilakukan oleh para penguasa Arab untuk mengkhianati, menipu, dan menyesatkan umat; sekaligus menunjukkan sebuah sikap pengecut, pengkhianat, dan kehinaan mereka.
Keputusan mereka lainnya menyebutkan: menuntut segera diadakannya pertemuan Dewan Keamanan PBB atau bahkan Majelis Umum PBB untuk mendiskusikan keadaan bahaya akibat meningkatnya intensitas tindakan Israel melawan bangsa Palestina; menyerukan adanya jaminan perlindungan internasional terhadap penduduk sipil Palestina di tanah-tanah pendudukan. Keputusan ini-baik teks maupun kata-katanya-merupakan keputusan yang sebelumnya telah ditetapkan dalam KTT Arab yang dilaksanakan di Kairo pada bulan Oktober tahun 2000, dan juga pada KTT Arab yang dilaksanakan di Amman pada bulan Februari tahun ini. Mereka, para penguasa Arab ketika meminta perlindungan, sama sekali mencampakkan nilai-nilai keislaman, keberanian, ksatria, kemuliaan, serta rasa malu. Mereka bersikap sebagaimana orang yang tidak berdaya yang meminta perlindungan kepada pemimpin mereka.
Para penguasa Arab sesungguhnya telah mengetahui seyakin-yakinnya bahwa keputusan-keputusan semacam ini merupakan pengkhianatan dan penghinaan terhadap hak saudara mereka di Palestina. Hal itu juga merupakan tantangan terbuka sekaligus provokasi terhadap emosi bangsa mereka yang terbakar karena penderitaan mereka. Mereka juga mengetahui bahwa perlindungan terhadap penduduk Palestina tidak akan terealisasikan melalui permintaan perlindungan kepada musuh-musuh mereka dari negara-negara kafir, terutama Amerika, yang mendukung tangan Sharon untuk membunuh dan menganiaya penduduk Palestina. Meskipun begitu, komite yang dibentuk melalui sejumlah KTT Arab itu secara terus-menerus tetap saja menyampaikan berbagai keputusan yang merupakan bentuk pengkhianatan dan penghinaan ini. Hal itu pula yang disampaikan oleh para penguasa Arab kepada rakyat mereka.
Jika demikian hakikat keputusan-keputusan tersebut, lalu apa tujuan mereka berulang-ulang mengumumkan keputusan-keputusan itu, padahal yang dituntut saat itu adalah tindakan real, bukan sekadar kata-kata, untuk melindungi penduduk Palestina?! Tidakkah semua ini sudah lebih dari cukup untuk memaparkan betapa jauhnya penghianatan, tipuan, dan penyesatan para penguasa terhadap umat ini?!
Saat ini, hampir tiada hari yang terlewati, kecuali secara terus-menerus menyaksikan dengan mata telanjang berbagai peristiwa yang merupakan bukti pengkhianatan para penguasa tersebut terhadap berbagai perkara utama umat. Dengan munculnya berbagai peristiwa tersebut, maka upaya menggusur mereka (dari singgasana mereka) dan juga menghentikan tindakan mereka-agar umat dapat melepaskan diri dari keburukan mereka-menjadi suatu keharusan. Merekalah sebenarnya biang-keladi kenestapaan yang terjadi. Mereka melakukannya dengan dukungan orang kafir, musuh Allah, yang ada di belakang mereka.
Sesungguhnya bukan rahasia lagi bagi seorang Muslim, bahwa batas-batas (teritorial) yang dibuat di tengah-tengah kaum Muslim oleh orang-orang kafir adalah dimaksudkan untuk memutuskan kesatuan umat Islam. Batas-batas (teritorial) tersebut tentu tidak boleh menjadi penghalang antara mereka dan juga saudara mereka di Palestina maupun di tempat lainnya ketika mereka tengah menghadapi berbagai serangan orang Yahudi dan Amerika.
Sementara itu, kehinaan, kepengecutan, dan kelemahan para penguasa itu sebenarnya bukan karena terbatasnya dana, para pejuang, senjata ataupun logistik. Pasalnya, sangat mungkin kaum Muslim dan pasukannya mampu membongkar kekuatan Yahudi pengecut sekaligus mengusir musuh mereka, yaitu Amerika, yang menggunakan identitas Yahudi. Akan tetapi, semua itu lebih disebabkan oleh sikap membebek para penguasa kepada negara-negara kafir, sebagaimana layaknya seorang budak membebek kepada tuannya, di samping karena dukungan negara-negara kafir terhadap kekuasaan yang sebenarnya mereka rampas dari umat-dengan bantuan negara-negara kafir-yang mereka jadikan sebagai pelindung bagi berbagai kepentingan kafir dan juga kekuatan Yahudi.
Bangsa-bangsa yang beragama Islam sesungguhnya merupakan satu umat. Rasulullah saw. bersabda:
Perumpamaan orang-orang Mukmin di dalam hal kasih-sayang, sikap welas-asih, dan saling mengasihi, seakan-akan seperti tubuh yang satu. Jika (ada) anggota tubuh merasa sakit, maka akan mengakibatkan seluruh tubuh merasa gelisah dan demam.
Rasulullah saw. juga bersabda:
Orang-orang Mukmin itu laksana seorang laki-laki. Jika kepalanya terasa sakit, seluruh tubuhnya akan merasa demam dan juga sulit tidur.
Kekayaan umat sebenarnya amat melimpah. Pasukannya pun kuat, ditakuti, dan kaya dengan para jenderal yang ikhlas serta mampu menyelamatkan umat dari dominasi negara-negara kafir dan juga musuh mereka, yakni Yahudi. Oleh karena itu, mereka-para jenderal itu-wajib untuk melenyapkan pengkhianatan para penguasa tersebut sekaligus menghancurkan batas-batas (teritorial) yang direrekayasa serta dibangun oleh orang kafir dan antek-anteknya untuk memelihara kepentingan mereka.
Sesungguhnya siapa pun tidak akan ragu lagi, bahwa penduduk Palestina sendiri tidak akan mampu mengusir musuh mereka, yakni Yahudi dan Amerika, sendirian. Oleh karena itu, harus ada upaya menggerakkan pasukan-pasukan ini untuk mengeliminasi kelalaian para penguasa-pengkhianat tersebut yang menghalang-halangi kemenangan mereka. Harus ada pula upaya untuk menggerakkan (pasukan) guna mencabut kekuatan Yahudi dari akarnya, untuk kemudian berdiri tegak di depan musuh umat, (yaitu) Amerika, yang berkostum Yahudi.
Allah Swt. berfirman:
Perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kalian. Akan tetapi, janganlah kalian melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. (QS al-Baqarah [2]: 190).
Bunuhlah mereka di mana saja kalian jumpai mereka dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kalian …. (QS al-Baqarah [2]: 191).
Perangilah mereka, niscaya Allah akan menyiksa mereka dengan (perantaraan) tangan-tangan kalian, menghinakan mereka dan menolong kalian terhadap mereka, serta melegakan hati orang-orang yang beriman. (QS at-Taubah [9]: 14).
Oleh karena itu, siapa saja yang menyerang kalian, maka seranglah dia seimbang dengan serangannya terhadap kalian. (QS al-Baqarah [2]: 194).
Musuh Allah-yaitu Ariel Sharon-tidak akan pernah menghentikan permusuhannya terhadap penduduk Palestina, Libanon dan Siria, kecuali setelah ia merasa yakin dan puas terhadap pengkhianatan serta kepengecutan para penguasa Arab dan para penguasa kaum Muslim. Hal itu telah mereka tunjukkan melalui sikapnya, baik secara individu maupun kolektif dalam KTT-KTT yang mereka adakan; baik di Kairo, Amman, ataupun Daha. Di samping itu adalah sikap yakinnya orang-orang Yahudi terhadap dukungan Amerika yang amat kuat dan tegas, yang telah disampaikan oleh Presiden Amerika, Bush, dan jajaran pemerintahannya saat kunjungan Bush pada tanggal 20/3/2001.
Sesungguhnya Amerika adalah gembong kekufuran serta musuh Islam dan kaum Muslim. Amerika senantiasa melakukan manuver untuk memaksakan dominasinya terhadap dunia Islam, menguras kekayaannya, dan selalu mengambil sikap permusuhan terhadap umat Islam. Hal itu ditunjukkan dengan adanya keberpihakan dan dukungan mereka terhadap Yahudi tanpa batas. Amerika adalah musuh sebenarnya bagi kaum Muslim. Oleh karena itu, kaum Muslim pun wajib menjadikan sikap permusuhan terhadap mereka sebagai landasan untuk berhubungan dengan mereka. Contoh, kaum Muslim tidak boleh melakukan hubungan diplomatik dengan Amerika; tidak boleh merujuk kepada Amerika di dalam menyelesaikan berbagai problem kita; tidak boleh memberikan toleransi terhadap perusahaan-perusahaan Amerika untuk melakukan aktivitas di negeri kita; tidak boleh memberikan peluang kepada Amerika untuk ikut campur-tangan dalam urusan apa pun yang merupakan urusan kita dan tidak juga dalam masalah apa pun yang merupakan masalah kita; tidak boleh menerima delegasi Amerika; tidak boleh membiarkan Amerika bercokol dan menguras kekayaan di wilayah Teluk; dan tidak boleh membiarkan eksistensi dan dominasi Amerika dalam bentuk apa pun di negeri kaum Muslim.
Wahai kaum Muslim,
Sesungguhnya saudara Anda di Palestina memanggil Anda. Hendaknya Anda terdorong untuk memenangkan mereka. Akan tetapi, para penguasa pengkhianat itulah yang menghalangi Anda untuk mengalahkan mereka. Mereka menghalang-halangi pelaksanaan kewajiban yang Allah wajibkan kepada Anda, yaitu berjihad dan terus-menerus memaklumkan permusuhan terhadap orang Yahudi. Lalu, sampai sejauh mana batas kesabaran terhadap para pengkhianat tersebut?! Sampai kapan pula kita tetap membiarkan mereka silau matanya dalam kesesatan tanpa penghalang yang dapat menghalangi mereka?! Padahal saat ini, pasukan kaum Muslim, yang tidak terkalahkan, hendak kembali eksis pada kali yang lain, dan merintis kembali kemenangannya yang agung. Dengan begitu, mereka akan memecahkan belenggu, melakukan desersi terhadap berbagai perintah para thâgût, tidak mempedulikan lagi (keberadaan) para penguasa, mengangkat tinggi-tinggi panji Khilafah, membebaskan umat, dan menggoncangkan bumi tempat berpijaknya orang-orang kafir, serta mengembalikan kejayaan dan kemuliaan mereka.
Sesungguhnya Kami menolong rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia dan pada hari berdirinya saksi-saksi (hari kiamat). (QS al-Mukmin [40]: 51).
HIZBUT TAHRIR
27 Shafar 1422/21 Mei 2001











Artikel di Blog ini bagus dan berguna bagi para pembaca.Anda bisa lebih mempromosikan artikel anda di Infogue.com dan jadikan artikel anda topik yang terbaik bagi para pembaca di seluruh Indonesia.Telah tersedia plugin/widget.Kirim artikel dan vote yang terintegrasi dengan instalasi mudah dan singkat.Salam Blogger!!!
http://berita-politik-dunia.infogue.com/
http://berita-politik-dunia.infogue.com/pengkhianatan_terhadap_palestina
Analisis dari Hizbut Tahrir ini sangat bagus. Terima kasih untuk Mas O. Solihin yang telah memuatnya di sini.