Arsip Bulanan: Pébruari 2009

[MP3] Oh My Ummah!

Assalamu’alaikum wr wb

Bagi suka lagu rap islami dari Kibris Ezan. Judulnya OH MY UMMAH!. Langsung saja deh [unduh di sini]. Semoga bermanfaat.

Salam,

O. Solihin


Mengapa banyak orang ingin jadi caleg?

Assalaamu’alaikum wr wb

Saya suka bertanya kepada diri sendiri dan menjawab sendiri tentang banyaknya orang yang ingin menjadi caleg. Hehehe.. bukan lagi kumat, tapi emang jadi kepikiran aja. Gimana nggak, dari seluruh parpol peserta pemilu 2009 yang jumlahnya 38 partai itu, masing-masing menyertakan 12 orang di tiap kecamatan di seluruh Indonesia untuk berlomba mendapatkan jatah kursi di DPR Tingkat II, DPRD Tingkat I, dan DPR RI. Wuih, jumlahnya pasti bejibun banget.

Seorang kenalan saya, kebetulan menjadi ketua RW di lingkungan tempat tinggalnya bilang ke saya, “nanti pemilih pasti bingung memilih caleg mana yang akan dicontreng karena surat suara itu ada tiga lembar begitu dibuka masing-masing lebarnya seukuran halaman koran. Cuma ada lambang partai dan nama ratusan caleg.”

Hehehe.. tapi bagi saya bukan itu persoalannya, tapi apa sih motivasi para caleg itu selain untuk kekuasaan dan prestis? Wong yang diperjuangkan sama kok. Tak ada beda dengan partai lainnya, yakni memperjuangkan demkorasi. Pasti hasilnya juga sama. Sama-sama nggak benernya. Aha… ini bukan pesimis, tapi kenyataan, Bro.

Udah gitu, karena dalam demokrasi disaratkan adanya suara tebanyak dalam memilih sesuatu, termasuk meraih kekuasaan, maka pasti akan berlomba mencari suara. Bukan tak mungkin akan banyak makelar suara beroperasi memanfaatkan kesempatan emas ini. Mereka akan berkeliaran mencari mangsa para caleg yang mau saja dibodohi dengan iming-iming jumlah pemilih yang akan mendukungnya asalkan mau meggelontorkan dana bagi para makelar suara ini. Hmm.. kacau juga ya?

Menurut Anda gimana?

Salam,

O. Solihin


[MP3] Ceramah Ustad Ihsan Tanjung

Assalaamu’alaikum wr wb

Bagi yang menginginkan rekaman ceramah Ustad Ihsan Tanjung dengan judul “HIDUP DI AKHIR ZAMAN”, silakan download saja taushiyah beliau dalam format MP3 ini:

Bagian I (atau di sini)

Bagian II (atau di sini)

Bagian III (atau di sini)

Bagian IV (atau di sini)

Bagian V (atau di sini)

Semoga bermanfaat.

Salam,

O. Solihin


[MP3] PD Aja Lagi

Assalaamu’alaikum wr wb

Bagi yang seneng dengerin lagu-lagu dari JV alias Justice Voice, nih ada lagu “PD Aja Lagi”, kali aja ada yang berminat. Mau dengerin? Langsung aja [unduh di sini]. Semoga bermanfaat. Terima kasih.

Salam,

O. Solihin


[klinik] GAULISLAM edisi 25 Februari 2009

Assalaamu’alaikum wr wb

Bagi teman-teman remaja di Bogor dan sekitarnya, kalo abis shubuh jangan pada tidur lagi ya (apalagi belum bangun). Mendingan nyari ilmu dan bisa curhat bareng kru Buletin gaulislam di acara:

[klinik] GAULISLAM di Radio KISI 93.4 FM Bogor

Acaranya, setiap hari Rabu mulai pukul 05.15 – 06.00 WIB

Tema yang dibahas adalah tema-tema yang tampil di Buletin gaulislam pada pekan tersebut. Jadi, untuk tanggal 25 Februari 2009 ini, yang akan dibahas adalah Buletin gaulislam edisi 070/Tahun 2: “MENGGUGAT PEREMPUAN BERKALUNG SORBAN”

Kamu bisa ngobrol dan curhat dengan kru gaulislam, lho.

Ditanggung antimanyun deh! Bisa interaktif di acara via telepon 0251-8370340 dan SMS: 0818635474

Catat ya. Dan sebarkan aja ke seluruh teman yang kamu kenal. Ok?

Oya, buat kamu yang nggak bisa menjangkau siaran langsung acara ini dari Radio KISI 93.4 FM ini, kamu bisa mantengin aja streamingnya di: www.kisifm.com

Acara ini terselenggara atas kerjasama apik antara Buletin gaulislam dan Radio KISI 93.4 FM.

Salam,

O. Solihin


Menggugat “Perempuan Berkalung Sorban”

logo-gi-3 edisi 070/tahun ke-2 (27 Safar 1430 H/23 Februari 2009)

Pada tahu film Perempuan Berkalung Sorban (PBS) kan? Itu tuh, film  bernuansa religi yang diangkat dari novel berjudul sama, buah karyanya Abidah El Khalieqy, seorang sastrawati asal Jombang, Jawa Timur. Tapi, kok gitu banget ya…kontroversial, Coy!

pbs-larangHanung Bramantyo sang sutradara film ini dari awal emang udah niat bakal ngundang yang namanya kontroversi sebagaimana komentar doi di astaga.com (16/1/09): “Masalah yang diangkat di film ini sensitif, maka itu saat menonton film ini mari lepas dari wacana Islam (lho??).  Di sini berbicara tentang perempuan yang dinomorduakan, hubungan keluarga, anak dengan orang tua, anak terhadap anak yang lain.”

So, doi nyantai aja pas diprotes abis-abisan ama MUI en para kyai dari berbagai ponpes yang sempat nonton film tersebut dengan alasan bersikap ‘demokratis’. Yang jelas sih ada warning dari MUI nih film kudu dicabut dari peredaran atau minimal direvisi ulang. Hayah! Continue reading


Tarzan

Hiji mangsa aya penjelajah sasab di tengah leuweung. Geus muter-muter 5 bulan lilana, tapi can manggih jalan balik. Akhirna manehna putus asa. Eeeeh, … keur kitu manehna panggih jeung Tarzan. Si penjelajah mikir, “Wah si Tarzan pasti nyahoeun jalan ka luar yeuh. Rek nanya ah …”

Penjelajah: “Tarzan, cing tulungan sayah, geus 5 bulan sasab di dieu can bisa manggih jalan balik”.

Tarzan: “Ah gampang atuh… terus we nepi ka mentok, terus mengkol ka kenca….”

Penjelajah: “TBC (Thanks Berat Cuy) ya…”

Penjelajah leumpang saperti anu ditunjukkeun ku Tarzan, terus leumpang nepi ka mentok terus mengkol ka kenca. Geus sabaraha lila, manehna balik deui ka tempat asal, panggih deui jeung si Tarzan anu ujug-ujug seuri mani ngeuhkeuy pisan.

Penjelajah: “Woy Tarzan naha maneh make seuri? Geuning teu kapanggih jalan ka luar na?”

Tarzan: “Wakakak… lamun aing nyaho mah aing geus lila teu didieu deui atuh..!”

Penjelajah: ??? [www.kaskus.us]


[e-Book] Encyclopedia of Islam and the Muslim World

Assalaamu’alaikum wr wb

encyclopediaBagi teman-teman yang ingin memiliki ebook berupa Encyclopedia of Islam and the Muslim World, silakan [unduh di sini]. Saya sudah mengunduhnya. Cukup bagus. Ebook ini dalam format PDF dan dalam bahasa Inggris. File yang harus diunduh ini besarnya sekitar 25 MB dalam format .rar (jadi begitu selesai unduh harus di-ekstrak untuk mendapatkan file PDF-nya). Semoga bermanfaat.

Salam,

O. Solihin

Catatan: jika isi ensiklopedia ini ada yang berbeda dengan informasi yang pernah temen-temen dapatkan, silakan cari informasi yang lebih benar. Secara umum, sampai saat ini saya belum menemukan informasi yang “bermasalah”. Ya, kita bisa jadikan informasi pembanding saja, sehingga kita bisa belajar untuk mencari informasi yang lebih benar sumbernya. Bahkan jika pun ada kesalahan informasi dari ensiklopedia ini bisa dijadikan bahan kajian untuk meluruskannya. Bukan tak mungkin jika suatu saat kita bisa membuat karya yang lebih baik. Iya nggak sih? Terima kasih.


Menangis tak selalu berarti cengeng

Kemarin menjelang maghrib, adiknya nenek saya meninggal dunia. Siang sebelum meninggal dunia, saya sempat membesuknya di rumah sakit. Adiknya nenek saya itu adalah seorang pria berusia 70 tahun yang dengan segala jejak pengalaman hidupnya yang terekam kuat di wajahnya, juga di tubuhnya yang ringkih. Saat dibesuk beliau sedang tergeletak tak berdaya dengan selang untuk mengaliri oksigen ke lubang hidungnya. Meski begitu, dia tetap tak bisa bernafas lega. Nafasnya pendek-pendek dan gelisah serta posisi tidurnya tak bisa diam. Terus menggerakkan bagian tubuhnya seperti sedang mimpi tak mengenakkan. Bahkan ketika beliau membuka matanya pelan-pelan dengan amat susay payah, ia tak mengenali siapa pun di sekelilingnya. Kami pasrah. Secara reflek pikiran saya malah mengingat dosa-dosa saya sendiri, bagaimana jika saya dalam kondisi seperti beliau, masihkah sempat untuk bertobat? Tak ada lagi yang bisa saya perbuat untuk beramal shaleh dalam keadaan yang sudah sangat kritis. Saya menangisi keadaannya tapi saya tahan sekuat mungkin agar tak jatuh air mata ini.

Teman-teman pernah nangis kan? Ketika kecewa, kita bisa kesal, dan bahkan nggak terasa keluar air bening dari mata kita. Saat kita ditimpa kesedihan ditinggal orang-orang tercinta kita, kita bisa menangis dengan begitu mudah tanpa perlu dipaksakan atau dikomando oleh orang lain. Ketika kita merasakan sakit dan takut juga bisa menangis. Spontanitas. Bahkan ketika bahagia pun kita bisa saja mencucurkan air mata. Itu semakin menunjukkan bahwa kita memang manusia. Dan, menangis adalah satu kebiasaan kita yang tak bisa kita tinggalkan selama hidup kita. Continue reading


Domba

Jang Udin, Mahasiswa Peternakan tingkat akhir keur jalan-jalan, kabeneran panggih jeung tukang ngangon domba bari dibarengan ku reueus, Jang Udin nanya:

“Mang, kenging naros teu?”

“Mangga aya peryogi naon aden?” cek tukang ngangon

“Eta domba meni sarehat kitu, dipasihan parab naon mang?”

“Anu mana den? Anu hideung anu bodas?” tukang ngangon malik nanya.

“Mmm anu hideung heula lah……..” Udin bari nunjuk.

Ooh pami nu hideung mah parabna jukut baseuh”

“Ooohh….pami anu bodas?”

“Sami nu bodas oge!” jawabna

“Hmmm…. kuateun leumpang sabaraha kilo meter unggal dintenna, mang?” Udin nanya deui.

“Anu mana den? Anu hideung anu bodas?” jawabna

“Mmm anu hideung heula lah……..”

“Anu hideung mah 4 kilo meter!”

“Ooohh….pami anu bodas?”

“Sami nu bodas oge!”

Jang Udin mimiti keuheul, terus nanya deui, “Sabaraha kilo hasil tina buluna unggal taun mang?” Udin nanya bari rada muncereng.

“Anu mana den? Anu hideung anu bodas?”

Udin (bari rada ambeuk): “Mmm anu hideung heula lah……..”

“Anu hideung mah 10 kilo unggal taunna!”

“Ooohh….pami anu bodas?”

“Sami nu bodas oge!”

Geus teu kuat nahan emosi, Jang Udin mimiti ngambeuk: “Ari ente kunaon sok ngabeda-bedakeun jawaban? Domba bodas, domba hideung, padahal jawabanna sarua!”

“Oh.. numawi kieu den, upami anu hideung mah kaleresan abdi anu gaduhna”

“Oh kitu, aduh! Hapunten atuh mang! Hapunten! Panyanten teh! Na upami nu bodas nu saha kitu?”

“Sami nu bodas oge!”


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 874 other followers