Assalaamu’alaikum wr wb
Saya suka bertanya kepada diri sendiri dan menjawab sendiri tentang banyaknya orang yang ingin menjadi caleg. Hehehe.. bukan lagi kumat, tapi emang jadi kepikiran aja. Gimana nggak, dari seluruh parpol peserta pemilu 2009 yang jumlahnya 38 partai itu, masing-masing menyertakan 12 orang di tiap kecamatan di seluruh Indonesia untuk berlomba mendapatkan jatah kursi di DPR Tingkat II, DPRD Tingkat I, dan DPR RI. Wuih, jumlahnya pasti bejibun banget.
Seorang kenalan saya, kebetulan menjadi ketua RW di lingkungan tempat tinggalnya bilang ke saya, “nanti pemilih pasti bingung memilih caleg mana yang akan dicontreng karena surat suara itu ada tiga lembar begitu dibuka masing-masing lebarnya seukuran halaman koran. Cuma ada lambang partai dan nama ratusan caleg.”
Hehehe.. tapi bagi saya bukan itu persoalannya, tapi apa sih motivasi para caleg itu selain untuk kekuasaan dan prestis? Wong yang diperjuangkan sama kok. Tak ada beda dengan partai lainnya, yakni memperjuangkan demkorasi. Pasti hasilnya juga sama. Sama-sama nggak benernya. Aha… ini bukan pesimis, tapi kenyataan, Bro.
Udah gitu, karena dalam demokrasi disaratkan adanya suara tebanyak dalam memilih sesuatu, termasuk meraih kekuasaan, maka pasti akan berlomba mencari suara. Bukan tak mungkin akan banyak makelar suara beroperasi memanfaatkan kesempatan emas ini. Mereka akan berkeliaran mencari mangsa para caleg yang mau saja dibodohi dengan iming-iming jumlah pemilih yang akan mendukungnya asalkan mau meggelontorkan dana bagi para makelar suara ini. Hmm.. kacau juga ya?
Menurut Anda gimana?
Salam,
O. Solihin




















































1 Maret 2009 at 00:07
yang bodo calegnya