“Jangan Pisahkan Aku dengan E-mail”

Pada tahun 1997, saya sangat penasaran dengan yang namanya e-mail. Waktu itu, seorang kawan yang bekerja di sebuah lembaga penelitian di Serpong memberikan contoh tulisan yang dikirim via e-mail saat pulang ke Bogor. Ketika bertemu saya dan kawan-kawan yang kebetulan waktu itu mengelola majalah remaja kecil-kecilan, sang teman memberikan hasil prin-out e-mail yang pernah dikirimnya untuk seseorang. Bahkan waktu itu ia sempat membuatkan sebuah e-mail untuk majalah yang kami kelola.

Sayangnya, waktu itu di tempat kami mengerjakan majalah belum ada fasilitas internet. Jadinya, rasa penasaran saya tidak bisa terjawab dengan tuntas. Jika pun ada e-mail yang masuk untuk majalah, saya tahunya dari kawan saya itu, dan dia print isi e-mail tersebut saat ketemu saya. Saya makin penasaran. sejak saat itulah saya mulai mengenal istilah e-mail dan berusaha untuk mencobanya.

Warnet kebetulan belum semarak sekarang. Seingat saya, baru pada tahun 1998 saya tahu bahwa di Bogor ada warnet di jalan Pajajaran. Maka, meski tidak tahu apa-apa tentang internet, saya memberanikan diri mencobanya dengan mengajak teman kos saya ke warnet di komplek pertokoan Vila Pajajaran Indah. Halah, waktu itu ongkosnya masih mahal untuk ukuran jaman tersebut, yakni Rp 5.000 per jam. Tapi, demi memuaskan rasa penasaran saya untuk mengenal e-mail, saya deal juga dengan harga tersebut. Nah, yang bikin keder pertama kali adalah saya harus berhadapan dengan komputer yang sudah terkoneksi ke internet, sementara bekal pengetahuan saya tentang e-mail sangat minim, maka saya langsung minta ke teman saya untuk membukakan alamat website yang nama dan alamatnya saya dapatkan dari contoh e-mail teman saya yang pertama kali mengenalkan e-mail. Saya akhirnya mendaftarkan diri dengan mengisi kolom-kolom isian di website tersebut. Dan, sampai sekarang e-mail itu menjadi kenangan saya. Alamat e-mail pertama saya adalah: sholihin@excite.com. Dibuat tahun 1998. (Tapi sekarang e-mail itu sudah tidak aktif karena saya jarang membukanya. Selain itu juga karena saya sudah memiliki alamat e-mail lain. Tapi kenangannya insya Allah tetap hidup di benak saya hingga sekarang)

Wuih, saya sudah merasa bahagia padahal baru kenal dengan namanya e-mail. Tapi sebenarnya saya bingung juga tuh meski sudah punya e-mail karena saya tidak memiliki banyak kawan yang juga punya e-mail. Kecuali teman yang pertama mengenalkan e-mail kepada saya dan teman kos yang menemani saya belajar membuat e-mail. Walhasil, tuh e-mail ‘nganggur’ tak pernah dipake. Namun, setelah saya kerja di bulan Oktober 1998, saya bisa ‘menengok’ kembali alamat e-mail yang saya buat tersebut. Ceritanya cukup unik bagi saya. Waktu itu, bos di tempat saya kerja, yakni pimpinan perusahaan supplier bahan-bahan kimia tanya ke saya: “Anda tahu tentang internet dan e-mail?” (dalam hati saya menerka, pasti dia baca CV saya yang menyertakan bahwa saya tahu dan kenal tentang internet).

Saya dengan percaya diri jawab “Iya, saya tahu, memangnya kenapa Pak?”

“Kita mau mau daftar koneksi internet dan membuat e-mail. Tolong diurus ya,” pintanya.

Saya menerima sebuah brosur publikasi dan penawaran jasa internet. Di situ tertera nama perusahaan yang di dalamnmya ada warnet dan saya pernah belajar di sana. Wah, ini sih namanya pucuk dicinta ulam tiba. Hehehe.. dengan semangat saya segera mengurus keperluan tersebut. Singkat kata, koneksi internet terpasang di kantor tempat saya kerja.

Karena masih penasaran dengan e-mail, saya mencoba mengeksplorasi pengetahuan saya yang saya dapatkan dari beberapa teman dan hasil dari membaca di menu “HELP” dari OUTLOOK EXPRESS waktu itu. Akhirnya, saya berhasil tahu cara bagaimana membuat e-mail milik kantor tempat saya kerja bisa dibuka di e-mail client outlook express tersebut.

Wah saya sudah tentu bukan kepalang senangnya. Dan, semenjak fasilitas internet di kantor terpasang, saya jadi rajin online juga. Sehingga mulai kenal istilah chatting online (waktu itu saya kenalnya m-IRC), juga tahu nama-nama website, dan mesin pencari (yang saya kenal waktu itu “altavista”). Hmm… jadi bisa tahu informasi dunia hanya dari layar monitor. Oya, tentu saja saya online atas ijin dari bos. Hehehe.. soalnya waktu itu di kantor tempat saya kerja kebetulan hanya saya yang sudah kenal (bukan bisa lho,) tentang internet. Bos saya juga tahu beberapa hal tentang internet, tapi sepertinya tidak mau mengulik lebih jauh, jadi sayalah yang merangkap tugas mengirim e-mail dan mencari data di internet. Padahal, jabatan saya waktu itu sebagai technical sales bahan-bahan kimia.

Dengan makin berkembang informasinya, saya akhirnya mengenal grup diskusi di internet pada tahun 2000, waktu itu namnya e-groups, sebelum diakuisisi oleh Yahoo dan berubah menjadi Yahoogroups (jika tak salah pada 2001 berubahnya, CMIIW). Di situlah, saya baru merasa bahwa memiliki e-mail itu sangat berharga, bisa kenal dengan kawan lain yang sebelumnya tidak kenal. Bahkan ketika saya join ke milis almamater di tahun 2000 akhirnya saya bisa ‘reuni’ lagi dengan kawan lama meski hanya di internet, yang sudah tak bertemu sejak lulus SMA di tahun 1993. Sejak saat itu, saya merasa tidak mau
kehilangan e-mail: Jangan pisahkan aku dengan e-mail! :-)

Oya, karena saya sudah merasa banyak manfaat dengan e-mail, saya kemudian membangun mailing list tentang majalah Permata pada 19 Januari 2001, majalah yang dikelola bersama beberapa kawan tersebut kebetulan sudah bubar pada tahun 1998. Maka, dengan maksud membangkitkan kembali memori itu kepada mereka yang pernah mengenal majalah tersebut, saya membuat mailing list. Satu per satu akhirnya member join ke milis tersebut. Ada yang tak mengenal majalah permata, banyak juga yang pernah jadi fans-nya. Wah, senangnya. Waktu itu kembali saya menegaskan, inilah salah satu kekuatan dahsyat dunia internet, khususnya yang saya kenal waktu itu, manfaat dari e-mail. Uniknya, sekitar setahun dari membangun mailing list, saya dan kawan-kawan mendapatkan investor yang mau mendanai penerbitan majalah Permata, dan majalah tersebut resmi terbit kembali pada Mei 2002. Untuk meyakinkan calon investor waktu itu, kami menyertakan contoh diskusi dari mailing list yang saya buat. Kebetulan waktu itu banyak member mailing list yang menginginkan majalah Permata terbit kembali. Alhamdulillah.

Ya, inilah sedikit pengalaman saya ketika online dengan internet pertama kali dan manfaatnya hingga sekarang, khususnya yang sangat berkesan bagi saya adalah e-mail. Sebab, dengan fitur yang satu ini, saya jadi bisa mengenang kembali masa lalu, “menemukan” teman lama di grup diskusi, ‘menyatukan’ komunitas. Sebagian teman yang bertemu di dunia maya sempat “kopdar” tapi ada juga yang hingga kini belum pernah bertemu meskipun sepertinya sangat dekat saat bekomunikasi via e-mail.

Sekarang, di tahun 2009 ini, internet sudah berkembang sedemikian pesat. E-mail tetap menjadi fitur yang menarik dan pelengkap fitur lainnya seperti blog, website, dan situs jejaring sosial. Dulu pernah ada anekdot yang saya dengar: “Kadang kita lebih hapal alamat e-mail daripada alamat tempat kita tinggal!” Hahaha…

So, jarak bukan lagi persoalan, dengan teknologi komunikasi dan informasi, kita bisa ‘disatukan’, selain tentunya hal itu memang kehendak Allah Swt. ya :-)

Ok deh, terima kasih buat detik.com, khususnya blogdetik yang telah ikut “memaksa” saya menggali kenangan lama tentang pengalaman pertama kali online, yang ternyata terlalu indah jika harus dilupakan begitu saja. Semoga ada manfaatnya bagi siapa saja yang membaca pengalaman saya ini. Terima kasih.

Salam,
O. Solihin

About osolihin

O. Solihin adalah penulis buku yang sampai saat ini mengkhususkan diri menulis untuk segmen pembaca remaja. Menjadi Editor di Buletin Remaja GAULISLAM yang terbit setiap pekan dan Owner website seputar penulisan [www.menuliskreatif.com]. Menjadi Instruktur Kelas Menulis Kreatif di Pusdiklat Rumah Gemilang Indonesia | email: sholihin@gmx.net | Twitter: @osolihin Ilik kabéh tulisan beunang osolihin

3 Balesan to ““Jangan Pisahkan Aku dengan E-mail””

  • hmcahyo

    Online.online… hehe.. jadi inget iklannya im3 :D


    Iya Pak. Online terus selagi bisa. Bila perlu modemnya dicangkokkan di otak hehehe..

  • Rohis SMAN 9 Bandar Lampung

    Alhamdulillah, prkmbngan teknolgi skrg bgtu pesat. Semga nkmat yg dbrkan oleh Allah ini bs m’buat kita semangt u/ mlbarkan sayap dakwah.


    Alhamdulillah. Semoga perkembangan teknologi ini bisa kita manfaarkan dengan sebaik mungkin. Terutama untuk dakwah Islam. Terima kasih.

  • rere

    pengalamannya bagus juga pak :-)


    Ya, alhamdulillah. Mudah2an inspiratif. Makasih,

Kantunkeun Balesan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Robih )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Robih )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Robih )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 258 other followers