Arsip Bulanan: Séptémber 2009

Gempa 7,6 SR di Sumbar: “Ketika Musibah Itu Datang…”

Assalaamu’alaikum wr wb

6Rabu, 30 September 2009, pukul 17.15 WIB, gempa tektonik kembali mengguncang negeri ini. Tepatnya di kawasan Sumatera Barat, khususnya di Kota Padang dan Pariaman. Jika kita menengok ke belakang, rasanya baru kemarin gempa sejenis mengguncang Jawa Barat, khususnya kawasan Tasikmalaya dan sekitarnya, 28 hari yang lalu.

Entahlah, yang jelas saya sendiri tak begitu semangat menulis jumlah korban dan penderitaan mereka. Kabarnya, sampai malam ini saja, jumlah yang tercatat dan berhasil diidentifikasi sekitar 75 orang (kabarnya masih banyak yang tertimpa reruntuhan gedung. Wallahu’alam). Selain tak bisa dilukiskan dengan kata-kata bagaimana perihnya, Anda sendiri sudah cukup melihat penderitaan mereka lewat gambar bergerak di layar kaca. Jadi, alangkah baiknya jika kita langsung saja memberikan batuan riil kepada mereka yang sedang membutuhkan. Minimal, ya minimal sekali adalah bantuan doa. Syukur-syukur buat kamu yang punya kelebihan rezki, bisa memberikan bantuan dalam bentuk materi melalui lembaga-lembaga yang menyalurkan bantuan ke sana. Besar atau pun kecil, yang penting ikhlas, insya Allah jadi pahala. Meski tidak sampe menyelesaikan masalah, minimal meringankan penderitaan mereka. Semoga saja kepedulian kita yang disalurkan ke pos-pos tertentu untuk diteruskan ke mereka yang tertimpa musibah tidak disalahgunakan pengelolanya. Maklumlah, siapa sih yang nggak ijo matanya ngeliat duit mengalir deras? Semoga Allah selalu bersama kita.

Saya tak mau panjang lebar membicarakan kondisi tentang musibah ini, karena tulisan ini akan kalah update datanya oleh berita dari media elektronik dan cetak harian. Lagian, kalo cuma menuliskan fakta-faktanya tanpa berbuat untuk menolong mereka, juga kurang bijak. Karena, kita seolah cuma menjadikan mereka yang tengah menderita sebagai objek berita untuk dijual dan dinikmati semata demi keuntungan pribadi. Tidak, dan jangan ya. Continue reading


Maria Ozawa, Pornografi, dan Remaja Islam

logo-gi-3 gaulislam edisi 101/tahun ke-2 (9 Syawal 1430 H/28 September 2009)

Akhir-akhir ini Miyabi alias Maria Ozawa udah bikin kontroversi seputar rencana kedatangannya ke Indonesia. Siapa Maria Ozawa dan apa keperluannya datang ke Indonesia? Maria Ozawa ini meski ada nama “zawa” bukanlah orang Jawa (halah, apa hubungannya?), tapi wong Jepang, Bro. Di negeri asalnya dan oleh para penggemarnya di seluruh dunia doi terkenal sebagai bintang film porno. Nah, rencana kedatangannya nanti pada tanggal 15 Oktober 2009, menurut ‘gosip’ di media massa yang udah berkembang sih Miyabi akan memenuhi undangan dari Maxima Picture untuk syuting film terbaru yang skenarionya ditulis Raditya Dika dengan judul “Menculik Miyabi”. Film ini menceritakan tiga orang mahasiswa yang terobsesi dengan arti film porno asal Jepang tersebut. Ketiga mahasiswa itu ingin menculik Miyabi ketika mereka tahu artis tersebut berada di Jakarta.

Sejak pertengahan September lalu udah heboh media massa ngeberitain rencana kedatangan Miyabi. Sampe-sampe MUI juga udah menolak rencana kedatangan artis film porno dari negerinya pemain sepakbola klub Espanyol, Shunsuke Nakamura ini. Majelis Ulama Indonesia (MUI) menegaskan tujuan kedatangan Miyabi ke Indonesia harus ditelusuri. “Kalau dia (Miyabi) mau datang ke Indonesia, dilihat dulu tujuannya apa. Kalau mau main film porno ya kita tolak dengan tegas karena merusak kepribadian bangsa ini,” kata Ketua MUI, Amidhan Shaberah kepada VIVAnews, Kamis 24 September 2009. Continue reading


[MP3] Rasa Sayange-Indonesia Daerah Gempa

Assalaamu’alaikum wr wb

Satu lagi nih lagu persembahan dari Media Islam Net. Judul lagunya “Rasa Sayange-Indonesia Daerah Gempa”. Tertarik mengoleksi dan mendengarkan lagunya? Langsung aja deh [unduh di sini].

Bagi yang mau baca lirik lagunya saja, boleh juga. Bisa dibaca di bawah pesan ini. Semoga bermanfaat.

Salam,

O. Solihin

====

RASA SAYANGE – GEMPA

Oleh Umar Abdullah

Rasa sayange

Rasa sayang-sayange

Ee lihat dari jauh

Rasa sayang-sayange

Di sini limpa di sana limpa

Dicari-cari si hati sapi

Di sini gempa di sana gempa

Hanya kumohon lindungan robbi

Bercucur peluh si jago tempa

Melekuk tegar si keris besi

Di Jogja gempa di Tasik gempa

Takkan bergetar si hati mati

Rasa sayange

Rasa sayang-sayange

Ee lihat dari jauh

Rasa sayang-sayange

2X

Di Sumatra Gunung Kerinci

Di Sulawesi si Toli-toli

Jangan salahkan hidup di sini

Pastilah ada hikmah sembunyi

Indonesia daerah gempa

Tempat bertemu lempeng dunia

PadaMu Alloh aku meminta

Jadikan tanah memuntah berkah

Rasa sayange

Rasa sayang-sayange

Ee lihat dari jauh

Rasa sayang-sayange

2X

Polonia di Kota Medan

Ada Sepinggan di Balikpapan

Setyap musibah hanya ujian

Mogalah kita makin beriman

Perlulah makan perlulah rumah

Bertahan hidup sebelum mati

Segera tolong si korban gempa

Itulah baru Wali Islami

Rasa sayange

Rasa sayang-sayange

Ee lihat dari jauh

Rasa sayang-sayange

2X


SBY dan Polri Butuh Noordin M Top

Assalaamu’alaikum wr wb.

Teman-teman ini tulisan seorang jurnalis televisi, Bung Satrio Arismunandar, yang menurut saya bagus. Saya sengaja copy-paste dari tulisannya di milis jurnalisme yang saya ikuti. Selamat membaca.

Salam,
O. Solihin

==================

SBY dan Polri Butuh Noordin M Top di Panggung Nasional sebagai Pengalih Isu Pemberitaan

Penggerebekan persembunyian sejumlah tersangka teroris di Solo, mewarnai pemberitaan media hari Kamis (17 September 2009) ini. Aksi polisi itu diyakini telah menewaskan “gembong teroris” Noordin M. Top. Noordin selama ini dikabarkan selalu lolos dari incaran dan kepungan polisi. Ini memang berita besar, meski informasi yang bisa diakses publik sejauh ini hanya berasal dari satu versi. Yaitu, versi resmi polisi, sebagai satu-satunya sumber yang tersedia.

Tewasnya Noordin bisa dibilang suatu “berkah” “kebetulan” dan “nasib baik,” yang sangat menguntungkan Presiden dan Polri, persis ketika dua lembaga ini tengah disorot kerasآ oleh masyarakat, LSM, dan media, dalam kasus “skandal bail-out Bank Century” dan “pengkerdilan wewenang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).” Entah kenapa, momen timing-nya begitu tepat, persis ketika Presiden dan Polri sangat membutuhkannya. Continue reading


Yuk, Jadi Lebih Baik!

logo-gi-3 gaulislam edisi 100/tahun ke-2 (2 Syawal 1430 H/21 September 2009)

Nggak kerasa bulan Ramadhan udah berlalu lagi. Sedih rasanya berpisah dengan bulan mulia ini. Sebab, dalam bulan Ramadhan, begitu banyak keutamaannya. Entah kenapa seluruh umat Islam di dunia pasti merasakan keunikan bulan ini. Unik yang bagaimana? Unik karena kita kudu puasa di siang hari. Sementara malamnya, kita sholat malam, kemudian bangun lebih awal untuk sahur dan beribadah lagi. Namun demikian, kegiatan sehari-hari tetap kudu berjalan, walau kadang kurang optimal karena ngantuk, lemes dan susah konsentrasi. Sebenarnya semua kegiatan tersebut biasa aja, dan bukan merupakan hal yang aneh bagi orang Islam. Cuma karena kita jarang melakukannya, kegiatan tersebut terasa berbeda di bulan Ramadhan.

Datang dan perginya bulan Ramadhan pasti akan terjadi sepanjang masih ada kehidupan di dunia ini. Nah, karena sifatnya sudah pasti terjadi, mestinya kita yang udah cukup sering berpuasa Ramadhan. Tentunya udah mahir banget. Sama seperti naik sepeda, pada mulanya terasa sulit. Sering kali kita harus jatuh berkali-kali. Kadang malah sampai berdarah-darah segala. Namun kemudian perlahan kita mulai bisa. Terus berlatih sampai akhirnya jadi mahir banget. Nggak cuma jalan biasa aja yang bisa dilewatin. Mulai dari gunung sampai trek yang biasanya dipake buat skateboard pun di jabanin. Yang semula naik sepeda biasa aja, karena berlatih terus akhirnya kita bisa, lepas stang, jumping, flip 360 derajat dll. Continue reading


Selamat Idul Fitri 1 Syawal 1430 H

kartulebaran1430-resize


Prediksi 1 Syawal 1430 H

Assalaamu’alaikum wr wb

Berikut ini adalah tulisan dari salah seorang teman saya berkaitan dengan prediksi 1 Syawal 1430 H. Selamat membaca dan semoga bermanfaat.

Salam,

O. Solihin

================

Bingung and deg-degan lagi nunggu kapan tahun ini kita lebaran? Kira-kira tahun ini lebaran bakal kita rayakan bareng-bareng? Kalo menilik pengalaman yang lalu, dan kondisi hilal pada akhir bulan Ramadhan, kelihatannya peluang lebarang bersama-sama cukup besar, ok deh berikut prediksi awal Syawal 1430 Hijriyah.

Rukyatul hilal (ngelihat bulan) untuk menentukan awal bulan Syawwal 1430 Hijriyah, di Indonesia akan dilaksanakan pada Sabtu sore (19 September 2009) bertepatan dengan 29 Ramadhan 1430 H. Data rukyat untuk Bogor: Matahari terbenam pada pukul 17:49 WIB pada azimuth 271° Tinggi Bulan saat Matahari terbenam 5°25′ di atas ufuk Hakiki pada azimuth 264°21′ atau di sebelah kiri-atas posisi Matahari. Bulan terbenam pada 18:02 WIB pada azimuth 263°23′. Biasanya sih dengan data seperti kalo mau lihat langsung dengan mata telanjang engga bisa, tapi kalo kamu beruntung (ditempat kamu cuaca cerah, plus ada alat bantu teleskop/binokuler) masih ada peluang hilal dapat kamu lihat.

Konjungsi (Ijtimak) Awal Bulan Terjadi pada :

Sabtu, 19 September 2009  @ 010:46 WIB – 02:46 WITA – 03:46  WIT atau  Jum’at, 18 September 2009 @ 10:04 UT

Visibilitas (kenampakan) Hilal pada hari terjadinya Ijtimak selepas matahari terbenam di seluruh dunia khususnya kawasan Indonesia ditunjukkan pada gambar peta di bawah ini.  Peta visibilitas mengacu pada Kriteria Odeh yang mengadopsi Limit Danjon sebesar 6° yaitu syarat ketinggian hilal agar terlihat dengan mata telanjang. Kriteria tersebut dikemas dalam sebuah software Accurate Times yang menjadi acuan pembuatan peta visibilitas ini. (sumber RHI) Continue reading


Media Massa, “labelling”, dan Pengalihan Opini

Assalaamu’alaikum wr wb

Hari ini media massa menjejali headline-nya dengan aksi Densus 88 dalam upayanya melakukan pengepungan di sebuah rumah di Solo yang konon kabarnya ditempati oleh mereka yang diduga teroris. Aksi yang dimulai sejak kemarin malam itu berakhir tadi pagi dengan hasil 4 tewas dan 3 hidup. Inilah satu berita yang saya baca. Namun terlepas dari masalah pemberitaan, kita dan masyarakat lainnya pasti membutuhkan sebuah “kebenaran”. Masyarakat perlu tahu  dan harus bisa membedakan antara berita dan kebenaran. Sebab, itu berbeda. Bagaimana pun juga media massa harus mendidik masyarakat sekaligus memberikan hak-hak mereka untuk mendapatkan kebenaran dari masalah yang diberitakan.

Selain itu, labelling atau penjulukkan kerap dilakukan media massa tertentu. Terutama dalam masalah terorisme ini. Seperti contoh satu situs berita di internet menulis lead: “Pengepungan teroris di Solo. Lead itu ditulis sejak dinihari, tapi belakangan sekitar jam 10-an WIB, entah karena kesadarannya atau ada protes dari pihak lain, akhirnya diubah dengan cukup menuliskan “Penggerebekan di Solo”. Meski agak telat, tapi citra media itu cukup memberikan kesan bahwa mereka (yang belum tentu citra-dirinya yang asli) sudah diberi label sebagai teroris oleh media massa tersebut. Continue reading


Kartu Ucapan Iedul Fitri 1430 H

Assalaamu’alaikum wr wb

Bagi teman-teman yang ingin mengoleksinya, silakan diunduh (download). Saya juga ambil sumbernya dari Zamrud Khatulistiwa

aceh2

savana-aceh

serasan

Continue reading


Berharap Bertemu Ramadhan Kembali

logo-gi-3 gaulislam edisi 099/tahun ke-2 (24 Ramadhan 1430 H/14 September 2009)


Bro, nggak terasa ya Ramadhan udah di penghujung bulan. Dalam hitungan hari kita akan berpisah dengan Ramadhan. Bulan mulia yang penuh barokah dan ampunan. Saya sendiri sering merenung, apakah memang saya memanfaatkan Ramadhan dengan sebaiknya? Atau malah ‘memperlakukan’ Ramadhan seperti bulan biasanya? Shalat kita mungkin tak beda dengan saat shalat selain Ramadhan, shaum kita tak sempurna, shadaqah kita dihiasi dengan sikap riya’, dan amalan lainnya yang kita khawatir sia-sia belaka. Naudzubillah min dzalik. Semoga kita semua termasuk hamba-hamba Allah Swt. yang pandai bersyukur atas segala nikmat yang diberikanNya. Memanfaatkan Ramadhan sebaik mungkin demi mengumpulkan pahala. Semoga.

Bro en Sis, kalo menjelang berakhirnya Ramadhan ini, saya jadi inget juga nih bait-bait puisi dari Pak Taufik Ismail, salah satu penyair favorit saya. Kebetulan saya pernah juga mengisi bareng beliau dalam satu acara di sebuah universitas di Malang tentang sastra. Tahu kan puisi beliau yang saya maksud? Yup, puisi itu berjudul “Setiap Habis Ramadhan”, yang makin keren ketika dilagukan oleh Bimbo. Syairnya begitu syarat makna dan mendalam. Inilah bait-bait puisi beliau: Setiap habis rama­dhan/ hamba rindu lagi ramadhan/ Saat-saat padat beribadah/ tak terhingga nilai mahalnya/ setiap habis ramadhan/ hamba cemas kalau tak sampai/ umur hamba di tahun depan/ berilah hamba kesempatan/ Setiap habis Ramadhan Rindu hamba tak pernah menghilang Mohon tambah umur setahun lagi Berilah hamba kesempatan/Alangkah nikmat ibadah bulan Ramadhan/ Sekeluarga, sekampung, senegara Kaum muslimin dan muslimat se dunia/Seluruhnya kumpul di persatukan Dalam memohon ridho-Nya. Continue reading


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 874 other followers