Assalaamu’alaikum wr wb
Kamu nggak salah-salah amat kalo sampe bertanya tentang ikhlas dan mempertanyakan keikhlasan. Maklumlah, saat ini kita kayaknya udah rada asing dengan istilah ikhlas. Meski kata ikhlas sering kita dengar dipake sebagai nama masjid atau mushola tapi istilah itu tetap aja masih menyimpan misteri. Emang sih arti sepintas lalu yang kita pahami dari kata ikhlas itu adalah tanpa pamrih. Pokoknya kalo ngelakuin sesuatu nggak minta imbalan.
Apa benar seperti itu? Apakah benar dalam kondisi saat ini ada orang yang tanpa pamrih dalam berbuat? Apakah memang gampang atau sulit sih sebenarnya mempraktikkan keikhlasan? Apakah benar kita bisa bilang ikhlas ketika ngucapin di bibir atau dalam tulisan bahwa kita insya Allah ikhlas meski ternyata dalam hati ada sedikit saja rasa kecewa ketika apa yang kita udah lakuin malah nggak diterima sama orang tertentu. Kerja kita nggak dihargai dan kita dianggap salah melakukan perintah tersebut. Apakah itu masih dikategorikan ikhlas?
Gini nih, menurut bahasa dalam kata ikhlas terkandung beberapa makna; jernih, bersih, suci dari campuran dan pencemaran, baik berupa materi maupun non materi. Lawan dari ikhlas adalah nifak dan riya’. Rasulullah saw. bersabda tentang sifat yang mulia ini dalam sabdanya, “Barangsiapa yang tujuan utamanya meraih pahala akhirat, niscaya Allah akan menjadikan kekayaannya dalam kalbunya, menghimpunkan baginya semua potensi yang dimilikinya, dan dunia akan datang sendiri kepadanya seraya mengejarnya. Sebaliknya, barangsiapa yang tujuan utamanya meraih dunia, niscaya Allah akan menjadikan kemiskinannya berada di depan matanya, membuyarkan semua potensi yang dimilikinya, dan dunia tidak akan datang sendiri kepadanya kecuali menurut apa yang telah ditakdirkan untuknya“. (HR Tirmidzi)
Sobat muda muslim, tanpa keikhlasan amal seseorang akan sia-sia tidak berguna dan tidak dipandang sedikitpun oleh Allah Swt. Imam al-Ghazali menuturkan, “Setiap manusia binasa kecuali orang yang berilmu. Orang yang berilmu akan binasa kecuali orang yang beramal (dengan ilmunya). Orang yang beramal juga binasa kecuali orang yang ikhlas (dalam amalnya). Namun orang yang ikhlas juga tetap harus waspada dan berhati-hati dalam beramal”. Dalam hal ini, hanya orang-orang yang ikhlas beramal yang akan mendapat keutamaan dan keberkahan yang sangat besar, seperti yang dijamin Allah dalam firmanNya (yang artinya), “Tetapi hamba-hamba Allah yang dibersihkan (bekerja dengan ikhlas). Mereka itu memperoleh rizki yang tertentu, yaitu buah-buahan. Dan mereka adalah orang-orang yang dimuliakan, di dalam syurga-syurga yang penuh kenikmatan”. (QS ash-Shaaffaat [37]: 40-43)
Berkaitan dengan ikhlas dan orang-orang yang ikhlas (mukhlis) ini, syetan sendiri mengakui ketidakberdayaan dan kelemahan mereka di hadapan orang-orang yang beramal dengan ikhlas, “Iblis berkata: “Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan maksiat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlis di antara mereka.” (QS al-Hijr [15]: 39-40)
Imam Ibnu Katsir, Abu Amr dan Ibnu Amir, membaca seluruh kalimat ini dalam al-Qur’a dengan bacaan “Al-Mukhlishin” yang artinya: Mereka mampu memurnikan agama dan ibadah mereka dari segala noda yang bertentangan dengan nilai tauhid. Sedangkan ulama qira’at yang lain membaca al-Mukhlashin yang artinya: Mereka yang dipelihara dan mendapat taufik dari Allah untuk memiliki sifat ikhlas. Berdasarkan qira’at ini, ikhlas dan iman adalah mutlak anugerah Allah Swt. kepada hamba-hambaNya yang dikehendaki.
Oke Bro, tentang ikhlas ini emang perlu banget kita ketahui. Biar kita jadi tahu tentang amal perbuatan kita mana yang bisa dinilai ikhlas, dan mana yang perlu diperbaiki supaya jadi ikhlas. Sebab, menjadi orang yang ikhlas itu selain membuat tak berdaya syetan, juga pahalanya insya Allah banyak, euy!
Salam,
O. Solihin
*dikutip dari buku saya yang berjudul “Ikhlasholic for Teens”, Sygma Publishing. Kalo pengen lengkap dengan artikel yang lain, beli aja bukunya ya































bagus tulisannya…
menyentuh dan inspiring…
bukunya sudah terbit?
terima kasih informasinya
sangat bermanfaat
bukunya sudah terbit kah?