Arsip Bulanan: Maret 2010

Pikirkan Masa Depanmu

logo-gi-3gaulislam edisi 127/tahun ke-3 (13 Rabiuts Tsaniy 1431 H/29 Maret 2010)


Hai putih-abuabuers! Alhamdulillah, akhirnya UN kelar juga. Setelah kamu dibikin ‘sport jantung’ ngadepinnya, sekarang kamu bisa sedikit bernapas lega. Eits, inget jangan banyak-banyak dulu bernapas leganya, karena perjuanganmu masih belum berhenti. Jangan dulu terlalu ‘over pede’ ngerasa pasti lulus sebelum surat keputusan kelulusan itu kamu baca dengan mata-kepala sendiri. Ok? Yang pasti, kami segenap kru gaulislam (tanpa diminta pun) bakal selalu ngedoain kalian semua supaya bisa lulus 100% dengan nilai yang memuaskan dan bisa ngelanjutin pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi lagi. Insya Allah, amin Ya Robb.

Sedikit tips aja buat kamu yang mungkin masih bingung mau ngapain abis UN ini sembari menunggu hasilnya kelar. Pertama, pasrahkan semua usaha yang udah kamu lakukan pada Allah Swt. dalam arti tawakal. Jadikan diri kamu dalam posisi zero alias nol menghadapi ketentuanNya kelak. Kita hanyalah makhluk kecil dan lemah di hadapan keMahaKuasaanNya. Saat usaha sudah kita lakukan semaksimal mungkin, diiringi munajat yang tiada henti-hentinya, maka diri kita sudah harus disiapkan dalam posisi zero tadi. Karena, faidza ‘azzamta fatawakkal ‘alallah (dan jika kamu sudah berusaha, tawakkallah pada Allah Swt). Katakan, “Ya Allah, aku sudah berusaha maksimal, sekarang aku pasrah pada ketentuanMu. Aku yakin, Engkau pasti akan memberi yang terbaik untuk hamba-hambaMu yang senantiasa dekat denganMu.” Continue reading


Puisi: Tuhan Sembilan Senti

Tuhan Sembilan Senti
Oleh Taufiq Ismail

Indonesia adalah sorga luar biasa ramah bagi perokok,
tapi tempat siksa tak tertahankan bagi orang yang tak merokok,

Di sawah petani merokok,
di pabrik pekerja merokok,
di kantor pegawai merokok,
di kabinet menteri merokok,
di reses parlemen anggota DPR merokok,
di Mahkamah Agung yang bergaun toga merokok,
hansip-bintara-
perwira nongkrong merokok,
di perkebunan pemetik buah kopi merokok,
di perahu nelayan penjaring ikan merokok,
di pabrik petasan pemilik modalnya merokok,
di pekuburan sebelum masuk kubur orang merokok,

Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu-na’im
sangat ramah bagi perokok,
tapi tempat siksa kubur hidup-hidup bagi orang yang tak merokok,

Di balik pagar SMU murid-murid mencuri-curi merokok,
di ruang kepala sekolah ada guru merokok,
di kampus mahasiswa merokok,
di ruang kuliah dosen merokok,
di rapat POMG orang tua murid merokok,
di perpustakaan kecamatan ada siswa bertanya
apakah ada buku tuntunan cara merokok, Continue reading


Gene Netto, Dengan Rasionalitas Menemukan Islam

‘Mengapa seseorang harus menanggung dosa orang lain? Masak , hanya dengan meminta ampun, dosa langsung diampuni tanpa ada perbuatan yang dilakukan untuk memperbaikinya. Sangat tidak masuk akal.” Begitulah kalimat yang disampaikan Gene Netto, mualaf asal Selandia Baru, saat ditanya Republika alasannya memilih Islam.

Karena kebingungannya memahami maksud yang tidak rasional itu, Gene memutuskan menjadi seorang yang tidak percaya dengan agama (ateis). Saat itu, ia baru berusia 10 tahun. Baginya, daripada percaya dengan hal demikian, lebih baik memikirkan hal yang lain. Namun begitu, ia percaya Tuhan.

Ketika beranjak dewasa dan menjadi mahasiswa di Universitas Griffith, Australia, Gene tetap tidak tertarik dengan agama apa pun. Baginya, tidak ada agama yang mampu menjelaskan masalah pengampunan dosa itu.

Maka, ketika bertemu dengan seorang mahasiswa asal Indonesia yang beragama Islam dan menjelaskan bahwa hanya Tuhan yang mampu mengampuni dosa asal orang tersebut tidak mengulanginya lagi, pria kelahiran New Zealand 39 tahun lalu ini langsung terperangah. ”Benarkah demikian?” batin Gene. Continue reading


[MP3] Bodoran Sunda

Assalaamu’alaikum wr wb

Khususon buat warga USA (Urang Sunda Asli), mangga bilih bade ngadangukeun bodoran sunda. Sekadar hiburan aja lah. Landong baeud:-). Silakan download file-file di bawah ini: (punten bahasana campuran)

  1. Bodoran Sunda [1]
  2. Bodoran Sunda [2]
  3. Bodoran Sunda [3]
  4. Bodoran Sunda [4]
  5. Bodoran Sunda [5]
  6. Bodoran Sunda [6]
  7. Bodoran Sunda [7]
  8. Bodoran Sunda [8]
  9. Bodoran Sunda [9]
  10. Bodoran Sunda [10]

Salam,

O. Solihin


Takwa Sampai Akhir

logo-gi-3 gaulislam edisi 126/tahun ke-3 (6 Rabiuts Tsaniy 1431 H/22 Maret 2010)

Semoga kamu pernah dengar ayat ini: “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS al-Hasyr [59]: 18)

Nah yang menjadi pertanyaan, udah belum ya kita semua bertakwa kepada Allah? Terus gimana caranya supaya bisa bertakwa? Sampe akhir lagi! Ibarat film, kan kagak afdol tuh kalo nggak tahu ending-nya. Nggak tahu jagoannya mati or tetep idup. Gitu juga dengan bertakwa kepada Allah, pastinya nggak afdol dong kalo nggak ampe kelar. Cuma setengah-setengah, eh berakhir di tengah jalan. Akhirnya nggak ketahuan jelas tuh kita tetap bertakwa kepada Allah atau nggak hingga akhir hayat. Idih, serem banget dah!

Oya, ngomongin soal takwa, berdasarkan yang gue pahami, takwa itu adalah menjalankan perintahNya en menjauhi laranganNya. Tapi, ya gitu deh..sayang seribu sayang, cuma tahu artinya tapi nggak nahan ama konsekuensinya. Alesan sih macem-macem. Misalnya: “Secara, kan masih muda. Masa’ sih kudu ngejalanin semua perintahNya, kayaknya nggak fun banget dah!” Eits, emang bertakwa ada umurnya gitu? Sembarangan! Cuma ya gitu, remaja biasanya identik dengan hal-hal yang fun. Tapi, fun yang gimana dulu tuh? Cos, fun juga tergantung ama apa yang kita pahami. Bisa jadi menurut temen-temen kamu seharian nongkrongin pensi, maen skateboard di taman kota, ML ama pacar itu fun (Naudzubillah!). Continue reading


Kursus Menulis Dapat Bonus Belajar Bikin BLOG? Baca Info Ini!

Assalaamu’alaikum wr wb

Bagi teman-teman yang berminat mengasah kemampuannya atau belajar dari “nol” tentang menulis NONFIKSI, kini dibuka Kelas Baru (angkatan 5):

Kursus Menulis Online, Kelas NONFIKSI

untuk bulan APRIL-MEI 2010

  1. Pelatihan selama 2 bulan (selama bulan APRIL-MEI 2010).
  2. Mendapatkan 8 modul khusus dan 2 modul bonus [Menggagas Ide; Menggarap Tema; Membuat Tulisan yang Segar; Menulis Feature; Mengenal Jurnalistik; Mengatasi Deadlock ketika Menulis; Lead untuk Tulisan Feature; Menulis Biografi]
  3. Conference/Tutorial Online menggunakan Yahoo! Messenger selama 16 kali (2 kali semingu), setiap Selasa dan Jumat jam 20.00-22.00 WIB. Untuk keperluan ini, Anda harus memiliki ID di Yahoo! Messenger.
  4. Mengerjakan Tugas Penulisan 6 kali selama pelatihan (untuk masing-masing peserta) dan akan dinilai oleh mentor.
  5. Ruang Belajar Online khusus dengan menggunakan website e-learning “Moodle”. Untuk keperluan ini Anda harus memiliki e-mail untuk didaftarkan ke sistem kami, untuk memproses pendaftaran dan komunikasi dengan mentor. Di ruang kelas ini, Anda bisa mendownload modul; mengambil, mengerjakan, dan mengirim tugas-tugas yang telah diberikan mentor; mendownload hasil rekap tutorial/conference online jika kebetulan Anda pada saat jadwal tutorial berhalangan hadir; mengetahui jadwal dan info lainnya.
  6. Berhak menjadi kontributor di website [Menulis Kreatif], sehingga memungkinkan tetap mempublikasikann karya-karya di dunia maya. Itu artinya karya Anda akan dibaca langsung dan dinilai oleh pembaca.
  7. Dibimbing langsung oleh O. Solihin, penulis buku-buku remaja dan owner Website [Menulis Kreatif].
  8. Berhak mendapat buku “Menjadi Penulis Hebat” secara gratis yang akan dikirim ke alamat Anda.

Anda HANYA membayar biaya kursus ini, Rp 400.000 (empat ratus ribu rupiah) saja! [untuk 2 bulan masa belajar]

Pendaftaran dibuka mulai 9 Maret – 31 Maret 2010

STOP PRESS!

1. Pendaftaran (dan pembayaran secara LUNAS) pada tanggal 9 Maret-19 Maret 2010, biaya kursus Rp 350.000 (hemat Rp 50.000)

2. Pendaftaran (dan pembayaran secara LUNAS) tanggal 20-26 Maret 2010, biaya kursus Rp 375.000 (hemat Rp 25.000)

3. Pendaftaran (dan pembayaran secara LUNAS) tanggal 27-31 Februari 2010, harga tetap (tidak ada diskon), yakni Rp 400.000

Biaya itu adalah untuk belajar selama 2 bulan, periode April – Mei 2010.

BONUS Lainnya:

GRATIS 4 x Tutorial Online Belajar Membuat BLOG dengan WORDPRESS

Bagi yang berminat mendaftar, silakan KLIK LINK INI

Salam,

O. Solihin


Sugen Threen, Masuk Islam Setelah Jadi Pengelana Agama

Mimpi yang dialaminya pada suatu malam di penghujung September 2005 seakan menjadi pembuka jalan hidayah bagi Sugen Threen. “Dalam mimpi tersebut saya mengenakan pakaian gamis, bersorban lengkap dengan selendang sedang berdakwah,” ujarnya membuka pembicaraan dengan Republika, Kamis (4/3).

Setelah mendapat mimpi seperti itu, pria kelahiran Jakarta, 15 Maret 1969, ini lantas menemui seorang ulama kenalannya yang bermukim di daerah Cibarusah, Bekasi. Kepada ulama tersebut, Sugen menceritakan mimpi yang didapatnya. “Mimpi bagus datangnya dari Allah, mimpi buruk datangnya dari setan,” begitu jawaban sang kiai kala itu.

Mendapat jawaban seperti itu, Sugen merasa bahwa mimpi yang datang dalam tidurnya itu merupakan sebuah mimpi bagus. Ia pun teringat dengan perkataannya sendiri tatkala sang ulama memintanya untuk masuk Islam jauh sebelum ia mendapatkan mimpi itu. Continue reading


Lawanlah, meski dengan menulis

Saat-saat di mana kita tak memiliki tenaga untuk melawan, kita masih bisa menulis. Saat-saat di mana suara kita dibungkam, kita masih bisa menulis. Saat-saat fisik kita dipenjara, kita masih bisa menulis. Lakukanlah perlawanan, meski dengan hanya menulis.

Memang, menulis bukan satu-satunya cara untuk melakukan perlawanan, tetapi menulis bisa menjadi satu cara untuk tetap menumbuhkan semangat perlawanan. Saat kita terdesak tak punya saluran untuk menyuarakan pendapat kita, menulis menjadi media untuk menggelontorkan gagasan dan pendapat kita agar dibaca banyak orang. Anne Frank, dalam ‘kesendiriannya’ menulis buku harian. Catatan harian itu ditulis Anne selama masa persembunyian di Prinsengracht–menghindari kejaran pasukan Nazi. Di kemudian hari, tepatnya tahun 1947, catatannya diterbitkan. Meski sekadar menulis catatan kecil, tapi ia berhasil merekam jejak kehidupan selama ia berada dalam kondisi tertekan. Dengan wawasannya, dia menyingkapkan hubungan antara delapan orang yang hidup dibawah kondisi yang luar biasa, menghadapi kelaparan, ancaman ketahuan dan dibunuh yang senantiasa hadir, sepenuhnya terasing dari dunia luar, dan terutama, kebosanan, kesalahpahaman yang remeh, serta frustrasi hidup dibawah ketegangan tak tertahankan, dalam tempat tinggal yang terbatasi.

Mengomentari catatannya ini, Chicago Tribune menulis: “Catatan Harian ini mengungkapkan impian-impian, kegetiran hidup, perjuangan, dan emosi…Memperingati setengah abad lebih Berakhirnya Perang Dunia II, Ada Baiknya kita membaca kembali sebuah kesaksian akan perjuangan jiwa dalam mengarungi sisi kejam kehidupan dunia.” Continue reading


Jangan Berhenti Belajar

logo-gi-3 gaulislam edisi 125/tahun ke-3 (29 Rabiul Awal 1431 H/15 Maret 2010)

Bro, waktu pertama kali saya diminta ngisi pengajian, terus terang saja saya merasa takut. Takut salah, takut nggak bisa nguasai audiens, takut kalo ditanya nggak bisa jawabnya. Tapi, atas dorongan dari rekan-rekan DKM sekolah, akhirnya saya mau juga meski agak ragu.

Oya, waktu itu saya kelas 2 atau kelas 3 di sekolah kejuruan kimia di Bogor. Terus, yang membuat saya makin nggak percaya diri waktu itu karena saya pun baru ikutan ngaji. So, tentu ilmunya masih cetek banget. Eh, malah diminta ngisi pengajian untuk membina adik kelas. Jujur, saya stres dan tertekan. Ketika ngisi pengajian, yang lancar keluar adalah keringat dingin. Udah gitu saya selalu ngeliatin jam tangan aja. Sebab, saya rada heran, perasaan udah semua hal saya sampaikan, tapi kok waktu di jam tangan saya seperti bergerak lambat. Ternyata memang baru 20 menitan. Continue reading


Hidayah untuk Pengedar Marijuana

Masa lalu yang dilalui Abdullah Abdul Malik sangatlah gelap. Sampai-sampai dia enggan lagi menyebut nama aslinnya sebelum masuk Islam. Sebelum menemukan Islam, dia adalah generasi hip hop yang dekat dengan narkoba dan kehidupan brutal. Kini dia sudah berusia 28 tahun.

Ini adalah tahun kelima bagi dia dalam menikmati kehidupan Islam. Abdullah lahir dan tumbuh di Pennsylvania dalam masyarakat yang sebetulnya hidup cantik. Sepak bola adalah olah raga yang sangat digemarinya.

Begitu menginjak dewasa, dia mulai gemar mendengarkan musik rap dan film-film yang menonjolkan aksi kekerasan. Dari situ dia kemudian yakin bahwa hidup harus dijalani penuh kekerasan dan kemaksiatan. Dia pun memulai perkenalkannya dengan dunia gelap. Saat itu, Abdullah merasakan kebiasaan buruknya sebagai sesuatu yang menyenangkan. Continue reading


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 874 other followers