Arsip Bulanan: Juni 2010

memori terindah di jalan dakwah

kita pernah bersama
arungi luasnya lautan perjuangan
dalam bingkai indahnya dakwah
dan kita akan tetap bersama
selamanya

kerikil-kerikil tajam pernah lukai kaki kita
rasakan pedih bersama
berbagi duka, saling menguatkan
aku yakin, kita memang pernah menjalaninya
bahkan dengan teramat tenang dan bahagia

masih ingatkah, saat kita tertawa dan menangis
diguyur haru
dijejali bahagia
kita pernah berikrar: terlanjur cinta terhadap dakwah
tak ada yang bisa memisahkan ikatannya
itu pernah kita tancapkan dalam-dalam di benak kita
semoga masih ingat, kawan

memori indah jalan dakwah
masa remaja yang telah lama
tetap membekas
dan berharap kita masih tetap bersama
juga dilanjut generasi kita
yang lebih kuat, lebih hebat

anggap saja celoteh ini sebagai bingkai kenangan kita
merajut kembali asa kita yang dihalang waktu dan jarak
mungkin saja uban sudah tumbuh satu dua di kepala kita
tapi itu bukan pertanda kekalahan
kita akan tetap melawan
arungi samudera dakwah
selamanya, sebisanya
seperti apa yang pernah kita ikrarkan bersama

tapi aku tak tahu sebatas apa kita mampu bertahan
agar tak terjerembab di altar kematian idealisme kita
mungkin kau punya cara agar kita tetap kuasa
berjuang terus di jalan dakwah
hingga lanjut usia
itu memang cita-cita kita, bukan?
semoga kau masih ingat
aku berusaha terus mengingat
dan tak pernah melupakan
serta terus kubuktikan
akan tetap kujalankan
semoga kita masih tetap bersama
di jalan dakwah
meski jarak dan wkatu memisahkan
karena itu bukan alasan
untuk tinggalkan jalan dakwah

aku tahu, kini kita sudah berbeda
dalam usia, dalam hidup, dalam merajut asa
tapi aku berharap kita tetap berdakwah
karena itu jalan terindah
merintis jalan ke surga
semoga kita bertemu di sana

Salam,
O. Solihin
*dalam dinginnya udara malam (29/06/2010), setelah bogor diguyur hujan sejak sore. yang mendadak ingat memori masa sma :-)


Ideologi Suporter Sepakbola

logo-gi-3 gaulislam edisi 140/tahun ke-3 (16 Rajab 1431 H/ 28 Juni 2010)


Kamu pasti pernah tahu kan gimana aksi-aksi suporter sepakbola dalam mendukung klub atau timnas pujaannya? Mereka bela-belain datang ke stadion jika klub pujaannya bertanding. Ada yang memang bayar masuk ke stadion untuk nonton, nggak sedikit juga yang cuma ngeramein jalanan aja karena nggak punya ongkos untuk beli tiket pertandingan. Para suporter ini nyaris memiliki semua atribut klub kebanggaannya: kaos, slayer, stiker, bendera, dan sejenisnya. Selain itu, mereka ada yang rela mati demi membela klub pujaannya dan juga rela melakukan kerusakan dalam melampiaskan kegembiraan (apalagi kekecewaan).

Rasanya masih membekas dalam ingatan ketika final Liga Indonesia tahun 1998. Saat itu, ribuan suporter Persebaya yang dikenal sebagai bonek, alias bodo dan nekat, eh, maksudnya bondo (modal) nekat, turun ke jalanan begitu timnya berhasil menggulingkan Persib Bandung. Toko-toko dijarah, puluhan mobil dibakar. Bahkan aparat keamanan pun kerepotan mengawal mereka sampe Stasiun Senen. Keberingasan belum selesai, kawasan sepanjang jalur kereta Jakarta-Cirebon dihujani batu oleh para suporter brutal ini. Gila!

BTW, artikel ini adalah sebagai pelengkap dari edisi 138 lho. Waktu itu saya menjanjikan akan menulis lanjutannya tentang sepakbola dan pembahasan yang dikaitkan dengan Islam. So, dengan demikian janji itu insya Allah udah terlunasi. Jadi kamu nggak nunggu-nunggu dan tuntas sudah rasa penasaran kamu dengan adanya gaulislam edisi 140 ini. Ok?

Bro en Sis, nuansa ashobiyah (bangga dengan kelompok atau kesukuannya) juga kentara kok dalam polah para suporter. Saya pernah baca di jalan ada anak Viking yang di kaosnya ada tulisan: “Aing Persib, Sia Naon?” Hehehe.. itu artinya “gue Persib, elu apa?” Nggak ketinggalan suatu ketika ada suporter Persija yang saya lihat di kaos bagian belakangnya tertulis: “Kuserahkan hidup-matiku hanya untuk Persija” Waduh! Continue reading


[file] Siaran “Voice of Islam” Bulan Juli 2010

Assalaamu’alaikum wr wb

Bagi para pengelola radio yang tergabung dalam VOIRadioNetwork (atau siapa saja dari Anda yang menginkan koleksi file ini), Anda bisa mendownload file-file rekaman Voice of Islam, khususnya untuk edisi awal bulan (kami lakukan untuk mengantisipasi keterlambatan pengiriman CD MP3 Voice of Islam ke wilayah tertentu). Berikut ini daftar file-file tersebut untuk edisi 1 sampai 5 Juli 2010:

  1. Edisi 1 Juli 2010 (Sosialisme UNDERKOMPOR: Boikot). [download di sini]
  2. Edisi 2 Juli 2010 (FEMALE CHATTING: Rayuan Manis Menuai Dosa [download di sini]
  3. Edisi 3 Juli 2010  (MUDANIKAH: Menjawab SMS ) [download di sini]
  4. Edisi 4 Juli 2010 (CEWEK ONLY: Jangan Idolakan Pezina) [download  di sini]
  5. Edisi 5 Juli 2010 (PUISI: Berita dari Jalur Gaza; Kebohongan demokrasi dll) [download di sini]

Semoga bermanfaat.

Salam,
O. Solihin


Balada Mulder & Scully

By Iwan

“Tuh, tuh agen-agen X-Files pada lewat,” anak-anak cewek yang lagi pada nongkrong di kelas bisik-bisik kenceng. Yee, kalo kenceng sih tereak namanya, bukan bisik-bisik. Anak-anak yang lagi bikin contekan PR kimia sontak pada berebut looking through the windows. Ngintip di jendela.

Di luar jendela tersebutlah dua anak manusia yang sedang berjalan marathon, eh santai. Seorang akhwat berkerudung rapi dan berjilbab, seorang lagi ikhwan dengan secuil jenggotnya hinggap di dagu (kupu-kupu kaliii…). Yang ikhwan jalan di depan sementara akhwatnya menyusul di belakang. Berjalan dengan cool.

“Iih, ngegemesin banget deh. Masak jalannya kagak gandengan tangan.”

“Iyeh, sok cuek. Murder en Scully banget sih,” timpal yang lain. Sekejap saja kelas udah riuh rendah dengan celotehan anak-anak, persis tukang dagang di pasar Tanah Abang. Kasih komentar pada pasangan yang baru aja lewat. But, berhubung jam pelajaran udah mepet acara ngerumpi nggak berkepanjangan. Mereka kembali rame-rame nyontek PR kimia dengan rajinnya (idiih nyontek kok disebut rajin!).

Siapa gerangan pasangan ‘serasi’ yang mengundang sensasi tadi? Yang cewek alias akhwatnya adalah Dewina Ariani, killer queen-nya anak-anak IPA-1. Akrab dipanggil Wina, cute dan mirip Katie Holmes dengan perawakan mirip Britney Spears, tapi nggak ada satupun kumbang jantan yang berani macem-macem sama dia. Bukan karena do’i suka menggigit, juga bukan lantaran bapaknya preman. Bukan, itu sama sekali nggak bener. Tapi karena Dewi ini kampiun pelajaran-pelajaran eksakta macem kimia, matematika dan fisika, meski lemah di bahasa Inggris. Waktu ikut ujian kemarin skor TOEFL-nya cuma mencapai 5000 (eh itu kecil apa gede sih?). Dengan modal kayak begitu cowok-cowok SMU SERAM (kependekkan dari Sejahtera Ramah Makmur) segera saja ngeper. Maklum, cowok-cowok SMU SERAM kebanyakan hanya modal tongkrongan doang tapi otak mereka cuma segede kacang. Emang sih mereka kebanyakan tajir-tajir. Tapi hanya sedikit yang punya pikiran waras. Continue reading


Susan Carland, Aktivis Gereja yang Menemukan Kelembutan Islam

www.republika.co.id

REPUBLIKA.CO.ID, MELBOURNE–Tahun 2004 lalu, mungkin menjadi tahun yang paling berkesan bagi seorang Susan Carland. Betapa tidak, wanita kelahiran Melbourne, Australia, ini terpilih sebagai Tokoh Muslim Australia (Australian Muslim of the Year) 2004. Sejak saat itu, sosoknya dikenal luas di seluruh penjuru Negeri Kangguru, bahkan hingga ke negeri tetangga.

Kendati pernah dinobatkan sebagai Tokoh Muslim Australia berpengaruh, sejatinya Susan bukan berasal dari keluarga Muslim. Kedua orang tuanya merupakan pemeluk Kristen yang taat. Ia sendiri baru mengenal Islam pada usia yang baru menginjak 19 tahun.

Orang tuanya bercerai ketika Susan berusia tujuh tahun. Ia kemudian memilih untuk tinggal bersama ibunya, yang dianggapnya sebagai sosok wanita yang gigih, penyayang, dan orang yang paling banyak memengaruhi perjalanan kehidupannya.

Sebagai pemeluk Kristen yang taat, sang ibu pun mengharuskan anak gadisnya itu untuk aktif dalam kegiatan gereja dan mengikuti sekolah Minggu. Namun, ketika menginjak usia 12 tahun, ia memutuskan tidak lagi menghadiri kegiatan gereja dan mengikuti sekolah Minggu. “Saat itu, saya beralasan bahwa saya tetap percaya kepada Tuhan meskipun tidak ke gereja.”

Namun, keinginan yang kuat untuk mengenal Tuhan lebih jauh pada akhirnya mendorong Susan untuk ikut aktif lagi di kegiatan gereja. Ia kemudian memutuskan bergabung dengan sebuah komunitas gereja yang menurutnya terbilang lebih toleran dibandingkan yang sebelumnya pernah ia masuki.

Walaupun aktif dalam kegiatan gereja, diakui Susan, dirinya tetap bisa melalui masa remajanya seperti kebanyakan gadis seusianya. Pada waktu senggang, ia mengikuti kelas balet dan kegiatan ekstrakulikuler lainnya yang diselenggarakan oleh sekolahnya. Continue reading


[resensi buku] Amerika Harus Dilawan!

Judul buku: Menantang Amerika; Menyingkap Imperialisme Amerika di Bawah Obama | Penulis: Farid Wadjdi | Penerbit: Al Azhar Press, 2010 | Jumlah halaman: 261 hlm; 21 cm

Pilihan kata yang tepat saat ini untuk menggambarkan rezim pemerintah Amerika adalah “Penjahat Dunia”, bukan “Polisi Dunia”. Ini dibuktikan karena nafsu menjajahnya yang tinggi dan sebagai pelanggar HAM di beberapa negara. Irak dan Afghanistan adalah contoh dua negara yang menjadi ladang peperangan sekaligus medan pelanggaran HAM oleh Amerika Serikat.

Bagi pemerintah Amerika kebijakan luar negerinya tetap sama: menjajah. Ketika berkuasanya George Bush yang menyulut api peperangan dengan negeri-negeri Islam setelah tragedi 11 September 2001, juga semasa presiden baru saat ini, Barrack Obama. Sudah, tak ada bedanya. Sebab, baik Bush maupun Obama, bukanlah penguasa tunggal. Ya, karena Amerika tak mungkin dipimpin oleh satu orang dan memiliki kekuasaan penuh. Tidak. Masih ada “bos-bos” yang memiliki pengaruh dan cukup kuat dalam mewujudkan tatanan dunia baru sesuai keinginan mereka.

Melihat sepak terjang Amerika Serikat selama ini, wajar jika ia menjadi musuh di mana-mana. Termasuk pada pegelaran Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan, setiap tim nasional Amerika berlaga selalu membuat repot pihak keamanan. Tempat yang dijadikan markas tim, stadion tempat bertanding, hingga jalan-jalan tertentu yang dilalui para suporter tim nasional Amerika harus steril dari orang asing sejauh 500 meter. Ketakutan yang sangat berlebih. Kabarnya, hal itu dilakukan karena adanya informasi dari badan intelijen mereka yang mengabarkan adanya ancaman yang ditujukan kepada Amerika. Padahal sebenarnya, ancaman itu diundang sendiri oleh pemerintah Amerika akibat aksi-aksi kejahatan mereka di berbagai negara, terutama di negeri-negeri muslim. Continue reading


Sofia, Istri Nabi dari Putri Yahudi

Judul buku: Misteri Sofia (istri Nabi dari putri Yahudi) | Penulis: Abba Zhahir BiAmrillah | Penerbit: Madania Prima (kelompok penerbit Salamadani), 2008 | Jumlah halaman: 198 + xii hlm; 21 cm

Dari sejumlah istri-istri Rasulullah saw. yang sangat dikenal kaum muslimin adalah Ummul Mukminin Aisyah ra dan Khadijah ra. Baik mengenal namanya secara mudah maupun kehidupan pribadinya. Namun, kaum muslimin secara umum belum banyak yang mengenal sosok-sosok istri Rasulullah saw. yang lainnya. Salah satunya Sofia, atau dalam ejaan bahasa Arab ditulis dan disebut Shafiyyah. Nama istri Rasulullah saw. ini adalah seorang putri pemimpin Yahudi. Nama lengkap beliau adalah Shafiyyah binti Huyaiy bin Akhthab ra.

Dalam buku ini sengaja ditulis dengan nama “Sofia”, bukan Shafiyyah. Tentu ada alasannya. Sebagaimana disebutkan dalam pengantar penerbitnya, bahwa dalam khazanah Islam, terutama dalam kitab-kitab tarikh, kita lebih banyak menjumpai nama “Shafiyyah” ketimbang “Sofia”. Nama “Shofia” terkenal dan lazim dalam penyebutan di kalangan orang-orang Yunani dan Romawi yang beragama Nasrani. Nama “Sofia” sendiri adalah nama yang biasa dipakai putri Huyaiy bin Akhthab ini di antara kaumnya. Itulah mengapa judulnya adalah Misteri Sofia: Istri Nabi dari Putri Yahudi. Kenapa menjadi misteri? Tentu jawabannya ada. Dalam beberapa bab yang tertera di daftar isinya saja kita sudah bisa menemukan maksud penulisnya memberi judul tersebut. Ya, banyak informasi yang bagi saya sendiri sangat baru. Sehingga mengundang rasa penasaran saya untuk membaca “misteri” yang sedang dipaparkan dalam buku ini.

Abba Zhahir BiAmrillah, penulis buku ini yang menghadiahkannya langsung kepada saya lengkap dengan tanda tangan dan pesan silaturahminya adalah penulis yang saya kenal sebagai penulis beberapa buku remaja dan anak-anak (Impian Terindah (novel ber-setting di masa kekhilafahan Turki Utsmaniy); 99 Tokoh Muslim Dunia for Kids; 100 Kisah Islami untuk Anak; dan pernah menulis bersama penulis lainnya—termasuk  saya—dalam buku How to Get Married; dan buku lainnya). Tentu saja terasa sangat istimewa mendapat buku langsung dari penulisnya. Ternyata, saya bukan hanya menemukan wawasan baru dalam buku ini tentang kisah hidup Ummul Mukminin Shafiyyah binti Huyaiy bin Akhthab ra, tapi juga saya jadi tahu bahwa Abba Zhahir BiAmrillah adalah seorang filolog (ahli di bidang kajian naskah-naskah kuno). Sewaktu ia kuliah di Sastra Unpad, ia mengambil spesialisasi pada bidang studi ilmu-ilmu naskah kuno (filologi) atau ilmu tahqiq, sehingga pengetahuannya terhadap peristiwa-peristiwa kesejarahan cukup mumpuni, baik dari sudut sosiologi, antropologi, maupun geneologi masyarakat. Continue reading


Melawan Pornografi

logo-gi-3 gaulislam edisi 139/tahun ke-3 (9 Rajab 1431 H/ 21 Juni 2010)

Halah, masalah pornografi kayaknya lagi banyak disorot. Nggak tanggung-tanggung, kasus terbaru melibatkan para selebritis. Apa sebabnya? Karena dalam video yang sudah beredar luas di masyarakat—seorang teman bilang bahwa dalam seminggu video tersebut didownload hingga 700 ribu kali—pemeran dalam video tersebut mirip Ariel Peterporn (eh, Peterpan); Luna Maya dan Cut Tary. Waduh, kata urang Sunda mah: geunjleung euy! (bikin geger gitu lho). Sampe-sampe Wagub Jabar Dede Yusuf melarang mereka tampil manggung (show atau performance) di wilayah Jawa Barat. Wedew! (malu banget tuh!)

Oya, ampir lupa nih. Sebelumnya gaulislam mohon maaf kalo pekan kemarin menjanjikan pekan ini mau bahas kelanjutan tentang sepakbola. But, berhubung lagi anget “bola panas video porno”, maka pekan ini kita dahulukan pembahasan seputar pornografi ya. Insya Allah tentang sepakbola kita lanjutkan pekan depan. So, jagain terus gaulislam setiap pekannya. Akur ya? Sip deh. Gitu dong. Hehe..

Bro en Sis, gaulislam sengaja ikutan bahas masalah ini bukan mau nambahin masalah, tapi insya Allah menawarkan penyelesaian atas masalah tersebut. Benar, masalah ini harus diselesaikan tuntas, bukan malah dibiarkan liar kemana-mana. Seolah masalah yang sangat menghebohkan. Padahal mah, pornografi udah marak terjadi. Kebetulan aja pemerannya mirip (atau emang beneran) selebritis tertentu. Name makes news. Ini kaidah jurnalistik, Bro. Nama membuat berita. Coba kalo nama orang yang nggak terkenal dan nggak dikenal luas kayaknya media massa juga adem-adem aja. Palingan beritanya cuma masuk kolom Nah Ini Dia di Pos Kota kali ye hehehe.. Continue reading


[resensi buku] Cinta Sejati, Mencintai Nabi

Judul buku: Jadikan Aku Pecinta Nabi | Penulis: Abdurrahman al-Baghdadi dan Fathy Syamsuddin Ramadhan an-Nawiy | Penerbit: Gema Insani, 2009 | Jumlah halaman: 208 hlm; 14,5 cm

Dr. Ahmad Muhammad al-Hufy sebelum menulis Min akhlak an-Nabiy beliau bertutur penuh kerendahan hati, “Ya, Rasulullah, junjunganku! Apakah kata-kata yang tak berdaya ini mampu mengungkapkan ketinggian dan keluhuranmu? Apakah penaku yang tumpul ini dapat menggambarkan budi pekertimu yang mulia? Bagaimana mungkin setetes air akan sanggup melukiskan samudera yang luas? Bagaimana mungkin sebutir pasir akan mampu menggambarkan gunung yang tinggi? Bagaimana mungkin sepercik cahaya akan dapat bercerita tentang matahari? Sejauh yang dapat dicapai oleh sebuah pena, hanyalah isyarat tentang keluhuran martabatmu, kedudukanmu yang tinggi, dan singgasanamu yang agung.”

Buku yang terdiri dari 11 bab singkat ini ditulis oleh Ustad Abdurrahman al-Baghdadi, ulama kelahiran Libanon yang telah lama mukim di Indonesia. Buku ini beliau tulis bersama Fathi Syamsuddin an-Nawiy. Ketika pertama kali disodorkan buku ini oleh Pak Abdul Hakim dari Gema Insani, saya langsung menyusun ide untuk menuliskan resensinya.

Membaca bab demi bab di buku ini sangat menambah wawasan. Seolah ingin meyakinkan pembaca untuk mencintai Nabi Muhammad saw., buku ini dibuka dengan bab pertama yang membahas tuntas tentang larangan menyakiti dan menentang Rasulullah saw. Untuk menegaskan, dilanjutkan di bab dua tentang hukuman bagi para penghina Rasulullah saw. Serta diyakinkan lagi bahwa tidak ada nabi setelah Muhammad saw. diutus, maka jika ada yang mengaku-ngaku sebagai nabi, harus siap menghadapi hukuman yang tak bisa dianggap enteng. Continue reading


Nek Karim

By: Jazimah al-Muhyi

“Nek Karim masuk rumah sakit, Rika!”

Suara Bunda yang panik membuatku nyaris melompat dari tempat dudukku.

“Sakit apa, Bunda? Rumah sakit mana?”

“Itulah yang membuat Bunda bingung. Ayahmu belum pulang, sementara….”

“Bunda…Bunda…jangan biarkan ini terjadi….Bunda….kita harus bertindak.”

“Maafkan Bunda sayang, Bunda tidak kuasa.”

Mendengar kalimat Bunda, aku pun terduduk kembali. Lemas.

Esok harinya kuperoleh kabar menyakitkan itu. Nek Karim masuk rumah sakit milik sebuah yayasan nasrani.

Kupandangi dengan sedih tubuh kurus Nek Karim dengan berbagai selang yang melilit. Mata Nek Karim yang mengatup, tak sedetik pun terbuka. Syukurlah, dengan begitu, Nek Karim tak perlu menatap salib yang tergantung tepat di depan ranjang, yang akan segera tertangkap penglihatan, andaikan mata tua itu terbuka. Hatiku menjerit. Nek Karim muslim, mengapa harus berada di ruangan ini? Mengapa benda itu harus tetap tergantung di hadapannya?

Bunda membisikkan sesuatu yang menggetarkan hati. “Perasaan Bunda, Nek Karim tidak sakit biasa, Rika.”

Aku memandang Bunda dengan sorot mata penuh sejuta tanya.

“Bunda sering menemani akhir hidup orang-orang yang hendak menghadap Allah. Sepertinya….”

Bunda memang tidak melanjutkan kalimatnya. Namun aku sudah sangat paham ke mana arah pembicaraan itu. Nek Karim tidak pernah mengeluh sakit. Pagi hari sebelum terkulai pingsan pun beliau masih sibuk memasak makanan kesukaan suaminya. Continue reading


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 874 other followers