Arsip Bulanan: Oktober 2010

Tampilan Baru Blogku

Assalaamu’alaikum wr wb

Bagi kawan-kawan yang terbiasa mengunjungi blog saya, mungkin hari ini, tepatnya sebelum dzuhur, blog ini tampilannya sudah berubah. Sengaja saya ubah karena selain udah agak lama dengan tampilan theme MistyLook, juga karena saat ini agak longgar waktunya sambil nunggu janji ketemu teman siang ini. Semoga perubahan tampilan blog ini memberikan suasana baru. Theme blog yang saya pilih ini (Elegant Grunge, karya Michael Tyson) memiliki fitur yang lebih bagus ketimbang theme sebelumnya. Terutama sidebar yang menurut saya bisa lebih leluasa menyimpan banyak widget atau tampilan lainnya serta fitur “anak  halaman”.

Namun demikian, saya tetap mengucapkan terima kasih kepada pembuat theme MistyLook (yakni Om Sadish) yang sudah saya gunakan lebih dari tiga tahun ini (sejak Maret 2007 hingga 30 Oktober 2010).

Itu aja deh infonya. Sekadar ngabarin aja. Supaya pengunjung setia blog ini nggak kaget karena ada perubahan theme hari ini. Namun demikian, dengan perubahan theme ini terpaksa merapikan kembali widgetnya. Mungkin ada yang saya hilangkan dari sebelumnya, ada juga yang saya tambahkan. Dan, ternyata itu membutuhkan waktu juga untuk merapikannya. Terima kasih.

Salam,
O. Solihin


Joseph Cohen: Yahudi Amerika yang Menemukan Islam di Gaza

Joseph Cohen dan keluarganya | Foto: www.republika.co.id

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA–Ketika memutuskan pindah ke Israel sekitar sepuluh tahun lalu, Joseph Cohen, seorang Yahudi asal Amerika Serikat, hanya berkeinginan untuk menerapkan ajaran Yudaisme yang lebih baik. Dia sangat yakin, hijrah dirinya itu akan membuat keyakinan agamanya kian tebal.

Pindah dari Amerika, Cohen kemudian menetap di pemukiman Yahudi di Gush Qatif di Gaza, sebelum wilayah itu ditinggal pergi oleh tentara Israel pada 2005. Setelah tiga tahun menetap di rumah barunya, tanpa diduga, Cohen bertemu dengan seorang Syaikh asal Uni Emirat Arab. Pertemuan itu ternyata membuka pintu dialog antara dirinya dengan tokoh Muslim tersebut.

Keduanya lantas asik terlibat dalam dialog teologi meski dijalin secara berjauhan melalui internet. Rupanya, dialog itu secara perlahan menuntun Cohen pada cahaya Islam. Hatinya seperti mulai terbuka untuk menerima hidayah. Hingga kemudian, dia benar-benar memutuskan untuk mengucap dua kalimat syahadat setelah yakin akan kebenaran Islam yang disampaikan oleh Syaikh itu melalui proses dialog. Bahkan tanpa ragu, dia kemudian mengganti namanya dengan Yousef al-Khattab. Continue reading


Kado untuk Indonesia

gaulislam edisi 157/tahun ke-4 (17 Dzulqaidah 1431 H/ 25 Oktober 2010)


Ayo nyanyikan: “Bangkit… bangkit…raihlah semua kembali, melangkah dengan pasti”. Ini lagunya Rocket Rockers yang ritmenya ngebeat abis. Lagu ini menemani saya mulai nulis sebuah persembahan untuk negeri tercinta, Indonesia. Bukan sok nasionalis apalagi patriotis ya. Momennya aja yang kebetulan. Saya cuma pengen ngajak kamu-kamu kaum muda buat segera bangkit berbuat untuk memperbaiki tanah air kita ini. Tentu dengan Islam sebagai solusinya dong. So pasti.

Mungkin ada juga di antara kamu yang nyeletuk, ah basi! Nggak sedikit pula di antara kamu yang udah pesimis duluan kalo ngomongin kebangkitan di Indonesia yang agak mustahil terjadi. Jangankan mengharap bangkitnya peradaban, di bidang sepakbola aja nggak pernah bangkit tuh. Masih inget kan, gimana geregetannya penonton sepakbola waktu timnas Indonesia dibantai 7-1 oleh Uruguay?

Sobat muda, mudah-mudahan kamu masih ngerasa peduli terhadap semua permasalahan yang membelit negeri kita sampai saat ini. Dan untuk tujuan itulah tulisan ini dirilis gaulislam. Karena kita adalah pemuda-pemudi calon-calon pemimpin masa depan yang akan mengubah negeri ini menjadi negeri yang menerapkan syariat Islam sebagai ideologinya! Continue reading


Buku, Herbal, dan ebook gaulislam

السلام عليكم و رحمة الله و بركاته


Bagi Anda yang membutuhkan atau memerlukan buku Ensiklopedi Tematis Ayat al-Quran dan Hadits, Berbagai macam obat herbal dan juga ingin membantu donasi untuk dakwah gaulislam edisi cetak, silakan klik gambar-gambar sesuai dengan yang Anda inginkan. Setelah diklik salah satu (atau mungkin semua gambar) yang Anda pilih, akan ditampilkan halaman yang memuat informasi lengkap yang berkaitan dengan buku Ensiklopedi Tematis Ayat al-Quran dan Hadits, Herbal, dan buletin gaulislam.

Terima kasih dan semoga bermanfaat.

salam,

O. Solihin



Soldiers of Allah: “1924″


Hakeem Olajuwon: Mengagumi Keindahan Alquran

Hakeem Olajuwon | Foto: www.republika.co.id

REPUBLIKA.CO.ID, Di era 1990 hingga awal 2000-an, nama Hakeem Olajuwon begitu memukau publik Amerika Serikat (AS), khususnya bagi penggemar basket NBA. Pasalnya, sosok dengan tinggi badan 213 sentimeter itu berhasil menampilkan permainan indah dan menawan. Tak heran, bila namanya selalu disejajarkan dengan pebasket andal NBA lainnya, seperti Abdul Kareem Jabbar dan Michael Jordan.

Bahkan, klub Houston Rockets yang dibelanya sejak tahun 1984, berhasil dibawanya untuk meraih gelar juara di tahun 1994 dan 1995. Dan, Olajuwon sendiri dinobatkan sebagai pemain terbaik NBA di tahun 1994. Pada musim kompetisi berikutnya, ia pun selalu menjadi langganan untuk masuk di tim NBA All Stars.

Karena kebolehannya dalam menunjukkan aksi yang memukau, Olajuwon termasuk salah satu dari lima pemain tengah legendaris NBA, bersama dengan Bill Russell, Wilt Chamberlain, Kareem Abdul-Jabbar, dan Shaquille O’Neal. Selama bermain di ajang NBA (1984-2002), ia tercatat pernah memperkuat dua klub berbeda, yaitu Houston Rockets dan Toronto Raptors. Pada tahun 2003, Olajuwon menyatakan pensiun dari dunia yang telah membesarkan namanya itu. Continue reading


Tuhan Ada dan Tuhan Tidak Mati

logo-gi-3 gaulislam edisi 156/tahun ke-3 (10 Dzulqaidah 1431 H/ 18 Oktober 2010)

 

Apa yang kamu tahu tentang Friedrich Wilhelm Nietzsche? Yup, doi lebih akrab dengan panggilannya “Nietzsche Sang Pembunuh Tuhan” yang memproklamirkan bahwa “Tuhan telah mati” menjelma menjadi tokoh atheis yang cukup ternama. Kamu tahu band metal di Bandung yang bernama Forgotten? Yup, band ini juga mempunyai lagu dengan judul yang sama dengan apa yang telah diproklamirkan oleh Nietzsche: “Tuhan telah mati”.

Mungkin Forgotten banyak terinspirasi dari Nietzsche. Nietzsche tidaklah sendirian dalam keatheisannya, masih ada beberapa tokoh seperti Sigmun Freud, Charles Darwin, Ludwig Feuerbach, Stephen Hawkins dan lain-lain. Tokoh-tokoh ini adalah orang-orang yang tidak percaya akan eksistensi Tuhan dan mungkin bila Tuhan itu ada, Tuhan tidak lagi dibutuhkan di dunia ini dan telah menjadi sampah. Begitulah kalo kaum agnostik ngomongin soal Tuhan yang hampir-hampir mirip dengan golongan atheis.

 

Kebanggaan atheis

Bro en Sis, para atheis sering lho ngebangga-banggain teori Big Bang dalam proses penciptaan bumi dan pada proses tersebut mereka mengatakan tidak ada campur tangan Tuhan di sana. Ada juga beberapa pertanyaan klasik dari para atheis yang sering dilemparkan kepada para theis, yaitu: “Dapatkah Tuhan menciptakan batu yang sangat besar sehingga Tuhan tidak dapat mengangkatnya?” dan yang kedua “Untuk apa Tuhan menciptakan manusia?”. Continue reading


Kepingan Puzzle (2)

By: O. Solihin

“Ayah, pernah nggak dalam hidup ayah ada orang yang baru kenal dengan kita, lalu kita merasa cocok dengannya?” Putri mencoba bertanya kepada ayahnya melalui fasilitas chatting internet, Skype. Putri memang terbiasa selalu berkomunikasi dengan ayahnya, sebisa dia melakukannya. Maka, fasilitas internet adalah satu sarana yang memungkinkan  ia tetap bisa berkomunikasi meski ayahnya sedang ada tugas ke luar kota. Seperti saat ini, ketika ayahnya sedang berada di Medan untuk menunaikan tugas kantornya.

“Eh, tapi ini nggak mengganggu pekerjaan ayah kan?” Putri menuliskan kembali di papan pesan.

Lama tak ada jawaban dari ayahnya. Mungkin sedang sibuk. Meski terlihat jelas ID ayahnya menunjukkan sedang online. Sembari menunggu jawaban ayahnya, Putri kemudian mengunggah cerpen yang baru diselesaikannya sore tadi ke blog miliknya. Sekitar lima menit, ayahnya membalas pesan.

“Salam sayang. Maaf tadi ayah sedang menyelesaikan pekerjaan kantor. Tapi sekarang sudah sudah selesai kok,” tulis ayahnya.

“Wah, maksudnya apa nih, Put? Kok kamu bertanya seperti ini?” ayahnya kembali mengirim pesan. Continue reading


Kepingan Puzzle

By: O. Solihin

 

“Sebagai anak baru, kamu seharusnya tahu diri. Jangan belagu. Jangan narsis. Jangan cari perhatian. Jangan sok pinter!” ancam Anggi dengan nada ketus.

Anak baru itu hanya diam. Menatap mata Anggi, lalu menunduk lagi. Sesekali ia memainkan jemari tangannya. Dibetulkannya letak kerudungnya agar ujung rambutnya tidak terlihat. Anak ini cukup manis. Dengan perawakan yang tinggi langsing. Punya lesung pipit di pipi kiri. Matanya berbinar indah. Ia pindah ke sekolah barunya karena harus mengikuti ayahnya yang mendapat tugas di kota Bogor ini.

“Hei, jangan diam saja!” bentak Anggi sekali lagi.

“Saya memang sengaja diam. Karena bingung harus ngomong apa?” jawab gadis manis itu.

“Owh… jadi kamu mulai meremehkan aku juga? Kurang ajar!” Anggi tiba-tiba naik pitam lalu mendorong dada anak baru di sekolahnya itu.

“Ayo kalo berani lawan aku!” Anggi menantang.

“Hei! Apa-apaan ini?” suara lantang dan berat mengagetkan Anggi dan gadis itu.

“Mmm.. tidak ada apa-apa, Pak. Saya cuma lagi ngobrol sama Putri, Pak” Anggi gelagapan karena tak menyangka Pak Amir memergoki aksinya.

“Kok tadi kamu teriak-teriak? Tidak seperti orang yang sedang ngobrol?” Pak Amir bertanya heran.

“Iyy..iya Pak. Maksud saya, saya sedang belajar drama. Tadi itu adegan yang harus saya perankan bersama Putri,” Anggi berbohong. Continue reading


[ebook] Kimia Anorganik

Assalaamu’alaikum wr wb

Bagi Anda yang membutuhkan buku teks analisi anorganik, silakan [unduh di sini].

Ilustrasi

Vogel’s
Qualitative Inorganic Analysis
Seventh Edition
Revised by
G. Svehla PhD, DSC, FRSC
formerly Professor of Analytical Chemistry.
University Col/ege. Cork

Semoga bermanfaat

Salam,

OS


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 874 other followers