Arsip Bulanan: Désémber 2010

Tina Styliandou: Dulu Aku Diajari untuk Membenci Islam

ilustrasi | Foto: www.republika.co.id

REPUBLIKA.CO.ID, Saya lahir di Athena, Yunani, dari orang tua penganut Kristen Ortodok Yunani. Keluarga ayah saya tinggal di Istanbul, Turki, hampir di seluruh hidup mereka. Ayah pun lahir dan besar di sana. Mereka keluarga sejahtera, berpendidikan baik dan seperti sebagian besar Kristen Ortodok yang tinggal di negara Islam, mereka sangat berpegang teguh dengan ajaran agama.

Tiba masa ketika pemerintah Turki memutuskan menendang mayoritas keturunan Yunani keluar dari negara itu dan menyita kekayaan, rumah serta bisnis mereka. Kondisi itu memaksa keluarga ayah saya kembali ke Yunani dengan tangan kosong. Ini yang dilakukan Muslim Turki dan itu yang mengesahkan, menurut mereka, untuk membenci Islam.

Keluarga Ibu saya tinggal di sebuah pulau Yunani di perbatasan antara Yunani dan Turki. Selama serangan Turki berlangsung, Turki menguasai pulau tersebut, membakar rumah-rumah. Demi keselamatan, penduduk pulau pun melarikan diri di daratan utama Yunani. Lebih banyak alasan lagi untuk membenci Muslim Turki.

Yunani, lebih dari 400 tahun dikuasai Turki. Akhirnya kami, kaum muda Yunani diajarkan untuk meyakini bahwa setiap kejahatan yang dilakukan terhadap Yunani, adalah tanggung jawab Islam. Jadi, selama beratus tahun kami diajari, dalam buku-buku sejarah dan agama, untuk membenci dan mengolok-olok agama Islam.

Dalam buku kami, Islam bukanlah sebuah agama dan Rasul Muhammad saw. bukanlah nabi. Ia hanyalah seorang pemimpin dan politisi sangat cerdas yang mengumpulkan aturan dan hukum dari kitab Yahudi dan Kristen. Lalu ia menambahi dengan ide-idenya sendiri dan menguasai dunia. Continue reading


Tulislah pengalamanmu!

Assalaamu’alaikum wr wb

Menuliskan pengalaman itu asik lho. Kita bisa ‘merekonstruksi’ kejadian yang pernah kita alami. Kita bisa menceritakan ulang dalam sebuah tulisan. Apalagi jika kita bisa merangkainya dengan jalinan kata dan kalimat yang enak dibaca, mudah dipahami dan memberikan pencerahan kepada pembaca.

Banyak orang yang sudah mempraktikkan bagaimana menuliskan pengalaman yang didapatnya, lalu dibagikannya kepada pembaca. Gola Gong, ia pernah berkeliling Asia, dan menceritakan pengalamannya dalam bukunya yang berjudul The Journey [from Jakarta to Himalaya]–oya buku ini merupakan ‘daur ulang’ dari buku sebelumnya yang berjudul Perjalanan Asia. Selain Mas GG, ada cukup banyak penulis yang menceritakan pengalaman mereka dan membukukannya. Misalnya, The Naked Traveler (Trinity), Ciao Italia: Catatan Petualangan Empat Musim (Gama Harjono), Keliling Eropa 6 Bulan Hanya 1000 Dolar (Marina Silvia K), Independent Traveling (Agung Basuki), juga Edensor (Andrea Hirata) yang merupakan buku ketiga dari tetralogi Laskar Pelangi.

Atau, mungkin perlu juga membaca catatan-catatan perjalanannya Gerson Poyk. Dia adalah reporter Indonesia terbaik dalam dasawarsa 1980-an. Dua tahun berturut-turut ia memenangkan hadiah Adinegoro. Mau contoh hasil reportasenya? Ini dia: Continue reading


Asal Mula Rumah Sakit dalam Sejarah Islam

ilustrasp | foto: www.republika.co.id

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA–Kemajuan bidang medis memicu perkembangan lebih jauh. Tak melulu karya dan pemikiran yang berserak. Namun, pada akhirnya muncul sebuah institusi berupa rumah sakit. Keberadaan rumah sakit selain berfungsi sebagai pusat pelayanan kesehatan juga menjadi sentra pengembangan ilmu medis.

Rumah sakit yang representatif paling awal dibangun di Baghdad, Irak pada masa pemerintahan Dinasti Abbasiyah. Tepatnya, ketika Harun al-Rasyid (786809) menjadi khalifah. Rumah sakit dikenal dengan sebutan bimaristan atau maristan. Bangunan rumah sakit di Baghdad besar dan megah.

Rancang bangunnya menjadi acuan bagi rumah sakit lainnya yang baru didirikan di wilayah Islam. Gambaran mengenai rumah sakit di Baghdad disampaikan oleh sejarawan Muslim terkemuka al-Jubair. Ia mengunjungi Baghdad pada 1184 Masehi. Menurutnya, perlengkapan rumah sakit sangat memadai.

Bahkan ia mengungkapkan, kemegahannya tak kalah dengan istana khalifah. Kebutuhan air bersih di rumah sakit disalurkan langsung dari Sungai Tigris. Pada masa selanjutnya, umat Islam membangun sejumlah rumah sakit besar dan terintegrasi. Maksudnya, rumah sakit itu mampu memberi pelayanan pengobatan beragam jenis penyakit.

Selain itu, terdapat fasilitas rawat inap, ruang penyimpanan dan pelayanan obatobatan, tempat pendidikan bagi dokter dan tenaga medis, perpustakaan, bahkan menjadi pusat pengembangan ilmu serta praktik kedokteran. Sebagian besar rumah sakit Islam berkonsep modern sudah memiliki standar semacam ini. Continue reading


Manfaatkan Liburan dengan Belajar MENULIS!

Assalaamu’alaikum wr wb

Bagi Anda yang ingin memanfaatkan waktu liburan untuk kegiatan positif dan mengasah kemampuan dalam menulis, kini kesempatan itu tiba. Menyambung informasi yang sudah disampaikan pekan kemarin, bahwa [menuliskreatif] dan MediaIslamNet bekerjasama menyelenggarakan WORKSHOP ‘MENULIS ITU MUDAH” pada tanggal 28 dan 29 Desember 2010 serta tanggal 4 dan 5 Januari 2011.

Maka, saya infokan kembali bahwa hari ini adalah pengumuman terakhir untuk mengingatkan Anda yang mau mendaftar dalam program tersebut. Informasi lengkap mengenai acara WORKSHOP “Menulis Itu Mudah”, silakan diklik di sini.

Terima kasih

salam,

O. Solihin


Hidup Ini, Hanya Sekali dan Sesaat Saja

gaulislam edisi 166/tahun ke-4 (21 Muharam 1432 H/ 27 Desember 2010)


Bro en Sis, makasih udah setia nungguin gaulislam setiap pekannya. Nggak terasa ya, edisi pekan ini adalah edisi terakhir di tahun 2010, karena pekan depan insya Allah kita sudah berada di awal tahun 2011, dan tentunya kita semakin tua. Itu artinya pula, kian berkurang saja jatah hidup kita di dunia ini. Semoga hidup kita senantiasa lebih baik dari hari ke hari. Dan, insya Allah kamu semua tetap akan mendapatkan informasi, yang tidak saja menarik, tetapi juga bermanfaat dari buletin gaulislam. Sebabnya apa? Karena kami di gaulislam sangat sayang sama kamu semua. Cieee.. ini bukan rayuan gombal maupun rayuan gembel, tapi jujur ini datangnya dari lubuk linggau, eh maaf, dari lubuk hati yang paling dalam. Semoga saja kami di gaulislam bisa selalu memberikan yang terbaik untuk kamu semua dalam belajar Islam. Insya Allah ya.

Kamu mungkin bertanya-tanya kali ya, kenapa sih gaulislam bahas tema beginian? Kenapa nggak bahas soal kekalahan timnas sepakbola Indonesia yang dibantai timnas sepakbola Malaysia 3 gol tanpa balas di Final leg 1 AFF Cup? Bukankah kita semua udah paham bahwa hidup kita memang hanya sekali dan hanya sesaat di dunia ini? Ya, memang benar. Hidup kita hanya sekali dan sesaat saja di dunia ini. Semua orang insya Allah banyak yang tahu dan sudah sering dibahas. Namun, saya juga masih menyimpan rasa khawatir, khususnya buat kamu para remaja. Why? Yup, karena meski kelihatannya udah tahu dan ngerti, tetapi sering LUPA. Catet ya, saya tulis dengan huruf kapital semua: LUPA. Kita dan kamu semua bukan berarti tidak tahu bahwa hidup di dunia ini singkat. Nggak, bahkan sangat paham. Tapi sayangnya banyak yang lupa kalo hidup ini ternyata singkat. Kadang malah kita juga lupa identitas kita sebagai muslim dan cinta Islam. Buktinya ya lebih kecewa timnas sepakbola Indonesia keok ketimbang kecewa bahwa banyak kaum muslimin yang melanggar syariat. Ya, itu namanya lupa dalam menentukan prioritas amal perbuatan, termasuk dalam menentukan cara berpikir dan berperasaan. Kok bisa lupa?

Bisa saja, Bro en Sis. Namanya juga manusia. Tempatnya salah dan dosa. Memang harus diakui juga bahwa ada manusia yang menyadari kesalahan dan dosa yang diperbuatnya, sehingga ia benar-benar bertobat dan ada juga yang nggak nyadar-nyadar sampe wafat. Nah, kamu mau pilih yang mana? Manusia yang mau mengakui kesalahannya atau tetap bangga dengan kesalahannya? Continue reading


Ketika Sukina Douglas Pilih Tukar Rambut Gimbal dengan Kerudung

Sukina Douglas (kiri) | Foto: www.republika.co.id

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON–”Islam merendahkan perempuan? Anda baca lagi literaturnya dengan benar,” ujar Sukina Douglas. Mendengar penyair muda Inggris ini bertutur tentang Islam, orang tak akan menyangka dia belum lima tahun menjadi Muslim.

Sebelumnya, ia selalu menggeleng ditanya agama. “Sebelum saya menemukan Islam, pandangan saya tegas tetap pada Afrika. Agama saya Afrika. Saya  dibesarkan sebagai seorang Rastafarian dan memiliki rambut gimbal panjang: satu setengah pirang dan setengah lainnya hitam,” ujarnya.

Kemudian, pada tahun 2005, mantan pacarnya kembali dari perjalanan ke Afrika dan mengumumkan bahwa ia akan masuk Islam. Saat itu dia sangat marah dan mengatakan bahwa dia telah ‘kehilangan akar Afrika’-nya. “Mengapa ia mencoba untuk menjadi orang Arab? Setiap kali saya melihat seorang wanita Muslim di jalan saya berpikir, mengapa mereka harus ditutp-tutup seperti itu? Bukankah mereka panas?” ujarnya mengisahkan.

Namun diam-diam, ia melahap buku-buku keislaman. “Ketika saya mulai membaca otobiografi Malcolm X di universitas, sesuatu  terbuka dalam diri saya. Suatu hari saya  berkata kepada seorang sahabat, Muneera, ‘Aku jatuh cinta dengan Islam. “Dia tertawa dan berkata,” Jadilah tenang, tak usah terburu-buru!” Continue reading


Mencari Bank Syariah Bebas Riba

Assalaamu’alaikum wr wb

www.oegloer.multiply.com

Sejak kemunculan bank syariah di Indonesia, saya memang berharap banyak institusi keuangan ini mampu menjawab kekhawatiran kaum muslimin yang ingin menghindari riba dalam transaksi keuangannya. Dan, memang itulah yang dijanjikan setiap pengelola bank syariah selama ini dalam promosinya.

Saya sengaja menulis dengan judul seperti ini: “Mencari Bank Syariah Bebas Riba”. Sebab, dengan munculnya bank-bank syariah dari banyak pengelola bank konvensional, bagi saya pribadi, ada dua poin yang menancap di benak saya. Pertama, itu artinya akan mudah untuk melakukan transaksi bebas riba, di bank manapun karena banyak pilihan dan mudah aksesnya.  Kedua, saya justru jadi bertanya-tanya (atau mungkin tepatnya mempertanyakan) “kebersihan” dan “kesucian” mekanisme yang dilakukan bank konvensional ketika ikut terjun di bisnis syariah.

Kehawatiran ini, bagi saya, dan juga beberapa kawan yang menyaksikan fenomena kemunculan bank syariah yang bak jamur di musim hujan, jadi wajar-wajar saja. Ini seperti memiliki rasa bahagia tapi sekaligus cemas. Maklum, bagi kaum muslimin yang tetap mendambakan kebersihan transaksi keuangannya yang bebas riba, pantas jika harus berhati-hati. Inilah tantangan yang perlu dijawab oleh institusi perbankan syariah yang saat ini banyak bermunculan dan pastinya akan menciptakan kompetisi di antara mereka. Namun, kompetisi itu bisa saja menjadi tidak lagi dilirik oleh calon nasabah yang “hati-hati” dan ketat dalam menyeleksi bank syariah yang akan menjadi mitra dalam transaksi keuangannya. Continue reading


Melawan Liberalisme (bisa) dengan Sastra

Judul buku: KEMI: Cinta Kebebasan yang Tersesat | Penulis: Adian Husaini | Penerbit: Gema Insani, Oktober 2010 | Jumlah halaman: 316 hlm.

Saya mengenal sosok Adian Husaini pertama kali ketika saya masih SMA. Jika tidak salah itu pada tahun 1990-1991. Waktu itu saya diajak ikut mabit di sekitar desa Cinangneng. Tempatnya di Pesantren Darul Falah, pimpinan Ustadz Abdul Hanan. Jika dari kampus IPB Darmaga, bisa dituju dengan mengikuti jalan yang mengarah ke Ciampea. Waktu itu malam hari. Dinginnya udara  tak membuat kami beku semangat. Saya pribadi, merasakan saat-saat yang akan membawa saya pada jalan baru kehidupan: dakwah. Di sini saya merasakan atmosfir semangat perjuangan Islam.

Mas Adian, biasa saya memanggilnya. Saya tidak begitu mengenalnya. Bahkan hingga saat ini pun jika bertemu ya sekadar say-hello saja. Waktu itu pun saya kenalnya melalui adiknya, yakni Mas Nuim Hidayat, salah satu dari sekian banyak mahasiswa IPB yang rela memberikan ilmu keislaman kepada saya dan kawan-kawan semasa SMA.

Pada pertemuan pertama dengan Mas Adian di tahun 1990-1991 itu saya merasa salut karena ia menjadi pemandu saat kami nobar (nonton bareng film Ar-Risaalah, dengan dubbing versi bahasa Arab). Mas Adian dengan sabar menjelaskan adegan demi adegan yang tampil di film garapan Moustapha Akkad, sutradara asal Libanon itu. Saya sendiri masih ingat kejadian saat itu. Emosi saya terasa diaduk-aduk ketika menyaksikan film tersebut. Sebab, meskipun berbahasa Arab, tapi dijelaskan dengan amat bagus oleh Mas Adian Husaini. Saya pribadi sangat terkesan. Ada banyak rasa di situ: sedih, haru, marah, kesal, tapi juga dipenuhi semangat. Saya merasa bahwa inilah dunia yang harus saya jalani. Jalan cinta para pejuang dakwah. Continue reading


Workshop “Menulis Itu Mudah!”

Assalaamu’alaikum wr wb

[menuliskreatif] bekerjasama dengan MediaIslamNet mengadakan WORKSHOP “MENULIS ITU MUDAH”. Materi yang diajarkan seputar dasar-dasar penulisan seperti: Tips Mencari Ide dan Mengembangkannya; Mengatasi Deadlock dalam Menulis; Memilih dan Memilah Tema; Mencari Bahan dan Data untuk Menulis; Membuat Tulisan yang Segar. BONUS: tips membuat BLOG sederhana.

Metode belajar adalah Teori dan Praktik. Dengan prosentasi 30% Teori dan 70 % Praktik. Sebab, menulis adalah keterampilan yang harus terus diasah, maka praktik menulislah yang akan diperbanyak.

Dibimbing langsung oleh O. Solihin, penulis buku-buku remaja, editor buletin gaulislam, dan owner website [menuliskreatif].

Tempatnya di: Pesantren Media [Komplek Laladon Permai, Jl. Seruni E-3, Ciomas, Bogor]

Waktunya: Setiap hari Selasa dan Rabu, Pukul 13.00-16.30 WIB (ada break untuk istrihat dan shalat Ashar). Workshop dimulai pada tanggal 28 dan 29 Desember 2010 serta 4 dan 5 Januari 2011. Jadi, ada 4 kali pertemuan.

Berapa biayanya? Insya Allah ini harga promosi dan murah (tapi tidak murahan). Bagi yang berminat, cukup membayar Rp 50.000 (lima puluh ribu rupiah) untuk 4 kali pertemuan. Murah bukan? Silakan dihitung lagi, Anda hanya membayar Rp 12.500 per 1 kali pertemuan!

Untuk efektivitas belajar, maka peserta dibatasi maksimal 15 orang.*

Pendaftaran langsung ke [menuliskreatif], via email: kmo@menuliskreatif.com atau via SMS: 0817-9949470.

Biaya pendaftaran bisa transfer** atau bayar langsung di tempat workshop.

Ayo, buruan sebelum jatah kursinya kehabisan!

Salam,

O. Solihin

* Bisa booking dari sekarang, via SMS atau email. Pembayaran boleh di tempat workshop.

** nomor rekening untuk transfer akan dikirim via SMS atau email sesuai dengan permintaan calon peserta.


Jejak Perjalanan Sains dalam Dunia Islam

ilustrasi | foto: www.republika.co.id

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA–Transformasi peradaban menyentuh bangsa Arab. Para sejarawan mencatat terjadinya perubahan besar berupa pencapain luar biasa di bidang sains dan teknologi. Pada awalnya, tak banyak yang bersentuhan dengan ilmu pengetahuan. Kedatangan Islam mengantarkan mereka pada beragam literatur.

Istilah ilmu atau ilmu yang terdapat dalam kitab suci dan hadis, mendorong geliat tradisi keilmuan. Mereka menyerap ilmu pengetahuan dari beragam sumber. Pedagang dan penjelajah Muslim berperan besar dalam memajukan gairah perubahan di kalangan masyarakat Arab Muslim pada masa awal.

Mereka berasal dari Makkah, Madinah, dan Yaman. Setelah mengadakan perjalanan melintasi gurun pasir, mereka mencapai Mesir, Mesopotamia, dan Suriah yang dikenal sebagai pusat peradaban kuno. Dari wilayah-wilayah itu, berbagai pemikiran ilmiah maupun teknik instrumen lawas dibawa dan diperkenalkan ke jazirah Arab.

Di saat yang bersamaan, muncul kelompok baru di masyarakat Muslim, yakni kalangan terpelajar yang terdiri dari ulama, filsuf, dan cendekiawan. Para tokoh ini sangat tertarik dengan keunggulan peradaban kuno. Mereka menjelma sebagai pendorong utama percepatan kemajuan ilmu di dunia Islam. Continue reading


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 874 other followers