Arsip Bulanan: Oktober 2011

Bercermin dari Junior Master Chef

  gaulislam edisi 210/tahun ke-5 (4 Dzulhijjah 1432 H/ 31 Oktober 2011)

Junior Master Chef, sedang berpose

Apaan sih Junior Master Chef? Bisa jadi nggak banyak yang ngeh sama nama program talent show yang satu ini. Tapi, kalo kamu ingat dengan program Master Chef Indonesia, pastinya bisa mulai nebak-nebak Junior Master Chef (JMC) program yang serupa.

Yup! JMC adalah versi junior dari program televisi Master Chef, acara cooking game show  yang memilih koki dengan keahlian memasak yang dinilai terhebat oleh para juri.

JMC yang saat ini on air di salah satu televisi swasta lokal adalah JMC Australia. Versi junior dari show ini membuka peluang bagi anak-anak usia 8-12 tahun sebagai kontestan. Anak-anak itu bersaing untuk menjadi koki cilik paling hebat di Australia. Continue reading


Weblog saya di ‘episode baru’ :-)

Assalaamu’alaikum wr wb

Februari 2009, saya mendaftarkan domain osolihin.com. Tetapi di tahun 2010 karena tidak bisa diperpanjang (sebabnya perusahaan tempat saya mendaftar domain bangkrut, hehe.. jangan sampe terulang lagi), maka akhirnya hilanglah kepemilikan domain itu. Dan, domain itu sudah dibeli seseorang di Amerika. Dia mau melepas domain osolihin.com asalkan calon pembeli membayar sejumlah uang yang cukup besar (jauh di atas biaya domain per tahun). Maka, saya tunggu hingga domain itu expire dan dilepas secara otomatis. 31 Agustus 2011 saya sudah ancang-ancang untuk membeli domain osolihin.com karena itu waktu yang sudah ditentukan pihak penyedia domain untuk didelete dan dilepas ke publik. Eh, saya telat lagi, domain osolihin.com sudah dimiliki orang lain kembali. Gigit jari deh. Hehehe…

Akhirnya, tanggal 2 September 2011 saya memilih membeli domain osolihin.net saja. Pertimbangannya, nama “osolihin” termasuk yang diburu. Jadi, saya lock aja terlebih dahulu. Ciee.. maklum, blog ini, osolihin.wordpress.com pagerank-nya saat ini 4/10. Sebelumnya pernah 5/10. Jadi, wajar kalo diburu oleh mereka yang menganggapnya bisa bernilai jual tinggi karena pengunjungnya banyak.

Nah, di ‘episode baru’ ini, Anda bisa menikmati weblog saya lagi. Isinya lebih simpel dan fokus ketimbang blog ini. Kalo mau berkunjung, silakan saja klik gambar di bawah ini:


Tiga Tahun Lalu Saat Mendengar Adzan, Tiba-tiba Lieslie Carter Menangis Begitu Saja

Leslie Carter, mualaf asal Irlandia | Foto: www.republika.co.id

REPUBLIKA.CO.ID, Leslie Carter kini bekerja di pusat kebudayaan Islam di departemen perempuan sebagai koordinator wanita. Wanita asal Irlandia ini sudah tiga tahun menjadi Muslim. Ia berpindah agama dari Kristen. “

Saya bangga dilahirkan sebagai orang Irlandia. Saya juga bangga menjadi seorang muslim,” tuturnya.

Sekilas mengenai kehidupan sipil di Irlandia, semua urusan agama dipisahkan dengan urusan yang lain. Saat pusat budaya Islam diIrlandia dibangun pada 1996, ia melihat pusat budaya itu sebagaisesuatu yang sangat menakjubkan.

Pusat perkumpulan orang Islam yang didanai oleh yayasan Al-Maktoum  Dubai ini dibangun dengan arsitektur dan interior khas Irlandia. “Sebuah hal yang menakjubkan melihat pusat kebudayaan Islam terbesardan satu-satunya di Eropa didirikan di Irlandia,” ujarnya.

Ia telah menikah dan memiliki seorang anak berusia lima tahun. Saat menikah dulu, Leslie masih menganut Kristen. Suaminya seorang Muslim.

Walaupun berbeda agama, sepasang suami istri ini tidak pernah cek cok soal agama dalam kehidupan rumah tangganya. “Saya pergi ke gereja, dia pergi ke masjid. Saya merayakan natal, dia merayakan Idul Fitri. Kami saling menghormati,” ujarnya.

Hidup bersama dengan seorang muslim, membuatnya merasakan banyak kemiripan antara Islam dan Kristen. “Masing-masing kami mempercayai nabi, malaikat. Kami sama-sama tidak boleh mencuri, tak boleh membunuh,” ujarnya.

Yang berbeda adalah soal pengakuan trinitas. Kristen yang selama ini ia kenal adalah agama yang paling dekat dengan Islam. Lieslie pun sebenarnya telah memiliki banyak pertanyaan tentang kekristenanya selama masih remaja. Ia selalu merasa tidak nyaman ketika harus melakukan pengakuan dosa. Continue reading


Bunuh Diri Bukan Solusi

gaulislam edisi 209/tahun ke-5 (26 Dzulqaidah 1432 H/ 24 Oktober 2011)

 

Bagi kamu yang ngefans sama drama Korea atau semua yang berbau Korea, tentunya mengenal Cha Dong Hae. Yup, doi adalah mantan anggota SG Wannabe (grup paling populer di Korea). Kenapa dia? Bunuh diri! Hmm.. kian menambah panjang daftar selebritis Korea yang meninggal bunuh diri. Hae memang dikabarkan menderita depresi berat setelah dua tahun lalu ditinggal mati manajernya — yang juga bunuh diri di sebuah hotel.

Bro en Sis, sejak tahun 2005, selain Cha Dong Hae, tercatat ada 9 seleb Korea yang bunuh diri, termasuk Park Yong-ha, aktor Korea yang dikenal lewat serial Winter Sonata ini ditemukan tewas bunuh diri di rumahnya. Dia menggantung diri menggunakan kabel charger telepon genggam. Berikut daftar selebritis Korea yang memilih bunuh diri: Lee Eun-ju, 2005 (aktris). Sahabat dan temannya mengatakan bahwa Eun-ju mengalami depresi yang akut. U-Nee, 2007 (penyanyi). Kabarnya dia mengalami depresi dan tekanan luar biasa dari fansnya di internet. Jung Da-bin, 2007 (bintang televisi). Depresi.

Di tahun 2008, ada Ahn Jae-hwan (aktor). Utangnya segede gunung ke lintah darat, bisnisnya bangkrut, akhirnya dia memutuskan bunuh diri. Choi Jin-sil, 2008 (artis). Depresi setelah bercerai. Bebannya kian berat saat ia dituduh  di internet sebagai salah satu pihak yang menyebabkan Ahn Jae-hwan bunuh diri. Jang Ja-yeon, 2009 (model dan artis). Dalam catatan bunuh dirinya, Jang Ja-yeon mengatakan ia sering dipaksa untuk “melayani” petinggi di bidang hiburan.

Pada 2010, Kim Daul (model) melakukan bunuh diri di Prancis setelah merasa tekanan dunia model terlalu berat baginya. Choi Jin-young, 2010 (aktor dan penyanyi). Bunuh diri setelah menderita akibat kematian adik tercintanya. Park Yong-ha, 2010 (aktor dan penyanyi). Ia bunuh diri akibat depresi harus mengatur masalah karir dan bisnis di samping merawat kedua orang tuanya yang sakit parah.   Continue reading


Menulis Hasil Wawancara

Sebenarnya nggak terlalu beda jauh, antara menulis berita, feature, dengan hasil wawancara. Cuma, kayaknya yang membuat beda itu adalah bagaimana merangkum semua hasil ‘obrolan’ kita dengan narasumber yang kita wawancarai. Untuk bisa menuliskan hasil wawancara dengan oke dan enak dibaca, ada beberapa tahapan yang kudu diperhatikan sebelum melakukan wawancara. Sebab, melakukan wawancara adalah satu bagian dalam proses penggalian bahan tulisan. Kita harus bisa mengeksplorasi seluruh kemampuan kita untuk menggali ide-ide yang tertanam dalam benak narasumber kita. Apalagi, jika narasumber yang kita wawancara termasuk tokoh penting dan udah ngetop di kalangan banyak orang.

Nah, ada beberapa persiapan awal sebelum wawancara yang bisa Anda lakukan. Pertama, menentukan topik. Jelas dong, jangan sampe Anda datang ke narasumber dengan ‘kepala kosong’. Ini bakalan menjadi blunder buat Anda yang nekat datang tanpa menentukan topik wawancara. Bukan hanya narasumber yang bakalan bingung, tapi Anda juga akhirya cuma bengong. Sama halnya dengan kalo Anda naik panggung untuk ngisi presentasi, tapi dengan ‘kepala kosong’. Hasilnya, mudah ditebak, Anda bingung! Tul nggak? Kata William Shakespeare, “Barangsiapa yang naik panggung tanpa persiapan, maka ia akan turun dengan kehinaan,” Walah?

Sobat muda muslim, langkah kedua dalam persiapan melakukan wawancara adalah menyiapkan ‘pertanyaan jitu’, ada sebagian wartawan menyebutnya ‘pertanyaan peluru’ (loaded question). Ini akan menentukan tingkat kemampuan si pewawancara. Bahkan sangat boleh jadi akan menghasilkan isi wawancara yang berbobot. Apalagi tokoh yang kita wawancarai memang terkenal dan berpengaruh. Tapi harap diingat dong, bahwa jangan sampe kita terpaku kepada rumusan pertanyaan yang udah kita buat. Itu bisa menjebak kita nantinya dalam kekakuan. Tapi, pastikan bahwa Anda dapat mengembangkan pertanyaan lain saat wawancara terjadi. Jadi bisa bersumber dari pertanyaan narasumber. Continue reading


Raphael: Apapun Masa Lalu Saya, Alhamdulillah Saya Kini Islam

Raphael | Foto: www.republika.co.id

REPUBLIKA.CO.ID, Raphael, seorang warga negara Amerika Serikat menyadari betul setiap hal yang terjadi pada manusia sudah ditentukan oleh Allah. Semua itu sudah tertulis rapi, ketika malaikat meniupkan ruh ke dalam rahim seorang ibu ketika usia kandungannya mencapai 120 hari. Ia bersyukur, terlepas dari agama apa pun yang pernah ia anut di masa lalu, kini ia menjadi seorang muslim. Alhamdulillah.

Ia mengaku jatuh cinta dengan Alquran, apalagi dengan surat An-nasr.  “Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan, dan kamu lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong, maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima taubat.” (QS. An Nashr: 1-3)

Alquran menurut dia adalah buku terbaik yang pernah ada. “Buku itu perlu dibaca untuk keselamatan umat manusia. Membaca Alquran sama saja dengan mencari tahu apa kehendak Tuhan,” ujarnya.

Perlu perjalanan spiritul yang cukup panjang baginya sampai bisa menikmati nikmat Islam. Ia mengatakan Islam adalah satu-satunya agama yang tak perlu didebat. “Semuanya diterima dengan rasa keimanan,” ujarnya.

Setelah memutuskan untuk memluk Islam, ia mengaku menerima apa yang diberikan Allah. Ia berharap  bisa melakukan yang terbaik dalam menjalani agama Islam. Continue reading


Reshuffle Kabinet: Solusi atau Problem?

Selasa malam (18/10/2011), Presiden SBY mengumumkan susunan menteri baru dalam kabinetnya. Sebenarnya saya tidak terlalu tertarik, selain saat diumumkan itu saya sedang mengajar di kelas menulis online, juga bagi saya reshuflle itu tidak akan membawa perbaikan untuk mengatasi kondisi saat ini. Sebagaimana yang sudah kita ketahui hasilnya, beberapa menteri lama didelete (termasuk ada yang mengundurkan diri sebelum diumumkan reshuffle), dan posisinya digantikan dengan wajah baru (atau muka lama tapi menduduki jabatan baru—hanya pergeseran posisi saja). Selengkapnya bisa di baca di sini.

Namun, jika menyimak fakta dalam reshuffle kali ini, justru kabinet ini tidaklah ramping. Makin tambun saja. Terbukti dengan penambahan beberapa wakil menteri dalam beberapa kementerian (ada 13 wakil menteri, ditambah dengan 6 wakil menteri yang sebelumnya sudah ditetapkan presiden, jauh sebelum reshuffle kali ini). Ini tidak saja membuat birokrasi diduga akan kian lambat, juga tidak efektif dan pemborosan anggaran negara (mana mungkin wakil menteri tidak digaji, pastilah ongkos transportasi dan uang makan haruslah ada, dan itu tentu saja di luar gaji dan tunjangan). Tetapi sepertinya sudah dikalkulasi oleh Presiden SBY untuk hal tersebut.

Namun terlepas dari kabinet ini menjadi tambun bin gemuk dan pos anggaran pengeluaran kian menyedot APBN), yang perlu diwaspadai adalah Presiden SBY sedang menumpuk barikade di sektor pertahanan untuk mengamankan kekuasaannya. Ini memang baru asumsi, atau bolehlah sedikit lebih keren disebut analisis, bahwa dengan hak prerogatif presiden, sangat mungkin untuk menggunakan kekuasaan dan logika kekuatannya dalam mengamankan kekuasaan dengan cara memilih orang-orang yang bisa menjadi tameng.

Jika melihat susunan terbaru hasil reshuffle, sepertinya Pak SBY tidak berniat secara sungguh-sungguh merombak kabinetnya. Beberapa menteri yang lalai dalam tanggungjawab dan tugasnya, malah tetap bercokol dan menduduki posisinya semula. Padahal, menteri yang bersangkutan gagal dalam bertugas. Apakah karena dia bagian dari partainya atau karena ada deal politik dengan partai koalisi? Memang ada yang diganti karena sudah jelas kelalaiannya seperti menteri perhubungan, Freddy Numberi (dari Partai Demoktrat). Tetapi penggantinya adalah EE Mangindaan (juga kader Partai Demokrat), yang sebelumnya menjabat Menneg Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Ini sebagai contoh saja. Sebab, ada beberapa menteri yang hanya bertukar posisi jabatan saja dan umumnya dari legiun yang sama (baca: partai yang sama). Continue reading


Islam Memuliakan Wanita

Rasulullah saw. membuat empat garis seraya berkata: “Tahukah kalian apakah ini?” Mereka berkata: “Allah dan RasulNya lebih mengetahui.” Nabi SAW. lalu bersabda: “Sesungguhnya wanita ahli surga yang paling utama adalah Khadijah binti Khuwailid, Fathimah binti Muhammad saw., Maryam binti ‘Imron, dan Asiyah binti Mazahi.” (Mustadrak ash-Shahihain 2:497)

Sabda Rasulullah saw. yang lain: “Takutlah kepada Allah dan hormatilah kaum wanita.” (HR Muslim)

Itulah sebagai tanda cinta Islam kepada wanita. Islam memuliakan wanita, dan menempatkannya dalam kedudukan yang terhormat. Kita tahu, bahwa wanita itu makhluk yang lemah dan rentan terhadap tindak kejahatan.

Pelecehan seksual kerap mendera kaum wanita. Namun kita juga sering dibuat aneh dengan sikap wanita di jaman sekarang ini. Berlindung di balik kedok emansipasi, kaum wanita malah membuat peluang untuk dilecehkan. Karena menginginkan peran ganda dalam kehidupannya dan ingin bersaing dengan laki-laki, akhirnya mereka sendiri yang kedodoran menahan gempuran pelecehan seksual yang jelas membahayakan kesucian dan kehormatan dirinya.

Dalam masyarakat kapitalis, wanita sudah dijadikan komoditas yang diperjual-belikan. Mereka dijadikan sumber tenaga kerja yang murah dan dieksploitasi untuk menjual barang. Dan ini telah banyak memakan korban dan merendahkan martabat wanita yang dalam Islam sangat dihormati. Wal hasil, emansipasi yang sebenarnya mengangkat wanita dari perbudakan dan dominasi kaum pria, malah membuatnya semakin amburadul. Continue reading


Memilih Topik

Pertanyaan yang kerap muncul dari benak kita saat hendak menulis, “Topik apa ya yang cocok?” Tolong, pertanyaan seperti itu jangan dijadikan beban. Anggap saja sebagai hal biasa. Apa yang enak dibahas dalam buku harian? Hmm… yang enak untuk dibahas adalah hal-hal umum yang berkesan dan menarik. Bisa menyedihkan, bisa pula yang menggembirakan. Seperti apa sih? Pengalaman pertama masuk sekolah, pengalaman berkenalan pertama kali dengan teman di sekolah, hari pertama masuk kerja, mendapat uang gaji pertama kali, bertemu sang kekasih hati, pengalaman saat melamar, pengalaman ketika menikah, dan lain sebagainya. Pokoknya, segala hal yang seru dan menarik. Semua itu bisa membuat kita betah menuliskannya berlembar-lembar. Asyik. Termasuk, yang enak dibicarakan adalah hal yang baru. Misalnya punya mobil baru, punya teman baru, punya rumah baru, dan segala hal yang baru-baru deh. Topik seperti itu ditanggung antimanyun. Pas banget untuk dituangkan di buku harian. Continue reading


Saling Memahami

Tak seorang pun manusia yang sudi menjadi budak orang lain. Seorang pemimpin, meski ia memiliki bawahan, tetapi tetaplah ia tak bisa memiliki dan mengendalikan secara penuh bawahannya. Kumpulan manusia yang menjadi tanggung jawabnya itu sejatinya adalah mitra yang bisa diajak kerjasama untuk mewujudkan berbagai keinginan dan harapan yang telah disepakati bersama. Itu sebabnya pula, seorang bawahan sejatinya jangan merasa dikerdilkan perannya, tapi menjadi pendukung gerak dalam meraih keinginan dan harapan yang disepakati bersama atas keputusan yang ditetapkan atasan. Alangkah indah hubungan seperti ini, karena kita bukan saja bisa bersama tapi sekaligus bersatu.

Kebersamaan dan kesatuan yang terjalin erat di antara kita tentunya dibangun oleh sebuah komitmen. Komitmen untuk salah memahami. Sebab, tanpa saling memahami, kita akan senantiasa salah paham dan bahkan salah persepsi. Tidak seiring sejalan, tidak kompak dan malah bertolak belakang. Masing-masing merasa benar sendiri, masing-masing merasa paling tahu. Jika ini yang terjadi, berarti komunikasi di antara kita telah gagal dan tentu saja tak akan pernah terwujud itikad untuk saling memahami.

Pasangan suami-istri yang tak saling memahami karakter masing-masing, dipastikan rumah tangga mereka hambar dan rawan konflik. Bukan cinta yang kian tumbuh tapi ketidakcocokkan yang makin sering terjadi. Padahal, cinta akan bersemi dan mekar di antara pasangan suami-istri tersebut ketika mereka berusaha untuk mengidentifikasi pribadi masing-masing. Waktu yang dilalui bersama akan mempertemukan mereka lebih sering dan semakin memberi peluang untuk mengungkap dan mengetahui karakter masing-masing.

Cinta akan tumbuh ketika kondisi personalitas dari pasangan suami-istri ini semakin dipahami oleh kedua belah pihak. Sehingga, kekurangan dan kelebihan yang ada di antara mereka akan diketahui dan keduanya akan saling memaklumi kondisi masing-masing. Pada saat itulah, hubungan mereka akan kian hangat, romantis, dan penuh kasih sayang. Mereka akan sama-sama berusaha untuk saling melengkapi dan menguatkan. Saling percaya dan saling peduli.

Begitu pun dengan dua orang sahabat yang saling mencintai tak mungkin bisa terus langgeng ikatan persahabatannya, tanpa itikad baik untuk saling memahami pribadi masing-masing. Memahami pribadi masing-masing berarti harus rela untuk menerima kenyataan bahwa hakikatnya kita bukanlah manusia yang sempurna. Itu sebabnya, jangan takut mengakui bahwa diri kita tidaklah sempurna. Ketidaksempurnaan inilah yang merupakan sulaman benang rapuh untuk mengikat kita satu sama lain.

Saling memahami, juga akan menghindarkan kita dari prasangka buruk terhadap sahabat kita. Rasulullah saw. bersabda: “Jauhilah prasangka, karena prasangka itu merupakan perkataan yang paling dusta.” (HR Bukhari dan Muslim)

Begitu pula jika kita ingin saling memahami dengan saudara kita, maka tunjukkan bahwa diri kita mencintainya. Agar ia paham, bahwa dirinya kita cintai. Sabda Rasulullah saw., “Jika salah seorang di antara kalian mencintai saudaranya, maka hendaklah ia menyatakannya kepadanya.” (HR at-Tirmidzy, Abu Daud dan Bukhari)

Salam,

O. Solihin


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 874 other followers