Arsip Bulanan: Nopémber 2011

Kumpulan MP3 Talkshow Remaja

Assalaamu’alaikum wr wb

Bagi teman-teman yang membutuhkan koleksi MP3 Talkshow Remaja sebagai bahan referensi (atau minimal inspirasi) untuk kajian-kajian remaja di komunitas masing-masing, silakan saja diunduh (download).

Koleksi talkshow ini ada di: Program Voice of Islam (disiarkan lebih dari 260 radio seluruh Indonesia); Taman Curhat Remaja,Fresh! Air dan Remaja Shalihin di Radio MARS 106 FM Bogor;  juga dalam Program Acara [klinik] gaulislam di Radio KISI 93.4 FM Bogor.

Salam,

O. Solihin

==

Silakan didownload dan dengarkan serta ambil manfaatnya:

Program Voice of Islam

1. MEDIA WATCH: Youtube dan Kreativitas [unduh di sini]

2. MEDIA WATCH: Film “?” dalam Perspektif Komunikasi Massa [unduh di sini]

3. MEDIA WATCH: Cenat-Cenut Demam Korean Wave [unduh di sini]

4. MEDIA WATCH: Terorisme di Media Massa [unduh di sini]

5. Cafe gaulislam: Kerudung Dusta [unduh di sini]

6. Cafe gaulislam: Kerenkan Dirimu [unduh di sini]

7. Cafe gaulislam: Jawab SMS dari pendengar [unduh di sini]

8. Cafe gaulislam: Jawab SMS dari pendengar [unduh di sini]

9. Cafe gaulislam: Bukan Islam KTP [unduh di sini]

10. Cafe gaulislam: Jawab Email dari pendengar [unduh di sini]

11. Cafe gaulislam: Jawab Email dari pendengar [unduh di sini]

12. Cafe gaulislam: Dilarang Percaya Paranormal [unduh di sini]

13. MEDIA WATCH: Mubaligh Layar Kaca [unduh di sini]

14. MEDIA WATCH: Bedah Buku “Bukan Ulama Biasa” [unduh di sini]

15. Cafe gaulislam: Islam yang Terasingkan [unduh di sini]

16. Cafe gaulislam: Jawab Email dari pendengar [unduh di sini]

17. Cafe gaulislam: Ideologi Suporter Sepakbola [unduh di sini]

18. MEDIA WATCH: Sinetron Religi Bermasalah [unduh di sini]

19. MEDIA WATCH: Ramadhan Tak Istimewa di Layar Kaca [unduh di sini]

20. MEDIA WATCH: Mabook Facebook [unduh di sini]

21. Cafe gaulislam: Jawab Email dari pendengar [unduh di sini]

22. MUDA: Tak Kenal Maka Tak Benci [unduh di sini]

23. MUDA: Jawab SMS dari pendengar [unduh di sini]

24. MUDA: Nggak Asal Dengerin Musik [unduh di sini]

25. MUDA: Jawab SMS dari pendengar [unduh di sini]

26. MEDIA WATCH: Buletin gaulislam, GRATIS dan IDEOLOGIS [unduh di sini]

27. MEDIA WATCH: Media untuk Anak dan Remaja [unduh di sini]

28. MUDA: Islam di Dadaku, Islam Kebanggaanku [unduh di sini]

29. MUDA: Homoseksual, Awas! [unduh di sini]

30. MUDA: Jawab Email dan SMS dari pendengar [unduh di sini]

31. MUDA: Jawab Email dan SMS dari pendengar [unduh di sini]

32. MEDIA WATCH: Berita Politik di Media Massa [unduh di sini]

33. MEDIA WATCH: Dai Muda Pilihan, untuk Apa? [unduh di sini]

34. MUDA: Bagiku Agamaku, Bagimu Agamamu [unduh di sini]

35. MUDA: Jawab SMS dari pendengar [unduh di sini]

36. MUDA: Jawab SMS dari pendengar [unduh di sini]

37. MUDA: Haruskah Merayakan Tahun Baru? [unduh di sini]

38. MEDIA WATCH: Bedah Buku “Jomblo’s Diary” [unduh di sini] Continue reading


Masih ingin belajar menulis? Klik info ini!

Assalaamu’alaikum wr wb

Saya berusaha membantu teman-teman yang masih belum bisa menulis tetapi kesulitan dalam mencari tempat belajar. Bagi yang berminat langsung saja kunjungi website khusus kepenulisan yang saya kelola. Temukan informasi dan inspirasinya di MENULISKREATIF.

Bagi Anda yang ingin belajar secara intensif dan serius, saya insya Allah bersedia menjadi mentor Anda dalam Kursus Menulis Online. Dapatkan INFORMASINYA di SINI (untuk kelas NONFIKSI). Atau DI SINI (untuk kelas FIKSI). Pendaftaran kursus hingga 30 November 2011.

Semoga bermanfaat.

Salam,

O. Solihin


Saatnya Kebangkitan Islam!

gaulislam edisi 214/tahun ke-5 (2 Muharram 1433 H/ 28 November 2011)

Apa kabar remaja muslim di tahun 1433 H? Sudah merasa jadi muslim atau belum? Sudah bergerak untuk membuat perubahan yang berarti atau enak dengan gaya lama? Masih senang hidup dalam kondisi sekularisme menggerayangi setiap sudut kehidupan kita seperti sekarang ini dari tahun ke tahun atau sudah mencoba berjuang melepaskan diri dari kehidupan sekulerisme dan berupaya menggantinya dengan gaya hidup Islam? Ah, sayang banget Bro en Sis kalo kita betah atau makin tenggelam dalam kubangan kenistaan hidup. Meski dunia dalam genggaman dan merasa bahagia, tapi nggak ada jaminan kalo di akhirat kelak kita bahagia. Iya nggak sih?

So, di tahun baru 1433 H, masih di bulan Muharam pula dan baru tanggal 2 saat buletin kesayangan kamu ini terbit (atau bertepatan dengan tanggal 28 November 2011), kita harus bangkit dari keterpurukan kehidupan selama ini. Hidup di bawah naungan sekularisme yang tak memberikan manfaat dan kenikmatan yang barokah bagi kehidupan kita. Jangan malas untuk berubah menjadi baik kawan. Semoga momen tahun baru hijriah, 1433 ini, bisa mengingatkan kembali betapa perjuangan untuk kebangkitan Islam harus terus digelorakan, dan remaja macam kamu dan kita semua wajib menjadi pejuangnya.

Sudah banyak contoh bahwa kesejahteraan hidup hanya berputar pada orang-orang kaya saja. Orang miskin gimana? Ya, makin miskin dalam kondisi kapitalisme ini. Dalam kehidupan sehari-hari udah sangat jelas bahwa banyak orang yang nggak hidup layak. Di Jakarta saja, kolong jembatan layang bukan sebatas tempat berteduh di kala panas dan hujan, tapi sudah menjadi ‘surga’ untuk hidup di bawahnya, berkembang-biak, dan menyambung hidup di ganasnya belantara ibu kota.

Ssst… pernikahan anaknya Pak Presiden SBY aja begitu mewah, pasti miliaran rupiah dihamburkan. Ini bukan ngiri bin sirik lho. Cuma kok nggak empati dengan kehidupan umumnya rakyat Indonesia. Minimal yang di dekat Istana Cipanas deh. Demi hajatan royal (boros) tersebut banyak pedagang (kebanyakan dari warga tak mampu) yang terpaksa tempat mangkalnya ditutup (bukan sementara, tapi selamanya). Ckckck…kok bisa tega ya? Continue reading


Begitu Membaca Surat Al Fatiha, Pamela Kara Tahu, Inilah yang Ia Cari Bertahun-tahun

Pamela Kara | Foto: www.republika.co.id

REPUBLIKA.CO.ID, Awalnya semua demi anak adopsi. Bagaimana bila menjadi ibu seorang anak adopsi Muslim ia tahu apa yang harus diajarkan. Namun takdir menginginkan lebih.

Wanita ini berasal dari luar Cleveland, Ohio, di bagian utara AS dekat Great Lakes. Di sanalah ia tumbuh besar. Ia telah menjadi Muslim selama 12 tahun. Sebelumnya ia dibesarkan di keluarga Protestan.

Apa yang membawanya menuju Islam? Pamela merasa kecenderungannya untuk selalu mencari kebenaran selama hidupnya telah menuntunnya ke jalan tersebut. “Saya selalu mencari sesuatu,” tuturnya meski ia mengaku pula tak benar-benar tahu apa yang ia cari saat itu.

Namun ketika beranjak dewasa, menikah dan bersiap mengadopsi anak berasal dari luar AS, dari negara Muslim, segalanya mulai berbeda. “Saya telah menikah selama 16 tahun dan saya benar-benar Kristen yang taat,” ungkapnya mengisahkan dirinya dulu.

Saat itu ia rupanya telah menikahi pria Muslim. “Tapi saya tetap Kristen. Saya bahkan tidak tertarik menemukan apa pun tentang Islam hingga akhirnya kami bersiap mengadopsi anak di rumah kami,” ungkapnya.

Saat itulah ia mulai mengambil kelas di masjid lokal. Namun niat awal Pamela hanyalah kebutuhan seorang ibu demi mendidik anaknya. “Saya akan menjadi ibu adopsi, jadi saya harus tahu seperti apa mengajari anak saya nanti. Inilah awal saya pertama kali tertarik dengan Islam.”

Setelah membaca Surat Al-Fatiha, Pamela tahu bahwa inilah yang ia cari selama ini. “Sebenarnya ketika pertama kali belajar di kelas sebuah masjid lokal, saya sempat berargumen dengan imam masjidnya dan berkata bahwa ia tidak benar-benar tahu apa yang diucapkan. Saya saat itu masih berjarak dengan apa pun, dan saya tidak bisa percaya dengan apa yang ia jelaskan,” tutur Pamela. Continue reading


Jejak Langkah 12 Tahun Sudah

Jemarimu agak dingin, Dik. Saat kuremas dengan mesra di malam pertama ketika itu, 12 tahun yang lalu. Di malam itu, aku nyaris tak percaya bahwa yang berhadapan denganku adalah seorang wanita yang sebelumnya sangat asing bagiku. Debar di dada terasa begitu kuat. Apalagi ketika itu jarak kita amat dekat. Sebelumnya, aku cukup dengan memandangmu dari kejauhan, dari tempat kost-ku di pinggir jalan itu, tentu kau masih ingat ketika kuceritakan dahulu di awal pernikahan. Bahkan aku sangat menikmati ketika adik-adik kelasku cerita tentang dirimu. Mereka belum tahu bahwa aku sesungguhnya menaruh hati padamu. Meski sinyalnya mungkin amat lemah ketika itu. Ya, adik-adik kelasku itu, para cowok itu, mereka juga kadang ngerumpi, mereka sering berkelakar bahwa dirimu, dengan dandanan jilbabmu, mengingatkan kepada seorang tokoh di cerita silat  Mandarin, Bibi Lung. Ah, itu memori yang tak bisa kulupakan. Kami pernah tertawa bersama. Dan, tetap mereka belum menyadari bahwa ada seorang lelaki sederhana yang mungkin saat itu tak mereka perhitungkan, yang diam-diam mengagumi dirimu dalam senyum tipis dan binar matanya. Lelaki itu: Aku.

Malam pertama bersama wanita yang asing bagiku sebelumnya, membuat aku kikuk. Begitu juga dirimu,  Dik. Kita memang sama-sama merasakan itu. Tak bersua sebelumnya dalam jarak sedekat itu. Tak pernah mengobrol sebelumnya dengan obrolan penuh harap dan cemas seperti ketika itu. Alhamdulillah, 21 November 1999, memori yang insya Allah tak terlupakan, menjadi awal perjalanan kebersaman kita, mengarungi luasnya samudera kehidupan, hingga kini dan nanti insya Allah di penghujung sisa usia hidup kita. Kita menjadi suami-istri yang insya Allah diberkahi Allah Swt. Insya Allah aku yakin itu, karena Dia telah menyatukan kita dalam ikatan yang sah, di pagi hari yang cerah, 21 November 1999 silam.

Dik, menengok perjalanan selama 12 tahun kebersamaan kita, aku merenung dalam diam. Rasanya baru kemarin kita menikah. Rasanya. Padahal berbilang tahun sudah kita lalui. Dan, faktanya memang kita sudah diamanahi oleh Allah Swt. empat manusia buah cinta kita. Mereka anak-anak kita. Satu persatu lahir menemani perjalanan kebersaman kita. Usia anak kita yang pertama saja sudah 11 tahun lewat. Kita sudah tua, Dik. Padahal aku masih ingat betul rasa bahagianya saat pertama mendengar kehamilanmu, lalu aku sibuk menyiapkan kelahiran anak kita meski ketika itu masih jauh bulannya, dan masih kurasakan ketegangan saat menungguimu melahirkannya. Kini, sebentar lagi ia beranjak remaja, mungkin akan melewati masa persis ketika kita seusianya lewat sedikit. Ada binar bahagia, namun ada sedikit getir menyelinap di sudut hati bercampur harap dan cemas. Dia hadir di episode cerita hidup yang berbeda dengan kita. Zaman yang berbeda dengan kita. Kepada Allah Swt jualah kita tawakal dan berusaha mendidik sekuat kemampuan kita. Insya Allah kita senantiasa berharap kemudahan dan barokah dariNya. Continue reading


Generasi “Galau”? Don’t Follow!

gaulislam edisi 213/tahun ke-5 (25 Dzulhijjah 1432 H/ 21 November 2011)

Bro en Sis rahimakumullah, alhamdulillah kita bisa jumpa lagi ya. Saya seneng banget bisa hadir kembali dengan tulisan di gaulislam untuk nemenin kamu semua belajar Islam, memahami isinya, memahami persoalan remaja, dan memberikan solusi islami terhadap permasalahan kamu semua. Insya Allah, Islam adalah solusi atas semua permasalahan yang ada. Termasuk masalah-masalah remaja. Jangan berpaling ke ideologi lain, jangan ikuti ajaran selain Islam, jangan mencoba mencari solusi permasalahan kehidupan kepada selain agama Islam. Sebabnya apa?

Ya, sebabnya kita muslim. Artinya, kita udah punya pedoman hidup sendiri, punya aturan hidup sendiri, punya jalan hidup sendiri. Islamlah yang mengatur segala permasalahan kita. Islam mengatur kehidupan kita dari mulai bangun tidur sampe tidur lagi (ssstt.. bukan berarti pas bangun tidur langsung tidur lagi, itu sih di lagunya Mbah Surip atuh hehehe…). Maksudnya, dari mulai kita bangun tidur di pagi hari, masuk ke kamar mandi, nongkrong di WC, mandi, sarapan, berkomunikasi dengan ortu, berangkat sekolah, etika bergaul dengan teman, menghormati guru, taat aturan sekolah, disiplin di jalan raya (nggak ugal-ugalan dan bikin bahaya diri dan orang lain), belajar di sekolah, shalat, ibadah lainnya, membeli makanan di kantin, belanja di pasar or mal, naik kendaraan umum, pinjam meminjam barang teman dan tetangga, ikut kajian keislaman, aktif berdakwah, main facebookan, twiteran, ngeblog, dan lain sebagainya, hingga malam hari kita tidur lagi, pastikan bahwa aturan Islam menjadi landasan aktivitas kita. Keren kan? Itulah hebatnya Islam.

Sobat muda muslim, termasuk yang lagi jadi sorotan saat ini, meskipun udah berbulan-bulan sih sebenarnya, adalah masih banyaknya di antara kamu yang hidupnya merasa ‘galau’. Oya, istilah galau ini kalo nyari di internet jadi banyak macamnya (tergantung siapa yang menginginkan maksudnya): ada yang bilang galau adalah suatu keadaan ketika suasana hati menginginkan kebebasan, namun ada yang mengikat, nggak mau lepas. Ditemukan juga istilah galau adalah suatu keadaan dimana kita memikirkan suatu hal secara berlebihan, bingung apa yang harus dilakukan dengan suatu hal ini—dengan pikirannya sendiri sehingga menimbulkan efek emosi melabil, pikiran pusing, dan mendadak insomnia. Tapi kalo di Kamus Besar Bahasa Indonesia, galau itu artinya sibuk beramai-ramai, sangat ramai atau kacau tidak karuan (pikirannya). Meski sedikit berbeda, tapi penampakan umum ‘penderita’ galau adalah sering resah dan suka mengeluh, masalah pribadi (sengaja) diumbar ke publik (via facebook atau twitter), self-centered alias kalo ngomong lebih banyak tentang “keakuannya”. Ckckck… kamu termasuk yang galau nggak nih? Pletak! #nepukjidat. Continue reading


Sebelum Berislam, Lopez Casanova Pernah Mengkristenkan Ribuan Orang dalam Sepekan

Lopez Casanova | Foto: www.republika.co.id

REPUBLIKA.CO.ID, CALIFORNIA – Melissa Lopez Casanova lahir dan dibesarkan dalam sebuah keluarga Protestan yang sangat taat. Dalam keluarganya ada beberapa pastor, penginjil, pendeta, dan guru. Kedua orang tuanya menginginkan agar Lopez menjadi pemimpin Kristen. Karenanya, sejak kecil ia dimasukkan di sekolah khusus untuk mempelajari Alkitab.

Namun, Allah memberinya hidayah. Dalam perjalanan mempelajari Alkitab, Lopez malah menemukan Islam. Ia pun memeluk agama Allah yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW sebagai agama terakhirnya.

“Aku bersyukur dilahirkan dalam keluarga Protestan yang religius yang memungkinkanku mempelajari Alkitab. Jika tidak, aku mungkin tidak mampu memahami pesan Islam,“ ujarnya.

Lopez menjadi seorang Muslimah karena kepercayaan dan keyakinannya terhadap Tuhan. “Itulah yang kemudian membuatku mengakui validitas Islam sebagai agama dari Tuhan.“

Lalu, bagaimana perjalanan spiritualnya dalam menemukan Islam?

Meski Lopez tumbuh dalam keluarga yang religius, di California, Amerika Serikat ia bergaul dengan teman-teman Kristen dari sektor atau denominasi yang bermacam-macam. Ia juga berteman dengan mereka yang beragama Yahudi, juga seorang Saksi Yehuwa. “Aku tak pernah menghakimi apa yang mereka yakini dan aku pun tidak memiliki ketertarikan terhadap kelompok agama mana pun,” ujarnya. Continue reading


[INFO] Seminar “Remaja di Era Teknologi Informasi dan Komunikasi”

Assalaamu’alaikum wr wb

Bagi teman-teman di kawasan Bogor, Parung, Sawangan, dan Depok serta Jakarta yang ingin menimba ilmu seputar remaja di era teknologi informasi dan komunikasi, silakan datang ke GEMILANG EXPO 2011 di Jl. Pengasinan Raya, Kebon Kopi, Sawangan, Depok. Kamis, 17 November 2011. Pukul 09.00 – 12.00 WIB.

Insya Allah bisa ketemu dengan saya di acara tersebut :-)

Info lengkap seputar tema dan pembicara serta waktu pelaksanaan, silakan lihat pada gambar di bawah ini:

Semoga bermanfaat.

Salam,

O. Solihin


[video] Menunggu di Batas Waktu

Film pendek hasil karya siswa RGI (Rumah Gemilang Indonesia) Angkatan 5. Diputar perdana ke publik pada acara WISUDA dan GEMILANG EXPO 2011, 15 November 2011.

 


“Black Metal”, Musik Setan?

  gaulislam edisi 212/tahun ke-5 (18 Dzulhijjah 1432 H/ 14 November 2011)

 

Seorang guru yang sekolahnya langganan gaulislam mengirim pesan singkat ke nomor ponsel saya. Isinya saya copy paste apa adanya saja supaya lebih ‘alami’ ya. Hehehe.. Mau tahu pesannya?

Begini: Salam..Kang, sy lg bingung sXgus Greget.. Ada slh 1 murid pr sy yg skrng kls 1 Mts mngrim sms sprti ni:

=Hy nama w …… alamat rumah gua dd komplek KEMATIAN jalan Ariiw PERSEKUTUAN PARA SETAN cat rumah gua warna HITAM no 666 maen ya  ! ! nanti gua sediain tempat duduk dari BATU NISAN kalo kedinginan gua kasih SORBAN HITAM di samping rumah gua juga ada MAKAM SELATAN soal nya ada yang ABORSI KEGELAPAN di belakang rumah gua pas ada yang meninggal di nyanyiin HARMONI KEMATIAN banyak PASUKAN MATI yang menyanyikan nya eh langsung ada CAHAYA BIDADARI yang datang. gua punya burung yang suara nya mirip SILUET apa lagi kalo dengerin KEDJAWEN, rasa nya  pengen KE ALAM SURGA ajjh :-D =

Kemudian dalam pesan itu juga beliau, seorang guru yang tengah gundah dengan kelakuan salah seorang (mantan) anak didiknya ini menuliskan: “kmarin dia ikt acr black metal dpajajaran itu. Qr2 apa yg hrs sy lkukan, blz gmna smsnya? Maaf dan mksh sblumnya.”

Saya hanya membalas singkat, bahwa insya Allah jawaban dari SMS-nya ini akan saya tulis spesial di buletin gaulislam edisi pekan depan (baca: maksudnya pekan ini, edisi 212/tahun ke-5/14 November 2011).

Bro en Sis, ngomongin soal musik, sepertinya nggak ada habisnya. Seru. Banget. Gimana nggak, dalam kehidupan kita sehari-hari beragam jenis musik apapun berjejalan di gendang telinga kita minta didengarkan. Saat ini, di tempat saya, beberapa tetangga sepertinya lagi keranjingan ama Ayu Ting Ting, jadi yang disetel itu mesti “Alamat Palsu”. Waduh, kalo di dunia internet mah, tuh orang ngasih alamat domain yang udah expire atau emang nggak ada alamatnya kali ye. Sehingga pas diklik: “server not found” hahaha… Continue reading


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 874 other followers