Siapa Ogi?
Assalamu‘alaikum, barangkali kamu belum mengenal nama anak baru gede yang imut-imut ini, yang nantinya nih anak bakal jadi tokoh utama cerita-cerita berikutnya. Kamu wajar belum kenal, soalnya anak ini baru nongol. Tapi bukan berarti dia masih kecil, namun baru dikeluarin dan kandangnya (idih, emangnya singa?). Namanya Ogi. Lucu, ya? Nama Ogi ini bukan plesetan dan Ozy Syahputra atau Qzzy Osbourne, meski Ogi dulunya mantan vokalis grup band di SMA kesayangannya ketika kelas 1. Betul-betul asli tanpa daun. Dia sejak kecil memang namanya Ogi. Nggak tau kenapa mama dan papanya ngasih nama begitu. Yang jelas anak kelas 2 SMU Jingga ini memang imut-imut dan punya tampang keren. Nggak kalah deh, kalo dibandingin sama Alessandro Del Piero atau Leonardo Di Caprio, sih—tapi ada syaratnya, harus dilihat dari atas menara Petronas pake kekeran (hi..hi..). Tapi ada satu nilai plus dari Ogi, dia ini anak masjid. Ogi tukang jagain beduk? Idih, kejam amat. Bukan, Ogi tukang ngecengin sendal (hi..hi..hi). Eh, sori, nggak ding. Bener-bener tulen, Ogi emang baru diangkat jadi anggota Rohis. Cuma memang, karakter pribadinya yang kadang-kadang polos, suka ngocol, tapi juga cuek, berani untuk hal-hal tertentu dan pantang untuk bersedih (ssstt.. kecuali kalau komputer kesayangannya diembat orang!) masih lengket menempel. Ogi ini anak semata wayang, lho. Makanya wajar kalau disayang banget sama ortunya. Itulah Ogi, cowok kece aktivis masjid yang juga hobi terhadap segala macam yang berbau komputer dan sepak bola, juga dengerin musik cadas. Meski setelah jadi anggota rohis, Ogi akhirnya suka juga dengerin nasyid—yang disuka seperti Raihan, Rabbani, dan Soldier of Allah, terutama hits-nya yang berjudul “1924”. Asyik punya tuh! Selain bisa senam pagi, juga liriknya ideologis banget.
Di sekolah, seperti ABG pada umumnya, Ogi punya banyak teman. Ada yang silence, Koko namanya. Anak ini memang pendiem banget. Sampai-sampai Ogi suka bilang, kalau Koko ini spesialis mengheningkan cipta. Anak bungsu dari tiga bersaudara ini memang tipe cowok yang nggak suka rame-rame. Ayahnya adalah seorang ustadz di kampungnya. Di sini Koko kost. Dan lucunya, sebagai anak ndeso banyak kejadian-kejadian unik yang dialaminya. Tapi, Koko termasuk anak yang berjasa membawa Ogi ikutan ngaji.
Teman Ogi yang lain, masih sekelas, namanya Jamil yang tingkahnya nyaingi Ogi, tukang ngocol juga. Saking lengketnya mereka berdua, sampai-sampai anak sekelas sering bilang, kalau mereka itu dari spesies yang sama alias kembaran. Every where and every time, hampir selalu bareng—kecuali kalo lagi mandi! Jamil adalah teman dekat Ogi. Tempat curhat, maklum mereka sudah saling mengenal sejak masih nge-gang ketika sama-sama jadi personil grup band di sekolahnya saat kelas satu. Kenangan paling manis Ogi bersama Jamil adalah ketika mereka manggung dalam acara perpisahan kelas tiga. Saking semangatnya memainkan gitar ala Slash, Jamil sampai kesetrum! (hi..hi..hi..). O,ya, Jamil ikutan jadi anggota rohis sehari setelah Ogi menyatakan dengan sukarela ikut kegiatan rohis di sekolahnya. Jadilah, persohiban mereka berlanjut di rohis. Dan, Jamil juga punya kakak semata wayangnya yang masih jadi drumer di salah satu grup band karbitan di kota Jakarta ini.
Nggak ketinggalan teman Ogi yang wanita juga ada, Rosa namanya. Betul-betul Rosa, bukan kependekan dari rombongan sapi! Anak ini diduga kuat sebagai penggembira di setiap pertunjukan band Ogi. Meski cewek, tapi Rosa sangat ngefans dengan lagu-lagu berirama hingar bingar. Dulu aja sering memakai kaos grup band favoritnya. Dari mulai kelompok Metallica, Bedil karo Kembang alias Guns ‘N Roses, Bon Jovi, White Lion, sampai Scorpions segala. Rosa ini anak semata wayang, seperti halnya Ogi. Perlu diketahui, meski sudah masuk anggota rohis, sifat bawaannya yang bawel bin cerewet masih melekat erat, walaupun nggak dominan banget. Tapi Rosa tetap masih punya sifat aslinya sebagai seorang wanita. Lembut!
Nah, anak-anak yang tadi diabsen itu bakal membuat warna-warni kisah Ogi ini. Yang tentu saja, sangat akrab dengan problem anak-anak yang baru pada ikutan ngaji. Serba was-was, takut dimarahi sama pembina pengajiannya, hati-hati dalam bertindak, sekaligus masih pada cuek. Kontradiktif? So, ikutin terus serialnya! And, met nyimak aja deh!
Bogor, Agustus 2004
O. Solihin
===
Isi Buku Ini:
00. Siapa Ogi?
01. Putri Biru
02. Chatting, Yuk!
03. Demam Togel
04. Anak Baru di Kelas Ogi
05. Tragedi Ramadhan Fair
06. Ketika Ogi Ronda
07. Kembang Kertas di Taman Sekolah
08. E-mail dari Leony
09. Secret Admirer
10. Misteri Puisi Cinta
Tentang Penulis