STUDIA Edisi 125/Tahun ke-3 (25 Nopember 2002) Hmm… jadi inget syair lagunya Bimbo, Setiap Habis Ramadhan. Syairnya begitu syarat makna dan mendalam. Beberapa bait bunyinya begini: Setiap habis ramadhan/ hamba rindu lagi ramadhan/ Saat-saat padat beribadah/ tak terhingga nilai mahalnya/ setiap habis ramadhan/ hamba cemas kalau tak sampai/ umur hamba di tahun depan/ berilah hamba … Continue reading »
Filed under Tahun ke-3/2002 …
Jangan Ada Noda di Ramadhan
STUDIA Edisi 124/Tahun ke-3 (18 Nopember 2002) ko Patrio bareng Ulfa Dwiyanti mandu acara Sahur Kita di SCTV. Lengkap dengan gaya ‘norak’ dan nyablaknya yang memang lengket masket dengan pribadi mereka. Boleh dibilang dua orang ini memang klop dalam urusan ngocol. Hampir tiap pagi Eko dan Ulfa menemani kita makan sahur (tentu bagi yang tune … Continue reading »
Ramadhan Tiba, Maksiat Jeda
Edisi 123/Tahun ke-3 (11 Nopember 2002) Burhan, anak yang terkenal paling okem di kampung itu kini telah berubah. Alhamdulillah, barangkali inilah ‘hikmah’nya bulan suci Ramadhan. Bulan yang penuh berkah, rahmat dan ampunan dari Allah Swt. Jika Burhan pada bulan biasanya tampil mirip-mirip para personelnya Limp Bizkit atawa Korn, yang memang pada liar, kini doi kelihatan … Continue reading »
Selamat Datang Ramadhan
Edisi 122/Tahun ke-3 (4 Nopember 2002) Alhamdulillah, Ramadhan kini datang menjelang. Kaum muslimin semua senang. Suasana pun jadi tenang. Karena memang bulan ini adalah bulan kemenangan. Buat siapa? Tentunya buat kita, kaum muslimin. Kayaknya kita juga udah ngeh kalo bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah, rahmat, dan ampunan dari Allah Swt. Itu sebabnya, kita … Continue reading »
Pemuda-Pemudi Harapan Islam
Edisi 121/Tahun ke-3 (28 Oktober 2002) Tika, sebut saja begitu. Tampilannya oke juga. Begitu kata orang-orang. Maklum, doi blesteran punya. Ayah Singapur, Ibu Singecet. Upss.. itu sih kerja bakti bebenah rumah atuh ya? Itu bahasa Jawa yang artinya; ayah yang ngapur, ibu yang ngecat. He..he..he.. Yup, Tika dijuluki sama teman sekelasnya sebagai “si gadis seksi”. … Continue reading »
Menggugat “Kudung Gaul”
Edisi 120/Tahun ke-3 (21 Oktober 2002) Rina sebut saja begitu. Siswi sebuah Madrasah Aliyah di Bogor. Penampilannya modis banget. Kalo ke sekolah, seperti kebanyakan teman yang lainnya, pake kerudung. Tapi model kerudungnya, kira-kira mirip dengan yang dipake sama Mbak Inneke Koesherawaty dan Teh Desy Ratnasari. Model kerudung itu dibuat ngepas dan ketat pada bagian leher. … Continue reading »
Merajut Ukhuwah Islamiyyah
Edisi 119/Tahun ke-3 (14 Oktober 2002) Kata pepatah, nyari musuh seribu gampang, tapi nyari teman satu aja susahnya minta ampun. Bener lho. Coba, kalo kita nyari musuh, bisa dari hal-hal sepele. Misalnya, ngelempar batu kepada setiap orang yang lewat. Itu sih, dijamin kamu banyak dimusuhi orang sekampung dalam waktu cepat. Tapi sekarang kamu coba … Continue reading »
Cekal “5 Sehat 4 Sempurna”!
Edisi 118/Tahun ke-3 (7 Oktober 2002) Setelah sukses menggeber penonton remaja dengan film Ada Apa Dengan Cinta?, Jelangkung, dan Eliana, Eliana, kini film layar lebar yang membidik pasar remaja kembali muncul. Judulnya mirip-mirip semboyan yang sejak SD udah kita kenal. Utamanya soal menu makanan untuk kesehatan, “empat sehat lima ratus”, eh, “empat sehat lima … Continue reading »
Kalo Kamu Dikhitbah…
Edisi 117/Tahun ke-3 (30 September 2002) Dikhitbah? Wow, suka dong. Yup, ini adalah artikel ‘sekuel’-nya tentang khitbah. Kalo minggu kemarin kita ngajak yang cowok untuk mengkhitbah, sekarang, biar adil, kita mencoba ngajak anak puteri untuk bersikap bijak seandainya ada anak cowok yang ‘nekat’ mengkhitbah dirinya. Gimana, setuju kan? Oke deh, yang baca edisi kemarin insya … Continue reading »
Yuk, Kita Khitbah!
Edisi 116/Tahun ke-3 (23 September 2002) Duh, judulnya kok provokatif banget ya? Hmm… nggak juga kok? Lagian kenapa musti ditutup-tutupi, iya nggak? Masak kita kalah sama yang aktivis pacaran. Mereka sampe nekat over acting di depan banyak orang. Nggak tanggung-tanggung, mereka cuek aja bermesraan. Nggak peduli lagi dengan orang di sekitarnya. Bahkan mungkin ada rasa … Continue reading »
Kalo Seleb Bertingkah…
Edisi 115/Tahun ke-3 (16 September 2002) afa Urbach tampil ala Britney Spears saat mendendangkan lagu Lebih Baik Putus. Liukan tubuh dan dandanannya yang.. ah, nggak usah diterusin. Hasilnya, sebagian dari kita ada yang bengong, juga ada yang matanya nggak merem-merem, alias melotot terus. Nggak sedikit juga yang merem-melek, dan tentunya banyak juga yang malah memalingkan … Continue reading »
Antara Amerika, Kita, dan Islam
Edisi 114/Tahun ke-3 (9 Septe,mber 2002) Siapa sih yang nggak kenal Amerika? Kayaknya, kata Amerika hampir ada di setiap kepala manusia di dunia ini. Dan nggak heran kalo muncul banyak persepsi tentang Amerika. Bisa jadi, ada orang yang berpikir bahwa Amerika adalah negara maju dan hebat, tentunya ketika ia melihat perkembangan teknologi militer dan komunikasinya. … Continue reading »
Dunia Berhutang Kepada Islam
Edisi 113/Tahun ke-3 (2 September 2002) Kalo kamu rajin baca buku-buku tentang sejarah perkembangan Islam. Insya Allah, kamu akan mendapatkan kalo Islam tuh hebat banget di masa lalu. Jempolan di saat Eropa dan negara lainnya terbelakang. Bener. Coba deh baca. Kita menyarankan agar kamu rajin datengin perpustakaan sekolah atau perpusatkaan umum. Kalo bosen bisa juga … Continue reading »
Yang Maksiat Makin Galak
Edisi 112/Tahun ke-3 (26 Agustus 2002) Jack, begitu orang sekampung biasa memanggilnya. Nama aslinya sih Jaka. Tapi kayaknya doi lebih seneng dipanggil dengan nama yang berbau Barat itu. Tampangnya dingin. Kira-kira hampir sodaraan deh ama tampang aktor watak Robert De Niro yang langganan meranin tokoh berkarakter “dingin” tapi ganas. Di lingkungan RW setempat, Jack dikenal … Continue reading »
Ketika Tak Ada Lagi Perang
Edisi 111/Tahun ke-3 (19 Agustus 2002) Rudi, sebut saja begitu. Pemuda berambut gondrong dengan sedikit janggut nemplok di dagunya itu aktif banget belakangan ini. Bareng gang-nya di kampung itu, doi rela ngeluarin tenaga dan meluangkan waktunya untuk mensukseskan beragam acara yang digelar menjelang, selama, dan setelah 17 Agustus. Dalam tradisi masyarakat kita, mudahnya suka disebut … Continue reading »
Cinta Berlumur Noda
STUDIA Edisi 110/Tahun ke-3 (12 Agustus 2002) Gaswat! 97,05 persen mahasiswi di Yogyakarta sudah tidak perawan lagi. Wow, sungguh mencengangkan dan mengerikan mengetahui kehidupan seks mahasiswi di kota pelajar Yogyakarta. Benar. Suatu penelitian yang dilakukan oleh Lembaga Studi Cinta dan Kemanusiaan serta Pusat Pelatihan Bisnis dan Humaniora (LSCK PUSBIH) menunjukkan hampir 97,05 persen mahasiswi di … Continue reading »
Ada Cinta di Sekolah…
STUDIA Edisi 109/Tahun ke-3 (5 Agustus 2002) Sobat muda muslim, ngomongin soal cinta, nuansanya bisa berwarna-warni. Apalagi kalo yang ngomongin adalah anak sekolah seusia kamu. Dijamin obrolan seputar cinta jadi acara yang spesial dan seru. Utamanya bagi kamu yang baru kenal makhluk bernama cinta. Serasa menemukan dunia baru. Persis adik kita yang kesengsem berat sama … Continue reading »
Adikku Sayang, Adikku Malang
STUDIA Edisi 108/Tahun ke-3 (29 Juli 2002) edih! Terus terang sedih banget saat menyaksikan tayangan langsung TPI, 23 Juli 2002 kemarin. Operet Anak berjudul “Peluklah Daku” ikut memeriahkan rangkaian dari puncak acara perayaan Hari Anak Nasional di Taman Mini Indonesia Indah. Di situ banyak pula artis cilik top yang mengisi acara. Ada Joshua yang tampil … Continue reading »
Balada “Puteri Indonesia”
STUDIA Edisi 107/Tahun ke-3 (22 Juli 2002) Acara Pemilihan Puteri Indonesia ke-7/2002 di Teater Tanah Airku kompleks Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jumat malam (12/7) berlangsung meriah. Ajang yang mengusung prinsip brain, behavior, and beauty seperti biasa digelar dengan kemasan mewah. Para finalis biasanya dites macem-macem. Utamanya soal tiga kriteria tadi; kecerdasan, tingkah laku, dan … Continue reading »
Indahnya Jadi Syuhada…
STUDIA Edisi 106/Tahun ke-3 (15 Juli 2002) Jumat 22 Maret 2002 sekitar pukul 10 waktu setempat, Radio Israel memberitakan ledakan bom di supermarket Nataynya, dekat Yerusalem. Peristiwa ini menyebabkan tiga orang tewas dan lebih dari 40 orang luka-luka. Pelakunya diduga kuat seorang putri Palestina. Mengutip laporan Republika pada 3 Juli 2002 lalu, pelaku “bom syahid” … Continue reading »
Menjadi Pemuda Pejuang Islam
STUDIA Edisi 105/Tahun ke-3 (8 Juli 2002) Menjadi pejuang Islam? Hiii takuuut! Lho, kenapa musti takut? Hmm.. rupanya ada bisik-bisik tetangga nih. Maklum, di jaman sekarang ini, jadi aktivis itu katanya bikin hidup kagak lebih hidup. Abisnya, masyarakat suka mencontohkan hal-hal serem berkaitan dengan hal itu. Celakanya, itu menurut penilaiannya yang emang nggak objektif. Misalnya, … Continue reading »