Usai Shalat Pertama, Patricia Zahra Pal Menangis

Usai bersyahadat, Patricia memberitahu keluarganya soal keputusan menjadi Muslim. Keluarganya marah besar, ibunya menangis sepanjang hari. Adiknya tak lagi mau berbicara dengannya. Mereka pun tak mau memandangi Patricia yang telah berhijab.”Aku menangis, dan mengadu kepada Allah. Alhamdulillah, Dia mendengar keluhanku, ia mendapatkan pekerjaan yakni mengajar di sebuah sekolah pemerintah,” kata dia.

Read Article →

Ruginya pacaran

Hmm… ini kelanjutan dari tulisan saya sebelumnya (silakan cek: Kenapa sih pada pengen pacaran?). Nah, kamu kudu ngeh juga soal yang satu ini. Rugi di akhirat udah jelas. Rugi di dunia juga sebetulnya sejelas siang hari. Cuma, bisa dinetralisir dengan ‘kenikmatan’ yang langsung didapat. Dasar! Pengen tahu lebih detil? Mari kita tunjukkan (tulisan ini saya adaptasi dari tulisan saya di buletin remaja Studia yang pernah saya kelola di tahun 2003 silam)

Read Article →

Kenapa sih pada pengen pacaran?

Benarkah pacaran bisa tambah se­mangat belajar? Naga-naganya sih alasan itu cuma direkayasa. Coba aja kamu pikirin, gimana bisa belajar jadi getol kalo di sekolah aja yang diingetin cuma kekasihnya. Boleh jadi pelajaran yang diikuti di kelas memantul sempurna, kare­na otaknya udah full dengan memori tentang sang kekasih hati. Lagi pula, yang berhasil jadi juara kelas or juara umum di sekolah bukan karena mereka pacaran.

Read Article →

Roberto Freitar: Kisah Mualaf Timor-Timur yang Berhijrah

”Islam bagi saya adalah seni hidup,” kata seorang lelaki asal Timor Timur, Roberto Freitar (32 tahun). Sejak masuk Islam, dia telah mengganti namanya menjadi Hasan Basri, seperti nama mantan ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI). Saat konflik di bekas provinsi ke-27 itu pecah tahun 1992 lalu, Hasan dan sejumlah rekannya memilih tetap menjadi warga negara Indonesia (WNI). Dia dan 11 rekannya pun hijrah ke Jawa. Di Timor Timur, tanah kelahirannya itu, suasananya tak nyaman lagi.

Read Article →

Zahra Baintner Terharu dengan Ritual Haji

Sejak menyaksikan film tersebut, Zahra mulai mencaritahu informasi tentang Islam dan Muslim. Di akhir perjalanan itu, ia satu pada kesimpulan, yakni menjadi Muslim. “Saya merasa tidak beruntung, tidak lahir dalam komunitas Muslim. Karena, setiap anak yang lahir pada dasarnya telah berkomitmen menjadi Muslim, tapi karena orang tuanya, ia menjadi Yahudi atau Kristen,” kenang dia.

Read Article →

Heather Shaw, Belajar Islam dari Istri Seorang Mekanik

Dari penampilan perempuan itu, Shaw merasakan satu ketertarikan untuk mengetahui keyakinan apa yang dipeluknya. keyakinan itu seperti sesuai dengan apa yang dicarinya. Beberapa lama kemudian, istri mekanik itu mengajak Shaw ke rumahnya. Di sana, ia menemukan sekelompok Muslim yang mempelajari Alquran. Di sanalah, Shaw mempelajari dan bertanya banyak hal tentang Islam. Proses itu berlangsung selama enam bulan. Namun, ia belum merasa cukup siap untuk mengucapkan syahadat. Yang pasti, ia sudah menemukan apa yang ia cari. “Tinggal aku mempersiapkan diri berkomitmen,” kata dia.

Read Article →

Agar Para Jomblo Tersenyum

Kembali ngobrolin soal jomblo. Semoga tidak bosan. Namun sekarang agak beda sudut pandanganya, yakni berusaha membuat para jomblo tersenyum. Yup, nggak bijak memang kalo cuma ngeledekin teman yang masih jomblo tapi nggak ngasih solusi buat mereka. Ibarat kritikan, maka kritikan yang membangun itu lebih baik ketimbang cuma menyalahkan tapi nggak ngasih alternatif. Barangkali ini bisa membantu untuk meringankan penderitaan temen-temen yang masih ngejomblo. Siapa tahu, meski “pedih”, tapi masih bisa terhibur dan berani menatap masa depan dengan mata penuh harapan. Semoga ya.

Read Article →

“Halal dan Haram” Selama Masa Khitbah

Meski sudah jadian sama si dia, Anda tetep tak berhak untuk melakukan aktivitas bersama pindangan Anda tanpa terawasi. Khawatir akan tergoda bisikan setan hingga akhirnya Anda melakukan perbuatan yang melanggar syariat. Sayangnya, banyak orang tua kita di kampung-kampung (dan juga di kota) yang malah membolehkan anaknya dan calon menantunya untuk ngobrol berduaan saja tanpa ada yang mengawasi, bahkan membebaskan mereka pergi berduaan ke luar rumah. Alasannya, mereka kan sudah terikat janji, anaknya sudah dipinang, boleh dibilang udah setengah resmi. Wah, jika setengah resmi berarti belum resmi dong ya? Jadi, tetap saja tak boleh bebas sesuka hawa nafsunya.

Read Article →

Jangan Tergesa Ungkapkan Cinta

Sobat muda, emang perasaan cinta itu nggak bisa ditahan-tahan. Nggak bisa dihalangi dengan kekuatan apa saja. Bahkan adakalanya nggak bisa digeser-geser en dipindah-pindah ke lain hati (emangnya pot bunga, digeser-geser?). Maka jangan heran kalo kita ingin rasanya buru-buru menuntaskan rindu kita kepada seseorang yang membuat kita nggak nyenyak tidur siang-malam. Kita ingin agar perasaan kita benar-benar saling berbalas. Kita ingin jadikan ia sebagai dermaga tempat cinta kita berlabuh. Sampai tanpa sadar bahwa kita dikendalikan oleh cinta.

Read Article →

Sampai Kapan Menunggu Siap Menikah?

Mungkin juga ikhwan yang sedang ‘menunggu’ itu sebenarnya sudah sangat percaya diri bahwa ia bisa mengupayakan cintanya bertaut dengan cinta akhwat idamannya. Tapi, ia masih terganjal studi, ia masih dibebani tugas dari orangtuanya untuk bekerja lebih dulu, mungkin juga ia merasa belum mapan secara finansial meski sudah bekerja. Banyak alasan memang. Tapi, tetap saja posisinya yang demikian itu adalah dalam masa menunggu. Menunggu yang seringkali tak pasti juga.

Read Article →

Siapkan Diri untuk Menikah

Ada yang serius untuk menikah? Ya, serius! Sebagaimana ibadah lainnya, menikah memerlukan persiapan. Membutuhkan upaya serius untuk melakoninya. Tidak asal-asalan atau berpikiran “menggampangkan”. Tidak. Menikah itu butuh keseriusan. Sebab, nikah itu bukan hanya untuk didiskusikan atau diobrolkan sampai berbusa-busa yang sekadar wacana dan retorika belaka. Nikah adalah sebuah aksi. Sehingga, jika kita hanya terus menerus membicarakan nikah sebagai teori semata (tanpa dipraktikkan), itu artinya belum siap, dan mungkin tidak akan pernah siap jika kita tidak bertekad untuk mempersiapkannya. Karena, nikah bukan semata untuk dibicarakan dengan sangat bahagia dan berapi-api, tapi seharusnya dilaksanakan dengan penuh tanggung-jawab dan meminggirkan segala rasa khawatir dan ragu.

Read Article →

Wika Mandala Warsita, Belajar Islam dari Kehidupan Sehari-hari

Wika memeluk Islam atas seizin ibunya dan diketahui oleh saudara-saudaranya. Salah seorang pamannya, Ponco juga sebelumnya telah memeluk Islam, menjelaskan bahwa Wika sudah belajar agama Islam sejak dua tahun silam. Wika belajar agama Islam masih dengan sembunyi-sembunyi. Bulan Ramadhan lalu, dia mulai berani terang-terangan. Dan saat ini dia telah menyatakan dengan tegas sikapnya dalam hal memilih keyakinan.

Read Article →

Ketika Ukhuwah Tak Lagi Indah

Memulai memang berat, tapi lebih berat lagi merawatnya. Sebab, orang yang selalu ber­sama itu bukan tak mungkin muncul gesekan di antara keduanya. Kamu yang sama-sama aktif di Rohis sekolah, bisa juga muncul benih-benih yang bisa merapuhkan ikatan ukhuwah. Perbedaan pendapat dalam hal-hal yang umum dan mubah bisa saja terjadi. Misalnya, ketua Rohis ingin bikin acara sanlat, sementara anggota Rohis ada yang nggak setuju karena misalnya ngerasa acara seminar remaja justru lebih pas ketimbang sanlat. Nah, kalo hal itu nggak dikomunikasikan dengan baik, bisa muncul konflik yang bisa mengancam keutuhan ukhuwah kita.

Read Article →

Rapper Asal Amerika Ini Temukan Kedamaian dalam Islam

“Aku memiliki segalah hal, ketenaran, uang, wanita , rumah mewah dan semua yang diinginkan dalam hidup. Tapi aku masih saja tidak senang. Aku tak dapat menemukan kedamaian jiwa,” ujar Mutah Beale Wassin Shabazz, seorang anggota grup hip-hop Outlaw binaan rapper ternama Amerika,Tupac Shakur. Ketenaran dan kekayaan tak membuat rapper dengan nama panggung Naopleon itu bahagia. Islam lah yang kemudian menjadi kunci kebahagiannya.

Read Article →

Jangan Sia-siakan Waktu

Sobat muda muslim, sebagai manusia kita emang terbatas dan nggak sempurna. Itu sebabnya, kita jangan sampe melupakan siapa kita dan misi keberadaan kita di dunia ini. Ini wajib kita pahami betul, sobat. Kalau nggak? Wah, bisa kacau-beliau tuh. Coba aja perhatiin orang yang nggak sadar siapa dirinya dan misi adanya dia dunia ini, hidupnya suka semau gue. Seakan hidup nggak kenal waktu. Bahkan bagi orang yang kehidupannya diberikan kebahagiaan berlebih oleh Allah, suka lupa dan merasa ia akan hidup selamanya di dunia ini. Apalagi bila kita menjalaninya dengan serba mudah dan indah. Nikmat memang.

Read Article →

Antara Amal dan Niat

Setiap amal bergantung kepada niatnya. Yup, benar banget. Niatnya pun kudu ikhlas karena ingin mengharap keridhoan Allah Swt. semata. Hmm.. kudu ikhlas ya? Waduh, kayaknya kata itu buat kita jadi makin asing neh. Bukan kenapa-kenapa, susah juga nemuin orang yang mau ikhlas di jaman sekarang. Segalanya diukur dengan duit, dengan harta benda, ketenaran, cari muka dan sejenisnya. Iya, maksudnya kalo kita mau nolong orang kadang yang kepikiran: nih orang mau ngehargai gue nggak sih; orang ini kalo gue bantu mau balas jasa nggak ke gue; kalo gue menolong dia nama gue harum nggak sih; kalo gue nolong orang ini, kira-kira berapa gue dibayar; dan seabreg pikirin lainnya yang ujungnya itung-itungan deh.

Read Article →

Jenna Govan: Islam Begitu Sederhana dan Logis

Ketika menjadi Muslim, Jenna banyak bergaul dengan komunitas Melayu di Australia. Sejujurnya ia sangat kurang nyaman dengan pandangan komunitas itu terhadap dirinya. Sejak itu, ia merasa terisolasi. Merasa terisoloasi, membuat Jenna kurang lepas dalam mempelajari Islam. Itu terlihat ketika ia merasa ragu ketika mencoba mengenakan jilbab. Ia semakin bingung bagaimana ia menjalani kehidupannya sebagai Muslim. Pada satu fase memuncak, ia memutuskan meninggalkan suaminya. Rasa frustasi kembali mendera. Godaan menghabiskan waktu di dunia malam mulai datang. Alhamdulillah, Jenna ogah menyerah dengan gaya hidup yang dilarang Islam.

Read Article →

Jangan Ragu, Cobalah Hal Baru

Oya, sejak kecil saya termasuk senang ‘bertualang’ dengan hal baru. Selain pengalaman pergi ke kota dengan ayah naik bis, pengalaman belajar naik sepeda, saya juga sama ibu saya diajarkan untuk berjualan. Nah, saya waktu SD kelas 3 sampe kelas 6 setiap bulan Ramadhan pasti dikasih modal sama ibu saya untuk jualan. Jualannya juga keren. Mungkin kalo dulu saya udah kenal Adnan Kasoghi–pedagang senjata saat perang Iran-Irak itu—boleh juga masok barang dari dia. Ciee.. maklum waktu itu ibu saya modalin saya untuk berjualan petasan! Hehehe…

Read Article →

Nikmati Dunia, Tetapi Akhirat Tujuan Utama

Berkaitan dengan kecintaan kepada dunia ini, memang banyak banget faktanya. Perhiasan dunia itu sering menipu, gemerlapnya bisa bikin kita terlena. Itu sebabnya, banyak manusia menjadikan dunia sebagai tujuan akhir. Boleh sih, memiliki perhiasan dunia, tetapi seperlunya saja dan jangan melupakan akhirat. Sobat muda, sebagai muslim bukan berarti kita membenci dunia sepenuhnya, Nggak juga kok. Akhirat memang yang utama, tetapi dunia juga boleh kita nikmati.

Read Article →

Nggak Tahu? Ya Belajar, Yuk!

Boys and gals, lagian nih, secara naluri aja kita malu nggak sih kalo keluar rumah nggak berpakaian? Kita belum bilang ini dilarang menurut agama dan dianggap biasa oleh sekularisme. Tapi kita pake alam pikiran kita sendiri sebagai manusia. Idealnya, manusia normal, gimana pun kurang ilmunya, kemungkinan besar ia akan malu jika keluar rumah telanjang. Apalagi jika kemudian ia melihat dan membandingkan dengan orang lain yang justru ada juga yang berpakaian rapi menutup aurat. Minimal banget, dia tuh heran dan berpikir: “Kok ada ya yang pake baju lengkap menutup aurat? Kenapa saya malah berpakaian seperti ini?” Wah, kalo udah bisa berpikir kayak gini T.O.P dah. Dua jempol buat doi.

Read Article →