Mahasiswa ‘Dunia-Akhirat’

Kalo sekarang udah jadi mahasiswa, tentu bukan saatnya main-main lagi (sebenarnya dari SD sampe sekarang juga udah nggak main-main soal pendidikan dan masa depan). Bro en Sis, masa kuliah adalah masa penentuan spesifikasi masa depan kamu. Ya, meskipun nggak sedikit juga orang yang salah ngambil jurusan. Atau pekerjaan yang didapat setelah lulus kuliah, nggak sesuai dengan jurusannya. Tetapi yang pasti, kehidupan harus terus berjalan dan banyak hal yang tetap bisa kamu lakukan untuk masa depan keluarga, karir dan tentunya dakwah serta perjuangan Islam juga dong. Jadilah mahasiswa “dunia-akhirat” yang emang harus berprestasi dengan benar dan baik demi kehidupan di dunia dan juga mencari bekal untuk kehidupan akhirat kelak.

Read Article →

Nikmati Dunia, Tetapi Akhirat Tujuan Utama

Berkaitan dengan kecintaan kepada dunia ini, memang banyak banget faktanya. Perhiasan dunia itu sering menipu, gemerlapnya bisa bikin kita terlena. Itu sebabnya, banyak manusia menjadikan dunia sebagai tujuan akhir. Boleh sih, memiliki perhiasan dunia, tetapi seperlunya saja dan jangan melupakan akhirat. Sobat muda, sebagai muslim bukan berarti kita membenci dunia sepenuhnya, Nggak juga kok. Akhirat memang yang utama, tetapi dunia juga boleh kita nikmati.

Read Article →

Apa Kabar Kaum Muslimin?

Bagi kamu yang ngikutin perkembangan berita sepekan terakhir ini, masih terasa suasana hari kemerdekaan Indonesia (17 Agustus), pastinya tahu juga dong peristiwa di Mesir? Mengetahui juga dong kejadian-kejadian seputar arus balik mudik lebaran? Mungkin juga ngeh hal-hal yang berkaitan dengan kasus penembakan polisi oleh orang tak dikenal? Ini baru peristiwa-peristiwa yang jadi trending topic (kalo mau pake istilah di twitter land). Peristiwa ‘sisipan’ juga sangat banyak: kriminalitas, narkoba, seks bebas, pacaran, pelacuran, korupsi dan sejenisnya. Ya, intinya semua peristiwa yang terjadi di negeri ini maupun negeri lain, lebih banyak berkaitan dengan kaum muslimin. Seringkali saya berpikir, kita ini banyak juga jumlahnya, tetapi bagai buih di lautan. Diombang-ambing ke sana ke mari nggak karuan.

Read Article →

Jejak Ramadhan Tak Membekas

Hmm… kegiatan paling utama di awal bulan Syawal biasanya adalah silaturahim dengan keluarga inti, kerabat dekat, juga menjalin ukhuwah dengan tetangga dekat, kawan satu sekolah, sahabat seperjuangan dalam dakwah dan masih banyak lagi (termasuk dengan ‘jamaah facebookiyah dan twiteriyah’). Wuih, indahnya silaturahmi dan silah ukhuwah. Semoga itu berlanjut di hari-hari berikutnya pada 11 bulan yang akan datang hingga kembali menjumpai Ramadhan tahun depan. Insya Allah.

Read Article →

Sampai Jumpa Lagi, Ramadhan!

Sobat gaulislam, tanpa terasa kita telah berada di penghujung bulan penuh berkah ini, bulan Ramadhan. Ya, tak terasa memang. Dulu, begitu menapaki hari pertama Ramadhan, mungkin sempat terbersit di benak bahwa waktu satu bulan pasti akan terasa begitu lama. Apalagi dalam kondisi lapar dan haus. Namun kini, ketika Ramadhan telah tinggal hitungan hari (saat buletin kesayangan kamu ini terbit, sudah hari ke-27 Ramadhan, bertepatan dengan 5 Agustus 2013), waktu satu bulan ternyata tak selama yang kita bayangkan sebelumnya. Tak terasa. Tahu-tahu sudah harus berpisah dengan bulan yang penuh dengan keberkahan ini. Ternyata, sebutan waktu yang lama, satu bulan, satu tahun, hanya terasa bagaikan satu hari ketika kita telah menapaki ujungnya.

Read Article →

Pahami Islam dari Sudut Pandang Islam

Memahami Islam dari sudut pandang Islam ini perlu dan wajib kita lakukan. Sebabnya, nggak mungkin dong kita akan memahami Islam tapi menggunakan kacamata Barat atau kacamata sekularisme. Itu sama artinya nggak bakalan nemuin kejelasan. Kalo memahami Islam, wajib dari sudut pandang Islam. Jadi nih, kalo ada yang bilang bahwa Islam itu bias gender karena nggak menghargai wanita, tapi melihatnya dari sudut pandang sekularisme atau peradaban Barat, ya itu namanya tulalit. Apalagi kalo kemudian kita kepancing menjelekkan Islam karena menggunakan kerangka berpikir Barat. Wah, jangan sampe deh.

Read Article →

Ramadhan dan Media Massa

Sobat muda, kita sebenarnya nggak ingin banget kehilangan makna Ramadhan gara-gara terpengaruh tayangan Ramadhan di televisi yang malah kian ngejauhin kita dari ketakwaan yang coba ditumbuhkan di bulan mulia ini. Tapi, nyatanya memang demikian—bukan ketakwaan yang tumbuh, tetapi ketawaan yang nyaris ada di setiap acara televisi. Kita jadi merasa santai dalam menjalani Ramadhan ini karena nggak ada tambahan ilmu. Padahal, kita lebih banyak hobi nonton televisi ketimbang baca buku atau dengerin ceramah ustad kalo kultum tarawih dan kuliah subuh atau di acara sanlat. Nah, lho. Ayo, ngaku! Hehe..bukan nuduh nih.

Read Article →

Ngulik Kegiatan di Akhir Ramadhan

Wah, nggak terasa ya, Ramadhan akan segera berakhir (saat buletin kesayanganmu ini terbit—29 Juli 2013, Ramadhan udah di hari ke-20). Orang-orang sudah mulai disibukkan dengan aktivitas menyambut lebaran. Ada yang sibuk bikin kue, ‘maraton’ cari baju lebaran, ada yang udah mudik, merenovasi rumah dll. Semua aktivitas yang semula ditujukan untuk fokus menyambut Ramadhan, teralihkan menjadi euforia menyambut lebaran.

Read Article →

History Made Everyday!

Bro en Sis rahimakumullah, nyadar nggak kalo sebenernya sejarah itu, diukir setiap hari. Sejarah itu tidak muncul begitu saja, langsung jatoh dari langit. Tidak. Tetapi dibangun sedikit demi sedikit, pelan-pelan, penuh dengan kerja keras dan pengorbanan besar, walapun kadang hanya untuk menorehkan sedikit saja kenangan manis dalam dinding sejarah. Namun sebelum sejarah manis tersebut bisa dituliskan, tetep kudu dikerjakan dulu, Bro!

Read Article →

Jangan Cuma Bisa Bilang: “Cinta”

Jangan pernah ucapkan kata cinta jika kita masih tak bisa memberikan pengorbanan terbesar dalam hidup kita demi yang kita cintai. Jangan sampe keluar kata cinta jika kita tak berani membela yang kita cintai. Sebab, cinta bukan hanya ucapan yang manis di bibir, bukan kata yang kedengarannya indah di telinga, dan bukan pula tulisan yang membuat kita merasa bahagia. Bukan hanya itu. Karena cinta harus diwujudkan dalam perilaku. ‘Kalimah sakti’ itu harus tercermin dalam perbuatan dan pikiran. Sekali berani bilang cinta, maka seharusnya kita akan berani berkomitmen untuk berkorban, berani membela, dan berani bertanggung jawab terhadap apa yang kita cintai.

Read Article →

Dakwah Bukanlah Hiburan

Ada baiknya kita mengetahui definisi dakwah. Nah, kata dakwah adalah derivasi dari bahasa Arab “Da’wah”. Kata kerjanya da’aa yang berarti memanggil, mengundang atau mengajak. Ism fa’ilnya (alias pelaku) adalah da’i yang berarti pendakwah. Di dalam kamus al-Munjid fi al-Lughoh wa al-a’lam disebutkan makna da’i sebagai orang yang memangggil (mengajak) manusia kepada agamanya atau mazhabnya.

Read Article →

Menjadi Remaja Pejuang Islam

Kata siapa kalo melaksanakan syariat Islam itu terkekang, serba sulit dan susah? Coba deh perlahan tapi pasti perbaiki diri, mulai bener-bener meyakini sesuai al-Quran dan as-Sunnah akan rukun iman terus berhijab bagi yang muslimah, perbaiki akhlak, perbanyak ilmu Islam dan ikut menyebarkan pemikiran Islam yang udah kamu kuasai. It’s fun, chalenging dan juga menjadi ajang fastabiqul khairat plus amar ma’ruf nahi munkar. So, daripada mempengaruhi orang untuk berbuat bandel (baca: maksiat) berjamaah, mending ngajakin orang-orang untuk berbuat baik, iya kan?

Read Article →

Mari Peduli dengan Dakwah

Menyeru kepada yang ma’ruf dan mencegah dari perbuatan munkar merupakan identitas seorang muslim. Itu sebabnya, Islam begitu dinamis. Buktinya, mampu mencapai hingga sepertiga planet bumi ini. Itu artinya, hampir seluruh penghuni daratan di dunia ini pernah hidup bersama Islam. Betul, ketika kita belajar ilmu bumi, disebutkan bahwa dunia ini terdiri dari sepertiga daratan dan dua pertiga lautan. Subhanallah, inilah prestasi hebat para pendahulu kita. Itu karena mereka mem­iliki semangat yang tinggi untuk mene­gakkan kali­mat “tauhid” di bumi ini dan punya kepedulian untuk menyebarkan dakwah dan jihad.

Read Article →

Meneladani Rasulullah saw. dan Para Sahabat

Nah, kita punya banyak sahabat Rasulullah saw. yang masing-masing memiliki kelebihan dan keunikan tersendiri. Rasa-rasanya, ini juga patut kita banggakan dan seharusnya mampu mengatrol rasa percaya diri kita. Jangan salah lho, karena para sahabat Rasulullah saw. ini bak bintang di langit yang kerlap-kerlip di malam hari. Ia akan ‘menemani’ kita dalam memilih dan memilah jalan yang hendak kita tempuh. Pantas banget kalo mereka layak kita jadikan sebagai panutan dalam kebaikan.

Read Article →

Cinta yang Pasti Berbalas

Cinta kepada kebenaran Islam pasti acintakan berbalas. Insya Allah kita nggak akan kecewa dengan mencintai kebenaran dan menjadi pejuang kebenaran. Cinta, pengorbanan, dan perjuangan kita dalam mencintai kebenaran Islam ini pasti berbalas alias bersambut. Nggak usah khawatir. Karena apa? Karena kebenaran Islam itu sudah dijamin langsung oleh Allah Swt. mencintai Islam, membelanya, dan juga memperjuangkannya sama dengan mencintai Allah Swt. dan RasulNya. Mencintai Allah Ta’ala dan Rasulullah saw. sama artinya dengan mencintai kebenaran. Dan, yakinlah bahwa cinta kita akan berbalas, yakni dengan mendapatkan garansi berupa pahala atas kesetiaan dan kesediaan kita berkorban dan berjuang dalam membela kebenaran Islam ini.

Read Article →

Berbeda Tapi Tetap Bersatu

Itu sebabnya, jika kebetulan ada yang berbeda cara wirid dan berdoa setelah shalat berjamaah, ya jangan serta merta menyalahkannya. Nggak boleh tuh. Lebih baik, ditanyakan kepada yang bersangkutan untuk mencari tahu alasannya. Jadi, kalo ada teman kita yang saat wirid diam-diam aja, doanya juga nggak ikutan bareng dengan jamaah lainnya yang mengeraskan suaranya, maka lebih baik kita tanya mengapa dia melakukan hal itu dan dalilnya ada nggak. Kalo ada dan hal itu berasal dari pendapat Islam, ya nggak usah memaksakan pendapat kita tentang tatacara wirid dan doa yang kita dapetin dari sumber yang berbeda.

Read Article →

Teguh dalam Kebenaran

Sobat muda muslim, teguh dalam mempertahankan kebenaran adalah bagian dari keikhlasan kita dalam berjuang. Maksudnya nih, kalo kamu jadi aktivis Rohis, terus ada yang ngeledikin or ada yang mencemooh tentang aktivitas kamu yang, ya pasti beda dong ama anak-anak lain yang nggak jadi aktivis Rohis. Kalo harus dijemberengin sih, intinya aktivis Rohis biasanya beda ama anak-anak yang masih jahiliyah, gitu. Misalnya soal pakaian (menutup aurat atau nggak ketika keluar rumah), soal perhatian terhadap makanan dan minuman (halal or haram), kemudian minatnya yang besar kepada ilmu agama, dan sejenisnya.

Read Article →

Menyelamatkan Kaum Muslimin

Sobat, ini memang tugas kita untuk menyelamatkan saudara-saudara kita, sesama kaum muslimin. Bukan sok tahu, bukan pula sok jagoan, apalagi sok suci. Nggak. Kita mencoba empati dengan keadaan teman-teman kita yang masih berada dalam kegelapan. Bukan apa-apa, kita bisa begini ‘hebat’ tahu ini dan itu, juga dengan melalui proses yang amat panjang dalam hidup ini. Kita bisa merasakan bagaimana nikmatnya saat kita berhasil melaksanakan kewajiban. Dengan pro­ses yang amat panjang pula dalam belajar kita, kita jadi tahu kalo kita melakukan perbuatan yang dilarang dalam ajaran Islam adalah haram, dan jelas dosa. Seharusnya tertanam pula niat dan berupaya agar bisa menghindari aktivitas terlarang tersebut.

Read Article →

Fatin, Fenomena X Factor

Histeria massa Indonesia setelah berbulan-bulan lamanya, akhirnya berakhir juga. Apakah itu? Yupz, tak lain dan tak bukan adalah fenomena gadis mungil bersuara unik di ajang pencarian bakat X Factor Indonesia, Fatin Shidqia Lubis. Selain suara uniknya, fenomena Fatin yang lumayan membikin heboh Indonesia adalah penampilannya dengan kerudung sebagai ciri khas kemuslimahan dirinya. Banyak yang mengelu-elukan dan mendukung sebagai ikon muslimah modern; tampil di glamournya panggung musik tapi tetap menutup aurat.

Read Article →

Waspadalah dengan Istidraj

Kadang kita heran juga ngelihat Bashar Assad, pemimpin Suriah yang udah memerintahkan para begundalnya untuk membunuhi rakyatnya sendiri yang menentang kedudukannya, malah aman-aman saja dan hidup tenang dan menikmati kesewenang-wenangan meski kekuasannya berlumuran darah kaum muslimin, rakyatnya sendiri. Selain itu, kita juga menyaksikan banyak orang yang maksiat tapi pinter-pinter dari sisi akademik, para aktivis liberal yang memang menentang Islam kok malah hidup berkucukupan, orang-orang kafir banyak yang kaya-raya. Ada apa di balik semua ini?

Read Article →

Keluarga Taat Syariat

Maka, ketika Islam diterapkan dalam kehidupan individu, keluarga, masyarakat dan negara akan tercipta harmonisasi yang hebat. Banyak lahir individu yang kokoh akidahnya dan kuat takwanya dari keluarga yang menjunjung tinggi akidah dan syariat Islam. Keuntungan pun akan dirasakan oleh setiap manusia baik muslim atau nonmuslim. Bahagianya memiliki keluarga yang islami. Yakin itu, Bro!

Read Article →