‘Kolaborasi’ antara Iman, ilmu, dan amal

Keimanan yang mantap dan keilmuan yang tinggi tidak akan berdaya guna jika tidak diamalkan. Maka, mengamalkan Islam dalam kehidupan adalah sebuah keniscayaan. Selain untuk diri sendiri, kita juga diminta untuk menyampaikan kepada orang lain. Inilah yang populer dengan sebutan dakwah. Ya, dakwah. Kewajiban ini subur dengan keutamaan jika dilakukan. Untuk memberantas kerusakan tidak bisa selesai dengan diam kita, tapi insya Allah akan bisa diselesaikan dengan aktivitas kita.

Read Article →

Lulus Sekolah, Malah Gundah?

Alhamdulillah, UN udah lewat, ijazah SMA sebentar lagi didapat, tapi kok senangnya cuma sesaat? Abis itu, galau! Tiap ketemu orang, entah ayah, ibu, bibi, paman, uwak, nenek, kakek, teman, temannya teman dan lainnya dan sejenisnya, semuanya ribet nanyain. “Abis ini mau kuliah di mana? Jurusan apa? Kamu mo kuliah atau langsung kerja? Dan seabreg pertanyaan senada lainnya.

Read Article →

Cahaya Iman

Ya, ibarat ikan yang hidup di air laut yang penuh dengan garam. Air laut yang asin itu, selama ikan masih hidup bisa bergerak ke sana kemari, asinnya air laut tak akan mampu meresap ke dalam tubuhnya. Tapi begitu ikan mati, maka air laut yang asin itu akan dengan mudah menyusup ke dalam tubuhnya. Sehingga tubuh ikan itu menjadi asin. Seorang Muslim yang keimanannya tetap hidup dalam dirinya, insya Allah tak akan mudah larut dalam kehidupan yang rusak. Dan, harus dipahami bahwa keimanan itu harus kita pelihara terus. Bagaimana cara memelihara agar iman tetap hidup?

Read Article →

Bukan Cinta Biasa

‘Drama kehidupan’ bersama Islam yang dimainkan para sahabat Rasulullah saw. dalam membela Allah, RasulNya, dan tentunya juga Islam sungguh sangat mengagumkan. Suatu ketika Zaid bin Datsinah bersama lima sahabat lainya diutus Rasulullah menemani sekelompok kecil kabilah untuk mengajarkan Islam ke kabilah yang bertetangga dengan Bani Hudzail tersebut. Waktu itu, negara Islam sudah berdiri. Kejadiannya setelah Perang Uhud.

Read Article →

Kemenangan Itu Amat Dekat

Tugas kita dalam berdakwah ini memang yang pertama kali harus ditanamkan adalah niat dan tekad. Keahlian yang lain insya Allah bisa menyusul untuk dimiliki. Tapi niat dan tekad, ini yang utama. Itu sebabnya, menyiapkan diri dalam dakwah ini harus dihiasi dengan niat yang ikhlas dan tekad yang kuat. Jangan diniatkan karena ingin tenar, atau dianggap paling istimewa. Bukan pula tekad yang melempem dan mudah goyah.

Read Article →

Kerlap-Kerlip Budaya Pop

Bro en Sis rahimakumullah, pembaca setia gaulislam, namun demikian, kalo melihat gejalanya yang terjadi dalam kehidupan kita saat ini, rasa-rasanya nggak salah-salah amat kalo budya pop itu bisa diartikan sebagai instant culture. Jadi intinya budaya pop adalah budaya yang ringan, menyenangkan, trendi, dan cepat berganti. Nah, biasanya para remaja paling doyan kalo udah njiplak gaya hidup hasil imbas budaya pop. Pokoke, cepet banget nyetelnya euy! Itu sebabnya, saya jadi kepikiran terus sama kamu-kamu. Khawatir kalo kamu terjerumus main ikut-ikutan aja tanpa memandang halal dan haram dalam berbuat.

Read Article →

Islam Sulit Disentuh?

Islam nggak salah apa-apa. Bahkan Islam memberikan cahaya terang. Kitanyalah sebagai umatnya yang nggak mau mengenal Islam lebih dalam. Padahal, Islam udah disebarkan sejak lama oleh Rasulullah saw. dan para sahabatnya. Bahkan udah nyebar sampe ke negeri ini. Namun, Islam hanya sebatas agama dan dikenakan simbol-simbolnya saja. Sementara akidahnya masih bolong-bolong diyakini, syariatnya masih compang-camping nggak karuan.

Read Article →

Secuil Surat untuk Aktivis Dakwah

Saudaraku yang telah memberikan perhatian dan tenaganya untuk dakwah Islam, masih ingatkah kalian ketika kita pertama kali belajar Islam? Kita bahkan mengeja nama Allah dengan amat susah. Kita tidak paham tentang isi al-Quran, kita tak mengerti apa arti perjuangan dakwah, kita bahkan buta dan tak pernah tahu dari mana kita berasal, untuk apa kita hidup di dunia, dan ke mana akan pergi setelah kematian. Aku pernah merasakan demikian, dan aku yakin di antara kita bahkan ada yang pernah melakukan kemaksiatan sebelum akhirnya mendapat hidayahNya. Aku yakin di antara kita bahkan pernah menolak ajakan dakwah dari seseorang. Mencibir pelakunya dan menganggap sia-sia perbuatan mereka. Itu ketika kita tidak tahu.

Read Article →

Kekuatan Ilmu

Jika ilmu sudah didapat, maka insya Allah ilmu akan memberikan kita menguasai hal-hal yang belum diketahui oleh orang yang belum belajar. Seorang teman yang ahli di bidang komputer tentu berbeda dengan saya yang tak begitu mengerti seluk-beluk komputer. Begitupun sebaliknya, saya insya Allah lebih menguasai ilmu seputar kepenulisan ketimbang teman saya yang ngerti komputer tersebut. Jika saya mau belajar seputar komputer insya Allah bisa juga pada akhirnya, begitupun dengan teman saya yang mahir komputer tetapi juga terus belajar dan berlatih bisa juga menulis pada akhirnya. Insya Allah.

Read Article →

Remaja Peduli Politik

Sobat gaulislam, kamu perlu tahu dan memperhatikan dalam kehidupan ini. Persoalan kehidupan kita, sebenarnya bisa disederhanakan dengan pengelompokkan sebagai berikut: keperluan pribadi, keluarga, masyarakat, dan juga negara, lebih keren lagi, urusan seluruh dunia. Nah, tentu saja kemampuan manusia berbeda-beda dalam mengurusi kepentingannya masing-masing. Ada yang hanya bisa urus diri sendiri, tetapi ngurus keluarga berantakan. Ada yang nggak bisa ngurus diri sendiri, tetapi malah bisa ngurusin orang lain. Malah nggak sedikit yang ngeti problem negara tetapi nggak ngerti problem keluarganya sendiri. Lebih parah ada banyak juga yang nggak ngerti semuanya. Waduh, celaka tuh.

Read Article →

Tamasya ke Surga

Nah, postingan kali ini, saya sengaja memberi judul: “Tamasya ke Surga”. Sebab, tadi pagi kebetulan sekali memang membahas dua ayat terakhir dari surat ath-Thalaq (yakni surat ke-11 dan ke-12): “(Dan mengutus) seorang Rasul yang membacakan kepadamu ayat-ayat Allah yang menerangkan (bermacam-macam hukum) supaya Dia mengeluarkan orang-orang yang beriman dan beramal saleh dari kegelapan kepada cahaya. Dan barangsiapa beriman kepada Allah dan mengerjakan amal yang saleh niscaya Allah akan memasukkannya ke dalam surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Sesungguhnya Allah memberikan rezki yang baik kepadanya. Allah-lah yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula bumi. Perintah Allah berlaku padanya, agar kamu mengetahui bahwasanya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan sesungguhnya Allah ilmu-Nya benar-benar meliputi segala sesuatu.”

Read Article →

Pepesan Kosong

Menurut saya sih, bertengkarnya antar pendukung dalam kasus tersebut ibarat memperebutkan pepesan kosong. Ya, pepesan adalah paket yang diekspektasikan terdiri dari bungkus daun pisang, isinya berupa ikan mas atau lainnya yang dilumuri bumbu dan penyedap, diolah menurut cara memasaknya dan siap disajikan. Nah, pepesan kosong berarti bungkusnya saja tanpa isi. Jadi, sudahlah, jika pun menyukai pertandingan sepak bola, nikmati saja jalannya pertandingan. Sekadar hiburan saja (jika pun itu dianggap sebagai hiburan). Tak perlu ikutan terbawa emosi dan melampiaskannya di situs jejaring sosial dengan sumpah serapah dan saling ejek antar pendukung. Malu.

Read Article →

Tentukan Cita-cita Muliamu!

Sering banget kita dengar pepatah atau pameo: “Kejarlah cita-citamu setinggi langit”. Yup, ini jadi inget quote yang sering ada di sampul buku atau di bagian paling bawah lembaran kertas buku tulis. Hehehe… baidewei tumben nih ngomongin cita-cita, apa karena sehubungan dalam rangka UN alias Ujian Nasional. Coz, UN adalah sebagian tahap menuju cita-cita. Eh, nggak juga sih sebenernya. Ok, sobat gaulislam sebenarnya saya cuma mau berbagi pengalaman en sedikit ngasih saran tentang cita-cita. Alasannya, justru ini menjadi bagian paling penting dalam hidup kamu bahkan menjadi tujuan hidup kamu.

Read Article →

Menjadi Perempuan Berharga

Perempuan adalah tiang negara. Kalimat ini mungkin sudah tak asing lagi bagi kamu semua. Di tangan perempuan, baik buruknya suatu negara ditentukan. Laki-laki baik akan mudah menjadi buruk oleh goda rayu seorang perempuan. Tentu selalu ada pengecualian dong, khususnya bagi laki-laki yang salih maka bujuk rayu itu tak akan mempan. Tapi di sini kita berbicara tentang sesuatu secara umum. Contoh sederhana tentang kasus ini banyak di sekitar kita. Karena suatu negara itu miniaturnya ada pada institusi keluarga, maka yuk kita lihat cerminnya pada kejadian sehari-hari.

Read Article →

Remaja Keren, Remaja Taat Syariat

Ngomongin soal keren-kerenan, siapa sih di dunia ini yang nggak kepengen dianggap keren? Setiap orang pasti punya keinginan ini. Apalagi ‘makhluk’ bernama remaja. Konon, darahnya masih panas. Masih mengalir deras. Kurang sreg rasanya jika hidupnya dibilang datar alias biasa-biasa saja. Apalagi jika dibilang hidupnya monoton dan kaku. Biasanya langsung mencak-mencak.

Read Article →

Islam Mengajarkan Etika, Lho!

Bro en Sis rahimakumullah, pembaca setia gaulislam, apa sih definisi akhlak dalam pandangan Islam? Menurut Muhammad Husain Abdullah (dalam bukunya, Studi Dasar-dasar Pemikiran Islam, hlm 100), disebutkan bahwa secara bahasa akhlaq berasal dari kata al-khuluq yang berarti kebiasaan (as-sajiyah) dan tabiat (at-thab’u). Sedangkan menurut istilah (makna syara’) akhlak adalah sifat-sifat yang diperintahkan Allah kepada seorang muslim untuk dimiliki tatkala ia melaksanakan berbagai aktivitasnya. Sifat-sifat akhlak ini tampak pada diri seorang muslim tatkala dia melaksanakan berbagai aktivitas—seperti ibadah, mu’amalah, dan lain sebagainya.

Read Article →

Suriah Bersimbah Darah

Yup! Suriah atau Syria itu negeri muslim. Sama seperti Indonesia, Malaysia, Brunei, dan negeri Islam lainnya yang kini—sayangnya—sudah terpecah ke dalam lebih dari 50 negara kecil. Menyedihkan memang. Padahal, dulunya kaum muslimin bersatu tak hanya dalam ikatan akidah yang sama, tetapi negara yang sama dan satu, yakni Daulah Khilafah Islamiyah. Sejak masa kepemimpinan Rasulullah saw., yang kemudian dilanjutkan oleh para Khulafa ar-Rasyidin dan generasi berikutnya beratus tahun lamanya hingga terakhir di Turki Utsmani pada 1924. Kalo dihitung-hitung lebih dari 1000 tahun lho kaum muslimin bersatu dan menjadi negara terbesar baik dalam jumlah penduduk maupun luas wilayah. Sayangnya, berbagai penjajahan ke negeri-negeri muslim akhirnya membuat negeri muslim terpecah menjadi potongan-potongan puzzle kecil yang sulit disusun dan disatukan.

Read Article →

“30 Tahun Mendatang Anak Kita” (Tulisan Mohammad Fauzil Adhim)

Ada satu tulisan menarik dari Ustadz Mohammad Fauzil Adhim, rekan saya sesama penulis. Tulisan ini amat menyentuh, menginspirasi dan semoga menjadi bagian dari sarana dakwah untuk mendidik anak-anak kita. Tulisan ini memang beliau tujukan untuk para guru, namun tidak menutup kemungkinan untuk kita semua, khususnya sebagai para orang tua. Oya, sumber tulisan, silakan klik di sini. Selamat membaca dan semoga bermanfaat.

Read Article →

Narsis Nggak Bikin Eksis

Nah, ngomong-ngomong soal narsis, sebenarnya dalam Islam diatur banget lho. Urusan narsis alias cinta kepada diri sendiri secara berlebihan ini dibahas dalam syariat. Perilaku narsis ini dalam level tertentu malah memunculkan adanya keinginan untuk tampil dilihat orang. Nah, perilaku narsis ini dalam Islam ada aturan mainnya, khususnya kalo udah nyangkut amal shalih. Bener lho. Jangan sampe kamu dijajah oleh pikiran dan perasaan kamu ingin dianggap ngetop, ingin dianggap ibadahnya paling getol dan paling sempurna, ingin mendapat perhatian dan simpati orang lain.

Read Article →

Emang Gaya, Kalo Ditato?

Pemakaian alat tusuk yang menembus kulit, misalnya alat tindik, tato, dan facial wajah diyakini berdasarkan penelitian bisa membantu penularan HIV. Kalo alat tusuknya itu (jarum) nggak seteril, misalnya bekas mentato orang yang udah terinfeksi HIV, terus nggak dibersihin lagi pas mentato orang lain, maka orang yang ditato setelahnya bisa tertular HIV. Tuh kan, itu namanya nggak cinta sama diri sendiri. Nggak cinta ama tubuh sendiri. Itu sebabnya, orang yang ditato or ditindik kuping, alis, hidung dan sebagainya itu sebenarnya cintanya itu adalah cinta palsu.

Read Article →

Jalan Ini Terjal, Tapi Menyenangkan

Bro en Sis pembaca setia gaulislam, jadi aktivis dakwah itu konon katanya adalah pilihan di tengah mainstream alias arus utama yang memang bertentangan dengan jalan dakwah. Arus utama kehidupan saat ini adalah gaya hidup yang hedonis, permisif, sekuler. Sementara jalan dakwah adalah jalan penuh kemuliaan, kebaikan, dan tentunya kebenaran sesuai tuntunan Allah Swt. dan RasulNya. Meski jalan menuju kemuliaan itu terasa berat. Terasa terjal, berliku, berlubang, dan membahayakan. Tapi yakinlah bahwa itu sekadar ujian. Semoga kita jadi tahan banting.

Read Article →

Modal yang Terus Berkurang

Imam ar-Razi dalam tafsirnya mengenai keterkaitan antara waktu dan kerugian menyatakan: “Ketika rugi dipahami sebagai hilangnya modal, sementara modal manusia adalah umur yang dimilikinya, maka manusia senantiasa mengalami kerugian. Sebab, setiap saat dari waktu ke waktu umur yang menjadi modalnya terus berkurang.” Nah, ini menjadi bukti bahwa kita sebenarnya memiliki modal yang terus berkurang. Kalo sekarang usia kamu 15 tahun, maka tahun depan adalah 16 tahun. Berdasarkan bilangan, umurmu bertambah. Namun, jika dilihat dari jatah hidupmu di dunia ini, pastilah berkurang. Betul nggak?

Read Article →

Jaga Akidahmu, Sobat!

Sobat semua, tahukah kalian? Sebagai generasi muda muslim, ternyata banyak dari kita yang masih belum bisa membedakan mana akidah yang benar dan mana akidah yang rusak! Beberapa dari kita lebih suka mengambil ajaran agama yang menurut mereka asyik dan enak dipakai (milihnya pake hawa nafsunya semata), tanpa tahu apakah yang mereka ambil tersebut benar atau salah. Miris banget deh ya? Parahnya lagi nih, kebanyakan dari mereka tuh menganggap semua ajaran benar dan sah. Ajaran selain dan di luar Islam pun dianggap sama benarnya dengan apa yang ada dalam ajaran kita! Hadeuuuhh….. parah banget deh. Semoga aja kamu nggak termasuk golongan itu ya, Bro en Sis!

Read Article →