Remaja Peduli Politik

Sobat gaulislam, kamu perlu tahu dan memperhatikan dalam kehidupan ini. Persoalan kehidupan kita, sebenarnya bisa disederhanakan dengan pengelompokkan sebagai berikut: keperluan pribadi, keluarga, masyarakat, dan juga negara, lebih keren lagi, urusan seluruh dunia. Nah, tentu saja kemampuan manusia berbeda-beda dalam mengurusi kepentingannya masing-masing. Ada yang hanya bisa urus diri sendiri, tetapi ngurus keluarga berantakan. Ada yang nggak bisa ngurus diri sendiri, tetapi malah bisa ngurusin orang lain. Malah nggak sedikit yang ngeti problem negara tetapi nggak ngerti problem keluarganya sendiri. Lebih parah ada banyak juga yang nggak ngerti semuanya. Waduh, celaka tuh.

Read Article →

Tamasya ke Surga

Nah, postingan kali ini, saya sengaja memberi judul: “Tamasya ke Surga”. Sebab, tadi pagi kebetulan sekali memang membahas dua ayat terakhir dari surat ath-Thalaq (yakni surat ke-11 dan ke-12): “(Dan mengutus) seorang Rasul yang membacakan kepadamu ayat-ayat Allah yang menerangkan (bermacam-macam hukum) supaya Dia mengeluarkan orang-orang yang beriman dan beramal saleh dari kegelapan kepada cahaya. Dan barangsiapa beriman kepada Allah dan mengerjakan amal yang saleh niscaya Allah akan memasukkannya ke dalam surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Sesungguhnya Allah memberikan rezki yang baik kepadanya. Allah-lah yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula bumi. Perintah Allah berlaku padanya, agar kamu mengetahui bahwasanya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan sesungguhnya Allah ilmu-Nya benar-benar meliputi segala sesuatu.”

Read Article →

Pepesan Kosong

Menurut saya sih, bertengkarnya antar pendukung dalam kasus tersebut ibarat memperebutkan pepesan kosong. Ya, pepesan adalah paket yang diekspektasikan terdiri dari bungkus daun pisang, isinya berupa ikan mas atau lainnya yang dilumuri bumbu dan penyedap, diolah menurut cara memasaknya dan siap disajikan. Nah, pepesan kosong berarti bungkusnya saja tanpa isi. Jadi, sudahlah, jika pun menyukai pertandingan sepak bola, nikmati saja jalannya pertandingan. Sekadar hiburan saja (jika pun itu dianggap sebagai hiburan). Tak perlu ikutan terbawa emosi dan melampiaskannya di situs jejaring sosial dengan sumpah serapah dan saling ejek antar pendukung. Malu.

Read Article →

Tentukan Cita-cita Muliamu!

Sering banget kita dengar pepatah atau pameo: “Kejarlah cita-citamu setinggi langit”. Yup, ini jadi inget quote yang sering ada di sampul buku atau di bagian paling bawah lembaran kertas buku tulis. Hehehe… baidewei tumben nih ngomongin cita-cita, apa karena sehubungan dalam rangka UN alias Ujian Nasional. Coz, UN adalah sebagian tahap menuju cita-cita. Eh, nggak juga sih sebenernya. Ok, sobat gaulislam sebenarnya saya cuma mau berbagi pengalaman en sedikit ngasih saran tentang cita-cita. Alasannya, justru ini menjadi bagian paling penting dalam hidup kamu bahkan menjadi tujuan hidup kamu.

Read Article →

Menjadi Perempuan Berharga

Perempuan adalah tiang negara. Kalimat ini mungkin sudah tak asing lagi bagi kamu semua. Di tangan perempuan, baik buruknya suatu negara ditentukan. Laki-laki baik akan mudah menjadi buruk oleh goda rayu seorang perempuan. Tentu selalu ada pengecualian dong, khususnya bagi laki-laki yang salih maka bujuk rayu itu tak akan mempan. Tapi di sini kita berbicara tentang sesuatu secara umum. Contoh sederhana tentang kasus ini banyak di sekitar kita. Karena suatu negara itu miniaturnya ada pada institusi keluarga, maka yuk kita lihat cerminnya pada kejadian sehari-hari.

Read Article →

Remaja Keren, Remaja Taat Syariat

Ngomongin soal keren-kerenan, siapa sih di dunia ini yang nggak kepengen dianggap keren? Setiap orang pasti punya keinginan ini. Apalagi ‘makhluk’ bernama remaja. Konon, darahnya masih panas. Masih mengalir deras. Kurang sreg rasanya jika hidupnya dibilang datar alias biasa-biasa saja. Apalagi jika dibilang hidupnya monoton dan kaku. Biasanya langsung mencak-mencak.

Read Article →

Islam Mengajarkan Etika, Lho!

Bro en Sis rahimakumullah, pembaca setia gaulislam, apa sih definisi akhlak dalam pandangan Islam? Menurut Muhammad Husain Abdullah (dalam bukunya, Studi Dasar-dasar Pemikiran Islam, hlm 100), disebutkan bahwa secara bahasa akhlaq berasal dari kata al-khuluq yang berarti kebiasaan (as-sajiyah) dan tabiat (at-thab’u). Sedangkan menurut istilah (makna syara’) akhlak adalah sifat-sifat yang diperintahkan Allah kepada seorang muslim untuk dimiliki tatkala ia melaksanakan berbagai aktivitasnya. Sifat-sifat akhlak ini tampak pada diri seorang muslim tatkala dia melaksanakan berbagai aktivitas—seperti ibadah, mu’amalah, dan lain sebagainya.

Read Article →

Suriah Bersimbah Darah

Yup! Suriah atau Syria itu negeri muslim. Sama seperti Indonesia, Malaysia, Brunei, dan negeri Islam lainnya yang kini—sayangnya—sudah terpecah ke dalam lebih dari 50 negara kecil. Menyedihkan memang. Padahal, dulunya kaum muslimin bersatu tak hanya dalam ikatan akidah yang sama, tetapi negara yang sama dan satu, yakni Daulah Khilafah Islamiyah. Sejak masa kepemimpinan Rasulullah saw., yang kemudian dilanjutkan oleh para Khulafa ar-Rasyidin dan generasi berikutnya beratus tahun lamanya hingga terakhir di Turki Utsmani pada 1924. Kalo dihitung-hitung lebih dari 1000 tahun lho kaum muslimin bersatu dan menjadi negara terbesar baik dalam jumlah penduduk maupun luas wilayah. Sayangnya, berbagai penjajahan ke negeri-negeri muslim akhirnya membuat negeri muslim terpecah menjadi potongan-potongan puzzle kecil yang sulit disusun dan disatukan.

Read Article →

“30 Tahun Mendatang Anak Kita” (Tulisan Mohammad Fauzil Adhim)

Ada satu tulisan menarik dari Ustadz Mohammad Fauzil Adhim, rekan saya sesama penulis. Tulisan ini amat menyentuh, menginspirasi dan semoga menjadi bagian dari sarana dakwah untuk mendidik anak-anak kita. Tulisan ini memang beliau tujukan untuk para guru, namun tidak menutup kemungkinan untuk kita semua, khususnya sebagai para orang tua. Oya, sumber tulisan, silakan klik di sini. Selamat membaca dan semoga bermanfaat.

Read Article →

Narsis Nggak Bikin Eksis

Nah, ngomong-ngomong soal narsis, sebenarnya dalam Islam diatur banget lho. Urusan narsis alias cinta kepada diri sendiri secara berlebihan ini dibahas dalam syariat. Perilaku narsis ini dalam level tertentu malah memunculkan adanya keinginan untuk tampil dilihat orang. Nah, perilaku narsis ini dalam Islam ada aturan mainnya, khususnya kalo udah nyangkut amal shalih. Bener lho. Jangan sampe kamu dijajah oleh pikiran dan perasaan kamu ingin dianggap ngetop, ingin dianggap ibadahnya paling getol dan paling sempurna, ingin mendapat perhatian dan simpati orang lain.

Read Article →

Emang Gaya, Kalo Ditato?

Pemakaian alat tusuk yang menembus kulit, misalnya alat tindik, tato, dan facial wajah diyakini berdasarkan penelitian bisa membantu penularan HIV. Kalo alat tusuknya itu (jarum) nggak seteril, misalnya bekas mentato orang yang udah terinfeksi HIV, terus nggak dibersihin lagi pas mentato orang lain, maka orang yang ditato setelahnya bisa tertular HIV. Tuh kan, itu namanya nggak cinta sama diri sendiri. Nggak cinta ama tubuh sendiri. Itu sebabnya, orang yang ditato or ditindik kuping, alis, hidung dan sebagainya itu sebenarnya cintanya itu adalah cinta palsu.

Read Article →

Jalan Ini Terjal, Tapi Menyenangkan

Bro en Sis pembaca setia gaulislam, jadi aktivis dakwah itu konon katanya adalah pilihan di tengah mainstream alias arus utama yang memang bertentangan dengan jalan dakwah. Arus utama kehidupan saat ini adalah gaya hidup yang hedonis, permisif, sekuler. Sementara jalan dakwah adalah jalan penuh kemuliaan, kebaikan, dan tentunya kebenaran sesuai tuntunan Allah Swt. dan RasulNya. Meski jalan menuju kemuliaan itu terasa berat. Terasa terjal, berliku, berlubang, dan membahayakan. Tapi yakinlah bahwa itu sekadar ujian. Semoga kita jadi tahan banting.

Read Article →

Modal yang Terus Berkurang

Imam ar-Razi dalam tafsirnya mengenai keterkaitan antara waktu dan kerugian menyatakan: “Ketika rugi dipahami sebagai hilangnya modal, sementara modal manusia adalah umur yang dimilikinya, maka manusia senantiasa mengalami kerugian. Sebab, setiap saat dari waktu ke waktu umur yang menjadi modalnya terus berkurang.” Nah, ini menjadi bukti bahwa kita sebenarnya memiliki modal yang terus berkurang. Kalo sekarang usia kamu 15 tahun, maka tahun depan adalah 16 tahun. Berdasarkan bilangan, umurmu bertambah. Namun, jika dilihat dari jatah hidupmu di dunia ini, pastilah berkurang. Betul nggak?

Read Article →

Jaga Akidahmu, Sobat!

Sobat semua, tahukah kalian? Sebagai generasi muda muslim, ternyata banyak dari kita yang masih belum bisa membedakan mana akidah yang benar dan mana akidah yang rusak! Beberapa dari kita lebih suka mengambil ajaran agama yang menurut mereka asyik dan enak dipakai (milihnya pake hawa nafsunya semata), tanpa tahu apakah yang mereka ambil tersebut benar atau salah. Miris banget deh ya? Parahnya lagi nih, kebanyakan dari mereka tuh menganggap semua ajaran benar dan sah. Ajaran selain dan di luar Islam pun dianggap sama benarnya dengan apa yang ada dalam ajaran kita! Hadeuuuhh….. parah banget deh. Semoga aja kamu nggak termasuk golongan itu ya, Bro en Sis!

Read Article →

Jangan Jadi Cewek Cengeng

Bro en Sis rahimakumullah, pembaca setia gaulislam, beware! Hati-hati banyak banget ternyata cewek cengeng di sekitar kita. Mereka ini adalah yang gampang patah hati dan patah semangat karena cowok. Bertepuk sebelah tangan cintanya, sudah nangis darah (edisi lebay hehehe). Curcol nggak jelas bin galau di media sosial. Diputusin cowok, nggak terima dan menghiba-hiba. Idih…sangat merendahkan derajat kaum cewek kan sikap ini?

Read Article →

Ceria dengan Dakwah

Wiih! Ceria? Maksud lo? Hehe… Ceria itu maksudnya CERdas en bersyaRIAh (maksa nggak sih nih bikin akronim? Hehe! Asli maksa dah!). Itu berarti, cerdas dalam berpikir akan sesuatu yang tentunya sesuai syariah Islam. Apakah suatu perbuatan haram atau kagak, apakah harus ngambil sekularisme en friends (liberalisme, hedonisme, feminisme, dan lainnya) atau membuangnya jauh-jauh, hingga hilang ditelan bumi (ceilee!). Nah, pastinya kalo kita cerdas, tentunya tindak-tanduk kita itu bakalan sesuai dengan syariah Islam alias sesuai dengan perintah dan larangan Allah.

Read Article →

Remaja Muslimah, Move On!

Wah, ternyata masih banyak ya muslimah muda yang pikirannya masalah mode en duniawi aja dalam kehidupannya. Ya, masalah Islam sebagai ideologi cuma dianggap sekelebatan aja atau diambil setengah-setengah. Mereka anggap masa remaja masa yang ‘suka-suka’, mencari jati diri (tapi nggak ketemu-ketemu). Masalah akil baliq sebagai proses pendewasaan menuju kesiapan menerima amanah yang lebih ‘berat’ malah terabaikan. Begitu dapat masalah, yang jadi rujukan malah media-media remaja yang nggak islami.

Read Article →

Kalau Bukan Kita, Siapa Lagi?

Sudah saatnya remaja peduli bahwa siapa lagi yang akan memperjuangkan Islam di tengah-tengah masyarakat kalau bukan kita semua? Makanya jangan malas ya untuk belajar Islam. Yuk kita sama-sama memperbaiki teman-teman kita agar kembali pada Islam secara kaaffah alias total alias nggak pilih-pilih ngelaksanain jenis syariat Islam. Tetapi laksanakan semua, baik kamu sukai atau tidak kamu sukai.

Read Article →

Kisah Buih di Lautan

Pernah lihat buih di lautan? Ya, terombang-ambing di tengah gelombang. Perumpamaan yang masuk akal dari Rasulullah saw. Kita, jumlahnya banyak. Tetapi kita mudah dilecehkan, dihina, dipermainkan hingga dibantai musuh-musuh Islam. Kaum muslimin tercerai-berai dalam lebih dari 50 negara. Kehebatan dan kemuliaannya terborgol dalam kotak-kotak sempit bernama nasionalisme, golongan, kelompok, partai, komunitas. Sungguh tak nampak kehebatannya sebagai ‘mantan’ negara adidaya yang memimpin dunia lebih dari seribu tahun lamanya.

Read Article →

Galau dan Alay? No Way!

Saya ngebayangin—mudah-mudahan sih nggak kejadian—suatu saat nanti anak alay ini makin merajalela. Untuk persoalan bahasa saja kita pasti akan kesulitan. Kenapa? Hehehe.. udah pada tahu kan, kalo anak alay senengnya ngubah bahasa tulisan dengan karakter yang nggak jelas. Contoh: “54y4 m0 kE sannnaaaa… yach, kamuw addha di HoME gx?” Belum lagi nulisnya: akyu, aquh, luph, ciinnnn, cemungadddh, bla..bla… akun facebook namanya narsis abis: DeWI Cellalu Cenyhumm; Bryan pengEN nyang ENTU. Hadeuh.. cape deh!

Read Article →

“Andai Aku Bisa Memilih”

Enak banget kalo semua bisa kita pilih sesuai keinginan kita. Ingin kaya, langsung dikabulkan. Pengen banyak ilmu, diberikan dengan mudah. Kebelet nikah, jalannya gampang. Kesengsem kerjaan yang gajinya gede, langsung dapat. Wah, enak banget hidup kayak gitu. Kayak mimpi. Kita milihnya yang enak-enak dan sesuai selera. Persis dalam dongeng. Tapi sayangnya, kita hidup di dunia nyata. Penuh warna, penuh romantika. Tak bisa memilih sesuka kita. Tak bisa menolak ketika hadapi kenyataan yang berbeda dari harapan.

Read Article →