Ketika Sate Dijajakan Festival Jajanan


pict0003a.jpgSate adalah makanan yang gampang ditemui di kota mana pun. Itu sebabnya, ketika Anda berkunjung ke salah satu kota di Indonesia, hampir bisa dipastikan makanan ini terasaji dan bisa dinikmati dengan biaya yang relatif murah. Tapi, tentu saja di balik kemudahan mendapatkan makanan jenis ini, pasti ada saja sesuatu yang uniknya. Keunikan itu bisa dari rasa (yakni rasa dagingnya dan bumbunya), juga dari penyajiannya (tempat untuk makannya, tempat menghidangkan satenya dan sejenisnya). Dua hal ini yang pastinya berbeda dari setiap kedai yang menjual sate tersebut.

Bagi orang yang sering bepergian ke luar kota, nampaknya akan sangat mudah mengakses dan menikmati berbagai macam makanan (termasuk sate) dari daerah yang dikunjunginya. Sangat boleh jadi ia akan merasakan banyak pengalaman baru dalam hal makan sate. Bukan tak mungkin pula jika akhirnya bisa menjadi “ahli kuliner” karena terbiasa mencicipi banyak hidangan dari berbagai daerah.

Khusus untuk sate, makanan ini sepertinya gampang dibuat. Cukup ada daging (bisa daging kambing atau daging ayam yang memang sering kita jumpai), lidi sebagai alat untuk menusukkan potongan dari daging-daging yang siap dibakar, kemudian peralatan untuk membakar daging mentah itu, serta bumbu-bumbu yang menjadi penyedap rasa sate. Meski terlihat gampang, tapi bukan berarti semua orang bisa dengan mudahpict0002a.jpg membuat sate, lho. Perlu latihan dan teknik tersendiri. Selain kemampuan teknis, ada yang tak boleh dilupakan, yakni soal “feeling” meracik bumbu agar rasa sate benar-benar enak untuk dinikmati. Pengalaman dan kecermatan memilihkan bumbu, termasuk penyedap rasa berupa kecap sangat menentukan hasil akhir sebuah hidangan sate.

Di Festival Jajan Bango 2007, selain ajang untuk menggelar jajanan khas dari berbagai daerah yang disponsori Kecap Bango, juga sebagai sarana membangun imej bahwa kecap, sebagai penyedap rasa dari masakan yang sangat erat hubungannya dengan kecap, tetap menjadi pilihan para juru masak untuk ‘memoles’ rasa masakannya. Bagi Anda penggemar sate, di festival jajanan yang digelar tahunan dan di beberapa kota besar di Indonesia ini akan mudah menjumpainya serta menikmati sate khas dari daerah tertentu dengan harga yang relatif murah. Sekadar contoh, Pondok Sate Pejompongan (Jakarta) yang sudah terkenal itu, kini bisa dinikmati di daerah yang menjadi tempat diberlangsungkannya FJB. Jadi, bukan impian lagi bisa menikmati jajanan khas yang boleh jadi hanya ada di daerah tertentu, karena di Festival Jajanan Bango kita bisa menjumpainya dan merasakan pengalaman menyantap daging bakar bernama sate tersebut. Acara semacam ini rasa-rasanya layak juga dipertahankan demi memuaskan selera konsumen penikmat jajanan bercitarasa tinggi dan khas. [O. Solihin]

3 pemikiran pada “Ketika Sate Dijajakan Festival Jajanan

    1. O kitu, sok atuh enggal geura ‘didownload’ katuanganana 🙂 **di Bogor oge ayeuna asa di lembur Kang, seueur urang Kuningan malah aya anu icalan tahu gejrot, sate beber jeung sajabana 🙂

  1. Laporan langsung ya Mas? 🙂
    Sayang sekali waktu itu aku gak bisa ikutan ke acara FJB di Jakarta. Sepertinya seru karena banyak jajanan, apalagi jika bisa menikmatinya.. :p

    ya.. bisa dikatakan begitu lah. Sekalian ceritanya lagi ikutan lomba penulisan blog juga yang diadakan Kecap Bango tsb 🙂 makasih ya udah ngasih komen..

    Salam,
    O. Solihin
    23 Agustus 2007

Kantunkeun Balesan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s