Makan di Panas Terik Matahari


pict0010a.jpgKalau sudah lapar, makan apa pun dan dalam kondisi apa pun tak jadi soal. Tujuan utama kenyang dan tidak sampai kelaparan. Barangkali, kondisi ini pula yang membuat beberapa orang sepertinya tak begitu ambil pusing dengan tempat makan. Salah satunya adalah makan sambil berjemur. Bayangkan, ini terjadi bukan pagi hari, tapi tengah hari antara pukul 12.00 sampai 13.00 WIB. Matahari Jakarta yang membakar ubun-ubun bukan persoalan bagi beberapa orang yang menyatap makanan di Festival Jajanan Bango 2007 di Senayan Jakarta ini. Seperti tampak pada dua gambar yang saya sertakan dalam artikel ini, ‘pelakunya’ kelihatannya enjoy saja menyantap makanan di terik panas matahari tanpa pelindung. Ada juga yang sudah mengantisipasi keadaan dengan membawa payung. Maka, inilah salah satu pemandangan unik di Festival Jajanan Bango pada 30 Juni 2007 lalu itu.

Awalnya saya sempat menduga bahwa panitia kurang antisipasi terhadap tempat untuk menyantap berbagai masakan yang dijajakan dalam rangka meramaikan Festival Jajanan Bango ini. Tapi setelah dipikir-pikir kembali, justru menyediakan tempat seperti ini sangat beralasan. Tapi tentu ada syaratnya. Yakni tempat terbuka untuk menyantap makanan ini lebih nyaman dan ‘romantis’ jika di malam hari. Sebab, selain menikmati rasa masakan di lidah, juga merasakan suasana malam penuh bintang tanpa penghalang sehingga kesan menikmati makanan jadi bertambah nilai plusnya karena suasana lingkungan sekitar yang enak dipandang mata. Sayangnya, saya tak bisa mengabadikan pemandangan malam hari dari mereka yang menyantap makanan karena sudah terburu-buru pulang menjelang sore hari. Maklum, sudah ada tugas lain yang harus saya kerjakan.

Menurut saya, agar suasana dan tempat makan lebih nyaman dan lebih leluasapict0013a.jpg (khususnya untuk siang hari), barangkali ke depannya panitia Festival Jajanan Bango bisa menyediakan payung-payung besar yang ditempatkan di halaman luas. Payung-payung besar? Ya, bukan tenda, karena tenda bisa membuat suasana tidak seru, jadi seperti di tempat hajatan. Tujuannya tentu agar yang menyantap makanan bisa sedikit nyaman, meski di tengah terik matahari. Minimal sekali ubun-ubun tidak terjemur. Sebab, dalam kondisi panas seperti itu, kita jadi kurang bisa menikmati masakan dengan santai karena tergesa bekejaran untuk meminimalisir sengatan sinar matahari. Nah, payung-payung besar itu, bisa saja disisihkan ketika menjelang malam hari untuk memberikan kesempatan para penikmat jajanan melihat bintang-bintang yang gemerlapan di langit malam sambil menyantap makanan kesukaannya dalam suasana yang romantis. Sehingga, kesan acara Festival Jajanan Bango bukan sekadar mudahnya akses untuk menikmati masakan-masakan khas dari berbagai daerah dengan harga terjangkau tapi sekaligus memberikan kesan suasana tempat yang berbeda dari biasanya (dan yang terpenting: nyaman). Bukan tak mungkin menjadi nilai lebih dari acara tersebut. Semoga. [O. Solihin]

Iklan
Kategori Catatan PerjalananTag , ,

3 thoughts on “Makan di Panas Terik Matahari

  1. Kami menyewakan tenda gurita yang cocok untuk event satu hari, harganya pun per event sangat murah Rp. 65.000, sudah termasuk bongkar pasang dan trasnsport di bandung, tlp. 022 2035640.

  2. Meski saya tidak mengunjungi langsung, tapi dari cerita ini, serasa mengunjungi arena tsb. Catatan yang bagus tentang sebuah liputan acara.. Terima kasih

  3. linda riana 5 Sep 2007 — 12:00

    Halo Pak Solihin,

    Nama saya Linda Riana….tentunya Pak Solihin sudah pernah mendengar tentang Writing Contest, Photo Contest, dan Bloggers Contest yang diadakan oleh Kecap Bango.
    Senang rasanya bisa baca-baca tentang FJB…boleh tidak ya saya dikirimi URL yang berisikan tulisan-tulisan mengenai FJB?
    Dan juga data diri Pak Solihin untuk saya masukan ke dalam daftar Bloggers Contest. Untuk penjelasan mengenai contest-contest tersebut silahkan klik: http://kecap_bango.blogspot.com

    Terimakasih sebekumnya, dan mohon informasinya ya….

    Salam,
    linda

    Halo Bu Linda…
    Iya. Saya sudah mengetahui lomba-lomba tersebut. Bahkan saya ketika mampir di FJB Senayan Jakarta juga ikut mendaftar di Media Center FJB sebagai blogger contest untuk acara tersebut. 🙂 Terima kasih atas perhatiannya. Insya Allah saya kirim segera URL tulisan2 saya di blog ini dan juga data diri saya kepada Bu Linda.

    Salam,
    O. Solihin
    6 September 2007, 13:52 WIB

Kantunkeun Balesan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close