(Sudah Pasti) Ketinggalan Kereta…


Assalaamu’alaikum wr wb

Semoga teman-teman sehat semua dan mau meluangkan waktunya membaca catatan harian saya yang sederhana ini. Sekadar coretan kecil aja sih. Tapi semoga bermanfaat…

Hmm.. kalo baca judulnya, ini namanya pas-pasan yang emang nggak enak banget. Pas datang ke stasiun, pas kereta udah berangkat. Gondoknya lagi, tiket udah beli pula. Walhasil tuh tiket nggak bisa diuangkan lagi dan saya ketinggalan kereta. Halah!

Hmm.. begini ceritanya: 7 Nopember 2007 saya ngisi acara bedah buku saya, yang judulnya SOS [Save Our Soul] di MAN Ciwaringin Cirebon. Alhamdulillah acaranya lancar dan sukses. Panitia udah nyiapin dengan serius. Cuma ada satu yang kurang, yakni buku yang mau dibedah tersebut nggak ada gara-gara gagal deal dengan pihak pengelola toko buku yang ada di wilayah tersebut. Menurut panitia, meski udah ngajuin proposal jauh-jauh hari untuk acara tersebut, namun pihak toko tidak bersedia dengan alasan waktu kegiatan hanya satu hari. Itu saya dapatkan pas dijemput panitia di stasiun Cirebon pada 6 Nopember 2007 jam 21.40-an. Eh, ini juga ada cerita lucu. Kereta Cirebon Ekspres yang saya tumpangi itu sempat-sempatnya salah ambil jalur di sebuah lintasan persilangan. Waduh! Beruntung nggak sampe fatal banget. Tapi tetap ada akibatnya, yakni kereta telat datang ke tempat tujuan (harusnya jam 21.12–ini yang tertulis di tiket lho). Udah mah di Stasiun Gambir tuh kereta telat datang, eh, di perjalanan ada masalah. Lengkap sudah penderitaan penumpang KA 🙂

Oya, keluhan teman-teman panitia tentang buku yang mau dibedah nggak bisa didapatkan di toko buku, sedikit terobati karena saya membawa beberapa eksemplar buku yang akan dibedah. Juga beberapa buku saya yang lain. Maklum, selain sebagai penulis, saya juga merangkap menjadi penjual buku sendiri. Lumayanlah, buat nambah-nambah untuk beli sesuap nasi dan segenggam berlian (hahaha…). Karena jumlah buku yang dibawa tidak setara dengan jumlah peserta yang hadir, maka buku tersebut terjual habis dan banyak peserta yang mau beli jadi nggak kebagian. Nah, ada yang unik nih, ada dua orang remaja yang menjadi peserta acara tersebut setengah memaksa saya untuk melepas buku saya satu-satunya itu untuk ia beli. Tapi, saya nggak mau karena buku tersebut selain jadi pegangan saya kalo bedah buku, juga udah banyak coretannya. Meski udah dikasih solusi untuk beli di Cirebon dengan cara nitip ke guru atau teman panitia lainnya, tapi mereka menolak dengan alasan nggak ada tanda tangan penulisnya. Halah! Ada-ada saja. Maka, akhirnya tercapai kesepakatan: mereka beli ke saya dan buku itu akan dikirim dari Bogor lengkap dengan tanda tangan saya. 🙂

Nah, kembali ke soal ketinggalan kereta. Acara tersebut sebenarnya selesai menjelang dhuhur. Tapi di luar acara saya harus melayani banyak konsultasi dari peserta yang hadir dengan beragam pertanyaan baik seputar isi buku, tentang proses menulis, tentang pendapat saya dari masalah yang mereka hadapi. Alhamdulillah dengan sabar saya melayani mereka sampai mereka merasa puas. Pas jam 13-an saya langsung pamitan untuk nyiapin buat berangkat lagi ke Bogor. Setelah selesai shalat dhuhur saya ngobrol-ngobrol ringan dengan beberapa teman panitia sambil saya mengepak semua barang yang akan saya bawa. Nggak kerasa, ternyata waktu udah nunjukkin jam 14.00. Saya udah dinjanjikan akan diantar pada jam tersebut. Meski praktiknya ternyata nggak mulus. Tapi kata teman panitia, perjalanan dari Ciwaringin ke Stasiun Cirebon sekitar 45 menit. Okelah, meski mepet banget tapi saya berusaha untuk berdoa (semoga keretanya telat datang dari Jakarta… hehehe…), dengan begitu meski berangkat ngepas waktu masih bisa naik kereta yang tiketnya udah dibelikan panitia itu.

Singkat kata, di perjalanan ternyata nggak mulus juga. Di beberapa kawasan kami terjebak macet. Terutama di Palimanan, di Plered, Kedawung, dan.. nah ini dia… di jalur yang menuju stasiun (kalo nggak salah nyatet itu di Jl Kartini–udah dekat ke stasiun). Saya udah ngerasa bahwa pasti ketinggalan kereta. Maklum, jam 14.55 masih di jalan yang ternyata sangat crowded. Di situ saja, ada sekitar 15 menit waktu terbuang. Hasilnya… begitu sampe stasiun waktu di sana udah nunjukkin 15.10. Artinya, kereta Cirebon Ekspress udah meninggalkan seorang penumpangnya ini 10 menit yang lalu. Gondok tentu saja. Apalagi saya harus sampe rumah setidaknya maksimal 20.00 karena harus edit naskah untuk buletin Gaul Islam sebab besok pagi hari kamis harus sudah naik cetak.

Tapi akhirnya sedikit lega, karena saya ditawari oleh seorang petugas PT KAI untuk naik kereta Taksaka dari Yogyakarta yang akan datang sebentar lagi di stasiun Cirebon dan akan berangkat kembali pada jam 15.30-an. Akhirnya segera ngibrit menuju loket dan membeli tiket. Alhamdulillah, akhirnya saya bisa berangkat jam 15.33 dari stasiun Cirebon menuju Jakarta. Berarti berada di belakang kereta Cirebon Ekspress yang seharusnya saya tumpangi… (sayangnya, karena nggak bisa balapan, kereta Taksaka gimana juga nggak bisa mendahului kereta Cirebon Ekspress di depannya. Hehehe…)

Okelah, insya Allah kejadian ada hikmahnya (setidaknya buat saya pribadi), bahwa dalam kasus ini betapa kita harus menghargai waktu. Itu sebabnya, harus diatur sedemikian rupa untuk mencapai hasil maksimal.

Oya, dalam catatan harian ini, saya ngucapin banyak terima kasih kepada Kang H. Agus Jamaluddin, Ketua IMMAN (Ikatan Mukharijin Madrasah Aliyah Negeri) Ciwaringan. BTW, Mukharijin artinya alumni, karena arti harfiahnya adalah “orang-orang yang sudah keluar”. Juga untuk Mas Heri yang telah menjalin komunikasi dengan saya sejak mencari waktu kosong saya untuk bisa ngisi acara tersebut hingga selesai acara. Terima kasih juga untuk semua civitas akademi MAN Ciwaringin dan seluh penitia serta peserta yang telah berpartisipasi dalam acara bedah buku Save Our Soul. Semoga kebersamaan kita bisa tetap terjalin, setidaknya masih tetap bersama-sama dalam memperjuangkan tegaknya Islam. Insya Allah.

Salam perjuangan dan kemenangan ideologi Islam,

O. Solihin

PS: Sedikit info buat teman-teman di Pamekasan Madura, insya Allah buku Save Our Soul akan dibedah di sana pada tanggal 18 Nopember 2007. Info lengkapnya menyusul ya.. 🙂

Iklan

2 pemikiran pada “(Sudah Pasti) Ketinggalan Kereta…

  1. Assa. kang oleh, maaf kalau hari ini saya baru buka cerita lama ini, maklum kuli bangku jadi komentarnya kelamaan. cerita akang ini membuka lagi episode indah waktu bedah buku, tentu saja saya mesti memohon maaf sama kang oleh atas segala hal yang kurang menyenangka, insya allah tali silaturahim ini akan kita bentangkan terus. o ya kang aku sama beberapa temen guru mau ikut pelatihan gratis dari speedy, salah satunya ngeblog. satu icon yang sangat booming saat ini, buat saya mudah-mudahan akan bermanfaat, saya lagi berusaha mengkoleksi segala hal yang berhubungan dengan pembelajaran bahasa Arab. khususnya dalam pengembangan metodologi dan maksimalisasi penggunaan laboratorium dalam meningkatkan motivasi belajar pada siswa kelas Fullday (unggulan) MAN Ciwaringin. bahkan udah disusun proposal untuk PTK biaya langsung dari DEPAG Pusat. mohon saran dari kang oleh. syukron wass.

Kantunkeun Balesan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s