Voice of Islam di Bumi Ruai Jurai


Catatan kecil perjalanan ke Bandarlampung

Foto bersama Bang Yan, penyiar Radio Omega 105.1 FM Bandarlampung

Rencana ke Bandarlampung sebenarnya dengan niat besar ingin silaturahmi ke mbahnya anak-anak. Namun, ternyata perjalanan saya ke Bandarlampung ini akhirnya dititipi juga dengan amanah oleh manajemen MediaIslamNet, khususnya Divisi Majalah Udara Voice of Islam. Saya diminta juga untuk sowan ke salah satu radio di sana yang selama ini sudah bekerjasama menyiarkan Voice of Islam. Seperti dalam tugas marketing sebuah produk, kunjungan kepada client adalah sekaligus untuk mempererat jalinan kerjasama. Istilahnya mungkin untuk sambung rasa, namun tidak untuk sambung raga (hehehe..). Husss!

Singkat cerita, waktu perjalanan itu tiba. Kamis, 22 April 2010. Saya sekeluarga memulai perjalanan ke Bandarlampung menggunakan bis malam DAMRI. Berangkat jam 20.00 WIB dari Terminal Bis Pariwisata di dekat Botani Square Bogor. Enak juga sih perjalanan di malam hari. Tidak panas (tentu saja di dalam bis adem karena diguyur udara dingin dari AC). Selain itu, jalanan biasanya sepi. Benar saja, jam 22.30-an bis ternyata sudah merapat  ke dermaga Pelabuhan Merak. Padahal biasanya, jika siang hari, perjalanan Bogor-Merak bisa ditempuh hingga lebih dari 3 jam. Nah, yang jadi persoalan adalah ketika semua kendaraan dan manusia memasuki kapal ro-ro. Jika tidak diatur (terutama kendaraan) pastilah semua ingin segera masuk ke lambung kapal. Menunggu cukup lama. Hampir sekitar 1 jam untuk bisa memasuki lambung kapal. Antri!

Sekitar jam 23.30-an bis yang saya tumpangi sudah masuk di lambung kapal Ontoseno I. Bis ini termasuk kendaraan  yang hampir paling akhir masuk kapal. Sebab, satu truk double engkel nyusul di belakangnya. Besar juga kapal ini. Saya setidaknya menghitung ada 5 bis dan lebih dari sepuluh truk tronton dan truk double engkel lainnya ‘ditelan’ kapal ro-ro ini.

Tak lama kapal sudah siap-siap menyeberangi Selat Sunda. Karena ngantuk, saya memilih tidur saja di dalam bis. Saking pulasnya, tahu-tahu ketika terbangun sudah ramai orang turun dari dek kapal menuju tempat parkir kendaraan di lambung kapal. “Wah, berarti sudah merapat ke dermaga Pelabuhan Bakauheni, Lampung”, pikir saya. Benar saja, ketika mata saya mengintip ke celah-celah di pinggir lambung kapal tampak puluhan lampu penerangan di sekitar pelabuhan. Sekira sepeminuman teh (halah, seperti baca cerita Wiro Sableng saja nih!), kapal benar-benar sudah sandar di dermaga Pelabuhan Bakauheni. Tepat  pukul 01.50 WIB, bis yang saya tumpangi sudah keluar dari lambung kapal Ontoseno I yang telah berlayar mengarungi Selat Sunda. Alhamdulillah.

Bis ngebut menembus kabut malam. Jalanan lintas sumatera sepi. Dan, karena masih agak ngantuk, akhirnya saya tertidur lagi. Baru bangun lagi ketika bis masuk ke halaman rumah makan “Siang-Malam” di daerah Kalianda, Lampung Selatan. Saya dan anak-anak (termasuk ibunya anak-anak) turun dari bis. Karena tak terbiasa makan berat pada dinihari, maka kami cuma menyantap pop mie saja (eh, ini menyebut merek ya? Hehehe… tak apalah. Karena susah nyari padanan katanya). Sekitar 20 menit berselang, bis kembali melanjutkan perjalanan dengan tujuan akhir kota Bandarlampung, tepatnya di Terminal Rajabasa. Jam di handphone saya menunjukkan pukul 03.41 WIB ketika kami turun dari bis di kawasan pelabuhan peti kemas Panjang. Jalanan masih sepi. Kami memutuskan menunggu jemputan saudara di pos polisi dekat situ. Sempat beberapa tukang ojeg yang ada di situ nawarin jasa. Tapi kami tolak karena sudah akan dijemput. Akhirnya, setelah nunggu sekitar 20 menitan, datang jemputan. Sip deh. Langsung menuju daerah Telukbetung, tempat mbahnya anak-anak. Alhamdulilah sampai di tempat tujuan menjelang shubuh. Ngobrol-ngobrol seperlunya dengan keluarga dan akhirnya terlelap tidur setelah shalat shubuh.

Sabtu, 24 April 2010

Bang Yan sedang memandu siaran "Kontak Sapa Spesial" Voice of Islam

Maaf, saya tidak menceritakan kegiatan hari Jumat. Karena akan menjadi panjang catatan ini (hehehe…). Langsung saja kepada inti cerita yang sejak awal ditulis, yakni menunaikan amanah dari manajemen MediaIslamNet untuk berkunjung ke Radio OMEGA 105.1 FM Bandarlampung. Selain kunjungan, juga disiapkan waktu untuk siaran di sana. Jam 11.00-12.00 WIB.

Radio OMEGA 105.1 FM ini letaknya di Jl Sultan Agung No 10, Labuhan Ratu, Kedaton, Bandarlampung. Ya, lumayan juga sih jauhnya, apalagi jika ditempuh dengan jalan kaki atau ngesot (halah, lebay banget deh!).  Karena agenda saya ke radio ini saya sampaikan juga ke kerabat di Bandarlampung, maka saya rencananya akan diantar untuk bisa sampai ke sana. Untuk mengefektifkan waktu, saya sekalian silaturahmi ke rumah kakak ipar di daerah Gedong Air. Katanya sih lebih dekat ke Kedaton. Maka, pagi sekitar jam 8 saya dan keluarga sudah dijemput. Berangkatlah ke sana pake mobil. Tapi sempat kaget karena ternyata mobilnya jenis bak terbuka. Bukan mobil sedan seperti yang dikabari sebelumnya. Kata suami adiknya istri saya, mobil yang sedan dipake sama suami kakak ipar saya. Waduh! Tak apalah, toh anak-anak juga senang dan minta duduk di belakang, yakni di bak terbuka. Ada-ada saja.

Sekitar setengah jam sampai di tempat kakak ipar saya. Sambil nunggu waktu menjelang jam 10, saya menyelesaikan beberapa tulisan sembari browsing internet. Jadi tidak manyun dan bête. Nah, di sinilah kejadian ‘menegangkan’ muncul. Suaminya dari adik istri saya ternyata diminta sama kakak ipar saya untuk mengantar ban ke suatu tempat (oya, kakak ipar saya ini bisnis jual-beli ban vulkanisir). Lha, terus saya bagaimana?

Hmm.. akhirnya saya jalan sendiri bawa sepeda motor setelah sebelumnya saya diberikan informasi rutenya. Ya, tak masalah. Jika pun nyasar tak akan sampe ke Bogor, pikir saya. Alhamdulillah, akhirnya sampai juga di Radio OMEGA 105.1 FM Bandarlampung. Jam 10.55 WIB ketika saya melihat handphone sesaat setelah memarkir sepeda motor. Piuh.. hampir saja telat!

Ehm.. sangat riang gembira menyapa pendengar Voice of Islam

Di ruang tamu saya sudah disambut seorang pria berbadan tegap yang kemudian memperkenalkan diri sebagai Bang Yan. Ternyata kehadiran saya sudah ditunggu-tunggu. Aduh, jadi gimana gitu. Ngobrol-ngobrol sebentar dan kemudian masuk ruang siaran. Adem. Ruang ber-AC. Rapi dan wangi. Saya siapkan segala yang diperlukan selama siaran. Tepat jam 11.05 acara “Kontak Sapa Spesial” mengudara. Menyapa pendengar Omega 105.1 FM yang selama ini sudah terbiasa mendengarkan Voice of Islam di Bumi Ruai Jurai. Sesaat sebelum siaran saya kirim SMS ke Direktur VOI, Ust Umar Abdullah bahwa saya sudah siap mengudara di Omega FM (tak lupa juga saya update status di facebook, hehe..). Hingga pukul 12.00 WIB saya menyampaikan seputar Voice of Islam, profil MediaIslamNet (termasuk websitenya), dan mengenalkan buku-buku saya dan bulletin gaulislam serta menjawab pertanyaan-pertanyaan via telepon dari pendengar. Ada lima pendengar yang berhasil menelepon di acara tersebut. Pertanyaannya bagus-bagus. Bukan hanya seputar VOI, tapi juga masalah keluarga, fikih, dan pergaulan. Oya, ada catatan khusus, ternyata ada apresiasi dari pendengar terhadap VOI yang meminta VOI sekali-kali diadakan secara live. Bukan rekaman. Setelah acara selesai, Bang Yan juga memberikan informasi bahwa acara Voice of Islam ini cukup mendapat sambutan positif dari pendengar. Alhamdulillah. Bahkan beliau menyarankan untuk dijadwalkan khusus kunjungan seperti ini dan disiarkan langsung di radio. Hmm.. boleh juga usulannya.

Banyak manfaat dan inspirasi baru ketika mengunjungi radio yang menyiarkan Voice of Islam. Merupakan kebahagian dan kebanggaan tersendiri bisa lebih dekat melihat profil radio yang bekerjasama dengan MediaIslamNet. Insya Allah, MediaIslamNet akan menyempatkan sowan ke radio-radio yang tergabung dalam VOIRadioNetWork ketika ada kru MediaIslamNet yang kebetulan bertugas ke daerah tertentu atau ada acara khusus lainnya. Istilahnya, sekali dayung, dua-tiga pulau terlampui.

Ruang siaran yang oke punya. Sip deh!

Saya tutup sampai sini saja catatan singkatnya, walaupun saya punya cerita lain untuk dibagikan. Tetapi sesuai dengan judul catatan ini, saya lebih fokuskan kepada kunjungan ke radio. Semoga bermanfaat. Dan, bagi para pengelola radio di berbagai daerah lainnya, insya Allah pihak MediaIslamNet akan mengabari jika kru MediaIslamNet mengadakan perjalanan ke daerah tertentu.

Akhirul keyboard, terima kasih kepada semua pihak yang telah ikut memperlancar acara kunjungan ke Radio  OMEGA 105.1 FM ini. Terima kasih juga kepada seluruh kru Radio OMEGA 105.1 FM, khususnya Bang Yan, atas sambutan hangatnya. Sampai jumpa di lain kesempatan. Semoga Voice of Islam terus mengudara di Bumi Ruai Jurai. Mari menimbang masalah dengan syariah!

Salam,

O. Solihin

Kantunkeun Balesan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.