Mencari Bank Syariah Bebas Riba


Assalaamu’alaikum wr wb

http://www.oegloer.multiply.com

Sejak kemunculan bank syariah di Indonesia, saya memang berharap banyak institusi keuangan ini mampu menjawab kekhawatiran kaum muslimin yang ingin menghindari riba dalam transaksi keuangannya. Dan, memang itulah yang dijanjikan setiap pengelola bank syariah selama ini dalam promosinya.

Saya sengaja menulis dengan judul seperti ini: “Mencari Bank Syariah Bebas Riba”. Sebab, dengan munculnya bank-bank syariah dari banyak pengelola bank konvensional, bagi saya pribadi, ada dua poin yang menancap di benak saya. Pertama, itu artinya akan mudah untuk melakukan transaksi bebas riba, di bank manapun karena banyak pilihan dan mudah aksesnya.  Kedua, saya justru jadi bertanya-tanya (atau mungkin tepatnya mempertanyakan) “kebersihan” dan “kesucian” mekanisme yang dilakukan bank konvensional ketika ikut terjun di bisnis syariah.

Kehawatiran ini, bagi saya, dan juga beberapa kawan yang menyaksikan fenomena kemunculan bank syariah yang bak jamur di musim hujan, jadi wajar-wajar saja. Ini seperti memiliki rasa bahagia tapi sekaligus cemas. Maklum, bagi kaum muslimin yang tetap mendambakan kebersihan transaksi keuangannya yang bebas riba, pantas jika harus berhati-hati. Inilah tantangan yang perlu dijawab oleh institusi perbankan syariah yang saat ini banyak bermunculan dan pastinya akan menciptakan kompetisi di antara mereka. Namun, kompetisi itu bisa saja menjadi tidak lagi dilirik oleh calon nasabah yang “hati-hati” dan ketat dalam menyeleksi bank syariah yang akan menjadi mitra dalam transaksi keuangannya.

Bagi pengelola bank syariah (murni), yang lahir bukan dari rahim bank konvensional yang mencoba diversifikasi dalam usaha perbankannya, perlu juga memikirkan inovasi baru untuk menandingi agresivitas bank konvensional yang terjun ke arena bisnis syariah. Hal ini perlu dilakukan agar fitur-fitur yang sudah dimiliki bank konvensional tidak mampu menggoda nasabah bank syariah (murni). Sebab, saat ini fitur teknologinya ketinggalan jauh ketimbang bank konvensional, dan akan kian mengancam jika bank konvensional ini menerapkan fitur teknologi di binis syariah mereka. Ini pengamatan dan pengalaman saya selama ini sebagai nasabah salah satu bank syariah.

Saya sendiri sebenarnya memilih untuk tidak membenturkan antara bank syariah (murni) dengan bank syariah yang lahir dari rahim bank konvensional. Sebab, alangkah indahnya jika semuanya benar-benar menjalankan prinsip syariah sebagaimana dalam promosinya selama ini. Sehingga, masyarakat, khususnya kaum muslimin yang merindukan transaksi keuangan yang bebas riba menjadi banyak pilihan dan akan menumbuhkan kepercayaan kepada institusi keuangan syariah.

Ini memang harapan ideal bagi saya. Selama ini ketika saya menyimpan dana sekaligus bertransaksi di bank syariah masih banyak ‘memakluminya’. Saya malah berprinsip “daripada tidak ada”. Alasannya, saya menyimpan dana dan bertransaksi di bank syariah agar terbebas dari riba. Namun di satu sisi, kemudahan untuk mengakses layanannya masih terbatas. Misalnya, layanan internet banking yang belum ada dan jumlah ATM yang minim, meskipun masih tertolong dengan adanya kerjasama dengan beberapa bank konvensional agar bisa bertransaksi melalui mesin ATM mereka.

Suatu saat, semoga bank syariah tidak lagi menjadi tempat yang “daripada tidak ada” untuk berinvestasi dan bertransaksi sesuai syariah bagi kaum muslimin yang menginginkan bebas riba. Sebaliknya, bank syariah akan menjadi pilihan utama berinvestasi dan bertransaksi bagi kaum muslimin karena sudah terjamin bebas riba. Ditambah perlu ditingkatkannya layanan secara maksimal dalam memudahkan transaksi dan investasi dengan melakukan upgrade teknologi untuk fitur-fitur perbankan sesuai perkembangan teknologi yang ada. Semoga.

**Tetapi sambil mikir dalam-dalam antara harapan dan kecemasan yang ada, “mungkinkah akan tercapai dalam sistem kapitalisme yang segalanya diukur dengan uang, termasuk dalam mencari untung–dengan menghalalkan segala cara. Jangan-jangan, banyaknya bank syariah ‘instant’  dan lost control dalam mekanisme transaksinya tak ada bedanya dengan praktik bank konvensional, yang tak bebas dari riba. Kemunculannya, hanya karena memanfaatkan pasar yang mulai tumbuh kepercayaan kepada institusi syariah. Dan, itu potensi pasar yang sangat ‘gemuk’, karena mayoritas penduduk Indonesia adalah muslim. Semoga juga bukan sekadar label saja, atas nama syariah. ”

Salam,

O. Solihin

Iklan
Kategori Coretanku, OpinikuTag , , , , ,

14 thoughts on “Mencari Bank Syariah Bebas Riba

  1. Kalo sewa modal (uang) boleh gak pak, misal uang 50 Jt disewa 10 Jt dlm setahun. Maka uang pada akhir tahun kembali 60 Jt

    1. Jangan disewa. Sebab, kalo disewa khawatir jadi riba. Tetapi uang tsb digunakan sebagai modal usaha saja. Modelnya kerjasama dengan kedua belah pihak. Untung-rugi ditanggung bersama.

  2. bank syariah yg bebas riba itu yang mana pak di indonesia?

  3. lebih baik nabung di bank syariah daripada di bank konvensional. atau punya rekening 2 saja. di bank syariah dan bank konvensional. tapi yg di bank konvensional yg sudah mapan kita hanya memanfaatkan jaringannya saja, misalnya utk kemudahan transfer, dan nabungnya sih tetap di bank syariah 🙂

  4. Tulisan ini sangat menarik. Meski judulnya sepertinya menafikan adanya bank syariah karena masih mengkhawatirkan adanya praktek ribawi, tapi jika dibaca lebih lanjut isinya justru mengharapkan layanan maksimal dari bank syariah, karena penulisnya juga menjadi nasabah bank syariah. begitu kan mas? 🙂
    Terima kasih, tulisan ini memberikan semacam saran yg bisa ditindaklanjuti oleh pengelola bank syariah.

    1. Terim kasih sudah ikutan berkomentar atas tulisan yang sebenarnya sekadar “curhatan” sy aja 🙂
      Namun demikian, semoga ada manfaatnya buat yang mau mengambil manfaatnya.

  5. Kang, eh Pak 🙂
    nuhun artikelna…
    Sekalian ijin copast ya…
    terus tulisan nya akan saya jadikan sumber juga untuk tulisan tentang Syariah yang akan saya buat….
    Harus diizinkan yah
    hehehe, maksa.

    Nuhun 🙂

    1. Lho kok jadi grogi gitu 🙂 kang boleh, pak boleh. teu langkung..
      Sok atuh silakan di-copast dan dishare jika itu dirasa bermanfaat.
      Hatur nuhun.

  6. Itu sebabnya Pak Ol, dibentuk Dewan Syariah Nasional (DSN, http://www.mui.or.id/index.php?option=com_content&view=article&id=55:tentang-dewan-syariah-nasional&catid=39:dewan-syariah-nasional&Itemid=58).
    Insya Allah walau merupakan diversifikasi usaha, selama bank syariah tersebut mempunyai sertifikat dari DSN, pengelolaan keuangannya sesuai syariah tidak campur dengan yang konvensional (Kalau campur bisa dicabut ijin syariahnya, atuh!).
    Yang lebih pasti lagi kalau bank syariah itu berani spin-off (berpisah) dari induknya. Laporan keuangannya jadi berdiri sendiri.
    Sok, jangan ragu lagi untuk gunakan bank syariah.

    Yang jadi concern saya, di mana bank syariah yang menerapkan prinsip ta’awun. Sebab sekarang ini perhitungan margin (pengganti bunga bank) masih sama atau bahkan lebih tinggi dari bunga bank itu sendiri.

    Mungkin Bank Oleh yang nanti bisa seperti itu, hehehe… 🙂

    1. Ok deh Pak Bambang.. siplah.
      Tapi saya memang masih ‘belum sreg’ aja. Makanya dengan sharing seperti ini paling tidak bisa sedikit memberikan ‘kejelasan’. saya sendiri jadi nasabah di salah satu bank syariah Pak. Cuma memang sedang mendambakan yang “ideal”, makanya saya ‘bernyanyi’: Mungkinkah kita kan slalu bersama, walau terbentang…. eh, stinky mode “on” deh 😀

      Ok Pak. Siapa tahu nanti institusi syariah ini jauh lebih baik lagi. Nuhun for sharing-nya.

  7. ini satu bentuk kritik tajam tapi membangun. perlu banyak orang seperti anda agar masalah2 spt ini bisa menjadi perhatian banyak pihak. thx tulisannya.

    1. Hatur tengkyu juga.Semoga ada manfaatnya. Ini sih curhatan nasabah bank syariah aja dengan contohnya saya sendiri hehehe..

  8. Nice artikel gan!
    saya juga sering merasa harus memilih, di antara banyak pilihan untuk investasi yang syariah, ada bocoran bank syariah mana yang bagus? 🙂

    1. Wadoohh.. gitu ya? Nggak nyangka nih tulisan ada yang ngomentarin juga 🙂 aduh, saya kalo diminta ngasih bocoran bukan ahlinya. Nanti disangka marketingnya lagi. saat ini saya masih memilih satu bank syariah di antara bank syariah lainnya. 🙂 trm ksh atas komennya ya…

Kantunkeun Balesan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close