Guruku, Isomerku


Sebenarnya sudah cukup lama ingin menulis sebuah kenangan yang masih membekas sampai sekarang. Sudah ada juga inspirasi dari seorang kawan untuk menuliskan “kenangan” ini. Very Hot, biasa kami memanggilnya. Nama aslinya sih Very Hotimah. Kawan seangkatan di SMAKBo. Angkatan 35. Masuk di tahun 1989. Nah, dari Very inilah judul ini saya dapatkan ketika beberapa bulan lalu komunikasi via situs jejaring sosial ini.

Ceritanya begini. Waktu kami kelas 2 di SMAKBo, datanglah (ciee.. seperti dalam cerita anak hehehe..), sekelompok guru baru di sekolah kami. Salah seorang di antaranya kemudian menjadi kenangan saya dan kawan-kawan. Entah siapa yang memulai menjuluki saya dengan nama guru kami itu. Saya tidak tahu pasti. Yang jelas, tiba-tiba saja menjadi semacam guyonan dan banyak teman yang “mengiyakan” ketika ditanya apakah saya mirip guru itu? Saya sebenarnya tak ambil pusing. Toh itu memang bagian dari kelakuan para remaja pada umumnya. Saya sebut sajalah nama guru kami itu: Pak Cucun Sulaeman. Saya tidak tahu sekarang apakah beliau punya akun di situs jejaring sosial dan blog atau tidak (jika punya kan saya bisa say hello juga nih). Ya, beliau sudah memberikan kenangan tersendiri bagi saya pribadi dan sebagian kawan-kawan di angkatan 35. Dari sanalah banyak kisah mengalir menghiasi beberapa episode kehidupan saya dan kawan-kawan, khususnya di sekolah.

Guruku isomerku, inilah judul yang saya pilih. Cukup mewakili mengingat kami bersekolah di sekolah kejuruan kimia analisis. Setidaknya saya masih ingat sedikit istilah-istilah kimia, tapi lupa sebagian besarnya  (hehehe…). Yang saya masih ingat dari pelajaran kimia pada saat itu, bahwa isomer adalah molekul-molekul dengan rumus kimia yang sama (malah sering dengan jenis ikatan yang sama). Bedanya, pada susunan atom. Kebanyakan isomer memiliki sifat kimia yang mirip satu sama lain. Ehm, supaya rada nyambung, contoh sederhana dari isomer adalah rumus kimia C3H8O.

Sependek pengetahuan saya, terdapat 3 isomer dengan rumus kimia tersebut, yaitu 2 molekul alkohol dan sebuah molekul eter. Dua molekul alkohol yaitu 1-propanol (n-propil alkohol), dan 2-propanol (isopropil alkohol). Pada molekul pertama, atom oksigen terikat pada karbon ujung, sedangkan pada molekul kedua, atom oksigen terikat pada karbon kedua (tengah). Kedua alkohol tersebut memiliki sifat kimia yang mirip. Sedangkan isomer ketiga, metil etil eter, memiliki perbedaan sifat yang signifikan terhadap dua molekul sebelumnya. Senyawa ini bukan sebuah alkohol, tetapi sebuah eter, dimana atom oksigen terikat pada dua atom karbon, bukan satu karbon dan satu hidrogen seperti halnya alkohol. Eter tidak memiliki gugus hidroksil. Saya yakin masih pada ingat contoh rumus yang ini mah ya (hehe..)

Bagaimana dengan susunan gambar ketiganya? Halah, silakan dibayangkan sendiri deh bagi kawan-kawan yang pernah mempelajarinya. Rada kebayang insya Allah ya (saya sisipkan deh gambar tersebut dalam tulisan ini, mudah-mudahan benar gambarnya). Saya tidak mau berpanjang lebar bahas soal ini, sebab dalam mata pelajaran kimia organik ini saya tak begitu menguasai. Apalagi jika sudah dihadapkan pada Organic Chemistry karya Fessenden & Fessenden, aduh nyerah deh (meskipun guru yang pernah ngajar kimia organik waktu itu adalah almarhum Pak Juswadi BA dan Pak Masri yang menurut saya sangat menguasai kimia organik). Maka sebagai pelampiasan dari kebingungan tersebut saya malah asik membaca WS alias Wiro Sableng (hehehe…, konyol benar saya waktu itu).

Pak Cucun Sulaeman ini, menurut banyak kawan saya, mirip dengan tampang saya. Ciee.. padahal saya sendiri sampai sekarang masih belum yakin jika tampang saya memang benar-benar mirip beliau. Perasaan gantengan saya (jiahahah… narsis abis!). Maaf Pak ya (jika Pak Cucun baca tulisan asal-asalan dari saya ini Pak. Sekadar sedang ingin bernostalgia). Ini mah sekadar guyon. Gara-gara kemiripan itu (katanya), saya sering dipanggil dengan nama guru kami itu. Akibatnya, tentu banyak salah pahamnya bagi kawan lain (kakak kelas atau adik kelas dan teman seangkatan yang belum tahu jalan ceritanya).

Ini sekadar celotehan saja. Sekadar melepas beban yang selama ini saya simpan. Semoga kemiripan secara penampilan (yang diklaim teman-teman) di antara saya dan Pak Cucun membawa barokah (mudah-mudahan). Setidaknya, kawan-kawan juga masih mengingat saya. Karena dulu waktu sekolah saya termasuk yang pendiam, apalagi jika sedang tidur (halah, lebay!). Maka, ‘keterkenalan’ saya waktu di sekolah akibat terdongkrak dengan kasus “isomer” ini, dan kejadian heboh saat saya harus ketinggalan bus saat studi tur ke Bali. Ditambah lagi, saya pada akhirnya didaulat jadi peserta terpopuler waktu pemberian gelar itu di Yogyakarta. Saat kembali menuju Bogor, di atas bis yang melaju ‘lunglai’ di jalanan Cianjur, saya menyanyikan lagu “Berita Kepada Kawan”-nya Ebiet G Ade. Hadeeuuh.. makin terkenal deh daku. Hehehe..

Sudah ah, kenangan yang selain itu bersama “isomerku” tak perlu ditulis di sini. Cukuplah memori itu jadi pelajaran saya. Juga mungkin kawan-kawan. Entah tulisan ini akan diingat sebagai hiburan an sich, atau ada makna yang bisa diambil sebagai ibrah (pelajaran) yang baik. Saya dan Pak Cucun, jika pun disebut isomer, saya tidak tahu apakah termasuk jenis isomer struktural atau isomer stereoisomer. Karena yang pasti kami berbeda raga, berbeda ruh. Itu sebabnya, berbeda pula dalam pikiran dan tindakan. Ciee.. kesannya tua banget deh jika sudah bicara beginian. Ehm…

Salam,

O. Solihin

 

Iklan

2 pemikiran pada “Guruku, Isomerku

Kantunkeun Balesan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s