1 April 2011, tak ada lagi KRL Express Jabodetabek


Assalaamu’alaikum wrwb.

Beberapa KRL di stasiun | Foto: http://www.bisnis.com

Bagi para pengguna jasa angkutan KRL (Kereta Rel Listrik) di lintasan Jabodetabek, kemungkinan sudah mengetahui informasi ini. Tetapi saya tetap posting agar yang pengguna ‘dadakan’ alias sekali-kali saja menggunakan KRL juga bisa mengetahui.

Dalam aturan terbaru yang akan diberlakukan pada 1 April 2011, tidak ada lagi pengelompokan berdasarkan kelas: KRL Express; AC Ekonomi dan Ekonomi. Tetapi diberlakukan single operation. Istilah KRL Express dan KRL AC Ekonomi berganti nama KRL Commuter Line untuk membedakan dengan KRL Ekonomi yang masih dikelola oleh PT KAI dengan tarif yang disubsidi pemerintah.  Untuk perubahan ini, mulai 1 April 2011, semua kereta berhenti di tiap stasiun.

Untuk lebih jelasnya, terutama seputar tarif yang berlaku, silakan simak berita yang saya ambil dari BisnisIndonesia di bawah ini.

Salam,

O. Solihin

==

Jadwal KRL baru untuk incar 1,2 juta penumpang per hari

JAKARTA: Penerapan pola single operation pada jadwal kereta rel listrik (KRL) lintas Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi) dimaksudkan untuk mengejar target penumpang 1,2 juta per hari pada 2014.

Makmur Syaheran, Corporate Secretary PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ), mengatakan kebijakan ini dilakukan dalam rangka mengejar penugasan dari Wakil Presiden.

Dalam penugasan dari Wapres tersebut, ditargetkan jumlah penumpang yang diangkut di tahun 2014 harus mencapai 1,2 juta penumpang per hari.

“Saat ini volume penumpang baru mencapai 400.000 orang per hari,” ujarnya hari ini.

Dia menambahkan dengan pola single operation yang diterapkan mulai 1 April 2011 itu, KRL yang beroperasi di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) serta seluruh KRL ekspres akan berhenti di setiap stasiun.
“Yang semula KRL Ekspres hanya berhenti di stasiun tertentu, mulai 1 April KRL ekspres akan berhenti di semua stasiun,” lanjutnya.,

Makmur menambahkan untuk mengoptimalkan layanan KRL Commuter Line dengan cara mengurangi jalur persimpangannya maka secara bertahap rutenya akan dikurangi dari sekarang ini 37 rute menjadi hanya 5 rute pada akhir tahun ini.

Adapun lima rute tersebut, lanjutnya, meliputi rute Bogor-Manggarai pergi ulang (PP), Serpong-Tanah Abang PP, Tangerang-Duri PP, Tanjung Priok-Jakarta Kota PP, dan Bekasi-Jakarta Kota PP yang bertemu dengan rute kereta memutar Manggarai-Tanah Abang-Duri-Jakarta Kota-Jatinegara-Manggarai.

Dia mengatakan peleburan nama KRL AC Ekonomi dan KRL AC Expres menjadi KRL Commuter Line itu sekaligus untuk membedakannya dengan KRL Ekonomi yang tetap dikelola oleh PT Kereta Api Indonesia dengan tarif yang masih disubsidi oleh pemerintah.

Adapun tarif KRL Commuter Line, lanjutnya, hingga kini masih dalam pembahasan secara intensif untuk segera diberlakukan dalam waktu dekat ini berkisar antara Rp7.000 dan Rp9.000 per orang untuk jarak tempuh yang panjang dan jarak pendeknya Rp6.000-Rp8.000 per orang.

“Pembahasan mengenai tarif belum final, ancer-ancernya untuk yang jarak tempuh yang lebih jauh misalnya Bekasi-Kota atau Bekasi Manggarai sekitar Rp7.000-Rp9.000 per orang. Sebab, tarif harus dihitung secara cermat dengan mempertimbangkan banyak komponen termasuk daya beli masyarakat,” ujarnya. (sut) [BisnisIndonesia]

Kantunkeun Balesan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s