edisi 229

Berdakwah di Dunia Maya


gaulislam edisi 229/tahun ke-5 (19 Rabiul Akhir 1433 H/ 12 Maret 2012)

Bro en Sis, di jaman serba canggih ini, dakwah bisa disampaikan dengan banyak cara. Bahkan dirasa cukup efektif juga lewat dunia maya. Meski sebagai penunjang, tapi efeknya bisa sangat dahsyat. Apalagi kini internet jadi ‘makanan’ sehari-hari bagi penduduk kota. Cobalah!

Pembaca setia gaulislam, di sini saya ingin ngajak kamu semua untuk memanfaatkan teknologi itu dalam menunjang dakwah kita. Sebab, dakwah itu sendiri kan artinya menyampaikan. Nah, sarana untuk menyampaikannya bisa dengan lisan, bisa juga dengan tulisan. Dakwah via tulisan, bisa dengan memanfaatkan SMS, bisa via e-mail, dan tentunya bisa juga dengan menampilkan tulisan kita di website. Pembacanya, tentu para pengunjung website (bukan pengunjung dukun, halah, lebay!).

Nggak usah khawatir, sekarang internet udah jadi kebutuhan harian sebagian besar masyarakat perkotaan. Sehingga mereka akan senantiasa mencari informasi apa pun dari internet. Saat ini, jutaan website dan blog udah wara-wiri di dunia maya. Menawarkan banyak gagasan dan ide. Termasuk menampilkan ragam foto. Banyak website dan blog yang menjadi penyambung kemaksiatan dan kejahatan, tapi nggak sedikit juga website yang menyampaikan hal yang bermanfaat untuk kehidupan dan juga menyampaikan dakwah Islam. Percayalah.

Kalo pengen bukti, silakan geber mesin pencari (search engine) untuk mencari website berisi informasi Islam. Insya Allah banyak. Ada yang memang komersial seperti situs berita Islam, tapi banyak juga informasi Islam yang dipajang di situs pribadi dan bebas iklan. Semuanya bisa diakses. Artinya, kalo kita majang pesan-pesan dakwah di website, insya Allah akan dibaca banyak orang. Nah, siapa tahu informasi dakwah yang kita tampilkan di website tersebut akan bermanfaat dan bukan tak mungkin pula jika kemudian menyadarkan orang untuk gemar berbuat kebaikan dan menjauhi kemaksiatan. Oke nggak sih kalo kayak gitu? So, yo ayo berlomba nampilin tulisan di website dan blog. Kita manfaatkan teknologi internet ini. Semangat!

Membuat blog sendiri
Kalo kamu cukup punya keahlian membuat website, nggak ada salahnya juga bikin website sendiri. Apalagi sekarang beli domain dan biaya hosting (sewa servernya untuk nyimpen data kita) relatif murah. Jadi tunggu apa lagi?

Oya, kalo merasa ribet untuk beli domain dan bayar hosting, nggak usah keder, karena banyak juga situs yang nyediain blog gratisan buat kita. Tentu ada plus-minusnya. Tapi buat kamu yang pengen ngejajal keahlian bikin blog, nggak ada salahnya dicoba yang gratisan terlebih dahulu. Apalagi kini banyak situs yang nyediain website tanpa perlu keahlian kita di bidang website. Umumnya jenis website ini adalah sebenarnya weblog. Kalo udah merasa mantap dan pengen nyoba yang lebih keren dan lebih puas, bolehlah nyewa server khusus dan punya domain yang bagus sesuai keinginan kita (contoh: http://www.gaulislam.com—hehe ngasih contohnya nggak jauh-jauh ya).

Sobat muda muslim, untuk teknis membuat website or blog silakan kamu pelajari dari buku-buku khusus yang menjelaskan teknologi dan cara bikinnya ya. Di buletin ini kamu nggak bakalan bisa dapetin, soalnya saya sendiri belum mahir bikin website sendiri, paling bikin blog (www.osolihin.net). Itu perlu keahlian khusus yang memang harus dipelajari dengan niat yang mantap serta fokus untuk ahli di bidang itu. Tertarik? Nggak ada yang ngelarang kalo mo belajar. Sukses deh.

Oke, kalo emang udah bisa bikin website or blog sendiri, alangkah baiknya kalo pesan yang kita sampaikan adalah pesan-pesan dakwah yang mencerahkan dan bisa menjadi sarana penunjang dakwah secara keseluruhan bagi kaum Muslimin. Apalagi kalo situs kita dilengkapi dengan forum diskusi, al-quran online, chatting, jadwal acara keislaman di berbagai tempat, guest book untuk ruang apresiasi pengunjung terhadap situs kita dan lain sebagainya, wah, keren banget tuh. Jangan kaget kalo website or blog-mu jadi rame dikunjungi netter.

Kalo emang untuk dakwah Islam, tentu saja isinya tentang dakwah dan segala informasi yang berhubungan dengan keislaman. Pastikan juga sumbernya dapat dipercaya jika kamu menampilkan tulisan dari tempat lain atau karya orang lain. Itu sebabnya, seenggaknya kamu kudu bisa nyeleksi tulisan-tulisan yang bakal dipajang di blogmu. Jangan asal pajang. Kalo nggak sanggup karena harus ngontrol juga sisi teknis websitenya, bisa nyari teman buat bantuin nyeleksi naskah yang bakalan dipajang di blog kamu. Bekerjasama itu bermanfaat dan menyenangkan kok. Toh, memang nggak ada manusia yang bisa bekerja sendirian untuk menyelesaikan masalah besar. Betul ndak?

‘Numpang’ di website orang lain
Saya jadi inget pertama kali kenalan sama seorang webmaster yang memiliki situs pribadi. Namanya Dudung Abdussomad Toha. Doi tuh USA euy alias Urang Sunda Asli hehehe.. Yup, Kang Dudung nih asli dari Bandung. Awal kenalannya sih, saya lagi browsing data menggunakan mesin pencari, Google. Setelah disodorkan begitu banyak data di banyak situs, saya tergerak untuk mengklik website yang memuat entri kata yang saya cari. Kenapa jadi prioritas? Karena saya merasa hapal dengan kalimat dari artikel tersebut. Setelah klik, saya terhubung dengan situs http://dudung.net. Wah, surprise banget, karena memang itu adalah tulisan saya di buletin STUDIA—oya, sebelum garap gaulislam di tahun 2007, saya ngelola buletin STUDIA antara tahun 2000 hingga 2007) yang saya kirim ke beberapa milis. Ternyata, ada yang ‘mungut’ juga tuh tulisan, lalu ditampilkan di websitenya.

Tergerak dengan rasa penasaran, lalu saya coba menghubungi pemiliknya via e-mail menggunakan fasilitas “kontak owner” di websitenya untuk berkenalan. Eh, direspon positif dan menjelaskan alasan bahwa ia sangat tertarik dengan tulisan saya dan akhirnya memajang tulisan tersebut di website pribadinya. Singkat kata, akhirnya ukhuwah itu berlanjut dan membangun kerjasama dakwah dengan cara beliau bersedia menampilkan tulisan-tulisan saya di websitenya. Meskipun ketika saya punya blog sendiri di tahun 2007 jadi jarang kirim tulisan ke website beliau.

Jadi, kalo bikin website sendiri belum bisa, terus masih gatek alias gagap teknologi juga soal weblog, tapi kita ingin nampilin tulisan yang kita buat, nggak ada salahnya kalo mulai sekarang nyari teman yang bisa bikin website atau yang udah punya website sendiri untuk bekerjasama degan kita dalam menampilkan tulisan kita di websitenya.

Pengalaman saya menjalin ukhuwah dengan Kang Dudung—pemilik website “dudung,net” sih alhamdulillah langsung klop. Saya menemukan mitra yang pas buat nampilin tulisan-tulisan saya di website miliknya. Bahkan Kang Dudung nih pernah bilang ke saya: “Saya nggak punya keahlian untuk mendakwahkan Islam secara lisan dan tulisan. Tapi saya hanya bisa menyediakan website sebagai sarana penyampai dakwah via tulisan di dunia maya.” Duh, jadi terharu juga. Alhamdulillah sampe sekarang bukan cuma tulisan saya, tapi tulisan temen-teman saya juga ikutan nangkring di website-nya. Bahkan kami diberikan rubrik khusus, yakni Buletin STUDIA—kalo kini rubrik di websitenya jadi buletin gaulislam meskipun sejak 2007 gaulislam udah punya website sendiri. Terima kasih Kang Dudung.

Sobat muda muslim, semangat dakwah kita jangan pudar. Kalo kita belum terbiasa menyampaikan dakwah secara lisan, tapi udah mulai mahir (via tulisan, sangat disarankan untuk menyampaikannya via jaringan internet. Pajang tuh tulisan kita berisi pesan dakwah itu di website. Biar lebih banyak yang baca dan luas jangkauan pembacanya. Bukan tak mungkin kalo yang baca bisa dari luar negeri segala lho. Nggak heran juga dong kalo kita bisa menjalin persahabatan dengan teman dari luar negeri. Asyik berat tuh.

Aktif di channel diskusi
Bro en Sis, di setiap website yang interaktif, biasanya disediain channel diskusi buat para pengunjungnya. Berbeda dengan komunitas mailing list, channel diskusi atau forum diskusi yang disediain website biasanya lebih bagus dan lebih mudah merunut topik pembahasan diskusi karena udah dikelompokkan. Sehingga kita bisa memilih sesuai keinginan kita. Bisa diskusi tentang keislaman, bisa juga tentang pernikahan, atau tentang permasalahan remaja secara umum.

Sekarang, setelah ada facebook dan twitter kamu bisa lebih aktif deh di forum diskusi yang ada di sana. Wah, jadi bisa tambah kenalan, tambah ilmu, dan makin lihai dalam berargumentasi mempertahankan pendapat serta cekatan menyampaikan pesan dakwah secara tertulis. Lebih hebat lagi jika kamu pandai berbahasa Inggris, sehingga bisa mengasah kemampuanmu dalam diskusi di channel diskusi yang berbahasa Inggris pula. Sekaligus pesan kita berpeluang bisa dibaca lebih banyak orang di seluruh dunia. Asyik!

Tapi dalam diskusi di internet, ingat juga dengan firman Allah Swt. (yang artinya): “Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS an-Nahl [16]: 125)

So, dakwah tetap bisa dilaksanakan di dunia maya, salah satunya dengan masuk dan aktif di forum diskusi yang disediakan website tertentu (misalnya facebook—tapi isinya yang serius ya jangan yang galau-galau hehehe). Kalo gitu, siapa bilang dakwah itu susah? Dakwah gampang kok. Apalagi sarana untuk menyampaikannya udah ada. Tinggal kita manfaatkan saja. Siap kan? Harus dong ya. Klik! [solihin | Twitter  @osolihin]

Kantunkeun Balesan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s