Followers 1234


Assalaamu’alaikum wr wb

Saat ini situs jejaring sosial marak diakses. Itu terjadi karena ratusan juta orang (bisa jadi) dalam waktu bersamaan tumplek blek dalam satu wadah, entah di Facebook, Twitter atau lainnya. Di Indonesia, Facebook dan Twitter jadi favorit tempat berbagi inspirasi. Dari yang sekadar narsis hingga yang benar-benar eksis.

Saya sendiri, termasuk jarang main-main di situs jejaring sosial. Sesekali saja. Memang hampir tiap hari bisa akses internet, tetapi itu memang sesuai keperluan saya untuk ‘merawat’ beberapa website dan blog yang menjadi tanggung jawab saya kepada beberapa ‘client’ (termasuk tiga di antaranya punya saya sendiri). Nah, kenapa judul posting kali ini “Followers 1234”? Hehe.. sekadar mencari yang menurut saya unik dan jarang dibuatkan judul posting dan jarang ditemukan kejadiannya. Ya, ini terinspirasi dari jumlah follower saya di Twitter yang pada siang ini (Jumat, 8 Juni 2012, antara pukul 13.45-14.00 WIB), saat hendak menulis posting ini, jumlahnya ‘unik’, seperti bilangan yang berurutan: 1234. 🙂

Tak begitu istimewa memang. Ya, tidak begitu istimewa jika dibanding dengan teman-teman lain yang jumlah followernya hingga puluhan ribu bahkan ratusan ribu dan banyak juga seleb yang jumlah ‘pengikutnya’ hingga jutaan orang. Tetapi saya menganggap ini juga sudah bagian dari tanggung jawab sebagai orang yang posisinya diikuti orang lain. Saya harus berusaha untuk hati-hati untuk menyampaikan pernyataan atau pendapat. Namun demikian, ada enaknya juga, yakni jadi banyak yang mengingatkan saat saya keliru.

Selain di Twitter, saya juga punya akun di Facebook. Baik sebagai personal maupun “halaman kesukaan”. Berbeda dengan di Twitter yang harus bersusah payah–bagi orang tertentu, seperti saya–untuk mendapatkan jumlah follower, maka di Facebook relatif lebih mudah. Setiap yang dia-add jadi teman, otomatis jumlah teman bertambah. Di Twitter tidak demikian. Meski banyak “mengikuti” (following) orang, belum tentu orang yang kita follow ‘sudi’ mem-follow kita.

Nah, apapun perbedaan antara Twitter dan Facebook, yang pasti, jadikan kedua situs jejaring sosial ini sebagai sarana berbagi informasi, inspirasi, bahkan solusi bila ada teman kita yang menginginkan masalahnya kita bantu. Sebisa dan semampu kita tentunya. Syukur-syukur kita bisa berdakwah dan menebar manfaat. Insya Allah.

Salam,

O. Solihin

Iklan

Kantunkeun Balesan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s