Foto dari: http://rizaalwicaksono.files.wordpress.com

Karakter Orang yang Sadar dan yang Lalai


Assalaamu’alaikum wr wb

Foto dari: http://rizaalwicaksono.files.wordpress.com

Sengaja saya berbagi kembali KulTwit yang pernah saya posting di Twitter beberapa hari lalu (tepatnya sih pada 14 Agustus 2012). Harapannya, agar informasi yang sudah ditebar di Twitter juga bisa dimanfaatkan bagi para pengunjung blog saya yang kebetulan belum punya akun Twitter atau belum follow saya di Twitter. Terima kasih

Salam,

O. Solihin

==

“Karakter Orang yang Sadar dan yang Lalai”

  1. Apa bedanya, antara orang yg sadar diri dengan yg lalai? | Org yg sadar diri biasanya taat, yang lalai gampang maksiat.
  2. Org yg sadar diri biasanya tahu apa yg hrs dikerjakan, org yg lalai harus diawasi, diingatkan, ditegur, bahkan dicegah agar tak maksiat.
  3. Mereka yg sadar diri, bisa membimbing org lain. Sementara mereka yg lalai harus diwaspadai agar tak menyesatkan.
  4. Melakukan amal perbuatan dgn kesadaran penuh tentu jauh lebih baik dari yg terpaksa | Tetapi mereka yg lalai, tak akan mampu lakukan itu.
  5. Sadar bahwa diri adalah hamba Allah Ta’ala, maka ia akan takut kepadaNya | Mereka yg lalai, bahkan membangkang kepadaNya.
  6. Menyelesaikan pekerjaan tanpa beban bagi mereka yg sadar diri | Mereka yg lalai, terbiasa mengabaikan pekerjaannya.
  7. Bagi org yg sadar: ilmu itu dicari, dipelajari, dipahami dan kemudian diamalkan | Mereka yg lalai, tak menempatkan ilmu dlm kehidupannya.
  8. Bisa saja org yg lalai mencari dan mempelajari ilmu, tetapi tak bersemangat mengamalkannya | Mereka yg sadar diri, ilmu harus diamalkan.
  9. Berbagi ilmu itu ibadah, bagi mrk yg sadar diri bhw harus beramal | Sementara mrk yg lalai, disibukkan utk raih kenikmatan diri semata.
  10. Mereka yang sadar diri sering mengingatkan org lain dlm kebaikan | Mereka yg lalai, bisa saja menaburkan jebakan2 agar berbuat dosa.
  11. Akhirat adalah abadi. Dunia ini sementara. Begitulah org yg sadar diri menilai | Org yg lalai, akan memilih nikmati dunia lupa akhirat.
  12. Hawa nafsu jadi panglima utk gerakkan pikir & rasa bagi org yg lalai | Ketakutan & harapan (kpd Allah) jadi acuan bg mrk yg sadar diri.
  13. Peringatan dlm al-Quran makin menguatkan keimanan mrk yg sadar diri | Sementara mrk yg lalai, tak pernah mengambil pelajaran darinya.
  14. Seruan utk berbuat baik, kian mengokohkan keyakinan bagi mrk yg sadar diri | Tapi tak mempan bagi mrk yg tingkat lalainya kronis.
  15. Seringkali kita menyangka bhw mrk yg lalai itu kurang ilmunya. Ternyata tidak. Justru dlm bbrp fakta mrk pintar tapi imannya lemah.
  16. Banyak sdh org pandai lagi terpelajar tapi juga mudah lalai akan adanya Allah Swt, tatkala bertemu dgn gemerlap indah duniawi.
  17. Sudah begitu bnyak cerita, org yg tahu syariat dan teori akidah, tetapi bertekuk lutut dan gadaikan agama demi raih sampah dunia.
  18. Sangat mudah dilihat, sangat berjejalan kisah mrk yg lalai justru dari kalangan terdidik, tetapi perhiasan dunia membutakan hatinya.
  19. Banyak kasus seharusnya menjadi cermin, tatkala seorang alim berkelindan dgn kekuasaan tetapi ia lalai dan tertipu kedudukan duniawi.
  20. Itu artinya, mereka yg lalai biasanya tak mampu kendalikan hawa nafsunya, dan abaikan nasihat baik yg digelontorkan mrk yg sadar diri.
  21. Mereka yg sadar diri insya Allah senantiasa menjaga imannya dgn ketaatan kpd Allah Ta’ala. Sehingga tahu yg seharusnya dilakukan.
  22. Perih dan pedih terasa, tetapi mrk yg sadar diri akan konsekuensi keimanannya tetap dijalaninya demi meraih ridho Allah Swt semata.
  23. Jalan terjal berliku dan berlobang pun akan diterobos, jika jalan itu bagian dari konsekuensi menjaga iman dan mengokohkan takwanya.
  24. Mereka yg sadar diri tak pikirkan pujian dan cacian manusia | Mrk yg lalai, justru berharap koleksi pujian dan takut celaan manusia.
  25. Kita, ada di posisi manakah? | Apakah menjadi org yg sadar bahwa diri kita hanyalah hamba Allah Ta’ala atau justru jadi pembangkangNya?
  26. Semoga kita BUKAN org yg LALAI akan pengawasan Allah Swt dan tak takut akan hari di mana tak ada penolong seorang pun bagi diri kita.
  27. Firman Allah Swt: “Dan apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berfikir bagi orang yang mau berfikir, >>>
  28. >>> dan (apakah tidak) datang kepada kamu pemberi peringatan? (QS Faathir [35]: 37)
  29. Ibnu Katsir menafsirkan dlm tafsirnya: “Tidakkah kamu telah hidup di dunia dengan umur yg panjang? Sekiranya kamu termasuk org2 yg >>>
  30. >>> org2 yg mengambil manfaat dari kebenaran, pastilah kamu telah mengambil manfaat dari kebenaran itu semasa hidupmu di dunia.
  31. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa dipanjangkan umurnya hingga enam puluh atau tujuh puluh tahun, >>>
  32. >>> maka ia telah diberi kesempatan dalam umur(nya tersebut).” (HR. Ahmad, Thabraniy dll). Dalam riwayat Bukhariy dengan lafazh: >>>
  33. >>> “Allah telah memberi udzur kepada seseorang dengan menangguhkan ajalnya hingga umur enam puluh tahun.” (HR Bukhariy)
  34. Mnrut Ibnu Katsir: Usia 60 ini, merupakan umur dimana Allah tlh ckp memberikan udzur kpd hamba2Nya (utk briman, brtakwa & bramal shalih)
  35. Dengan usia ini pula, hamba-hamba Allah tdk dpt lagi mengemukakan alasan2 (utk menghindar dari siksaNya). Demikian menurut Ibnu Katsir.
  36. Semoga kita trmasuk hamba2 Allah Ta’ala yg sadar diri dgn keimanan, ketakwaan, & amal2 shalih yg kita semai utk raih ridho Allah semata.
  37. Kita manfaatkan sisa usia kita di dunia ini untuk terus menebar kebaikan, perbanyak amal shalih, senantiasa tawakal kpd Allah Ta’ala.
  38. Smoga kita bisa mnjadikan dunia sbg tempat singgah belaka, agar tak lalai akan kehidupan akhirat yg abadi |Jauhkan pula diri dr maksiat.
  39. Perbanyak teman org2 yg shalih, agar ketika kita lupa ada yang mengingatkan, saat kita lalai ada yg menegur dan menasihati.
  40. Kunjungi majelis2 ilmu yg bermanfaat agar hidup kita barokah dgn bekal yg banyak utk kehidupan akhirat kelak.
  41. Kuatkan ketaatan kita kpd Allah SWT, mohonlah senantiasa ampun kepadaNya, dan mintalah kepadaNya kekuatan iman di hati dan pikir kita.
  42. Jangan mudah tergoda bujuk rayu setan yg tergambar dgn jelas dlm perilaku manusia yg tersesat jalan | Mohon perlindungan Allah Ta’ala.
  43. Semoga Allah Swt memudahkan segala urusan kita dan memberkahi kehidupan kita. Menjauhkan sifat lalai dari dalam diri kita.
  44. Semoga Allah Ta’ala berikan jalan lurus dan membuat kita senantiasa sadar diri, mampu berfikir, dan mengambil banyak pelajaran berharga.
  45. Islam, adalah jalan benar yg sudah kita tapaki. Tetaplah tawakkal kepada Allah, kuatkan iman, kokohkan ketaatan kepadaNya. Sabarlah.

==

Kantunkeun Balesan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s