latahzan

Jangan Jadi Cewek Cengeng


gaulislamedisi 268/tahun ke-6 (26 Muharram 1434 H/ 10 Desember 2012)

latahzanCengeng itu identik dengan cewek. Huh, nggak keren banget kan? Apa karena cewek itu mudah mengeluarkan air mata, jadinya mudah juga dibilang cengeng? Nggak segitunya kalee.

Air mata itu diciptakan Allah Ta’ala gampang keluar pada makhluk berjenis kelamin cewek itu bukan menunjukkan kelemahannya. Sebaliknya, air mata itu adalah bukti tegarnya seorang cewek dalam menghadapi badai sedahsyat apapun dalam kehidupannya. Senjata cewek ya air mata ini. Setelah berderai, biasanya akan terasa lega banget sehingga siap untuk berjuang lagi demi ridho Ilahi.

Cengeng di sini nggak ada hubungannya sama air mata. Tapi cengeng yang nggak bisa mandiri, sok aleman, dan manja sama lawan jenis yang nggak halal buat diri si cewek. Nah, yang kayak gini ini biasanya mangsa empuk buat dikerjain sama si cowok usil yang nggak beriman.

Cewek cengeng di sekitar kita

Bro en Sis rahimakumullah, pembaca setia gaulislam, beware! Hati-hati banyak banget ternyata cewek cengeng di sekitar kita. Mereka ini adalah yang gampang patah hati dan patah semangat karena cowok. Bertepuk sebelah tangan cintanya, sudah nangis darah (edisi lebay hehehe). Curcol nggak jelas bin galau di media sosial. Diputusin cowok, nggak terima dan menghiba-hiba. Idih…sangat merendahkan derajat kaum cewek kan sikap ini?

Sehari-harinya, hal untuk dibicarakan nggak jauh urusan seputar cowok. Seolah nggak ada topik lain yang lebih penting selain membicarakan perihal lawan jenis. Sikapnya juga nggak jauh dari berusaha menarik perhatian cowok supaya melihat dan memperhatikan dirinya. Biasanya, cewek kayak gini cenderung menghalalkan segala cara agar cowok minimal menoleh pada dirinya. Sukur-sukur suka dan ada kelanjutan ceritanya.

Tipe cewek cengeng seperti ini gampang banget diperalat dan dimanfaatkan oleh cowok yang tak bertanggung jawab. Ketika jatuh cinta dan baru jadian, dunia serasa milik berdua–yang lain ngontrak. Perasaannya gampang dikibulin dengan janji-janji palsu si cowok. Usia masih ABG tapi udah mesra manggil ‘mama-papa’ seolah-olah bakal hidup berdua selamanya. Eh ternyata, seminggu kemudian diputus dah sama tuh cowok.

Setelah diputus, seolah-olah dunia berhenti berputar. Bawaannya bete, galau, sedih dan nangis mulu. Kalau ini sih nangis bukan karena tegarnya seorang cewek, tapi nangis cengeng yang nggak ada dasarnya. Sodara bukan, suami bukan, ngapain juga ditangisi. Iya, kan? Malah seharusnya dia bersyukur karena dengan diputus oleh si cowok, maka itu artinya dia terhindar dari kemaksiatan pacaran, yaitu aktivitas mendekati zina. Bukan malah sebaliknya, memilih nangis bombay nggak jelas meratapi nasib ditinggal cowok. Parah itu sih namanya.

Habis diputus, semangat hidup turun drastis. Bawaannya lemes, males, pules alias tidur mulu. Belajar jadi ogah, beraktivitas jadi nggak selera. Duh…nggak bangat deh jadi cewek model begini. Moga aja kamu bukan termasuk ke dalam cewek cengeng yang karakternya sangat nggak ideal ini ya. Insya Allah.

Penyebab cewek cengeng

Bro en Sis ‘penggila’ gaulislam, manusia bersikap itu kan bermula dari pemahaman dia akan sesuatu. Begitu juga dengan cewek cengeng. Ketika dia memahami bahwa pacar adalah segalanya, maka saat itu juga dia seolah kehilangan segalanya ketika si pacar kabur dari dirinya.

Hal ini berbeda banget dengan cewek yang mempunyai persepsi bahwa pacaran itu nggak keren dan termasuk aktivitas yang hanya menumpuk dosa. Maka tanpa diputuskan si cowok, dialah yang berinisiatif untuk memutuskan hubungan kasih tak jelas itu lebih dulu. Dia mantap melakukan itu karena dia memahami bahwa ada yang lebih penting di dunia ini daripada urusan cowok dan pacaran. Cewek seperti ini teguh pendirian dan mempunyai kemauan yang jelas akan hidupnya sendiri. Dia nggak mau dikendalikan cowok yang sodara aja bukan, suami juga bukan. Dia seorang yang bebas dan merdeka karena bisa memilih dan menentukan hidupnya sendiri tanpa didikte oleh pandangan orang lain.

Umumnya, cewek cengeng soal pacaran itu karena menganggap bahwa pacaran itu adalah sesuatu yang keren. Dia bakal minder dan malu kalau nggak punya cowok karena dianggap nggak laku atau nggak ada yang mau sama dirinya. Pengaruh teman sebaya yang mempunyai pendapat sama itu berperan sekali terhadap perilaku cewek cengeng ini. Karena itu hati-hati bila memilih teman, ya sobat.

Pengaruh TV juga besar dalam hal ini. Coba kamu lihat tayangan TV berupa sinetron, FTV dan semacamnya. Temanya nggak jauh dari pacaran dan betapa cengengnya cewek tanpa cowok yang dicintainya. Judulnya sih beribu macam tapi intinya cuma satu, mengajak cewek menjadi cengeng dengan gaul bebas.

Jadilah cewek tegar

Sobat gaulislam, kebalikan cewek cengeng adalah tegar. Tegar dalam menghadapi masalah, tegar dalam bersikap dan tangguh dalam pendirian yang positif.

Kamu bisa kok menjadi cewek tegar di usia belia ini. Syaratnya cuma satu, kamu paham tujuan hidup kamu dan tahu bagaimana melewati kehidupan ini agar aman sentausa hingga di tujuan akhir kelak, akhirat.

Tujuan hidup seorang muslim dan muslimah meskipun dia masih ABG, itu semua sama yaitu meraih ridho Ilahi untuk kebahagiaan yang hakiki. Kalau tujuan ini sudah dipahami dengan baik dan benar, maka tujuan selain itu akan minggir semua. Hal remeh-temeh semisal diputusin cowok atau bertepuk sebelah tangan terhadap cowok yang disuka, itu menjadi hal yang kecil dan tak perlu dirisaukan lagi. Sebaliknya, dia akan berusaha menempuh jalan untuk memudahkan meraih tujuan itu tadi.

Lalu, jalan apa yang harus ditempuh agar tujuan tercapai? Kalau memang sudah paham bahwa ridho Allah segalanya dan menjadi tujuan akhir, maka jalan yang diambil juga harus sesuai dengan maunya Allah Ta’ala. Untuk mengetahui hal ini, tidak bisa tidak kamu kudu punya ilmunya. Karena sesungguhnya iman tanpa ilmu itu sesat, ilmu tanpa iman tak ada gunanya. Keduanya harus berjalan seiring.

Banyak sumber dan kegiatan yang bisa kamu lakukan untuk menimba ilmu ini. Bergabung dengan rohis (kerohanian Islam) di sekolahmu adalah salah satunya. Di sana kamu bisa memahami banyak hal yang sebelumnya terlewat olehmu karena cinta buta terhadap cowok yang belum tentu jadi suamimu. Waktumu akan jauh lebih berguna daripada nangis bombay meratapi diri karena ditinggal cowok.

Tak ada kata terlambat. Cewek yang semula cengeng karena merasa lemah setelah ditinggal si cowok, bisa menjadi sosok yang tegar ketika mengenal Islam dengan benar dan baik. Jangan percaya dengan lagu Rossa yang booming di jaman dulu bertitel Tegar. Tuh lagu isinya malah kebalikan yaitu lemah tanpamu alias tanpa si cowok. Tegar itu adalah ketika kamu bisa tetap semangat meskipun tanpa si dia. Bahkan kamu seharusnya lega karena tanpa si dia alias pacar, kamu jadi terbebas dari dosa mendekati zina. Catet baik-baik ya, Bro en Sis.

Fokus kamu yang semula hanya di satu titik yaitu cowok dan cowok mulu, sekarang ini mulai bisa melihat secara lebih objektif. Ternyata dunia itu indah untuk sekadar meratapi kehilangan satu cowok yang nggak penting. Lihat tuh sodara-sodara yang ada di Palestina, Suriah, Myanmar dan bannyak tempat lain di dunia. Mereka kehilangan anak, orang tua, suami/istri serta saudara kandung dalam hitungan detik.

Mereka saja yang pantas untuk menangis dan meratap mampu bersikap tegar dengan semua cobaan itu. Semua itu tak lain dan tak bukan, karena iman di dada serta pemahaman tentang kehidupan yang lurus. Dengan bekal ini, semua cobaan terasa lebih ringan. Mereka menapakai dunia tidak dengan cengeng dan terus-terusan menangis. Mereka bangkit untuk kemudian berlari mengejar cita-cita kebebasan. Nah kamu yang sudah tinggal di negeri bebas dari zona perang, seharusnya bersyukur dan nggak cengeng karena masalah cowok.

Bro en Sis rahimakumullah, kamu bisa kok bangkit dari keterpurukan dan menjadi sosok tegar. Mulai sekarang, ubah pola pertemanan kamu. Tapi tidak dengan serta merta meninggalkan temanmu yang dulu. Pelan tapi pasti kamu harus mulai mencari teman yang bisa memotivasi kamu dalam kebaikan. Bukan malah yang ngomporin kamu untuk pacaran.

Kamu yang dulu suka banget nonton sinetron atau FTV cengeng yang isinya mulu tentang pacaran, stop mulai dari sekarang. Isi waktumu yang singkat di dunia untuk melakukan hal-hal yang lebih berguna. Belajar, berorganisasi, membantu ortu, mengkaji Islam dan bahkan juga berdakwah. Kalau kamu belum ngeh dengan semua ini, sekali lagi, ayo cari ilmunya!

Finally…

Sobat muda muslim, kamu pernah ingat sebuah hadits yang menyatakan ingatlah lima perkara sebelum datang yang lima? Masa sehatmu sebelum sakitmu. Masa mudamu sebelum tuamu. Masa hidupmu sebelum matimu. Masa senggangmu sebelum sibukmu. Masa kayamu sebelum masa miskinmu. Kalo belum yakin, ini lengkapnya hadist tersebut. Dari Ibnu ‘Abbas, Rasulullah saw. bersabda: “Manfaatkan lima perkara sebelum lima perkara: Waktu mudamu sebelum datang waktu tuamu; waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu; masa kayamu sebelum datang masa kefakiranmu; masa luangmu sebelum datang masa sibukmu; hidupmu sebelum datang kematianmu.” (HR al-Hakim dalam al-Mustadrak, dikatakan oleh adz-Dzahabiy dalam at-Talkhish berdasarkan syarat Bukhari-Muslim)

Hadits ini pas banget dengan situasi yang sedang kita bicarakan. Mumpung masih muda, sehat, senggang dan hidup, sebaiknya segera menata langkah untuk tegar menyusuri kehidupan sebagai bekal di akhirat kelak. Menjadi cewek cengeng tidak termasuk ke dalam persiapan bekal untuk dibawa mati. Kehilangan satu cowok saat ini, yakinlah bahwa Allah akan mengganti dengan sosok yang jauh lebih baik di depan nanti. Apalagi bila kita rela melepas masa jahiliyah yang berlumur nafsu dan dosa, diganti dengan masa-masa indah berjalan di rel keridhoan Allah Ta’ala. Tinggal tunggu waktu saja Allah akan menghadiahi orang-orang yang bertaubat dan ikhlas meninggalkan kemaksiatan karena diri-Nya semata.

So, menjadi cewek cengeng itu bukan pilihan hidup. Itu hanya sebuah sikap karena ketidaktahuan kita akan penyikapan terhadap kehidupan. Sekali kita memahami tujuan hidup dengan berjalan di rel Islam, maka yang muncul pastilah sosok cewek tegar yang optimis menyambut masa depan yang cerah, insya Allah. Janji Allah itu pasti, jangan pernah ragukan itu! [Ria Fariana | email: riafariana@yahoo.com]

Kantunkeun Balesan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s