-_110423104521-508

Yang bertambah, yang berkurang


-_110423104521-508Dalam hidup kita, hampir selalu akan bersentuhan dengan ukuran. Mau membeli beras satu kilogram, ada ukurannya. Membeli emas juga ada ukurannya. Selain berat, juga ada kualitasnya dalam satuan karat. Ketika hendak memasukkan anak ke sekolah, ada ukuran minimal usia yang bisa diterima untuk belajar. Begitu pun ketika merencanakan berbagai kegiatan ada ukuran waktu, kapan dimulai dan kapan diakhiri. Ditambah pula target dan pencapaiannya. Jika hendak dirunut lebih banyak dan lebih jauh, rasanya akan menjadi daftar amat panjang sebisa yang kita susun.

Bagaimana dengan usia? Ada ukurannya juga. Bahkan umur manusia itu, jika dihubungkan dengan amal dan perjalanan hidup manusia di dunia, nampak jelas ada kaitannya. Menurut Imam ar-Razi, umur manusia itu ibarat modal (tentu saja ada ukurannya). Sementara modal umur itu terus berkurang, tidak bertambah. Allah Swt berfirman (yang artinya): “Demi waktu. Sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.” (QS al-Asr [103]: 1-3)

Jika tidak memanfaatkan waktu, maka ketahuilah—yang sebenarnya banyak manusia sudah mengetahuinya—maka kerugian akan terus kita dapatkan. Seseorang yang malas belajar hingga tidak bisa naik kelas, tentu saja rugi. Sebab, pada waktu yang sama teman-temannya giat belajar dan akhirnya lulus. Kerugian tidak naik kelas harus didapatkan akibat tidak memanfaatkan waktu untuk meraih apa yang hendak digapai. Kerugian kian bertambah karena pada saat ketika dia mulai serius mengulang pelajaran, temannya yang sudah naik kelas juga melakukan hal yang sama, hanya saja berbeda level/kelas.

Saya, alhamdulillah tak pernah melakukan ritual khusus yang bersifat merayakan ketika bilangan usia saya bertambah. Sebab, selain tak ada manfaatnya, juga sebenarnya saya harus banyak berpikir dan merenung. Memang, secara bilangan angka usia saya bertambah banyak, sejak saya lahir hingga hari ini (12 Februari 2013), sudah 39 tahun usia saya. Tetapi, jika dipikir ulang dengan modal usia, saya seharusnya lebih giat untuk beribadah, mengais sisa amal shalih di sisa usia hidup saya yang sudah ‘dijatah’ oleh Allah Ta’ala. Itu artinya, kesempatan saya untuk beramal shalih kian berkurang. Makin bertambah bilangan usia, makan berkuranglah jatah sisa hidup saya yang telah ditetapkan oleh Allah Ta’ala. Maka kian menipislah kesempatan untuk terus menyemai amal shalih.

Maka benar, ketika waktu terus berjalan, manusia sebenarnya sedang berlomba untuk memanfaatkan waktu tersebut. Merugilah orang yang amalnya hari ini sama dengan hari kemarin. Celakalah orang yang amalnya hari ini lebih buruk dari hari kemarin. Allahu Akbar, sebagai hamba, saya hanya mampu berusaha sekuat kemampuan untuk menjadi lebih baik dan lebih baik dari hari ke hari.  Saya berharap tetap diberikan keimanan yang kokoh, kesabaran, kemudahan meraih ridhoNya, dan tetap semangat menggapai keinginanan dan senantiasa bersyukur atas apa yang diberikan oleh Allah Ta’ala.

Saya mengucapkan terima kasih atas perhatian dan juga doa-doa yang dihamburkan dari kawan-kawan saya. Baik yang saya kenal secara pribadi, karena sering bertemu muka, juga dari kawan-kawan di dunia maya yang belum pernah saya kenal sekalipun. Sejak dinihari tadi hingga menjelang  sore ini terus bermunculan ucapan-ucapan selamat dan doa, bahkan mungkin nanti malam. Saya mohon maaf tidak bisa menjawab satu persatu ucapannya. Saya menghargai perhatian dan dukungannya. Tetapi saya agak repot waktunya jika harus menjawab satu persatu. Semoga tulisan ini mampu menjawab semuanya. Dan, satu hal penting, saya tidak merayakannya.

Oya, semoga dengan berkurangnya jatah usia hidup saya—meski bilangan angka penunjuk usia bertambah—menjadikan saya tetap semangat beribadah dan menyemain amal shalih. Sehingga manfaatnya bisa saya rasakan, juga manfaat bagi keluarga dan ummat ini. Insya Allah.

Salam,

O. Solihin

*menulisdiselaselamengawasujianmenuliskreatifdirumahgemilangindonesia

Kantunkeun Balesan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s