surga-neraka

Tamasya ke Surga


surga-nerakaTadi pagi, seperti biasanya adalah jadwal kajian rutin tafsir al-Quran dan hadits bersama Ustad Dr. H. Abdurrahman al-Baghdady (yang saya kenal sejak awal tahun 1990-an). Kajian Sabtu pagi itu dihadiri juga oleh para remaja dan anak-anak. Saya, dan beberapa kawan termasuk yang usianya jauh di atas remaja, apalagi usia anak-anak (karena saya juga sudah punya anak menjelang remaja). Tetapi cara penyampaian Ustad al-Baghdady—dengan sapaan ini biasanya kami menyebut beliau—memang terasa enak dan ringan. Meski pada kajian-kajian dalam forum lainnya, beliau tetap nampak serius menyampaikannya. Saya berpikir, mungkin ini semacam penyesuaian gaya saja mengingat audiensnya beragam, dari anak kecil hingga orang yang sudah punya cucu.

Nah, postingan kali ini, saya sengaja memberi judul: “Tamasya ke Surga”. Sebab, tadi pagi kebetulan sekali memang membahas dua ayat terakhir dari surat ath-Thalaq (yakni surat ke-11 dan ke-12): “(Dan mengutus) seorang Rasul yang membacakan kepadamu ayat-ayat Allah yang menerangkan (bermacam-macam hukum) supaya Dia mengeluarkan orang-orang yang beriman dan beramal saleh dari kegelapan kepada cahaya. Dan barangsiapa beriman kepada Allah dan mengerjakan amal yang saleh niscaya Allah akan memasukkannya ke dalam surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Sesungguhnya Allah memberikan rezki yang baik kepadanya. Allah-lah yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula bumi. Perintah Allah berlaku padanya, agar kamu mengetahui bahwasanya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan sesungguhnya Allah ilmu-Nya benar-benar meliputi segala sesuatu.”

Selain itu, alasan memberi judul tersebut adalah karena saya juga punya kitab terjemahan judulnya “Tamasya ke Surga” karya Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyah (judul aslinya “Hadil Arwaah ila Biladil Afraah”). Dalam kajian tadi pagi itu, khusus seputar surga diceritakan agak lebih banyak porsinya. Menarik? Ya, memang menarik. Sebab, surga memang disediakan oleh Allah Ta’ala untuk orang yang beriman kepada Allah Ta’ala dan beramal shalih dengan niat mengharap ridhoNya. Tetapi memang, untuk meraih surga, amat berat jalan yang ditempuh seseorang. Sebagaimana diriwayatkan dari Abu Hurairah ra., sesungguhnya Rasulullah saw. bersabda: “Ketika Allah menciptakan surga, Dia berfirman kepada Jibril, ‘Pergi dan lihatlah (surga itu)’. Jibril pun pergi untuk melihatnya. Jibril kembali seraya berkata, ‘Tuhanku, demi keperkasaanMu, tidak seorang pun mendengar (tentang surga itu) kecuali dia (ingin) memasukinya’. Kemudian Allah Swt. mengelilingi (surga) dengan kesulitan-kesulitan (untuk mencapainya) dan berfirman kepada Jibril, ‘Wahai Jibril! Pergi (lalu) lihatlah (surga itu)’. Jibril pun pergi untuk melihatnya. (Jibril) kembali seraya berkata, ‘Tuhanku, demi keperkasaanMu, sungguh aku khawatir tidak seorang pun yang (dapat) memasukinya’.”

Rasulullah saw. juga bersabda: “Tatkala Allah Ta’ala menciptakan neraka, Dia berfirman, ‘Wahai Jibril! Pergi (lalu) lihatlah (neraka itu)’. Jibril pun pergi untuk melihatnya. (Jibril) kembali seraya berkata, ‘Wahai Tuhanku, demi keperkasaanMu dan kemuliaanMu, tidak seorang pun mendengar (tentang neraka itu) kecuai ia tidak berkeinginan untuk memasukinya’. Kemudian Allah Swt. mengelilingi (neraka itu) dengan keinginan-keinginan syahwati dan berfirman kepada Jibril, ‘Wahai Jibril! Pergi dan lihatlah neraka itu’. Jibril pun pergi untuk melihatnya. Kemudian ia kembali dan berkata, ‘Wahai Tuhanku, demi keperkasaanMu dan kemualiaanMu, sungguh aku khawatir bahwa tidak akan tersisa seorang pun kecuali akan memasukinya’.” (dalam penjelasan di kitab Sunan Abu Daud, hlm. 13-14)

Jika kita belum pernah merasakan nikmatnya minum es buah segar di siang hari, maka kenikmatan itu belum akan terbayangkan. Apalagi tidak ada informasi tentang es buah segar tersebut. Kita akan biasa saja mendengar kata itu termasuk mungkin ketika ditawari untuk meminumnya. Tapi, ketika kita sudah tahu informasi yang ditawarkannya, apalagi kemudian merasakannya sendiri, maka kita akan merasakan kenikmatan itu dan ingin terus meraihnya.

Kenikmatan surga memang baru sebatas informasi, bahkan informasi itu hanya sekadar gambaran kecil karena nikmatnya surga itu belum pernah bisa dibayangkan manusia manapun, karena memang berbeda dengan kenyataan yang ada di dunia saat ini. Meski demikian, bukan berarti surga itu khayalan. Tidak. Surga itu nyata, sebagaimana nyatanya neraka. Karena Allah sudah membuat dan menyediakannya (seperti dalam hadis yang dikutip di atas).

Informasi tentang surga sangat diperlukan, tapi bukan berarti kemudian kita beramal karena ingin semata mengharapkan surga. Tidak. Tapi kita tetap beramal karena Allah dan dengan cara yang benar, agar bisa mendapatkan balasan yang akan diberikan Allah Swt. kepada hamba-hambaNya yang beriman, bertakwa, berilmu, dan beramal sholeh berupa surga. Anas bin Malik ra meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad saw. bersabda, “Ketika aku sedang berjalan-jalan di surga, tiba-tiba kulihat sungai di surga yang kedua tepinya ada kubah dari mutiara yang besar.” Rasulullah saw. berkata, “Aku bertanya, ‘Apa ini wahai Jibril?’ Jibril menjawab, ‘Ini adalah al-Kautsar yang diberikan Tuhanmu kepadamu. ‘Malaikat mengambil tanahnya dan ternyata ia harum seperti kesturi yang sangat harum.” (Ibnu Qayyim al-Jauziyah, Tamasya ke Surga, hlm. 16)

Allah Swt. berfirman: “Dan orang-orang yang bertakwa kepada Tuhannya dibawa ke dalam surga berombong-rombongan (pula). Sehingga apabila mereka sampai ke surga itu sedang pintu-pintunya telah terbuka dan berkatalah kepada mereka penjaga-penjaganya: ‘Kesejahteraan (dilimpahkan) atasmu, berbahagialah kamu! Maka masukilah surga ini, sedang kamu kekal di dalamnya’.” (QS az-Zumar [39]: 73)

Subhanallah, informasi seperti ini yang Allah janjikan seharusnya membuat kita semakin ingin untuk meraih surga. Semakin ingin mengharapkannya, dan akan berusaha sekuat kemampuan kita untuk bisa menjadi orang yang dikehendaki oleh Allah Swt. untuk merasakan kenikmatan surgaNya.

Semoga kita semua menjadi hamba-hambaNya yang pandai bersyukur dan senantiasa gemar melakukan amal shalih. Semua manusia rasanya akan menginginkan surga jika kenikmatannya begitu luas, indah, dan menyenangkan. Tapi, hanya manusia pilihan saja yang bisa meraihnya. Semoga kita adalah manusia pilihan Allah yang bisa menikmati surgaNya. Amin. Yuk, senantiasa kita kuatkan keimanan kita kepada Allah, hindari maksiat, giat beramal shalih, dan ajak kawan lainnya melalui dakwah yang kita gelar. Semangat!
Salam,

O. Solihin
Ingin berbincang dengan saya? Silakan via Twitter di @osolihin

*Gambar dari sini

Kantunkeun Balesan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s