“Bahan Baku” Kita Sama


penciptaan-manusia1Bang Haji Rhoma Irama pernah mendendangkan lagunya yang berjudul “Setetes Air Hina”. Penggalan liriknya seperti ini: “Hei, tidakkah kauperhatikan/Dari apakah dulu dirimu dijadikan/Hei, dari tetes air hina/Kau diciptakan lalu engkau disempurnakan”. Ini lirik lagu yang menegaskan bahwa kita, manusia, diciptakan oleh Alalh Ta’ala dari “bahan baku” yang sama.

Rasulullah saw. yang mulia, para sahabatnya, para khalifah, para ulama, ilmuwan muslim di masa kejayaan Islam, pejuangnya dan orang-orang hebat dan mulia karena keimanan dan ketakwaan lainnya, mereka diciptakan dengan proses penciptaan yang sama. Berawal dari sel sperma yang membuahi sel telur dan atas izin Allah Swt, jadilah embrio, lalu dalam waktu tertentu tumbuh sebagai janin dan akhirnya lahir ke dunia.

Bagaimana dengan para begundal macam Fir’aun, Abu Jahal, Hitler, Mussolini, George W Bush dan orang yang sejenis perilakunya dengan mereka, apakah diciptakan dari bahan yang berbeda dengan orang-orang yang mulia? Tidak. Bahan baku mereka sama. Semua manusia diciptakan sama. Bahan bakunya sama: sel sperma (air mani) dan ovum (sel telur).

Allah Swt, menyampaikan penjelasan ini dalam firmanNya (yang artinya):  “Bukankah dia dahulu setetes mani yang ditumpahkan (ke dalam rahim), kemudian mani itu menjadi segumpal darah, lalu Allah menciptakannya, dan menyempurnakannya,” (QS al-Qiyaamah [75]: 37-38)

Dalam ayat lain (yang artinya): “Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur yang Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan), karena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat.” (QS al-Insaan [76]: 2)

Nah, amat jelas. Bahwa yang beriman dan yang kafir diciptakan oleh Allah Swt. dari bahan yang sama. Jadi, yang membedakan mereka satu sama lain ketika sudah lahir ke dunia adalah informasi dan cara belajarnya untuk memperbaiki kualitas hidupnya. Apa yang diperbuatnya di dunia inilah yang akan dipertanggung jawabkan nanti di akhirat kelak.

Allah Swt. berfirman (yang artinya): “Dia-lah yang menciptakan kamu dari tanah kemudian dari setetes mani, sesudah itu dari segumpal darah, kemudian dilahirkannya kamu sebagai seorang anak, kemudian (kamu dibiarkan hidup) supaya kamu sampai kepada masa (dewasa), kemudian (dibiarkan kamu hidup lagi) sampai tua, di antara kamu ada yang diwafatkan sebelum itu. (Kami perbuat demikian) supaya kamu sampai kepada ajal yang ditentukan dan supaya kamu memahami(nya).” (QS al-Mu’min [40]: 67)

Dalam ayat yang lain Allah Swt. berfirman (yang artinya): “Apakah kamu kafir kepada (Tuhan) yang menciptakan kamu dari tanah, kemudian dari setetes air mani, lalu Dia menjadikan kamu seorang laki-laki yang sempurna?” (QS Kahfi [18]: 37)

Ayat berikutnya yang senada dengan pembahasan ini: “Dia telah menciptakan manusia dari mani, tiba-tiba ia menjadi pembantah yang nyata.?” (QS an-Nahl [16]: 4)

Penjelasan dari ayat-ayat tersebut membuktikan kepada kita bahwa manusia (anak keturunan Adam) diciptakan dari “bahan baku” yang sama. Orang yang sekarang beriman, berilmu dan gemar beramal shalih ditempatkan di rahim ibunya sebelum lahir ke dunia. Orang yang pikirannya korengan dan hatinya borok alias gemar maksiat dan tak mengimani Allah Swt. pun ditempatkan nyaman di rahim ibunya. Tak ada bedanya.

Maka, jika dalam penciptaan saja sama, dan saat itu kita lemah kenapa sekarang harus merasa berkuasa dan menentang Allah Swt.? Jika memang Anda perkasa, harusnya tak lemah dan bisa menghidupi diri sendiri sejak “menciptakan diri sendiri” sampai lahir ke dunia. Nah, inilah renungan buat kita semua, bahwa kita sejak awal penciptaan tak dibedakan prosesnya.

Dalam hadis Qudsi Allah Swt. berfirman (yang artinya): “Wahai anak Adam, sesungguhnya Aku telah menetapkanmu dalam kandungan ibumu. Aku telah menyelubungi wajahmu dengan lapisan agar kau tak bisa keluar dari rahim. Kujadikan wajahmu mengarah kepada punggung ibumu agar bau makanan tidak mengganggumu. Aku buat dirimu bisa berputar ke kanan dan ke kiri. Sesungguhnya yang ada di sebelah kananmu adalah hatimu dan di sebelah kiri adalah limpa. Aku ajarkan dirimu cara berdiri dan duduk selama engkau berada dalam kandungan. Setelah tiba waktumu, Aku utus malaikat yang bertanggung jawab untuk mengeluarkanmu dari rahim. Ia pun mengeluarkanmu darinya dengan bulu-bulu dari sayapnya. Tiada gigi yang bisa menggigit yang bisa menggigit kau miliki, tiada juga tangan yang bisa menggenggam, ataupun kaki yang bisa melangkah. Lalu timbulkan bagimu dua pembuluh darah dalam dada ibumu yang mengalirkan susu untukmu. Ia akan terasa panas di musim dingin dan dingin di musim panas. Aku tanamkan cintamu dalam hati kedua orang tuamu. Mereka tidak akan pernah kenyang hingga kau kenyang dan tidak akan tidur hingga kau tertidur.” (Dr. Musfir bin Said az-Zahrani, at-Taujiih wal irsyaadun nafsi minal Qur’anil karim was-Sunnatin Nabawiyyah (eds. terjemahan), hlm. 82)

Oya, ini juga menjadi proses kesadaran bagi kita bahwa kita tak perlu merasa minder dengan orang yang kita anggap hebat saat ini. Kita hanya perlu memahami bahwa “start” semua orang sama. Semua manusia lahir ke dunia setelah melalui proses yang sama. Itu sebabnya, tidak ada alasan bahwa kita harus menyerah dan tak semangat dalam hidup. Sebaliknya, siapkan diri untuk berprestasi di dunia dengan bekal keimanan yang kokoh agar kita bisa juga meraih kebahagiaan di akhirat kelak. Ya, karena hidup tak sekadar tumbuh. Hidup di dunia ini adalah untuk beribadah kepada Allah Ta’ala, melaksanakan perintahNya, menjauhi laranganNya, dan mengumpulkan bekal amal shalih untuk kehidupan abadi di akhirat kelak.

 

Salam,

O. Solihin
Ingin berbincang dengan saya? Silakan via Twitter di @osolihin

Gambar dari sini

Iklan

Kantunkeun Balesan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s