Imu

Kekuatan Ilmu


ImuUstad Deden, kami biasa memanggilnya. Beliau adalah amilin di Al-Azhar Peduli Umat. Nah, yang menarik bagi saya adalah penyampaiannya dalam kultum rutin ba’da Dhuhur. Tentang keutamaan ilmu an orang yang memiliki ilmu. Ayat yang disampaikannya, tak lain adalah ayat ke-11 dari al-Quran surah al-Mujaadilah (surah ke-58 dalam al-Quran): “…niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.”

Bagi seorang muslim, rasa-rasanya ayat ini sudah sering mampir ke telinga karena hampir semua penceramah dan mubaligh, atau guru pengajian kita pernah menyampaikan ayat ini ketika membahas keutamaan ilmu. Ya, orang beriman yang memiliki ilmu jauh lebih tinggi derajatnya dibanding orang yang beriman tetapi ilmunya kurang atau malah minim sekali.

Kultum ba’da Dhuhur yang beliau sampaikan makin terasa memotivasi manakala ia mengutip sebuah syair dari Imam Syafi’i:

مَنْ اَرَادَ الدُّنْيَا فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ وَمَنْ اَرَادَ اْلاَخِرَةَ فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ وَمَنْ اَرَادَهُمَا فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ

“Man aroodaddunya fa’alaihi bi ’ilmi, wa wan aroodalaakhirot fa’alaihi bi ’ilmi wa man arooda humaa fa’alaihi bi ‘ilmi.” Artinya : “Barangsiapa yang ingin sukses di dunia maka hendaklah dengan ilmu, barangsiapa yang ingin sukses di akhirat maka hendaklah dengan ilmu, dan barangsiapa yang ingin sukses pada keduanya (dunia dan akhirat) maka hendaklah dengan ilmu (pula)” .

Islam memotivasi umatnya agar mencari ilmu untuk kebahagiaan di dunia dan akhirat. Allah Swt. berfirman, “Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu Yang Menciptakan. Dia (Allah) telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmu Yang Maha Pemurah. Yang mengajar manusia dengan perantaraan qalam. Dia (Allah) mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya” (QS al-‘Alaq [96]: 1-5)

Allah Ta’ala menurunkan semua ilmu yang ada di dunia ini. Sayangnya, banyak orang yang tak bersemangat untuk mencarinya. Padahal, jelas ada perbedaan yang amat signifikan antara orang yang berilmu (yang mengetahui sebuah ilmu) dengan yang tak berilmu (tak memiliki pengetahuan seputuar keilmuan di bidang tertentu). Sebagaimana Allah Swt. berfirman, “Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran.” (QS az-Zumar [39]: 9)

Hmm… tentu amat kebetulan apa yang disampaikan Ustad Deden dalam kultum ba’da Dhuhur tadi dengan saat ini, saat saya sedang mengawas ujian bulanan Kelas Menulis Kreatif untuk para peserta diklat jurusan Menjahit dan Tatabusana. Persamaannya adalah dalam soal menulis adalah peserta diklat diminta menuliskan sebuah cerpen dengan tema mencari ilmu. Wah, menarik sekali. Jika mereka jeli, mungkin akan memasukkan pesan tersebut dalam cerpen yang mereka tulis.

Baik, tak banyak cerita dalam tulisan sederhana ini. Ya, sekadar ‘mentransfer’ ulang ilmu  yang saya dapatkan saat kultum ba’da Dhuhur tadi, semoga pembaca blog saya juga mendapatkan inspirasi dari cerita yang saya tuliskan ini. Yuk, kita berlomba untuk meraih ilmu. Sebagaiman perkataan Imam Syafi’i yang juga pernah saya dengar saat mengikuti salah satu kajian Islam, “Carilah ilmu sebagaiman seorang ilmu yang kehilangan anak perawannya.”

Jika ilmu sudah didapat, maka insya Allah ilmu akan memberikan kita menguasai hal-hal yang belum diketahui oleh orang yang belum belajar. Seorang teman yang ahli di bidang komputer tentu berbeda dengan saya yang tak begitu mengerti seluk-beluk komputer. Begitupun sebaliknya, saya insya Allah lebih menguasai ilmu seputar kepenulisan ketimbang teman saya yang ngerti komputer tersebut. Jika saya mau belajar seputar komputer insya Allah bisa juga pada akhirnya, begitupun dengan teman saya yang mahir komputer tetapi juga terus belajar dan berlatih bisa juga menulis pada akhirnya. Insya Allah.

Ayo, kejarlah ilmu yang Anda minati dan ingin kuasai. Namun, jangan lupa bahwa ilmu yang sudah kita dapatkan kemudian kita sebarkan lagi agar manfaatnya bisa dirasakan banyak orang dan tentu saja itu bernilai ibadah karena senantiasa mengharap ridho Allah Ta’ala bagi kebahagiaan di dunia dan juga akhirat. Semangat!

Salam,

O. Solihin
Ingin berbincang dengan saya? Silakan via Twitter di @osolihin

Gambar dari sini

Kantunkeun Balesan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s