iloveyou

Muliakan Cintamu


iloveyouSebagai muslim, tentunya kita harus punya aturan yang jelas dan benar dari ajaran yang benar pula. Supaya apa? Supaya kekuatan cinta (yang dimiliki) ditujukan untuk sesuatu yang benar. Bukan yang salah. Agar dalam mengekspresikannya pun benar pula sesuai tuntunan syariat. Oke?

Nah, agar efek dari kekuatan cinta yang kita miliki bermanfaat dan benar, maka harus dibalut dengan kecintaan kepada ajaran Islam. Itu artinya pula, cinta yang dibangun atas dasar kecintaan kepada Allah Swt. Kita ridha bin rela diatur oleh pencipta kita. Dalam kitab Al-Mahabbah karya Imam al-Ghazali disebutkan bahwa ridha adalah buah cinta. Imam al-Ghazali juga menjelaskan bahwa ridha merupakan maqam (kedudukan) tertinggi muqarribiin alias orang-orang yang mendekatkan diri kepada Allah.

Sobat muslim, dalam hidup ini wajar dan amat pantas kalo kita mencari ridhaNya. Tul nggak? Itu sebabnya, ketaatan kepada Allah dan hanya kepadaNya jadi bukti bahwa kita cinta kepadaNya sepenuh hati. Dr ‘Aid bin Abdullah al-Qarni mengutip pendapatnya Imam Ahmad dalam kitab al-Zuhud yang menyebutkan riwayat bahwa Allah Swt berfirman: “Kamu sangat mengherankan, wahai Anak Adam. Akulah yang menciptakan kamu, namun kamu mengabdi kepada selainKu. Akulah yang memberi rezeki kepadamu, namun kamu bersyukur kepada selainKu. Aku mencintaimu dengan berbagai kenikmatan dan Aku tidak membutuhkanmu, namun kamu memperbuat kebencianKu dengan berbagai kemaksiatan, sedang kamu membutuhkanKu. Dan, kebaikanKu turun kepadamu sedangkan keburukanmu naik kepadaKu.” (Dr. ‘Aid al-Qarni dalam kitab Jusur al-Mahabbah: 2002)

Berdasarkan penjelasan ini, aneh bin ajaib kalo kita masih merasa bebas dari pengawasan Allah Swt. Sangat mengherankan jika kita masih merasa tidak ambil pusing untuk melakukan perbuatan apa pun tanpa memperhatikan apakah perbuatan tersebut mengundang ridha Allah atau justru murkaNya.

Kita kadang merasa pede banget mengungkapkan rasa cinta kepada lawan jenis dan mengekspresikannya di jalur yang bertentangan dengan Islam. Misalnya lewat pacaran. Meskipun kita sumpah mati bahwa itu adalah bagian dari ekspresi cinta kita dan efek dari kekuatan cinta yang kita miliki, tapi jika caranya mengundang murka Allah Swt., bukan ekspresi cinta yang benar dan diridhai Allah tentunya. Ya, ibarat KRL yang salah jalur, meski masinisnya dengan pede merasa benar sesuai akalnya, tapi karena jalurnya salah, bisa menyebabkan kecelakaan. Tul nggak? (eh, nyambung nggak nih? Hehehe..)

Jadi intinya, agar efek dari kekuatan cinta kita kepada lawan jenis mencapai ridhaNya, maka lapisi dengan keimanan dan ketakwaan kepadaNya. Itu udah harga mati dan nggak bisa ditawar lagi. Malu banget dong kemana-mana bilang “Aku cinta padamu” dalam ekspresi yang salah kepada lawan jenis kita. Tapi dalam waktu bersamaan kita mencampakkan rasa cinta kepada Allah Swt. dengan melakukan perbuatan maksiat kepadaNya ketika mencintai lawan jenis kita melalui pacaran. Ironi banget kan?

Sobat, yang bagus itu adalah, kita boleh mencintai siapa pun dan apa pun, termasuk lawan jenis, tapi hiasi cinta itu dengan kecintaan kita kepada Allah Swt. Yup, biar berkah dan tentunya kekuatan cinta yang terkandung di dalamnya bisa menularkan efek yang benar dan baik buat kita. Jadi, silakan mengekspresikan kekuatan cinta yang kita miliki di jalur yang benar, yakni sesuai tuntunan syariat Islam. Dan, mencintai Allah Ta’ala harus di atas segalanya yang kita cintai. Mengapa? Karena segala yang kita perbuat akan dimintai pertanggungjawabannya di hadapan Allah Swt. Jadi emang kudu ati-ati tuh.

Ya, perjuangan kita menyampaikan ajaran Islam pun akan dimintai pertanggungjawabannya. Apakah itu dilakukan atas dasar cinta kepada Allah dan RasulNya, atau malah sebatas karena cinta kita kepada status dan harta yang ingin kita raih? Allah pasti nggak akan salah mengkalkulasi amalan kita. Itu sebabnya, kekuatan cinta tak akan ada artinya jika tak mendapat ridha dari Allah Swt. Maka, muliakan cintamu dengan tetap beriman kepadaNya dan senantiasa mengharap ridhoNya. Mohon ini juga digaris-bawahi dan dipahami dengan penghayatan yang benar dan tulus. Terima kasih.

Salam,
O. Solihin
Ingin berbincang dengan saya? Silakan via Twitter di @osolihin

*Gambar dari sini

Kantunkeun Balesan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s