cinta-islam-ilustrasi-_120516171532-813

Cinta yang Pasti Berbalas


cinta-islam-ilustrasi-_120516171532-813Menurut saya sih, satu-satunya cinta kita yang pasti berbalas adalah ketika kita mencintai kebenaran Islam. Islam yang sudah dijanjikan kemuliaannya oleh Allah Swt. ini rasa-rasanya nggak mungkin untuk mengecewakan kita (kalo kita yang mengecewakan Islam, kayaknya sangat mungkin deh. Semoga saja kita bukan termasuk golongan yang mengecewakan Islam itu).

Cinta kepada kebenaran Islam pasti acintakan berbalas. Insya Allah kita nggak akan kecewa dengan mencintai kebenaran dan menjadi pejuang kebenaran. Cinta, pengorbanan, dan perjuangan kita dalam mencintai kebenaran Islam ini pasti berbalas alias bersambut. Nggak usah khawatir. Karena apa? Karena kebenaran Islam itu sudah dijamin langsung oleh Allah Swt. mencintai Islam, membelanya, dan juga memperjuangkannya sama dengan mencintai Allah Swt. dan RasulNya. Mencintai Allah Ta’ala dan Rasulullah saw. sama artinya dengan mencintai kebenaran. Dan, yakinlah bahwa cinta kita akan berbalas, yakni dengan mendapatkan garansi berupa pahala atas kesetiaan dan kesediaan kita berkorban dan berjuang dalam membela kebenaran Islam ini. Allah Swt. berfirman:  “Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.” (QS Muhammad [47]: 7)

Sobat muda muslim, ini sudah janji Allah Swt. Dia pasti menepatinya. Yakin itu. Allah nggak lupa, Allah nggak pernah tidur, Allah nggak pernah ingkar janji. Firman Allah Swt: “Allah telah berjanji dengan sebenar-benarnya. Allah tidak akan memungkiri janjiNya.” (QS az-Zumar [39]: 20)

Jadi, berbahagialah wahai para pejuang kebenaran Islam. Karena cinta kalian pasti berbalas alias bersambut. Allah Ta’ala yang akan langsung menyambut cinta kita. Cinta kita kepada kebenaran, sekaligus tanda cinta kita kepada Allah Swt. Itu sebabnya, jangan khawatir dan jangan merasa cinta kita kepada kebenaran ini akan sia-sia. Insya Allah jika kita ikhlas melakukannya, Allah pasti juga mencintai kita dan akan menepati janjiNya. So, kita kudu yakin dan jangan pernah merasa khawatir. Oke?

Ya, layaknya seorang yang sangat romantis kepada pasangannya dalam memadu kasih, maka ia akan rela mengorbankan segalanya karena sudah ada kepastian bahwa rasa cintanya pasti disambut, diperhatikan, dan dirasakan ketulusannya oleh sang kekasih hati. Ia nggak akan ragu untuk berkorban karena sudah yakin cintanya disambut dan pasti mendapat tempat di hati sang kekasih hati. Ia akan sepenuhnya menyenangkan hati sang kekasih dengan berbagai macam perlakuan, termasuk perlakuan yang paling romantis.

Nah, para pejuang kebenaran juga sama. Para pejuang kebenaran yang paling romantis akan mencintai Islam dan ajarannya ini dengan sepenuh hati. Ia nggak akan takut cintanya tak berbalas, atau tak perlu khawatir akan disia-siakan. Maka, jangan kaget jika para pejuang kebenaran adalah mereka yang akan rela mengorbankan waktunya, tenaganya, pikirannya, perasaannya, dan bahkan nyawanya untuk kekasih hatinya, yakni Allah Swt., RasulNya, dan juga ajaran Islam ini. Ia akan berbuat apa saja untuk menyenangkan Allah, RasulNya, dan juga memuliakan ajaran Islam ini.

Ya, sungguh hebat pengorbanannya, sungguh indah sisi romantisnya. Para pejuang kebenaran akan terus mengobarkan semangat dan membanjirkan keringat serta bekerja cerdas demi sebuah harapan tegaknya kebenaran. Semangatnya dibakar api cinta, cinta akan kebenaran. Cinta yang pasti berbalas. Itu sebabnya, meski merasakan sakit dalam perjuangannya, namun ia akan tetap berusaha tersenyum dan melupakan rasa sakit itu, karena cintanya lebih besar kepada kebenaran Islam ini.

Salam,
O. Solihin
Ingin berkomunikasi dengan saya? Silakan via Twitter di @osolihin

*Gambar dari sini

Kantunkeun Balesan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s