shimoyama-shigeru-_130618110459-285

Shimoyama Shigeru: Melalui Afrika, Saya Bertemu Islam


shimoyama-shigeru-_130618110459-285
Shimoyama Shigeru | Foto: http://www.republika.co.id

REPUBLIKA.CO.ID, TOKYO —  Usai bersyahadat, Shimoyama Shigeru tak mau menunggu lama untuk ambil bagian dalam menyebarkan pesan Islam. Panggilan berdakwah mengusik hatinya setelah mengunjungi Afrika.

Selama perjalanan itu, ia menemukan satu kunci keberhasilan dakwah Islam. Ia melihat interaksi antarmanusia merupakan solusi untuk meluruskan kesalahpahaman tentang Islam.

“Saya pikir, Jepang mewarisi pandangan Eropa yang bias tentang Islam,” ungkap dia seperti dikutip Nippon.com, Senin (17/6).

Sebagai contoh saja, kata dia, masyarakat Jepang sangat akrab dengan ungkapan “entah Alquran atau pedang”. Ungkapan itu muncul setelah tragedi 9/11. “Saat itu, peliputan media internasional membuat Islam seperti mengintimidasi dan menakutkan,” kata dia.

Fakta itu mendorongnya untuk meluruskan kesalahpahaman ini. Ia dapat momentum tersebut ketika melakukan perjalanan dari sungai Nil ke Sudan. Di sana ia menemukan keramahan ketika perbedaan budaya memisahkannya dengan warga lokal.

Secara jujur, Shigeru mengaku terkejut ketika keramahan itu merupakan cermin ajaran Islam.

“Melalui masyarakat Afrika, saya bertemu Islam,” kata dia.

Kembali ke Jepang, ia bertemu mahasiswa Irak di Universitas Tokyo. Di sana, ia akhirnya memutuskan untuk menjadi Muslim.

“Kebaikan dan persaudaraan sesama Muslim membuatku merasa terikat dengan Islam. Pengalaman inilah menjadi titik awal bagaimana saya percaya kepada Allah SWT,” kata dia.

Shigeru semakin berkesan dengan umat Islam ketika ia merasa ada keterikatan sesama Muslim ketika melaksanakan shalat berjamaah.

ooOoo

Mengajarkan Islam yang Benar kepada Warga Jepang

Shimoyama Shigeru, awalnya tak mengenal apa itu Islam. Ketika ia berada ribuan mil jauhnya dari rumahnya di Jepang, ia bertemu dengan Islam, dan jatuh cinta padanya.

Karena kecintaanya pada Islam inilah kini pria yang kemudian menjadi mualaf ini mengabdikan hidupnya untuk menyebarkan ajaran Islam yang benar dan menyajikan citra Islam yang sebenarnya kepada sesama warga Jepang.

Menurutnya, Jepang mengetahui tentang Islam berdasarkan pandangan Eropa. “Ini membuatnya bias,” ujarnya seperti dilansir dari onislam, Selasa (18/6). Hal ini memperburuk citra islam di mata orang-orang Jepang menurutnya.

Misalnya, orang Jepang punya ungkapan “Alquran atau pedang”. Hal ini membuatnya punya keinginan untuk memberikan pemahaman yang benar

Hal ini diperparah dengan peristiwa teroris yang menghancurkan gedung di World Trade Centre. Amerika Serikat pada 9 September. Gara-gara peristiwa tersebut, menurutnya Islam terlihat menakutkan dan mengintimidasi agama lainnya.

Shigeru pertama kali mengenal Islam saat ia bersekolah di Sudan. Ia bertemu dengan banyak orang yang berbeda, yang selalu ramah padanya, meski ia tidak memahami apa yang mereka katakan. “Keramahan ini memberikan kesan yang mendalam,” katanya.

Ia pun terpana mengetahui sebab orang-orang Afrika muslim ini bisa ramah pada semua orang, termasuk padanya. “Ternyata kebaikan mereka ini bersumber dari ajaran Alquran,” paparnya.

Ketika kembali ke Jepang, ia bertemu dengan seorang mahasiswa Irak yang sedang belajar di Universitas Tokyo. Orang inilah yang memberikan dorongan padanya untuk memeluk Islam. “Islam penuh dengan kebaikan dan kasih sayang,” katanya.

Pengalaman tersebut adalah titik awal kehidupan spiritualnya. “Sebelum saya memeluk Islam, saya tidak pernah percaya dengan adanya tuhan,” katanya.

Ia pun banyak belajar hal baru setelah menjadi mualaf. Selain mengenai ajaran syariahnya, ia juga aktif bergabung dalam komunitas muslim dan beribadah bersama-sama mereka. “Kita bisa hidup berdampingan dengan semua ras dan menganggap mereka sebagai saudara, itu indah sekali,” katanya.

Kini Shigeru dipandang sebagai seorang guru Islam Jepang. Ia percaya bahwa interaksi manusia adalah titik kunci memberikan pemahaman yang lebih baik tentang Islam pada orang Jepang. “Islam pada dasarnya adalah cara hidup yang hadir dalam aspek kehidupan sehari-hari,” katanya.

Ia berharap bahwa orang akan menjadi tertarik dengan Islam setelah melihat pengaruhnya dalam aspek kehidupan sehari-hari. Juga bahwa komunikasi dengan kaum Muslim akan membantu mereka untuk memahami Islam dengan lebih baik.

Shigeru, yang berpartisipasi dalam pendirian Islamic Center of Japan, mengatakan bahwa Islam menempatkan penekanan kuat pada perilaku yang benar dan kebajikan amal. “Alasan kami beribadah di shaf yang sama dengan yang lain, adalah karena semua orang percaya adalah sama kedudukannya di hadapan Allah,” katanya.

Banyak lagi prinsip kehidupan yang baik yang dipegang oleh umat muslim. Misalnya gagasan untuk memikirkan kebutuhan orang lain terlebih dahulu, dan tidak boleh egois. “Ide-ide Islam telah terukir dalam hati saya,” ujarnya.

Shigeru juga menulis dan menerbitkan berbagai karya, yang menjelaskan tentang Islam untuk para pembaca di Jepang. Ia berharap dengan langkah yang dilakukannya ini bisa menyebarkan ajaran Islam yang benar, dari tidak mendapatkan informasi yang bias lagi. “Saya berharap bisa memberikan kontribusi yang positif,” katanya.

Ia  ingin melakukan apapun yang ia bisa untuk menjernihkan kesalahpahaman orang Jepang tentang Islam dan menyampaikan pemahaman yang benar tentang agama kepada banyak orang.

ooOoo

Islam Itu Cara Hidup Sehari-hari

Interaksi antarmanusia dinilai bisa meluruskan kesalahpahaman terhadap. Inilah yang ditangkap mualaf Jepang, Shimoyama Shigeru ketika menyambangi Afrika.

“Islam itukan cara hidup sehari-hari. Saya berharap melalui perilaku, masyarakat dunia dapat melihat bagaimana seorang Muslim menerapkan ajaran Islam dalam aktivitas sehari-hari,” kata dia seperti dikutip Nippon.com, Senin (17/6).

Shigeru, yang aktif mengelola masjid Camii Tokyo, mengatakan Islam menempatkan penekanan kuat pada prilaku dan amal baik. Ini dilihat ketika shalat berjamaah. “Ada alasan mengapa kami shalat berjamaah dimana kami berbaris bersama satu sama lain. Ini memperlihatkan ada kesetaraan seorang Muslim dihadapan Allah SWT,” kata dia.

Islam, kata Shigeru, juga memperhatikan masalah sosial keadilan. Setiap Muslim harus memikirkan kebutuhan orang lain sebelum dirinya. Keyakinan ini membebaskan seorang Muslim dari cara berpikir egois.

“Konsep ini sangat terpatri dalam hatiku sekarang,” kata dia.

Selain berkeliling dunia, Shigeru tak lupa untuk membuat satu karya yang ditujukan kepada masyarakat Jepang. Ia menuliskan sebuah buku bagaimana ajaran Islam sebenarnya.

“Saya beruntung bisa berada di Afrika, saya bisa mendapatkan satu pelajaran penting. Anda tahu, kebanyakan orang Jepang tidak memiliki kesempatan berinteraksi. Jadi, saya harap bisa memberikan kontribusi positif,” kata dia.

“Saya selalu ingin menjernihkan kesalahpahaman masyarakat Jepang soal Islam. Lalu saya akan sampaikan pemahaman yang benar tentang agama ini kepada banyak orang,” ucapnya. [sumber: REPUBLIKA; bagian 1; bagian 2; bagian 3]

Kantunkeun Balesan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s