Pejabat Nakal


1607040PimpinanDPR041412237533-preview780x390Jujur saja, rasa-rasanya kita pantas khawatir jika orang tua di pemerintahan udah nakal banget. Meski tentu kenakalan ortu di rumah dan kenakalan ortu di masyarakat juga tetap berbahaya. Tapi, kalo yang nakal adalah ortu di pemerintahan, dampaknya bisa lebih luas. Bahayanya bisa lebih besar. Sebab, gimana jadinya kalo pemerintah yang seharusnya menjadi pelindung paling kuat bagi rakyatnya justru malah mencontohkan kenakalan, efeknya jadi global tuh. Oya, apa aja sih kenakalan orang tua di pemerintahan?

Melanggengkan kemaksiatan. Benar, kalo kenakalan ortu di masyarakat cuma menyediakan sarana kemaksiatan, maka negara (dalam hal ini pemerintah) malah melanggengkan kemaksiatan. Yup, melanggengkan kemaksiatan. Karena apa? Karena udah ngasih banyak izin untuk usaha-usaha pelacuran, diskotik, pabrik minuman keras, dan jenis kemaksiatan lainnya. Termasuk menutup mata terhadap problem-problem yang diakibatkan usaha pelacuran, diskotik, peredaran minuman keras dan narkoba, perjudian, dan sejenisnya. Ini adalah bentuk kenakalan ortu di pemerintahan yang sangat membahayakan.

Dengan kekuatannya sebagai pengelola negara, seharusnya para orang tua yang jadi pejabat bisa memberikan teladan yang benar dan baik. Tapi, nyatanya yang menonjol adalah prestasi ancurnya. Jangan salahkan rakyat (termasuk di dalamnya remaja) seratus persen kalo akhirnya mereka jadi amburadul dalam hidupnya akibat kenakalan yang dilakukan para ortu di pemerintahan. Rakyat cuma korban kenakalan yang dilakuan pemerintah yang rata-rata udah pada berumur itu (kalo dilihat dari usia, lho) Iya kan? So, jangan cuma nyalahin remaja dengan melabeli “kenakalan” ketika ada remaja yang nyandu judi, nyandu miras dan hobi mengkonsumsi narkoba, atau jadi pelacur dan sejenisnya. Karena mereka lebih banyak sebagai korban akibat kenakalan yang dilakukan oleh para orang tua di pemerintahan. Tul nggak sih?

Salam,

O. Solihin

*gambar dari sini

Iklan

Kantunkeun Balesan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s