261181_620

Fana


261181_620Saya pernah merasakan kehilangan seorang teman yang begitu dekat dalam hidup saya. Ia menjadi inspirasi, sering memberi motivasi dan dengan kepolosan khas anak SMP, ia menjadi teman akrab saya. Sayangnya, kebersamaan kami akhirnya dipisahkan ketika sama-sama lulus SMP. Bahkan kami dipisahkan oleh jarak yang cukup jauh. Saya melanjutkan studi di kota lain. Hari-hari pertama jauh darinya, saya merasa kehilangan candanya, tawanya, dan gaya marahnya jika saya guyonin. Saya memang cukup iseng kepadanya, bahkan tak jarang kami marahan. Meski akhirnya baikan lagi. Ya begitulah anak-anak. Kami pasangan sahabat yang sangat akrab waktu itu.

Untuk mengobati kerinduan di antara kami, kami rajin berkirim surat. Hampir setiap bulan surat darinya saya terima. Lengkap dengan kabar terbaru tentang dirinya dan juga tentang kehidupannya. Begitupun yang saya kabarkan. Sampai suatu hari, bukan surat darinya yang datang ke saya. Tapi surat dari adik saya yang mengabarkan bahwa sahabat saya itu meninggal dunia dalam sebuah kecelakaan saat olahraga renang yang diadakan sekolahnya. Ia tenggelam dan akhirnya meninggal dunia. Saya sangat terpukul. Benar-benar kehilangan. Innalillaahi wa inna ilaihi roojiuun.

Ya, itu kehilangan untuk kedua kalinya. Pertama, merasa kehilangan saat kami harus berpisah karena masing-masing melanjutkan studi ke sekolah yang berbeda. Dan kedua, ternyata kami harus berpisah dari dunia ini. Tentu, tak mungkin bisa berkomunikasi lagi dengannya untuk menanyakan kabarnya.

Meski saya sudah merasa paham bahwa kehidupan ini tidaklah abadi, tapi baru merasakan pedihnya ketika kehilangan orang yang begitu dekat di hati. Ya, benar. Kita memang tidak abadi. Kita suatu saat pasti menghembuskan nafas yang terakhir dalam hidup kita. Menyusul teman dan saudara kita yang lain yang sudah lebih dulu ‘hijrah’ dari dunia ini dan meninggalkan gemerlapnya.

Sobat muda muslim, ini sekadar kisah pengantar tulisan sederhana ini. Bahwa apa yang kita miliki bisa begitu saja meninggalkan kita. Harta yang kita miliki bisa hilang. Begitu pun sahabat yang telah menemani hidup kita, bisa saja pergi tanpa pesan meninggalkan kita dan dunia ini. Perlu diingat, suatu saat justru kita sendiri yang akan meninggalkan teman-teman kita, saudara kita, dan indahnya dunia ini. Bahkan, dunia ini pun akan berakhir dengan datangnya kiamat. Benar, dunia dan seluruh isinya ini adalah fana, Bro. Nggak abadi.

Memang benar bahwa kehidupan kita fana, dunia ini juga fana, tapi yang harus menjadi perhatian kita dan kekhawatiran kita adalah: dengan cara apa kita meninggalkan dunia ini? Pada saat seperti apa kita wafat? Bekal amal apa yang kita bawa untuk dibawa menghadap Allah Ta’ala? Amal baikkah, atau justru amal buruk? Pilihan ada di tangan kita.

Pilihan? Betul. Sebab keyakinan kita tentang akhir dunia dan kehidupan akhirat adalah pilihan yang kita dapatkan setelah memahami hakikat penciptaan kita, alam semesta, dan kehidupan ini. Begitu pula dengan amalan yang kita lakukan, adalah atas dasar pilihan yang kita dapatkan setelah memahami hakikat dan tujuan kita selama di dunia ini. Masing-masing kita membawa amal kita. Bukan amalan orang lain.

Ya, kita berasal dari Allah Ta’ala dan akan kembali kepada-Nya pada waktu yang telah ditentukan. Nah, selama di dunia ini kita juga diminta untuk beribadah kepada Allah Ta’ala. Melaksanakan semua perintah-Nya dan tak melakukan segala hal yang memang dilarang Allah. Ini memang sederhana secara teori, tapi jarang yang bisa sukses dalam prakteknya. Semoga kita sih masuk ke dalam golongan orang-orang yang beriman kepada Allah Ta’ala dan beramal shalih untuk bekal kehidupan setelah dunia ini. Aamiin.

 

Salam,
O. Solihin

*gambar dari sini

Kantunkeun Balesan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s