sedekah-ilustrasi-_120814161235-689

Sedekah vs Belanja


sedekah-ilustrasi-_120814161235-689Lucu ya, uang Rp 20.000-an kelihatan begitu besar bila dibawa ke kotak amal masjid, tapi begitu kecil bila kita bawa ke supermarket.

Jujur saja, kalimat ini begitu kena banget (khususnya kepada saya sendiri). Gimana nggak, kadang seringnya di antara kita ngisi kotak amal di masjid dengan uang recehan. Makanya, kalo pas kotak amal diedarin ke jamaah yang duduk berderet rapi di shaf-nya masing-masing suka terdengar bunyi nyaring tanda uang recehan jatuh menimpa benda keras (apalagi kalo kotaknya terbuat dari kaleng, lebih keras bunyi gemerincingnya).

Mungkin uang itu pecahan seratus, lima ratus, atau seribu rupiah yang logam. Tapi bukan berarti nggak boleh beramal dengan jumlah seperti itu. Jika ikhlas, insya Allah dapet pahala juga dong. Begitu pun sebaliknya, meski yang dimasukkin pecahan lima puluh ribu tapi nggak ikhlas kan sayang juga ya? Mendingan ngasih lima puluh ribu dan ikhlas kan? Hehehe.. itu sih, bagus banget atuh ya.

Terlepas dari nilai “ikhlas”, kita coba renungkan aja dikit ya, betapa kita masih merasa “pelit” untuk bersedekah. Padahal itu buat kita juga amalannya di sisi Allah. Tapi, kita harus merasa “royal” kalo jajan or belanja di mal. Bawa uang 50 ribu rupiah aja serasa masih kurang. Iya nggak? Kalo saya pernah ngerasa demikian. Astaghfirullah…

Semoga kita, bisa seperti Abdurrahman bin ‘Auf dan sahabat Rasul lainnya yang seperti nggak sayang sama harta. Beliau sedekahkan hartanya untuk urusan di jalan Allah dengan sangat banyak (menurut kita). Ketika menjelang Perang Tabuk, Abdurrahman bin Auf mempelopori dengan menyumbang dana sebesar 200 Uqiyah Emas. 1 uqiyah emas = 31,7475 gr emas. Berarti 200 uqiyah x 31,7475 gr emas = 6.349,5 gr x harga emas sekarang, misalnya Rp 400.000,00. Berarti jumlahnya adalah Rp 2.539.800.000. Wow, lebih dari 2,5 miliar rupiah. Menjelang wafatnya, beliau mewasiatkan 50.000 dinar untuk infaq fi Sabilillah. 1 dinar itu setara dengan 4.25 gram emas. Silakan hitung sendiri ya. Subhanallah. Ini baru satu amalan dari sekian banyak sedekah lainnya yang mereka lakukan, belum lagi amalan selain sedekah. Bagaimana dengan kita?

Salam,

O. Solihin

*gambar dari sini

Satu pemikiran pada “Sedekah vs Belanja

  1. Sedekahpun perlu latihan dan belajar. Boleh jadi uang yang diberikan itu koin terakhir milikny , kita tidak tahu, mungkin saat memberi uang besar kita tidak melihatnya , semoga Allah membalasnya berlipat ganda dan dibukakan pinyu hatinya.

Kantunkeun Balesan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s