SA-kecil-OK

Menyambut Terbitnya “Sosmed Addict”


Alhamdulillah, buku ke-12 saya di Penerbit Gema Insani segera terbit dan bisa didapatkan di toko buku terdekat di kota Anda. Masih seputar remaja. Buku ini, bagi saya terasa spesial karena ibarat ‘buka puasa’. Apa sebab? Karya terakhir saya yang dibukukan adalah “NGAJI: Sampai Nanti Sampai Mati” yang terbit di awal tahun 2011. Kini, menjelang akhir tahun 2015, saya baru bisa menerbitkan kembali sebuah buku. Terasa sangat lama, 4 tahun lebih ‘puasa berkarya’. Semoga, kehadiran buku ini bisa memberikan inspirasi dan juga solusi bagi remaja muslim di tanah air.

Terima kasih kepada Pak Jamil Azzaini, Bang Boim Lebon, dan Mas Hadi Susanto yang telah memberikan endorsement untuk buku terbaru saya, “Sosmed Addict”. In sya Allah di twitter saya, akan segera ‘dikicaukan’ juga apa itu buku “Sosmed Addict”, mengapa menulis tema ini, dan apa saja hal menarik seputar buku ini.

Salam,

O. Solihin | Twitter @osolihin

 

Socmed ibarat pisau. Bisa digunakan untuk melukai, bisa digunakan untuk kebaikan. Jadikan ia tunduk di kakimu, bukan menjadi candu. Baca buku ini, agar socmed takluk denganmu. (Jamil Azzaini | Inspirator SuksesMulia)

==

Kecanduan sosmed seram-seram asyik, maksudnya di satu sisi serem, tapi di sisi lain mengasyikkan, gimana gak serem kalo keranjingan sosmed lupa makan lupa tidur? tapi dng sosmeg juga kita bisa berselancar ke mana aja kita suka dan banyak dpt info! nah, lewat buku ini kita jadi tahu sejauh mana kita harus bersosmed-ria dng bijak, biar gak ngerasa serem-serem, tapi asyik teruuus. Hehe, (Boim Lebon, Produser RCTI, Penulis Buku Lupus ABG, Faris & H Obet, dan 19+)

==

Saya yakin kita semua memakai Facebook sebagai sarana untuk berinteraksi dan bereksistensi di dunia maya tanpa menyadari bahwa ada banyak mata yang mengawasi aktivitas kita. Tidak hanya teman-teman Facebook yang mengikuti update status dan komentar-komentar kita, tapi juga para ilmuwan, dari psikolog sampai matematikawan. Mereka mempelajari dan membuat penelitian ilmiah dari gerak-gerik kita. Beberapa hasil penelitian yang cukup mengagetkan di antaranya adalah mereka yang sering main Facebook cenderung tidak puas dan bahagia dengan hidupnya [Kross et al., PLoS One 8, e69841(2013)], mereka yang selalu ingin mendapatkan ‘likes’ yang banyak adalah orang-orang yang rendah diri [Clerkin, Smit, and Hames, J Affect Disord 151:525-30 (2013)], Facebook dapat mempengaruhi tindakan dan cara pikir seseorang melalui postingan teman-temannya [Stieger, Burger, Bohn, and Voracek, Cyberpsychology, Behavior, and Social Networking 16: 629-634 (2013)], dan lain-lain.

Kang Oleh dengan buku ini mengingatkan kita supaya kita tidak terjebak di dalam tipuan media sosial, salah satunya Facebook. Dengan mengikuti tips-tips Kang Oleh, kita akan menjadi pencilan dari data yang dipelajari para ilmuwan, atau bahkan kalau bisa membentuk data baru yang bernilai positif. (Dr Hadi Susanto, Profesor Matematika di Essex University, United Kingdom)

Kantunkeun Balesan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s