Muslimah, Hijab, dan Prestasi


gaulislam edisi 500/tahun ke-10 (25 Sya’ban 1438 H/ 22 Mei 2017)

Lupakan aja soal remaja yang katanya cerdas dan bernas cara berpikirnya. Sehingga banyak orang terpesona dengan rangkaian kata dan kalimatnya yang luar biasa untuk anak SMA. Itu lho, yang nulis kalo agama itu warisan. Muter-muter gunakan kata dan kalimat menarik, ujung-ujungnya nulis kalo semua agama itu sama. Ih, nggak sama atuh! Cuma Islam yang benar.

Hehehe… saya juga anak SMA. Tapi sori lah, kalo yang disampaikan itu sampah, meski dikemas sebaik mungkin tetap saja sampah. Mereka yang menganggapnya bagus, berarti cara berpikirnya sama dengan isi tulisan tersebut. Ya iyalah mana mungkin orang beriman (termasuk remaja yang beriman) dengan benar dan baik menulis seperti itu atau memuji-muji isi tulisan tersebut. Betul nggak?

Eh, tapi saya nggak bakalan bahas tentang si dia itu, tapi mau bahas yang bermanfaat aja. Insya Allah. Apa itu? Ini dia!

Sobat gaulislam yang insyaallah muslim dan muslimah sejati pasti udah pada tahu sama salah satu ajang kecantikan yang lagi diselenggarain ini, Sunsilk Hijab Hunt. Dari awal diadain sampai sekarang, muslimah yang mengikuti ajang ini makin banyak. Dikutip dari blognya langsung, katanya sih, acara ini bukan sekadar kontes wanita berhijab biasa. Loh, kok bisa?

Well, kriteria penilaiannya itu bukan cuma cantik, tapi berkepribadian dan harus memiliki bakat. Selain itu, tujuan ajang ini juga memacu muslimah yang berhijab supaya bisa mengeksplorasi dan ngegali lagi potensi dirinya. Katanya sih, supaya hijab para muslimah nggak lagi jadi penghalang buat bisa berkarya dan jadi inspirasi.

Sama halnya kayak Sunsilk Hijab Hunt, ajang kecantikan Miss Indonesia juga lagi berlangsung, loh. Pasti kamu juga tahu dong, sama ajang yang satu ini. Ya iyalah, kan disiarin secara langsung di salah satu stasiun tivi swasta Indonesia. Kayaknya nih, ajang Miss Indonesia tuh bergengsiiii… banget. Soalnya kalo berhasil jadi pemenang bakal dikirim buat ngewakilin Indonesia di ajang Miss World. Belum lagi bakalan jadi duta sosial buat UNICEF. Wuih, wuih, pasti hebat banget, deh, pemenangnya. Hehehe.. sayangnya ukuran hebat ini menurut ukuran hawa nafsu, bukan syariat.

Duh, kayaknya ajang-ajang semacam ini banyak banget, ya? Soalnya lokal tiap daerah aja ada. Contohnya sih, ajang Moka (Mojang-Jajaka) di Jawa Barat dan Abang-None Jakarta itu. Bedanya, tujuan Moka dan Abang-None itu buat mempertahankan kebudayaan yang ada di daerahnya. Walaupun pasti ada ukuran khusus, yakni tampilannya menarik. Ya, sama aja sih jadinya. Ganteng or cantik jadi prioritas, apalagi jika ditambah piter . Kasihan ya, prestasinya diukur dari kriteria begituan.

 

Selalu ada negatifnya

Emh, bagus-bagus sih, tujuan dari ajang-ajang itu diadakan. Mulai dari bisa jadi inspirasi banyak orang, menjaga kesenian dan kebudayaan daerah, pelopor kegiatan sosial dan sebagainya. Terlebih, ajang semacam ini juga bisa ngajak orang-orang buat berpikir terbuka untuk berkarya dan mengukir prestasi.

Tapi, di balik sisi positif, selalu ada negatifnya. Pada intinya, semua ajang ini mengutakan 3B. Beauty, brain, behavior. Yah, kok cantik dijadiin kriteria penilaian? Cantik kan relatif. Lagian yang namanya perempuan pasti cantik, masa ganteng. Ada-ada aja, deh, kriteria penilaiannya. Belum lagi harus pintar dan berbakat. Berarti kalo ngga punya bakat ngga boleh ikutan, dong? Udah gitu harus satu paket: cantik, pinter, dan berkepribadian. Ck..ck…ck… (nggak kebayang kalo yang pinter dan baik attitude-nya tapi penampilannya nggak menarik. Pasti nggak menang tuh! Atau malah tersisih di audisi awal?)

Sobat gaulislam, coba perhatiin deh, peserta-peserta yang terdaftar. Ada nggak sih yang tetap menjalankan kewajibannya sebagai muslimah? Yang tetap berkerudung dan menutup aurat, nggak berpakaian ketat dan menjaga kehormatannya sebagai muslimah?

Bukannya jadi tempat unjuk bakat, ajang kayak gini malah jadi tempat buat pamer aurat dan menghilangkan kehormatan, juga rendahkan harga diri seorang muslimah.

Kamu pasti udah pada tahu dong, kalo seorang muslimah itu harus menutup aurat. Bukan malah memamerkannya. Contohnya aja ajang Sunsilk Hijab Hunt, walaupun ada embel-embel hijabnya dan semua peserta yang daftar berhijab, tapi kebanyakan dari mereka berpakaian tidak sesuai dengan perintah agama. Begitu juga ajang Putri Indonesia, Moka Jawa Barat dan Abang None Jakarta.

Pake bajunya ada yang ketat, malah ada yang pake celana. Atau pake baju atasan yang panjang tangannya cuman sepertiga aja. Ckckck…. Padahal, kan Islam memerintahkan buat mengulurkan kainnya ke seluruh tubuh, kayak yang dijelasin di al-Quran surat al-Ahzab ayat 59 yang artinya: “Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

So, berdasar dari ayat itu, berarti kan seharusnya muslimah memakai baju luar berupa jilbab atau yang biasa disebut gamis. Bukannya malah pake setelan (atasan dan bawahan), pakaian yang nge-press di badan, atau yang tembus pandang. Apalagi malah pake celana panjang! (eits, celana panjang boleh dipake asalkan untuk daleman, luarnya tetap jilbab—yang mirip gamis itu).

Allah subhanahu wa taala udah ngelarang perempuan buat menyerupai laki-laki dan laki-laki menyerupai perempuan. Celana itu, jadi ciri khas laki-laki, dan sebagai seorang muslimah seharusnya nggak memakai celana panjang sebagai pakaian luar, soalnya bisa menyerupai laki-laki meskipun modelnya itu beda.

Belum lagi kerudung yang dipake para muslimah. Kebanyakan dari peserta ‘memodifikasi’ kerudungnya dengan melilit-lilitkannya kayak punuk unta. Atau diangkat-angkat sampe nggak nutupin dada.

Padahalkan kerudung (atau dalam bahasa Arab disebut khimar) itu fungsinya buat nutupin dada (termasuk punggung), kayak yang dijelasin di al-Quran surat an-Nuur ayat 31 yang artinya: “…. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka….”

Nah, dari surat al-Ahzab ayat 59 dan an-Nuur ayat 31 udah jelas banget kalo seorang muslimah sejati itu harusnya pake pakaian yang terulur menutupi tubuh kayak gamis (jilbab), dan pake kerudung yang nutupin dada.

Sobat gaulislam, selain sebagai ajang pamer aurat, kamu percaya gak sih, kalo ajang kayak gini juga bisa menghilangkan kehormatan dan harga diri seorang muslimah? Bagi kamu yang masih nggak percaya, aku jelasin, deh!

Pamer aurat yang dilakuin para peserta itu, berarti kan, memperlihatkan apa yang seharusnya nggak boleh dilihatin ke orang banyak. Hanya dengan hal itu aja, udah menghilangkan kehormatan dan harga diri. Belum lagi, unjuk bakat yang dilakuin peserta seperti menari, berjalan di atas catwalk dan sebagainya, pasti ada aja gerakan yang meliukkan badan. Nah, gerakan ini bisa memancing ketertarikan yang berbahaya bagi lawan jenis dan pastinya merusak kehormatan seorang perempuan.

 

Sekali dayung, dapet banyak!

Nih, aku kasih tau ya, dalam agama kita tercinta, Islam, ada peraturan-peraturan berupa perintah dari Allah yang harus dipatuhi. Dan selalu ada alasan di balik perintah yang Allah subhanahu wa taala berikan. Alasan itu akan bermanfaat dan berguna buat siapa aja yang menjalankannya. Manfaat yang didapet selain bersifat akhirat kayak nambah pahala, menjauhkan dari siksa neraka dan sebagainya, tapi juga bersifat dunia. Duh, ini mah sekali dayung dua tiga pulau terlampaui!

Hmm… tanpa mengikuti ajang-ajang semacam ini, kamu juga masih bisa, kok, berprestasi dan berkarya. Yang lebih penting, muslimah juga bisa tetap tunduk sama perintah Allah buat ngejaga aurat, pake busana muslimah dan terjaga kehormatan dan harga dirinya tapi tetap berkarya dan berprestasi buat kemashlahatan umat.

Sobat gaulislam yang insyaallah muslim dan muslimah sejati, ajang-ajang semacam Sunsilk Hijab Hunt, Miss Indonesia, Moka Jawa Barat, Abang None Jakarta dan sejenisnya memang memberikan manfaat yang beragam buat diri sendiri dan banyak orang. Tapi itu cuma bersifat dunia aja. Kenapa? Karena banyak perintah agama yang terabaikan dengan adanya ajang-ajang ini.

Percuma dong, kalo susah-susah berusaha tapi yang diusahain cuma bersifat dunia. Udah gitu, yang bersifat akhirat belum tentu didapetin. Padahal kalo kita ngejar akhirat, dunia pasti juga bakalan kegenggam. So, nggak masalah kok buat ninggalin semua kriteria penilaian menjadi perempuan yang seperti ajang ini atau ajang itu. Karena semua itu cuma penilaian juri di ajang lomba aja. Jurinya manusia, dan yang nggak taat syariat. Bahaya!

Padahal kan, prestasi terbaik bukan dinilai dari ajang apa yang diikutin. Tapi sebaik apa atau seberapa besar ketakwaan kita terhadap Allah subhanahu wa taala.

 

Hadiah yang lebih ‘WAH’!

Sobat gaulislam, ajang lomba semacam Sunsilk Hijab Hunt, Miss Indonesia, Moka Jawa Barat, Abang None Jakarta dan sejenisnya mungkin keliatan menguntungkan. Tapi, bisa jadi itu malah ngejauhin baik Bro yang insyaallah muslim sejati ataupun Sis yang insyaallah muslimah sejati dari mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala. Apalagi dalam hal ngejaga kehormatan dan juga harga diri seorang muslimah.

So, daripada terjerumus semakin dalam, yuk kita mulai beralih ke kriteria penilaian menjadi seorang muslimah yang benar, baik dan sejati. Yang bakal nilai bukan manusia, loh, tapi langsung Allah Ta’ala yang menilai!

Dan hadiah yang didapet bakal berjuta kali lebih banyak dan lebih ‘WAH’ dari hadiah yang didapet di ajang perlombaan.

Surga, loh, surga! [Zadia “willyaaziza” Mardha]

Iklan

Kantunkeun Balesan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close