Petaka Valentine’s Day


gaulislam edisi 538/tahun ke-11 (26 Jumadil Awal 1439 H/ 12 Februari 2018)

 

Sobat gaulislam di manapun kalian berada. Semoga kalian tetap dalam lindungan Allah Ta’ala. Eh, omong-omong, bentar lagi kan Valentine’s Day. Hohh, gawat! Teruntuk kalian, para remaja muslim yang masih sehat jasmani dan rohani, jangan sampai ikutan ngerayain ya (hehe… to the point). Lha kok? Ya iyalah.

Oke, sekalian dihajar sejak awal dah. Bener. Lagian nggak ada manfaatnya juga kali ngerayain begituan. Udah lah ngabisin uang buat beli coklat terbaik buat si doi, dosa lagi. Duh.. duh.. duh.. rugi berat kalau gitu. Padahal banyak hal lain (baca: kebaikan) yang bisa kita lakukan. Tentunya baik di dunia dan di akhirat. Contohnya? Sedekah. Yup, udah rezekinya ditambah sama Allah, dapat pahala lagi. Wahhh.. untung abis! (menang banyak, malah!)

Lha, kalau ngerayain Valentine’s Day, apa manfaatnya coba? Ya, mungkin sebagian orang berpikir bahwa hari Valentine adalah hari kasih sayang sedunia. Haihh, apaan sih. Emang kasih sayang manusia bakal tumbuh di hari itu doang. Atau mungkin Israel bakal tumbuh rasa perikemanusiaannya terhadap Palestina di hari Valentine lalu menghentikan penyerangannya dalam satu hari. Duh, boro-boro, gaes! Jauuuh!

Bro en sis, jika kita amati di zaman now, banyak orang mentolerir hal-hal seperti ini, dan alasannya pun beragam. Mulai dari hak asasi kita untuk melakukan sesuatu, sampai dengan hal semacam ini merupakan ritual untuk suatu hubungan. Ya, salah satu contohnya adalah hari Valentine ini. Mereka merasa bahwa VD adalah satu momen yang sangat pas untuk mengekspresikan rasa sayang. Rasa sayang yang juga beragam jenisnya. Mulai dari kasih sayang untuk sang kekasih sampai ke keluarga dan sesama manusia. Padahal sejatinya, ini semua adalah modus dari aktivitas Valentine’s Day yang sesungguhnya (yang dipahami remaja sekuler or liberal), yaitu seks bebas. Ngeri (nggak pake sedap)!

Oya, kalian pasti tahulah kan, banyak orang yang berpikir keras untuk merusak moral kita dengan hal-hal yang melenakan seperti itu. Kalo kita nggak kuat iman nih, bisa-bisa nggak sadar juga tiba-tiba aja udah terjerumus. Duh, bergidik nih bulu idung, saking seremnya. Walaupun jika dipikir-pikir, kalau pesta VD digunakan untuk berkasih sayang pada keluarga, atau teman, memang nggak bermudharat seperti halnya melakukan seks bebas.

Tapi, apakah kita pantas sebagai seorang muslim dan muslimah untuk merayakan dan ikut-ikutan yang sama sekali bukan perayaan umat Islam? Bahkan Islam sendiri hanya menganjurkan untuk merayakan dua perayaan, yakni Idul Adha dan Idul Fitri.

Nah, Valentine’s Day sendiri bisa diartikan sebagai hari kondom sedunia, Bro en Sis. Why? Karena emang di momen itu, kondom tersebar secara gratis dan sangatlah mudah untuk didapat. Lha, dari hal itu saja dapat kita simpulkan tujuan dari hari Valentine sendiri, kan?

Begitulah. Apalagi ada catatan sejarahnya tuh. Beneran. Walau dialihkan dengan hari kasih sayanglah, apalah. Tetap saja fakta dari tahun ke tahun, para remaja umumnya yang merayakan acara tersebut menjadikan Valentine’s Day sebagai hari ritual seks bebas. Ampun, dah. Tambah serem! Petaka benget, deh!

 

Waspada, Bro en Sis!

Oya, dalam gelaran VD, pastilah ada pesta. Entah itu pesta level biasa sampai level luar biasa. Dari yang masih dianggap wajar sampai yang gokil. Banyaklah. Macem-macem gayanya, beragam aktivitas yang dibuat. Seolah menjadi istimewa jika dilakukan di hari Valentine. Itu sebabnya, VD wajib diwaspadai karena beberapa alasan.

Pertama, pesta Valentine’s Day itu hura-hura. Tahu nggak apa yang salah? Ya, jelas hura-huranya lah. Hura-hura itu, selain menghabiskan harta, juga membuang waktu dan menguras tenaga. Udah itu, sama sekali nggak ada manfaatnya, Bro en Sis. Boro-borolah mikir mempererat ukhuwah. Sebab, yang utama targetnya muasin nafsu masing-masing. Beneran. Toh fasilitas maksiatnya udah ada, di depan mata pula. Hadeuuh, paket lengkap dalam berbuat dosa.

Kedua, seks bebas. Duh, ini sih puncak bahayanya. Bayangin! Seks bebas. Itu perbuatan yang sadis bingits! Ujungnya hina banget lah. Itu kan udah termasuk zina. Dan perbuatan zina itu perbuatan yang sangat dilaknat oleh Allah. Waduh, kalau udah urusan sama Allah, berarti perbuatannya udah bahaya pake banget, kan.

Firman Allah Ta’ala (yang artinya), “Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” (QS al-Israa’ [17]: 32)

Lagian zina juga memiliki banyak sekali mudharat. Salah satunya buat yang cewek risiko hamil. Eh, di luar nikah. Kalau pun ada kondom yang dapat membentengi, belum tentu aman. Bisa saja kondom itu bocor, habis deh. Tuh perut buncit. Lalu karena kamu panik, tak ada pilihan selain menggugurkan. Helloooo, itu dosanya nambah lagi. Weeh, cari aman aja napa. Nurut sama Allah, insya Allah berkah hidup kita. Dikasih jalan yang lurus malah nyari repot. Kalon pun pelaku seks bebas saat itu nggak berakhir dengan kehamilan, tetap aja dosa, Kesucian diri hilang, pula. Jangan sampe deh!

Ketiga, pelecehan seksual. Nah, gini. Dalam suatu pesta yang tujuannya adalah maksiat, pasti aktivitasnya sangat sembrono dan tak beradab. Semua menuhankan nafsu. Pelecehan seksual salah satu bentuk ketidakberadaban itu. colek sana, colek sini. Uh, dasar, emang orang yang dicolek nggak risih apa (emangnya sabun colek, merek mama colek?). Padahal, kalau menurut hukum, orang-orang yang melakukan pelecehan seksual bisa dijatuhi sanksi cambuk atau penjara.

Dalam Kitab Nidhamul ‘Uqubat karya Abdurrahman al-Maliki disebutkan bahwa, “Barangsiapa mencumbu, atau berbuat tidak sopan terhadap wanita, maka akan dikenakan sanksi penjara selama 1 bulan. Dan jika hal itu dilakukan oleh seorang perempuan terhadap laki-laki, maka ia diberi sanksi serupa, dan ditambah dengan jilid sebanyak 10 kali.”

Kalo sekarang? Ya, banyak yang sengaja melakukan pelecehan seksual karena nggak ada sanksi yang tegas dan membuat jera. Beginilah kalo nggak diatur dengan syariat Islam.

 

Terangkanlah kesadaran

Nah, dari pernyataan-pernyataan di atas, kamu harusnya bisa langsung menyimpulkan dan sadar bahwa Valentine’s Day bukan budaya Islam. Nggak layak untuk dirayakan, malah sejatinya justru menimbulkan petaka. Why? Karena banyak sekali kemudharatan yang tersembunyi di sela-sela modus yang ada. Emang apa sih yang kita kejar ketika mengikuti orang-orang yang tak kenal rasa malu dan doyan berbuat zina? Emang apa yang kita dapat? Coba deh dipikir-pikir sampek mateng biar gurih-gurih nyoii (jadi inget tahu bulat).

Jadi, kalau kita udah tahu apa alasan kita dan sudah menentukan keputusan kita sendiri, pasti hati kita nggak ada beban. Entah itu beban dilema antara mau ikutan apa nggak kalau ada temen yang mempengaruhi dan godaan lainnya.

Tapi semua tergantung kita. Kita yang memengaruhi dengan hal yang baik atau kita yang dipengaruhi dengan hal yang nggak baik. Hidup itu pilihan. Jadi tentukan pilihanmu sekarang. Tetapi ingat, Islam wajib jadi pilihan, dan setiap pilihan ada konsekuensinya buat kehidupanmu.

Bro en Sis rahimakumullah, pembaca setia gaulislam. Yes, kamu  memiliki akal yang digunakan untuk membedakan mana yang benar dan mana yang nggak benar. Itu sebabnya, gunakan sebagaimana semestinya. Jangan mau dibodohi oleh orang-orang yang berniat untuk menghancurkan akidah dan moral kita, kaum muslimin. Semua ada tempat asalnya. Tak peduli sekecil apapun hal itu, kalau hal yang kecil seperti makan saja ada adab dan tata letaknya, apalagi hal yang besar seperti urusan hati dan cinta. Semua ada tempatnya. Nggak sembarang sesuka hawa nafsu kita.

Allah Ta’ala telah membuat aturan demi kebaikan kita, tugas kita sebagai hamba-Nya seharusnya mengamalkannya dengan baik pula. Toh, yang merasakan hasilnya juga kita sendiri. Allah Ta’ala sangat mencintai kita dengan cara menjaga kesucian dan kehormatan diri dengan segala aturan-aturan-Nya. Lha, kita sebagai hamba, tidakkah kita bersyukur atas segala yang telah diberikan-Nya? Kita hanya diminta beriman kepada-Nya adan mentaati aturan-Nya. Nggak usah ngeyel. Aturan Allah Ta’ala pasti ada hikmahnya untuk kita. Masya Allah. Sangat luas sekali cinta Allah kepada hamba-hamba-Nya.

Teruntuk kita, yang dianugerahkan Allah Ta’ala sebentuk cinta yang berasal dari naluri, hendaknya kita mengekspresikan cinta itu dengan benar sesuai aturan Allah Ta’ala. Percayalah. Allah Mahatahu yang terbaik untuk kita. Jangan sampai kita terlalu menuruti nafsu, hingga nafsu itu kita jadikan Tuhan. Bahaya! Apalagi sama sekali nggak mempedulikan dampak setelah kita melakukan sesuatu yang mengikuti nafsu. Pasti kita yang akan rugi dengan semua itu. Ingat. Buatlah penyesalan itu datang di awal, bukan di akhir. Dengan cara berpikir risiko apa saja yang akan dihadapi jika kita sampai melakukan suatu hal tersebut.

Sobat gaulislam, masih ada kesempatan untuk kita semua yang ingin berhijrah dan terus menjaga kehormatan sebagai jati diri seorang muslim dan muslimah yang taat. Umumnya semua maksiat itu menyenangkan hawa nafsu. Tapi itu awalnya saja. Semua dampak negatifnya akan terasa di akhir. Di saat kita tak berdaya dan merasakan penyesalan yang sangat dalam sekali, tak ada tempat pengaduan yang lebih baik selain kepada Allah. Taubatlah, sobat!

So, terus semangat untuk kuatkan iman dengan belajar Islam lebih dalam lagi. Agar kita dapat terlindungi dari hal-hal negatif yang menyerang dengan ganasnya, salah satunya virus maksiat bernama Valentine’s Day yang bisa bikin petaka. Keep spirit, sobat! [Natasha ADW | IG @natashaara11]

Kantunkeun Balesan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.