gaulislam edisi 646/tahun ke-13 (14 Rajab 1441 H/ 9 Maret 2020)

 

Inisial namanya N. Seorang perempuan. Usianya 15 tahun. Pada 6 Maret 2020 lalu dia melapor ke kantor polisi, tepatnya Polsek Tamansari, Jakarta Barat. Mangaku sudah membunuh bocah usia 5 tahun di Sawah Besar, Jakarta Pusat. Mayatnya dimasukkin ke lemari setelah dibunuh dengan cara menenggelamkan kepala korban ke dalam bak mandi berkali-kali. Awalnya polisi nggak yakin. Pelaku sekadar main-main. Ternyata setelah ditelusuri benar adanya.

Kasusnya lalu viral setelah diberitakan di media massa. Ngeri. Pelaku mengaku terinspirasi dari tokoh fiktif bernama Slenderman. Selain Slenderman, pelaku mengaku sering nonton film horor.  Niatnya membunuh muncul begitu saja begitu melihat korban. Tak ada perasaan bersalah atau menyesal setelah melakukan pembunuhan. Bahkan sebelum menyerahkan diri kepada polisi, pelaku membuat status di akun FB-nya seputar bocah yang dibunuhnya. Bikin miris.

Portal berita detik.com menurunkan berita yang mengutip pernyataan polisi berdasarkan pengakuan pelaku. Kepada polisi, pelaku mengaku terinspirasi dari film-film horor yang ditontonnya di YouTube.

“Dia sering menonton film horor ‘Chucky’. Dia senang menonton film horor, itu memang hobinya,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus kepada wartawan di Polres Jakpus, Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (7/3/2020).

Film ‘Chucky’ adalah film bergenre horor. Film tersebut menggambarkan karakter boneka mainan anak Chucky yang hidup dan membunuh.

Pelaku, menurut keterangan polisi, pintar menggambar. Berdasarkan pemberitaan di detik.com (7/3/2020), dijelaskan bahwa sketsanya terlihat sangat apik. Selain wanita terikat, ada juga sketsa wanita menangis dalam cengkeraman tangan, sketsa anak lelaki dan juga Slenderman.

 

Bahaya film horor

Sobat gaulislam, kalo sering nonton film horor, otak kita akan dipenuhi dengan beragam hal yang buruk. Cara pandang tentang kehidupan pun akan berubah, tentu jadi buruk.

Berdasarkan penjelasan di tirto.id (16/9/2019) terkait pengaruh or dampak akibat sering nonton film horor bagi anak-anak memang berbahaya. Saya kutip dengan mengubah bahasa dan menambah informasi sesuai kebutuhan dari penjelasan tersebut sebagai berikut:

Pertama, kecemasan dan fobia. Nggak mudah untuk memprediksi soal gangguan kecemasan atau fobia dari film horor, tetapi anak-anak dan remaja memiliki risiko lebih tinggi daripada orang dewasa. Why? Ya, karena ini terkait pengembangan kognitif yang didasarkan pada skema, atau cara memahami dunia. Banyak anak-anak atau remaja yang belum memiliki pengalaman hidup untuk menempatkan film-film horor pada cara pandang serta penempatan risiko kegelisahan atau fobia yang bertahan lama.

Mengapa demikian? Hal ini karena anak-anak sulit membedakan fantasi dari kenyataan, sehingga akan menimbulkan perasaan cemas dan takut.

Kedua, mengalami gangguan tidur. Banyak orang dewasa dan anak-anak kesulitan tidur setelah menonton film horor. Hal itu karena adanya efek kemungkinan bayangan film horor yang masih mengintimidasi, seperti suara-suara seram atau tampilan sosok menakutkan yang membayang dalam ingatan, yang akhirnnya bisa terbawa ke mimpi. Apalagi jika menontonnya dilakukan pada malam hari dengan suasana yang gelap dan mencekam, maka ini semakin membuat anak-anak sulit tidur. Lengkap sudah kengeriannya.

Ketiga, kekerasan. Bahaya nih. Menurut laman WebMD, film-film penyiksaan berpotensi menurunkan sensitivitas terhadap kekerasan di kehidupan nyata.

Keempat, simbol katarsis. Film horor juga memainkan peran penting dalam pengembangan pikiran negatif anak-anak, di mana anak-anak dapat menjelajahi naluri, impuls, dan ketakutannya tanpa implikasi di kehidupan nyata. Proses ini disebut sebagai simbol katarsis. Anak-anak jadi merasa bebas menuangkan ekspresi sesuai keinginannya. Bahaya bila tak ada kendali iman.

So, waspada deh. Jangan sampe nonton film horor (termasuk nonton film bertema psikopat semisal Joker) jadi hobi. Bahaya bingitz. Nggak usah coba-coba sesuatu yang akan membahayakan dirimu, Bro en Sis.

 

Nggak cuma di Indonesia

Bro en Sis rahimakumullah, pembaca setia gaulislam. Portal berita detik.com (8/3) menurunkan berita dengan judul: “Kasus-kasus Mengerikan di Dunia yang Terinspirasi Slenderman”.

Seperti dilansir dari laman Know Your Meme, Slenderman adalah sosok tokoh mistik yang memiliki ciri tubuh tinggi, kepala tak berwajah, jas hitam dan tentakel bak gurita. Slenderman sendiri merupakan tokoh mistikal urban yang terinspirasi dari berbagai macam kazanah mitos dunia dan budaya pop. Slenderman ini digambarkan sebagai sosok yang lahir dari himpunan kekalutan jiwa mulai dari insomnia, paranoaia, dan depresi.

Mulanya sosok Slenderman ini muncul dalam kontes photoshop Something Awful Forums. Slenderman sendiri lahir dari buat tangan Victor Surge. Kemudian pada tahun 2013, Victor baru menulis cerita tentang Slenderman. 2018, Slenderman diadaptasi menjadi sebuah film. Slenderman juga diadaptasi menjadi tokoh permainan video game. Semenjak itu, Slenderman kian populer dan menjadi urban legend yang misterius.

Seperti dilansir Guardian, kasus pembunuhan Slenderman pertama terjadi pada sebuah musim semi tahun 2014. Namun upaya pembunuhan ini gagal. Ada tiga bocah kelas enam yang terdiri dari Morgan Geyser, Annisa dan Bella yang sedang bermain di sebuah hutan di kota kecil Waukesha, Wisconsin, Amerika Serikat. Mereka bermain petak umpet di sana.

Saat bermain petak umpet, Morgan memamerkan sebuah pisau steak dari dapur kepada Annisa. Mendadak Morgan langsung menusukkan pisau itu ke Bella atas arahan Annisa. Ada sekitar 19 tusukan yang membuat Bella berteriak kesakitan dan berdarah-darah. Morgan dan Annisa kemudian meninggalkan Bella, semata-mata agar gadis itu mati pendarahan. Namun ternyata pembunuhan itu gagal, karena Bella akhirnya selamat.

Ternyata, setelah pemeriksaan diketahui bahwa Morgan memang mengidap skizofrenia dan sering berhalusinasi. Selain itu, Morgan dan Annisa terinspirasi pada sosok Slenderman, yang makhluk misterius itu.

Empat tahun kemudian, setelah kasus pembunuhan yang gagal ini, Slender Man juga menginspirasi remaja lain. Aaron Campbell, remaja berusia 16 tahun asal Skotlandia tega menculik dan membunuh seorang gadis cilik bernama Alesha MacPhail pada 2 Juli 2018. Sebagaimana dilansir dari BBC, Alesha juga sempat diperkosa dan kemudian ditusuk sampai ratusan kali di sebuah hutan. Kasus pembunuhan Alesha dianggap sebagai kejahatan paling mengerikan dalam sejarah hukum Skotlandia.

Campbell dalam persidangan mengaku sebagai seorang yang terinspirasi dari tokoh pemainan Slender Man. Campbell sejak usia 12 bercita-cita ingin menjadi seorang Youtuber dan sempat memposting cuplikan video permainan Slenderman.

Dalam persidangan, Campbell juga seperti orang yang tidak bersalah. Dia bahkan merasa puas setelah berhasil membunuh Alesha, pengakuan ini membuat majelis hakim keheranan.

“Yang kupikirkan adalah membunuhnya begitu aku melihatnya,” ujar Campbel dalam persidangan.

Kasus yang terjadi pada Alesha dan Bella ini memiliki kemiripan dengan kasus yang sedang kita bahas ini.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus menyampaikan, terduga pelaku tidak memiliki motif tertentu dalam pembunuhan itu. Yusri menyebut, N berkeinginan membunuh korban seketika melihatnya.

 

Miskin iman

Sobat gaulislam, bahaya bener. Pelaku pembunuhan bocah tersebut jelas miskin iman. Jika akidahnya kokoh, tak mungkin melakukan pembunuhan. Berdasarkan pengakuan pelaku yang sering menonton film horor, membuktikan bahwa pelaku minim interaksi dengan ajaran agamanya sendiri. Pengaruh buruk tak akan mempan jika kita kuat akidahnya. Bahkan sebenarnya nggak bakalan nyoba-nyoba nonton film horor yang dampaknya sudah jelas buruk tersebut.

Pada pemberitaan terkait kasus ini, disebut-sebut ada gejala sakit jiwa pada pelaku. Tepatnya, pelaku terkategori psikopat. Apa sih psikopat itu?

Secara singkat, ini ciri-cirinya yang saya kutip dan ringkas dari situs alodokter.com:

Pembeda psikopat dari manusia normal adalah dasar moral atau hati nurani. Psikopat dikenal sebagai orang yang tidak memiliki hati nurani atau empati, sehingga tindakan yang dilakukan dapat merugikan orang lain.

Psikopat tidak akan merasa bersalah jika melakukan kesalahan. Jarang menunjukkan emosi, terutama emosi sosial seperti rasa malu atau bersalah. Tidak bertanggung jawab atau justru menyalahkan orang lain atas kesalahan yang dilakukannya sendiri. Terlalu percaya diri. Tidak memiliki rencana akan masa depan. Tidak mawas diri. Sering berbohong. Psikopat juga memiliki kemampuan untuk mengeksploitasi orang lain dengan penipuan atau kebohongan yang konsisten. Dalam memanipulasi orang lain, psikopat biasanya memakai pesona atau kecerdasan mereka.

Psikopat juga bisa rentan terjerat masalah hukum karena tindakan manipulatifnya. Memiliki sikap egois yang tinggi. Mereka berulang kali melanggar hak orang lain, mengintimidasi, tidak jujur, dan kerap salah mengartikan kejadian sekitarnya. Psikopat juga bertindak dengan spontan tanpa memikirkan perasaan pihak yang dirugikan dan memiliki rasa superioritas, alias merasa paling unggul dan memamerkan keunggulannya tersebut secara berlebihan.

Nah, dari ciri-ciri psikopat tersebut kita bisa mengukur dan menilai bahwa mereka memang miskin iman. Oya, psikopat ini bukan gila. Jadi, dia melakukan pembunuhan pun atas kesadaran penuh. Itu sebabnya, pelakunya akan dihukum.

Bagaimana agar terhindar dari sifat psikopat ini? Islam udah ngajarin kita soal akidah. Keyakinan kita kepada Allah Ta’ala dan akibatnya jika tidak mengimani Allah Ta’ala. Lengkapnya seperti dalam rukun iman itu. Kamu mestinya udah paham. Tinggal mengamalkannya. Membuat kerusakan bagi jiwa dengan sering nonton film horor dan kekerasan adalah kesalahan. Bagi remaja yang beriman, nggak bakalan melakukan sesuatu yang membuat hidupnya penuh keburukan. Apalagi dampak dari kelakuan buruknya juga membahayakan orang lain. Itu sebabnya, menonton film horor sama artinya berteman dengan setan. Sebab, hal-hal buruk itu memang datangnya dari setan. Waspada!

Takut itu hanya kepada Allah Ta’ala. Bukan kepada makhluk-Nya. Takut jika kita berbuat salah, akan membuat kita berusaha terus untuk taat (melaksanakan ketaatan). Dzikir pagi dan sore (petang) akan menjaga kita dari keburukan.

Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Maka bersabarlah kamu terhadap apa yang mereka katakan dan bertasbihlah sambil memuji Tuhanmu sebelum terbit matahari dan sebelum terbenam(nya)” (QS Qaaf [50]: 39)

Di ayat lain, firman Allah Ta’ala (yang artinya), “Maka bertasbihlah kepada Allah di waktu kamu berada di sore hari dan waktu kamu berada di waktu pagi hari” (QS ar-Ruum [30] :17)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda, “Perumpamaan orang yang ingat akan Rabb-nya dengan orang yang tidak ingat Rabb-nya laksana orang yang hidup dengan orang yang mati.” (HR Bukhari)

Oya, selain penjagaan diri dengan peningkatan keimanan, juga perlu adanya kontrol masyarakat dan pemberlakuan aturan dan sanksi oleh negara. Gimana pun juga, sekarang ini udah rusak parah. Kasus terus bermunculan karena memang terkesan dibiarkan. Selama negara tidak menerapkan aturan Islam, akan tetap seperti ini. Sebab, negara tak tegas terhadap para pelaku kriminal dan tak pula ada edukasi yang benar dengan cara yang jitu untuk memperbaiki akhlak masyarakat.

Tayangan-tayangan di televisi maupun di bioskop harus steril dari konten yang bernuansa keburukan dan maksiat. Produksi video game harus dihentikan, apalagi yang bernuansa horor, pornografi dan kekerasan. Pembelajaran agama ditingkatkan. Di sekolah umum, selain ditambah jam pelajarannya, juga kualitas materi pembelajaran yang kian bagus.

Tujuannya, agar akhlak remaja atau pelajar pada umumnya menjadi lebih bagus dan terjaga dari keburukan. Insya Allah, cara seperti ini bisa mengurangi—bahkan menghilangkan—karakter remaja-remaja galau, apalagi yang bermental psikopat. Sebaliknya akan tumbuh remaja yang cerdas dan bertakwa. Itu semua, hanya ketika Islam diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

Kalo sekarang? Pandai-pandailah menjaga diri dengan melakukan ketataan kepada Allah Ta’ala sambil berdakwah mengedukasi masyarakat bahwa hanya Islam (apalagi jika diterapkan sebagai ideologi negara) yang akan menyelamatkan umat manusia di dunia dan akhirat. Yakin, itu! [O. Solihin | IG @osolihin]