View this post on Instagram

"Usia Historis"⁣⁣ ⁣⁣ Saya menyebutnya demikian untuk menunjukkan bahwa dengan menulis kita membuat sejarah, minimal sejarah hidup kita sendiri. Bahwa kita pernah ada, melalui tulisan yang sudah kita buat. Karya kita dibaca banyak orang walau kita telah tiada. Usia biologis umat Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wassalam rata-rata 60 tahun sampai 70 tahun. Namun, dengan menulis dan menghasilkan karya yang bermanfaat bagi banyak orang, maka "usia historis" kita akan panjang. Insya Allah. Maka, tulislah kebaikan dan hal-hal bermanfaat agar amal shalih saja yang kita dapat. Bukan amal salah.⁣⁣ ⁣⁣ Para ulama terdahulu sudah membuktikannya. Karya mereka tetap hadir sampai saat ini. Kita mengenal Imam Bukhari rahimahullah, kita mengetahui Imam Syafi'i rahimahullah, banyak juga karya Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyyah rahimahullah dan ribuan ulama lainnya (rahimahullah ajma'in). Buku-buku mereka tetap ada di zaman sekarang. Dibaca dan diambil manfaat ilmunya oleh generasi setelahnya, termasuk kita dan anak cucu kita. Insya Allah. ⁣⁣ ⁣⁣ Saya menulis buku mungkin tidak banyak, juga barangkali tak begitu bagus kualitas isinya. Namun, setidaknya saya menuliskan apa yang saya tahu sedikit dari ilmu yang saya punya, lalu mengawetkannya dalam tulisan dan sebagian ada yang dibukukan. Semoga informasi dan opini serta ilmu yang dituangkan dalam buku-buku ini, bisa awet dan memberi manfaat bagi para pembacanya di masa sekarang, maupun masa yang akan datang. Semoga pahala pula yang saya dapatkan. Insya Allah.⁣⁣ ⁣⁣ #menulisbuku #bukuremaja #osolihin #bukuislam #islam #remaja

A post shared by O. Solihin (@osolihin) on

Ini posting terbaru di Instagram
Video terbaru yang diunggah hari ini.
Itulah beberapa jejak saya di media sosial dengan akun-akun yang saya miliki. Semoga ada manfaat yang didapat.