gaulislam edisi 680/tahun ke-14 (16 Rabiul Awwal 1442 H/ 2 November 2020)

Jadi pengen ikutan nulis deh, soal gonjang-ganjing di Eropa sono (tepatnya di Perancis), yang getarannya sampe ke negeri kita dan negeri lainnya, khususnya negeri-negeri muslim. Kamu udah ngeh juga ya persoalannya. Eh, apa, belum tahu? Waduh, jangan kudet gitu dong. Pernah denger Mercon, eh, Macron? Nah, itu yang bikin rusuh. Andai lidahnya nggak memancing islamofobia, kejadiannya nggak sekeras sekarang. Namun, tentu saja dalam hal ini bukan soal pengandaian. Allah Ta’ala ingin membuka kebusukan Emmanuel Macron dan orang kafir lainnya yang setuju dengan perbuatan Macron. Sehingga kita semua jadi tahu kondisi sesungguhnya di sana.

Adalah berawal dari Samuel Patty, seorang guru di Perancis. Dia menunjukkan gambar kartun Nabi Muhammad ? kepada murid-muridnya di kelas kewarganegaraan tentang kebebasan berekspresi.

Kabarnya, Patty mempersilakan siswa yang nggak menyukai cara mengajarnya agar keluar dari kelas. Namun, berdasarkan informasi yang diberitakan, ada seorang siswa yang tinggal di kelas tersebut.

Nah, siswa tersebut menceritakan kembali kelakuan Patty di kelas kepada ayahnya, yang membuat sang ayah marah dan kemudian mengajukan keluhan di sekolah dan meminta Patty dipecat.

Sang ayah kemudian membuka identitas Patty dan alamat sekolah putrinya di internet, dan bersikeras mengatakan hal ini harus dihentikan. Jadi, sebenarnya udah ada upaya tanpa kekerasan, ya. Protes kan wajar, meminta seseorang untuk dipecat dari jabaatannya sebagai guru karena udah keterlaluan, sebenarnya lebih halus. Namun, semua itu nggak digubris pihak berwenang.

Puncaknya, pada 16 Oktober 2020, Patty tewas (konon kabarnya dengan kepala terpenggal) ketika kembali dari sekolah ke rumahnya di Conflans-Saint-Honorine, 30 kilometer dari Paris. Menurut berita. Entah investigasinya seperti apa, disampaikan bahwa Patty dibunuh dalam perjalanan pulang oleh seorang pria kelahiran Chechnya berusia 18 tahun bernama Abdullah Anzurov.

Sobat gaulislam, nggak selesai di situ, saat memberikan penghormatan kepada guru yang tewas tersebut, Presiden Perancis, Emmanuel Macron mengatakan bahwa Paty “dibunuh karena (kalangan) Islamis menginginkan masa depan kita.” Sebelumnya, pada 23 Oktober lalu, Macron juga mengatakan bahwa Islam sedang mengalami krisis di seluruh dunia.

Kontan aja komentar Macron menuai gelombang protes dan kecaman dari berbagai negara, khususnya dari negeri-negeri muslim. Pertama kali dari kawasan Timur Tengah. Salah satunya, Perdana Menteri Pakistan Imran Khan mengatakan bahwa Macron lebih memilih untuk mendorong islamofobia dengan menyerang Islam daripada teroris dan dengan sengaja memprovokasi umat Islam, termasuk warganya sendiri. Nah, kan!

Seruan untuk memboikot produk Prancis menjadi viral di Twitter setelah Macron mengutuk pemenggalan mengerikan terhadap seorang guru sejarah Prancis dan menyatakan bahwa Prancis tidak akan melepaskan kartun yang menggambarkan Nabi Muhammad ?.

Parahnya lagi, pada 23 Oktober 2020 tersebut, Karikatur Nabi Muhammad ? malah ditampilkan menggunakan proyektor ke gedung balai kota di wilayah Occitanie, yakni Montpellier dan Toulouse. Hal tersebut dinilai sebagai bentuk penghormatan terhadap guru sejarah, Samuel Paty, yang menurut berita, dipenggal kepalanya oleh seorang imigran muslim. Ini artinya, Macron sudah menjadikan kaum muslimin sebagai musuhnya. Siap-siap aja terima akibatnya!

Hukuman mati bagi penghina nabi

Kaum muslimin nggak akan melawan dan melakukan pembelaaan kalo nggak dipicu dengan pelecehan kepada mereka, terlebih kepada Baginda Nabi Muhammad ?.

Gimana pun juga, kita, kaum muslimin, dalam keseharian kita, selama 24 jam, perilaku kita berdasarkan tuntunan nabi kita, Muhammad ?. Mau tidur, posisi tidur, saat bangun tidur karena mimpi buruk, ketika bangun tidur, mau masuk kamar mandi, tata cara mandi (termasuk mandi wajib), ketika akan buang hajat, keluar dari kamar mandi, tuntunan wudhu, saat keluar rumah, saat melangkah menuju masjid atau mushola, saat memasuki pintu masjid, saat mendengar azan, berdoa di antara azan dan iqomah, shalat, dzikir dan doa setelah shalat, dzikir pagi, ketika keluar dari masjid, masuk rumah, ketika hendak makan dan minum, saat hendak naik kendaraan, saat di jalan, saat bekerja, kembali ke rumah, dzikir sore, menafkahi keluarga dan sebagainya yang jumlahnya banyak banget itu, pendek kata, setiap hari sepanjang hayat kita, sebagai muslim mengikuti tuntunan nabi. So, wajar dan memang seharusnya akan marah jika nabi kita dilecehkan, dihina begitu rupa.

 Sikap Abdullah Anzurov sudah benar. Ia membela kehormatan nabinya. Nabi Muhammad ?. Penjelasan tentang wajibnya membunuh para penghina nabi, para ulama memberikan tuntunannya. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah sampai membuat kitab khusus berjudul “ash-Sharim al-Maslul ‘ala Syatim ar-Rasul” (Pedang Tajam Terhunus Bagi Penghina Rasul ?) dan Imam as-Subki yang menulis kitab “as-Saiful al-Maslul ‘ala Man Sabba ar-Rasul” (Pedang Terhunus Bagi Penghina Nabi ?). Luar biasa kecintaan para ulama. Itu artinya, kalo ada orang yang malah ngajak makan di resto Perancis di tengah gencarnya seruan boikot, itu udah jelas keliatan munafiqnya. Kok nggak mikir gitu, lho. Ngaku muslim, tapi bungkam saat nabinya dihina. Malah melakukan hal kontroversial. Dasar sampah!

Menghina Nabi ? adalah tindakan kekafiran, dapat menyebabkan pelakunya keluar dari Islam. Baik dilakukan serius maupun dengan bercanda. Allah berfirman (yang artinya), “Jika kamu tanyakan kepada mereka, niscaya mereka akan menjawab, “Sesungguhnya kami hanya bersenda-gurau dan bermain-main saja.” Katakanlah, “Mengapa kepada Allah, dan ayat-ayat-Nya serta Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?” (QS at-Taubah [9]: 65)

Saat orang-orang munafik yang menghina Nabi itu menyanggah, bahwa mereka melakukan itu hanya sekedar bercanda, Allah Ta’ala menjawab dengan firman-Nya (yang artinya), “Tidak perlu kalian mencari-cari alasan, karena kalian telah kafir setelah beriman.” (QS at-Taubah [9]: 66)

Mengutip dari laman konsultasisyariah.com, dijelaskan bahwa Syekh Abdurrahman as-Sa’di rahimahullah menjelaskan makna ayat ini dalam kitab tafsir karyanya, “Menghina Allah, ayat-ayat dan Rasul-Nya, adalah penyebab Kekafiran, pelakunya keluar dari agama Islam (murtad). Karena agama ini dibangun di atas prinsip mengagungkan Allah, serta mengagungkan agama dan RasulNya. Menghina salah satu diantaranya bertentangan dengan prinsip pokok ini.” (Taisir al-Karim ar-Rahman, hlm. 342)

Masih di laman konsultasisyariah.com, disampaikan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah menukil keterangan ulama lainnya dalam kitab karya beliau “ash-Sharim al-Maslul ‘ala Syatim ar-Rasul”, al-Khithabi mengatakan, “Saya tidak mengetahui adanya beda pendapat di kalangan kaum muslimin tentang wajibnya membunuh penghina Nabi ?.”

Sementara Muhammad bin Syahnun juga mengatakan, “Para ulama sepakat bahwa orang yang mencela Nabi ? dan menghina beliau statusnya kafir. dan dia layak untuk mendapatkan ancaman berupa adzab Allah. Hukumnya mennurut para ulama adalah bunuh. Siapa yang masih meragukan kekufurannya dan siksaan bagi penghina Nabi ?, berarti dia kufur.” (as-Sharim al-Maslul ‘ala Syatim ar-Rasul, hlm. 9)

Keteragan lain juga disampaikan Imam as-Syaukani. Ketika menjelaskan hadis yang menyebutkan hukuman bunuh bagi penghina Nabi ?, beliau mengatakan, “Dalam hadis Ibnu Abbas dan hadis as-Sya’bi terdapat dalil bahwa orang yang menghina Nabi ? dihukum bunuh. Ibnul Mundzir menyebutkan bahwa ulama sepakat, orang yang menghina Nabi ? dengan kalimat tegas, wajib dibunuh. (Nailul Authar, jilid 7, hlm. 224)

Bro en Sis rahimakumullah, pembaca setia gaulislam. Ini pembahasan serius lho. Jadi maaf aja ya kalo bahasanya jadi ikutan serius alias nggak santai. Namun, insya Allah masih bisa dipahami dengan mudah, kan? Semoga, ya.

Lalu, kita harus bagaimana?

Saya punya buku karya Imam at-Tirmidzi, judulnya Syamail Muhammad ? yang memuat hadits-hadits shahih tentang keagungan beliau ?, yakni kesempurnaan fisik dan akhlak. Jadi, kalo sampe ada orang yang menghina Nabi ? berarti siap-siap saja mendapatkan perlawanan dari kaum muslimin. Itu artinya, sekali lagi, Macron musuh muslim.

Kalo kondisi sekarang gimana? Emmanuel Macron nun jauh di Paris sana. Nggak usah bingung, memboikot produk perusahan-perusahan Perancis sebagaimana diserukan beberapa pimpinan negeri muslim (kecuali pemimpin negeri ini yang cuma bisa mengecam—nggak berani serukan boikot—itu pun ngecamnya dengan nada suara super lemes), bisa menjadi alternatif.

Para ulama mesti tampil memimpin umat. Gelombang demo pada Aksi 211 hari ini, bertajuk Aksi Bela Nabi, adalah adalah salah satu sikap yang patut mendapatkan dukungan. Memang kita baru sebatas bisa melakukan boikot, menunjukkan aksi kepedulian dan pembelaan, dan tentu berdakwah serta berdoa. Namun, mudah-mudahan itu semua dicatat sebagai satu bentuk kecintaan kepada nabi ?. Insya Allah menjadi amal shalih.

Saatnya umat Islam bangkit lebih semangat lagi. Semoga menjadi awal revolusi untuk menegakkan kembali syariat Islam. Semoga kejadian ini menjadi trigger alias pemicu kesadaran umat yang sudah tertidur sangat lama. Saatnya menyatukan gerak dan langkah untuk membela Islam sebagai bentuk kecintaan kepada nabi ?. Semangat!

Gelorakan terus dakwah ke tengah kaum muslimin, dengan beragam cara dan segmentasi penerima dakwah. Kalo buletin ini, tentu saja segmen yang digarap adalah remaja. Ada juga nanti kawan-kawan yang terbiasa dakwah untuk kalangan anak-anak, wanita, orang tua, kalangan pengusaha, kalangan pekerja dan sebagainya. Intinya, bersama membangun kesadaran kaum muslimin dari beragam kalangan. Semoga dimudahkan oleh Allah Ta’ala, dan kita menjadi pelaku kebangkitan Islam, sekaligus menjadi saksi perjalanan dakwah dan perjuangan Islam. Jangan kasih kendor, ye! Allahu Akbar! [O. Solihin | IG @osolihin]