Gaul Tekno Tanpa Error

[sebuah pengantar]

Alhamdulillah, atas izin Allah Swt., buku ini akhirnya selesai juga ditulis. Ini termasuk buku yang saya tulis dengan cukup ngebut. Dalam soal kecepatan menyelesaikannya, buku ini beda tipis dengan proses penulisan buku Bangkit Dong, Sobat! dan buku Jangan Nodai Cinta. Buku ini berada di antara keduanya. Kalo buku Bangkit Dong, Sobat! saya tulis dalam waktu dua pekan saja, dan buku Jangan Nodai Cinta-yang ditulis bareng sahabat saya, Iwan Januar-membutuhkan  waktu satu bulan untuk menyelesaikannya, sementara buku ini tiga pekan digeber (4-23 Nopember 2006). Alhamdulillah.

Meski tentu aja nggak tiap hari saya kerjakan karena saya juga harus berbagi waktu dengan kegiatan lain. Sehari biasanya 2 jam atau 3 jam mengerjakan artikel-artikel untuk buku ini. Tapi kalo lagi “on”, bisa lima jam nonstop nulis bagian-bagian dari buku ini dalam sehari. Itu pun kalo lagi nyantai dan nggak ada kerjaan lain. Tapi nyari kondisi kayak gini rasa susah euy.

Oke, itu sekilas info aja tentang proses penulisan buku yang sekarang udah ada di tanganmu. Ya, siapa tahu kamu juga akhirnya terinspirasi bahwa menulis buku nggak perlu lama. Karena yang terpenting adalah keseriusan untuk menyelesaikannya. Motivasi ini harus ditumbuhkan. Sebab kalo nggak, tulisan dua halaman pun mungkin nggak akan selesai dalam sepekan. Itu sebabnya saya salut dengan Mas Fahri Asiza, yang dalam sebulan kabarnya mampu menulis buku sampai 3 judul. Udah gitu, diterbitkan pula.

Sobat muda muslim, buku kecil dan sederhana ini ditulis dengan tujuan agar temen-temen pembaca, khususnya kalangan remaja, ngeh dengan teknologi. Khususnya teknologi informasi lengkap beserta produknya. Mengapa teknologi ini yang dibidik? Alasannya sederhana, karena memang teknologi informasi ini telah menjadi pelengkap untuk memudahkan kebiasaan dan kebutuhan manusia dalam berkomunikasi. Udah gitu, teknologinya sangat nge-frend dengan remaja. Teknologi yang user friendly, gitu lho. Nggak susah untuk mengenalnya dan relatif gampang menggunakannya.

Nah, karena teknologi ini begitu dekat dan mudah digunakan dalam membantu komunikasi manusia, maka titik tekan pembahasan adalah tentang seberapa bijak sih kita harus menggunakan teknologi ini? Apakah ketika menggunakan produk teknologi informasi dan komunikasi ini kita akan dengan sesukanya menggunakan ponsel dan internet untuk kesenangan semata atau akan berusaha sebijak mungkin agar komunikasi tetap berjalan dengan benar dan baik sesuai norma masyarakat, hukum, dan agama? Sikap bijak kita diuji di sini, Bro.

Jujur aja nih, teknologi itu netral, termasuk produk dari teknologi informasi berupa ponsel (telepon seluler) dan internet. The man behind the phone or the man behind the internet. Kalo niatnya emang jahat, si pelaku bisa aja menggunakan ponsel dan internet untuk kejahatan. Begitu pula sebaliknya, kalo si pengguna ingin memanfaatkan kecanggihan produk teknologi informasi dan komunikasi ini untuk tujuan mulia, seperti menyampaikan pesan dakwah atau pesan bermanfaat lainnya, maka teknologi ini akan dipandang baik. So, baik-buruknya teknologi ini ada di tangan kita sebagai penggunanya. Dengan kata lain, teknologi tuh bisa ada manfaatnya, dan bukan tak mungkin malah membawa petaka. Baik untuk penggunanya secara langsung, maupun orang lain.

Boys and galz, kita kayaknya udah nggak asing atau aneh lagi dengan yang namanya ponsel. Hampir semua remaja pasti udah memilikinya atau minimal tahu tentang ponsel. But, berapa banyak sih yang ngeh dengan teknologinya? Berapa sih jumlah remaja yang tahu bagaimana seharusnya menggunakan teknologi untuk kebaikan? Nggak ada yang tahu pasti jumlahnya. Tapi, kayaknya nggak sebanyak yang punya ponsel.

Sebabnya apa? Dalam beberapa kasus yang terjadi, banyak remaja yang malah menggunakan teknologi ponsel ini untuk berbagai kegiatan yang melawan hukum dan mencemari nilai-nilai akhlak. Misalnya dengan merekam adegan sensual melalui fitur video recording dari ponsel, memotret obyek terlarang yang terkategori pornografi, mengirim pesan tertulis berisi kata-kata mesum, bahkan ada yang kreatif tapi iseng dan jahat dengan cara ‘membiakkan’ foto atau video klip porno yang dibuatnya dengan cara disebarkan lewat internet. Oalah!

Meski demikian, ternyata banyak juga remaja yang kreatif dan inovatif dalam menggunakan dan memanfaatkan kecanggihan teknologi informasi dan komunikasi ini. Ponsel dan internet dioptimalkan penggunaannya untuk menyampaikan pesan dakwah Islam. Baik secara verbal (lisan) maupun nonverbal (dalam hal ini tulisan).

Melihat dua sisi yang saling berlawanan dalam penggunaan dan pemanfaatan ponsel dan internet ini seharusnya menjadi perhatian kita-kita nih untuk bijak bersikap. Teknologi ini bisa hitam bisa juga putih. Mampu menghadirkan petaka, tapi sekaligus memberikan manfaat baik.

Sobat muda, dengan kenyataan seperti ini, mana yang akan kamu pilih dalam penggunaan dan pemanfaatan teknologi ini? Untuk menghasilkan manfaat atau mendatangkan mudharat? Pilihan ada di tanganmu. Tapi, tolong sebelum menetapkan keputusan, pikirkan bahwa apa yang kamu perbuat, baik atau buruk pasti akan diperhitungkan di hadapan Allah Swt. Kita sebagai muslim, jelas harus tunduk kepada aturan Islam. Allah Swt. berfirman: Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.” (QS al-Israa [17]: 36)

Dalam ayat lain Allah Ta’ala juga mewanti-wanti kita dengan firmanNya: “Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.” (QS al-A’raaf [7]: 179)

Dalam hidup ini, kita nggak bisa lepas bebas dari keterikatan kita sebagai makhluk Allah Swt. Kita pantas dan wajib untuk beriman kepadaNya. Konsekuensi dari keimanan kita adalah kita mengakui Allah Swt. bukan hanya sebagai pencipta, tapi juga sekaligus sebagai Dzat yang wajib disembah dan mengakui bahwa Allah Swt., sebagai pembuat hukum. Itu artinya, dalam kehidupan kita, apa pun yang kita lakukan harus senantiasa kita sesuaikan dengan aturanNya.

Ponsel dan internet memang hanyalah produk dari teknologi informasi untuk membantu memudahkan kita dalam berkomunikasi dengan sesama. Tapi, bukan berarti kemudian kita melepaskan ikatan aturan sehingga menggunakan dan memanfaatkan ponsel dan internet untuk tujuan yang justru dilarang oleh Allah Swt. dan juga oleh RasulNya.

Oke, semoga risalah kecil ini mampu memberikan sikap bijak kepada kita semua dalam menggunakan dan memanfaatkan teknologi informasi ini. Sekaligus pula memberikan kemantapan dan keyakinan dalam diri kita bahwa apa pun yang akan kita lakukan dalam pemanfaatan produk teknologi informasi ini akan dinilai oleh Allah Swt. Bisa berbuah pahala, tapi juga bisa berbuah dosa. Karena teknologi nggak salah apa-apa, maka kitalah sebagai pengguna yang akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah Swt. di hari akhir nanti. Semoga kita termasuk hamba-hamba Allah yang taat kepadaNya dan senantiasa berbuat kebaikan kepada sesama. Amin.

Oya jangan lupa, apresiasi dan juga saran atau kritik untuk buku ini ya. So, nggak usah sungkan untuk dikrim langsung ke e-mail saya. Makasih dan met baca aja deh. Enjoy!

Bogor, 27 Nopember 2006

Salam,

O. Solihin

===

Isi Buku Ini:

Bagian Satu: PONSELMU Harimaumu [beragam pesan SMS; ekspresimu di SMS suara; ancaman di kamera ponselmu; merekam dan menonton di video ponsel; MMS pembawa pornografi; missed call pembawa fitnah; panggilan yang meneror]

Bagian Dua: INTERNET di Tanganmu [surat elektronik Itu..; nge-BLOG; kenali website; chatting; ‘ancaman’ webcam; games Online]

Bagian Tiga: Tekno Buat DAKWAH [SMS penyejuk hati-penguat iman; e-mail yang mencerahkan; manfaatkan website penunjang dakwah]

Bagian Empat: BIJAK Gunakan Tekno [kita dan teknologi komunikasi; tekno itu netral; baik-buruk di tangan kita; catatan untuk orangtua]


Satu pemikiran pada “Gaul Tekno Tanpa Error

Kantunkeun Balesan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s