Dan Kurindu Hadirmu

STUDIA Edisi 361/Tahun ke-8 (1 Oktober 2007)
selamat-ramadhan.jpgRindu Ramadhan meski kita masih ada di tengah-tengahnya. Merindu Ramadhan meski kita belum meninggalkan bulan mulia ini dan harus menunggu sebelas bulan ke depan. Ya, Ramadhan memang pantas untuk dirindu karena berjuta hikmah terkandung di dalamnya.

Ramadhan, suatu momen penempaan diri untuk menjadi manusia yang lebih baik. Bulan puasa untuk menahan diri dari semua hawa nafsu yang seringkali dominan pada diri kita. Bukan sekadar hawa nafsu untuk makan, minum dan syahwat yang harus ditahan, tapi nafsu-nafsu lain yang negatif dan nggak sesuai syariat juga harus dikontrol. Sehingga, selepas bulan Ramadhan, ajang latihan ini bisa langsung dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari. Manusia akan mencapai derajat muttaqin (orang-orang yang bertakwa). Insya Allah. Continue reading “Dan Kurindu Hadirmu”