jurnalisme gosip1

TimeLine: #distorsibukuporno

Posting ulang TL saya di Twtter dengan hashtag #distorsibukuporno ke blog saya ini. Harapannya bisa lebih banyak yang membaca dan bisa diambil manfaatnya. Nantikan selengkapnya insya Allah di Program @VoiceOfIslamMIN rubrik Media Watch yang disiarkan di 272 radio seluruh Indonesia. Sementara saya ringkaskan di sini melalui rangakaian TL. Bagi yang mau mengikuti silakan. Semoga bermanfaat dan bisa membantu menjernihkan. Lanjutkan membaca TimeLine: #distorsibukuporno

Tentang Subyektif dan Obyektif

Assalaamu’alaikum wr wb.

Mc.Luhan, penulis buku Understanding Media: The Extensive of Man, menyebutkan bahwa media massa adalah perpanjangan alat indera kita. Yup, dengan media massa kita memperoleh informasi tentang benda, orang atau tempat yang belum pernah kita lihat atau belum pernah kita kunjungi secara langsung. Realitas yang ditampilkan media massa adalah realitas yang sudah diseleksi. Televisi memilih tokoh-tokoh tertentu untuk ditampilkan dan mengesampingkan tokoh yang lainnya. Surat kabar pun, melalui proses yang disebut “gatekeeping” lebih banyak menyajikan berbagai berita tentang “darah dan dada” (blood and breast) dari pada tentang contoh dan teladan. Itu sebabnya, kita nggak bisa, atau bahkan nggak sempat untuk mengecek peristiwa-peristiwa yang disajikan media. Boleh dibilang, kita cenderung memperoleh informasi tersebut semata-mata berdasarkan pada apa yang dilaporkan media massa.

Itu sebabnya, dalam dunia tulis-menulis–apalagi jurnalisme–seringkali teori nggak sama dengan pratiknya. Dalam menulis berita, apalagi itu adalah media asing yang punya kepentingan menyudutkan Islam, seringkali berita berubah jadi opini. Hampir semua berita yang disajikan sudah diseleksi dulu sebelum tayang untuk pembaca. Seluruh isi berita diedit oleh pihak berwenang sebuah penerbitan sesuai dengan apa yang menjadi tujuan dari penerbitan tersebut. Jadi, akhirnya memang nggak ada yang obyektif jika itu berkaitan dengan ideologi tertentu. Lanjutkan membaca “Tentang Subyektif dan Obyektif”