bachtiar

[video] Demokrasi Itu Berhala Sistem Baru

Dalam video ini, Ustaz Bachtiar Nasir membahas fenomena kemusyrikan, terutama dalam menilai kemusyrikan terhadap hukum dengan mengambil contoh pembahasan sistem demokrasi. Beliau menilai bahwa demokrasi itu sebagai berhala baru dan fenomena kemusyrikan yang ada saat ini. Selama menikmati tayangan ini: Lanjutkan membaca [video] Demokrasi Itu Berhala Sistem Baru

bomoh

Jangan Jadi Musyrik!

Orang yang syirik alias menyekutukan Allah Swt. disebut musyrik. Contoh yang sederhana bisa kita jumpai lho dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, pas mo bikin rumah, banyak orang ngitung hari yang baik biar pembangunannya lancar. Maka primbon deh yang orang-orang pake atau nanya ke ahli Hongsui untuk nentuin posisi rumah yang bisa aman ditempati dan banyak bikin hoki. Pas mo hajatan sunatan atau kawinan sampe bela-belain nanya ke orang pinter (baca: dukun) untuk nyari hari baik biar sunatan atawa kawinannya lancar dan mendatangkan untung yang banyak. Sobat, praktik kayak gitu tuh namanya udah syirik. Ati-ati deh. Lanjutkan membaca Jangan Jadi Musyrik!

Tanggapan Dr Adian Husaini atas Film “?” karya Hanung Bramantyo

 

==

Adian Husaini: Lebay, Stereotype Jahat Film Hanung

Jakarta (voa-islam) – Bukan hanya Ketua MUI KH. Cholil Ridwan yang menyatakan kecewa setelah menonton film ”?” (tanda tanya) yang disutradarai Hanung Bramantyo. Pemerhati Paham Sepilis (Sekularisme, Pluralisme dan Liberalisme) Adian Husaini juga menyatakan kekecewaannya.

”Setelah saya melihat triller film ini yang lebih dulu disebarkan di You Tube, hingga menonton langsung filmnya malam ini, jelas sekali, film ini sangat merusak, berlebihan, dan melampaui batas. Hanung ingin menggambarkan kerukunan, tapi justru memberi stereotype yang buruk tentang Islam.”

Sebagai contoh, kata Adian, di babak awal film ini, ada adegan penusukan terhadap seorang pendeta yang tidak jelas motifnya. Belum lagi adegan pengeboman gereja. Kasus-kasus itu diangkat, untuk memberi steroetype orang Islam  yang diperankan secara buruk. Begitu juga, seorang muslim yang murtad dari Islam diangap wajar saja. Kemudian semua agama digambarkan menuju satu tujuan dan tuhan  yang sama.

Menurut Adian, ide-de pluralisme itu sendiri sudah lama ditentang oleh Islam. Karena kerukunan itu bisa diwujudkan tanpa mengorbankan keyakinan masing-masing. Adian menilai, film Hanung terkesan lebay alias berlebihan. Film ini ingin menciptakan kerukunan, tapi malah merusak konsep keyakinan pada masing-masing agama, terutama agama slam. Lanjutkan membaca “Tanggapan Dr Adian Husaini atas Film “?” karya Hanung Bramantyo”

Bencana, Obama, dan Peringatan Allah Swt.

Assalaamu’alaikum wr wb

Merapi meletus | Foto: http://www.republika.co.id

Baca-baca berita akhir pekan ini, masih dijejali dengan informasi seputar bencana alam: meletusnya Merapi dan tsunami Mentawai. Namun, dari dominasi pemberitaan, erupsi (meletusnya) Merapi menjadi berita yang tak kunjung berhenti. Bahkan Presiden SBY pun merasa perlu untuk berkantor di Yogyakarta.

Saya tidak akan bercerita tentang perkembangan terkini jumlah korban Merapi dan Mentawai karena informasi tersebut bisa Anda dapatkan di media massa yang pastinya selalu meng-update beritanya. Jika bicara tentang renungan bencana alam, saya yakin banyak di antara kita yang peduli sudah merenungkannya jauh-jauh hari. Jadi, jika pun saya menuliskan di blog ini, hanya sebagai pelengkap saja. Sebagai pengingat (bila perlu) bagi pengunjungn setia blog saya ini. Insya Allah bermanfaat. Karena, saya juga mencoba mengambil manfaat dari sekian banyak informasi yang bertaburan di internet, koran, majalah, dan dari sekadar obrolan ba’da shubuh di masid, termasuk obrolan ringan di warung kopi.

Bagi kita kaum muslimin, adanya peristiwa gempa bumi, tsunami, dan juga meletusnya gunung adalah bagian dari kehendak Allah Swt. Berbeda dengan kalangan liberal (termasuk yang atheis) yang menolak bencana dihubungkan dengan azab Tuhan. Mereka berpendapat bahwa adanya bencana ya fenomena alam saja, tak ada hubungannya dengan Tuhan. Wah, hebat benar ya? Apakah mereka tidak sadar bahwa kehidupan mereka saat ini juga sebenarnya atas karunia dari Allah Swt? Bukan mereka sendiri yang menginginkannya? Bukankah mereka tak bisa mengatur hembusan nafas sekalipun? Ah, sombong sekali orang-orang seperti itu. Lanjutkan membaca “Bencana, Obama, dan Peringatan Allah Swt.”

Dilarang Percaya Paranormal

logo-gi-3 gaulislam edisi 135/tahun ke-3 (10 Jumadits Tsaaniy 1431 H/ 24 Mei 2010)

Kematian paranormal Mama Lauren pekan kemarin ternyata jadi ajang cari jimat. Gimana nggak, sisa kain kafan untuk membungkus jasad Mama Lauren diperebutkan warga yang ikut melayat. Hingga akhirnya ada pihak keluarga yang kepikiran untuk menjaga makam Mama Lauran selama 40 malam. Tujuannya, supaya tidak ada orang-orang yang membongkar makamnya. Hmm.. konon menurut keyakinan sebagian orang, terutama penganut ilmu hitam, kain kafan dan tali pocong dari orang yang diyakini punya ilmu tertentu bisa membuat dirinya makin digdaya. Ah, yang benar saja, Bung!

Kematian Mama Lauran mengundang kontroversi. Kalo saya menyimak di berbagai pemberitaan, termasuk entertainment, Mama Lauren katanya tahu saat dia akan mati. Walah, kaum muslimin seharusnya tidak percaya dengan kabar tersebut. Sebabnya apa? Sebab, kematian adalah rahasia Allah. Allah Swt. tidak memberikan pengetahuan tentang yang ghaib kepada siapapun kecuali yang dikehendakiNya, yakni kepada rasul yang diridhoiNya. Lha, Mama Lauren itu siapa? Cuma paranormal! Jadi nggak bisa dipercaya.

Ssstt.. seseorang pernah bilang ke saya: “Bingung juga sih. Ramalannya kok kadang-kadang benar ya? Terus gimana tuh?” Ah, itu kan kebetulan aja. Lagian biasanya paranormal nggak bisa nyebutin dengan pasti tentang ramalannya. Cuma bilang: “akan ada ini dan itu”. Kitanya aja yang tertipu karena udah terlanjur percaya. Glodak!

Jaman dulu di kampung saya ada juga dukun. Orang bilang sekarang paranormal atau pinter. Dia ngakunya bisa ngeramal dan nyembuhin orang. Sebenarnya saya nggak terlalu percaya, tapi orang-orang di desa udah kadung menganggapnya hebat. Tapi setelah saudara saya bilang, “Ngapain minta tolong ke dia, shalat aja dia nggak. Gimana bisa dipercaya?” Hmm.. bener juga ya, jangan-jangan dia temenannya ama jin bin iblis deh yang memang para pembangkang Allah Swt. Sejak saat itu saya sama sekali nggak percaya. Lanjutkan membaca “Dilarang Percaya Paranormal”