Tolak Infotainment

Infotainment itu Membius Akal Sehat

Coba kamu perhatiin deh, berapa banyak majalah or tabloid yang memuat berita tentang para selebritis? Juga, amati ada berapa program acara televisi yang menayangkan seputar sisi kehidupan mereka. Ambil contoh tayangan infotainment yang pernah dan sedang tayang. Semuanya senantiasa hadir terdepan dalam menguliti kehidupan kaum seleb sampe ke yang remeh-temehnya, hampir semua stasiusn televisi punya prog­ram tersebut. Lanjutkan membaca Infotainment itu Membius Akal Sehat

Acara-Sahur-di-TV

Ramadhan dan Media Massa

Sobat muda, kita sebenarnya nggak ingin banget kehilangan makna Ramadhan gara-gara terpengaruh tayangan Ramadhan di televisi yang malah kian ngejauhin kita dari ketakwaan yang coba ditumbuhkan di bulan mulia ini. Tapi, nyatanya memang demikian—bukan ketakwaan yang tumbuh, tetapi ketawaan yang nyaris ada di setiap acara televisi. Kita jadi merasa santai dalam menjalani Ramadhan ini karena nggak ada tambahan ilmu. Padahal, kita lebih banyak hobi nonton televisi ketimbang baca buku atau dengerin ceramah ustad kalo kultum tarawih dan kuliah subuh atau di acara sanlat. Nah, lho. Ayo, ngaku! Hehe..bukan nuduh nih. Lanjutkan membaca Ramadhan dan Media Massa

71450_620

Ramadhan Penuh Tawa

Bro en Sis rahimakumullah, pembaca setia gaulislam, di edisi pekan ke-300 ini, sebenarnya nggak tega juga nulis judul seperti ini. Tetapi ya mau gimana lagi, faktanya setiap Ramadhan tiba acara televisi seperti berlomba menebar tawa, bukan menebar takwa. Pemirsa pun pada akhirnya lebih sering tertawa daripada bertakwa. Tengok sajalah acara televisi menjelang buka puasa dan menjelang sahur, lebih banyak yang meningkatkan ketawaan atau yang berupaya meningkatkan ketakwaan? Silakan bisa kamu nilai sendiri deh. Lanjutkan membaca Ramadhan Penuh Tawa

orang-duduk-menonton-tv-ilustrasi-_120711083637-383

Dakwah Bukanlah Hiburan

Ada baiknya kita mengetahui definisi dakwah. Nah, kata dakwah adalah derivasi dari bahasa Arab “Da’wah”. Kata kerjanya da’aa yang berarti memanggil, mengundang atau mengajak. Ism fa’ilnya (alias pelaku) adalah da’i yang berarti pendakwah. Di dalam kamus al-Munjid fi al-Lughoh wa al-a’lam disebutkan makna da’i sebagai orang yang memangggil (mengajak) manusia kepada agamanya atau mazhabnya. Lanjutkan membaca Dakwah Bukanlah Hiburan

Antara Kita dan Televisi

gaulislam edisi 162/tahun ke-4 (23 Dzulhijjah 1431 H/ 29 November 2010)

 


Jaman sekarang, kalo nggak kenal televisi kayaknya bener-bener kuper deh. Sebab, benda ini hampir bisa dipastikan sudah diketahui orang dan pernah melihatnya. Televisi adalah bagian dari kemajuan teknologi, dan ini ngak akan bisa dibendung. Aplikasi ilmu tentu bakal terus berkembang sesuai tuntutan jaman dan seisi makhluk yang hidup di bumi ini.

Bro en Sis, tiap benda apalagi ciptaan manusia pastinya punya manfaat juga mudharat. Ada positif juga negatif. Kudu dicatet ya Guys, trus diinget dan diamalkan, bahwa di dalam Islam:  manfaat dan mudharat bukan jadi dasar alias standar dalam ngecap suatu benda tapi kudu ditahqiqul manath alias diidentifikasi dengan teliti berdasar petunjuk dari al-Quran dan hadist ampe didapet tuh benda statusnya haram apa halal. Kalo pun tuh benda digunakan, kudu diperhatiin status hukumnya wajib, sunnah, mubah, makruh or haram. So, jelas ye kalo hukum benda dan hukum perbuatan sebenernya terpisah.

Lha, gimana dengan tv? Televisinya sih udah jelas benda ya. Benda mati pula. Dipencet or dijitak ya doi nggak protes. Paling juga rusak kalo dibanting hehehe.  Yang jelas gunanya jadi alat perantara (wasilah) buat pendidikan, hiburan juga nambah informasi. Yup, tv adalah benda mati yang merupakan hasil teknologi (madaniyah) dan sifatnya universal. So, status hukum dari tv adalah halal/mubah. Lanjutkan membaca “Antara Kita dan Televisi”

Tv One, Polisi, dan Markus ‘Aspal’

Assalaamu’alaikum wr wb

Teman-teman, saya ‘menemukan’ tulisan yang bagus seputar markus, polisi, dan media massa (khususnya TV One). Tulisan karya Dandhy D Laksono ini (yang ditulisnya sendiri di NOTE akun facebooknya), sengaja saya posting di blog agar informasinya makin tersebar dan pengunjung setia blog saya bisa membacanya juga. Semoga bermanfaat.

Salam,
O. Solihin

===

Tv One, Polisi, dan Markus ‘Aspal’

oleh Dandhy D Laksono

“…aku matiin HP karena aku dicari pimpinan. Aku nggak berani ke kantor pusat di Pulogadung (Kantor TVOne) karena didesak pimpinan disuruh buka identitas kamu. Aku menolak, jelas bukan dari saya. Saya nggak kasih tahu apapun soal Abang.” (detikcom, 9 April 2010, 16:35 WIB).

Dari sekian banyak dimensi dalam kasus ini, bagian inilah yang paling menarik perhatian saya. Itulah isi komunikasi melalui Blackberry antara Andris Ronaldi dan presenter Tv One, Indy Rahmawati, yang dibuka kepada umum oleh Polri dalam sebuah jumpa pers, 9 April 2010.

Andris Ronaldi adalah narasumber Tv One dalam acara talkshow “Apa Kabar Indonesia” (AKI) yang ditayangkan 24 Maret 2010. Dengan wajah tertutup, Andris yang diwawancarai presenter Indy Rahmawati, dikenalkan sebagai salah seorang makelar kasus (markus) yang aktif di lingkungan Mabes Polri. Tak lama kemudian, Mabes Polri mengumumkan bahwa narasumber Tv One itu palsu, sehingga “Bang One dan kawan-kawan” diadukan ke Dewan Pers. Setelah acara talkshow itu, polisi memang berusaha mencari identitas dan keberadaan Andris, hingga akhirnya ditemukan. Kepada polisi lah, Andris bernyanyi bahwa ia dijebak Tv One untuk mengaku sebagai markus demi kepentingan talkshow. Lanjutkan membaca “Tv One, Polisi, dan Markus ‘Aspal’”